Program Sekolah Gratis di Merangin, Anak-anak Semakin Semangat Belajar

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin kembali melaksanakan program unggulan perlengkapan sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu.

Setelah menyisir wilayah Sungai Manau dan Tabir, bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Merangin, M. Syukur, di SDN 189 Desa Pinang Merah, Kecamatan Pamenang Barat, Sabtu (14/2).

Acara dihadiri sejumlah pejabat teras, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Misrinaldi, Kepala BPKAD Mashuri, Kepala Dinas Kominfo Ahmad Khoirudin, serta anggota DPRD Merangin Dapil III, Helmi (Nasdem) dan Nanta (Demokrat), yang ikut mendampingi program ini.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Merangin, Misrinaldi, sebanyak 329 siswa di Pamenang Barat menerima manfaat dari program ini, terdiri dari 209 siswa SD dan 120 siswa SMP.

“Semua perlengkapan sudah disalurkan, dan hari ini kita lakukan peluncuran secara simbolis,” jelas Misrinaldi.

Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan bantuan harus tepat sasaran dan dimanfaatkan oleh anak-anak yang paling membutuhkan.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme guru dan kepala sekolah agar suasana belajar tetap kondusif.

“Jangan bawa persoalan pribadi ke dalam sekolah. Jangan sampai anak jadi korban karena ketidakcocokan orang dewasa. Guru harus menjadi teladan, paling bersih dan baik,” tegas Bupati Syukur.

Para pelajar pun menyambut baik program ini. Salah satu siswa, Usna dari SDN 149 Pinang Merah, mengaku senang dengan bantuan yang diterima.

“Terima kasih banyak atas bantuan seragam sekolahnya. Baju kami sudah baru, kami tidak malu lagi dan jadi tambah semangat belajar,” ujar Usna.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan dan meringankan beban keluarga kurang mampu di Kabupaten Merangin.(*)




Wujudkan Komitmen ESG Lewat Program Sinergi Bagi Negeri, Jadi Aksi Nyata Sinsen Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Astra Honda Motor (AHM) bersama seluruh jaringan Main Dealer di Indonesia terus menegaskan komitmen sosial dan lingkungan melalui kampanye Sinergi Bagi Negeri.

PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) mewujudkan komitmen tersebut dengan berbagai program yang menyentuh masyarakat secara langsung sepanjang tahun 2025.

Program ini mencakup kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, pembagian sembako, aksi donasi kemanusiaan, serta kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon dan edukasi gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle).

Tidak hanya itu, Sinsen juga aktif menggelar program donor darah bagi karyawan, sebagai bentuk solidaritas dan kontribusi nyata dalam bidang kemanusiaan.

Di tingkat internal, perusahaan memastikan kesejahteraan karyawan dengan program cek kesehatan rutin, menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Di sektor pendidikan, Sinsen mendukung lahirnya generasi unggul melalui beberapa program, antara lain AHM Best Student (AHMBS) bagi siswa berprestasi se-Provinsi Jambi, pembinaan SMK binaan Honda yang sesuai kebutuhan industri, serta program Guru Inspiratif sebagai bentuk apresiasi kepada guru berprestasi.

“Seluruh kegiatan ini merupakan wujud komitmen Sinsen untuk menguatkan Sinergi Bagi Negeri. Memasuki 2026, kami bertekad menghadirkan lebih banyak kegiatan berdampak, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Syahbilla Putri Andinny, Public Relation PT Sinar Sentosa Primatama.

Sinergi Bagi Negeri menjadi payung besar bagi AHM dan jaringan Main Dealer Honda untuk terus hadir dalam pembangunan Indonesia, melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan keselamatan berkendara.(*)




Gubernur Al Haris Siapkan Generasi Muda Berdaya Saing Global!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi SMA Negeri 3 Kota Jambi dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Chromatic Anniversary of Netco’s 48th Milestone (CINEMA) dalam rangka memperingati HUT ke-48 SMA Negeri 3 Kota Jambi, Rabu (4/2/2026) pagi.

Gubernur Al Haris menekankan bahwa SMA Negeri 3 Kota Jambi konsisten membentuk siswa yang berkarakter, adaptif terhadap perubahan zaman, dan siap memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

“Saya memberikan apresiasi kepada SMAN 3 Kota Jambi yang eksistensinya semakin kuat. Dari 14 bidang studi yang diuji melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA), ada 12 bidang studi yang nilainya di atas rata-rata nasional. Ini luar biasa dan menjadi bukti konsistensi pola pendidikan yang diterapkan guru. Bahkan ada siswa yang sudah diterima di Singapura, ini sangat membanggakan,” ujar Gubernur.

Gubernur Al Haris menambahkan bahwa capaian TKA siswa SMAN 3 Kota Jambi sudah tercatat di Kementerian Pendidikan, dan evaluasi akan terus dilakukan untuk mempertahankan kualitas pendidikan.

“Fokus pemerintah pusat saat ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program revitalisasi ribuan sekolah. Indonesia kini memasuki status negara maju, sehingga persaingan SDM tidak lagi lokal, tetapi global. Kita harus menyiapkan generasi yang bertaraf internasional,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur Al Haris menyoroti tantangan modernisasi, termasuk pengaruh narkoba, media judi online, dan paham radikalisme yang mengancam anak-anak melalui media sosial.

Ia menekankan pentingnya peran pemerintah, pendidik, dan orang tua dalam membimbing generasi muda.

“Modernisasi dan digitalisasi harus menjadi alat untuk kemajuan, bukan merusak kehidupan. Kita harus memastikan anak-anak kita siap menghadapi tantangan zaman dengan kepribadian yang kuat dan pola pikir yang sehat,” pungkas Gubernur Al Haris.(*)




Disdik Jambi Waspadai Paparan Radikalisme di Kalangan Siswa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mempertegas komitmen menolak intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di lingkungan pendidikan.

Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan pengawas dan kepala sekolah jenjang SMA, SMK, serta SLB se-Provinsi Jambi.

Kegiatan sosialisasi Tolak IRET ini dilaksanakan di Aula Lantai III Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Senin (2/2/2026).

Acara tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar, Kepala Bidang SMK Harmonis, Staf Ahli II Pemerintah Provinsi Jambi Mukhtamar, Direktur Intelijen Densus 88 AT Polri, serta para pengawas dan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar, SE, MM, mengungkapkan keprihatinannya terhadap adanya indikasi sebagian peserta didik yang mulai terpapar paham intoleransi dan radikalisme.

Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal peringatan bagi dunia pendidikan untuk segera melakukan langkah pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan.

“Ini tidak bisa dianggap hal sepele. Sekolah harus benar-benar menjadi ruang yang aman bagi peserta didik dari pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan,” ujar Umar.

Ia menekankan bahwa pengawas dan kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menjaga lingkungan satuan pendidikan tetap kondusif.

Deteksi dini, menurutnya, menjadi kunci utama agar paham-paham menyimpang tidak berkembang dan menyusup ke kehidupan sekolah.

“Pengawasan harus diperkuat. Jika ada indikasi sejak awal, harus segera ditindaklanjuti agar tidak meluas,” tegasnya.

Selain itu, Umar juga mendorong Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di setiap jenjang pendidikan agar aktif mengimplementasikan hasil sosialisasi.

Ia menilai guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pendampingan serta pemantauan perilaku peserta didik.

Sementara itu, Staf Ahli II Pemerintah Provinsi Jambi, Mukhtamar, menilai pencegahan radikalisme di lingkungan sekolah bukan perkara mudah, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

“Penggunaan telepon genggam oleh siswa perlu mendapat perhatian serius. Pengawasan harus diperkuat agar paham-paham menyimpang tidak masuk melalui media digital,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Provinsi Jambi berharap seluruh satuan pendidikan semakin waspada, solid, dan konsisten menjaga sekolah sebagai ruang yang aman, inklusif, serta bebas dari pengaruh intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.(*)




Kepsek di Jambi Diminta Tingkatkan Profesionalisme Guru dan Kualitas Pendidikan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menekankan peran Kepala Sekolah sebagai figur teladan (role model) yang menentukan budaya kerja di sekolah dan membentuk profesionalisme guru.

Pernyataan ini disampaikan pada Pembukaan Rapat Kerja Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se-Provinsi Jambi di Aula Bundes Desa Koto Periang, Kecamatan Kayu Aro, Sabtu (24/01/2026).

Acara ini dihadiri oleh Bupati Kerinci Monadi, pimpinan Forkopimda Kerinci, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Umar MY, S.E., M.M, serta ratusan kepala sekolah dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“Kepala Sekolah harus memiliki tanggung jawab dan moral yang tinggi. Sebagai pemimpin tertinggi di satuan pendidikan, Kepala Sekolah bukan hanya seorang administrator, melainkan figur teladan yang menentukan budaya sekolah, profesionalisme guru, dan kualitas hasil belajar siswa. Semua itu harus menjadi tanggung jawabnya,” tegas Al Haris.

Raker ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Jambi. Gubernur menjelaskan, semua aspek pendidikan perlu ditingkatkan, mulai tata kelola sekolah, pengembangan profesionalisme Kepala Sekolah, hingga penyelarasan program prioritas Pemerintah Provinsi Jambi.

“Perbedaan mendasar antara Kepala Sekolah dan guru lain terletak pada tanda tangan di ijazah yang menentukan masa depan peserta didik. Meski Kepala Sekolah merupakan guru dengan tugas tambahan, tanggung jawabnya sangat besar karena menyangkut legitimasi dan kualitas lulusan,” ungkap Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi dengan program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta pembangunan sarana pendidikan.

Program ini selaras dengan Asta Cita ke-4 pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran, yang fokus pada penguatan SDM melalui pendidikan.

“Pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran cukup besar untuk MBG dan Sekolah Rakyat. Pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh kepala sekolah harus sejalan untuk meningkatkan kualitas SDM, baik pendidik maupun peserta didik,” jelas Gubernur.

Usai membuka rapat, Gubernur Al Haris, didampingi Bupati Kerinci Monadi, melakukan peninjauan langsung ke SMK Negeri 7 Kerinci dan SMA Negeri 7 Kerinci, untuk memastikan pelaksanaan program pendidikan berjalan sesuai harapan.(*)




Buntut Pengeroyokan Guru di Tanjab Timur, DPRD Jambi Pertimbangkan Bentuk Pansus

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – DPRD Provinsi Jambi mempertimbangkan pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum guru dan siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur.

Langkah ini dinilai penting untuk mengevaluasi keseluruhan sistem pengajaran sekaligus menindaklanjuti laporan dari kedua pihak.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Hafiz Fattah, menyampaikan bahwa keputusan pembentukan Pansus masih menunggu perkembangan kasus yang kini tengah didalami oleh Polda Jambi.

“Untuk membentuk Pansus, kita harus menunggu dulu hasil pendalaman. Kalau ditemukan ada masalah sistemik dalam pengajaran, maka pembentukan Pansus menjadi langkah yang tepat. Namun, jika kasus murni kesalahan salah satu pihak, maka penyelesaian akan dilakukan oleh dinas terkait,” ujar Hafiz.

Hafiz menambahkan bahwa pihaknya telah beberapa kali berkomunikasi dengan Kapolda Jambi terkait perkembangan kasus.

Pendalaman kasus mencakup pemeriksaan terhadap oknum guru, termasuk kemungkinan uji kesehatan mental, sebagai langkah untuk memahami kondisi psikologis yang bersangkutan.

“Termasuk juga kemungkinan dilakukan pemeriksaan kesehatan mental kepada oknum guru. Kita lihat nanti hasilnya seperti apa,” jelasnya.

DPRD Provinsi Jambi menegaskan tetap berkoordinasi dengan dinas terkait agar penanganan kasus berjalan cepat. Penyelesaian secara kekeluargaan juga tetap menjadi opsi jika memungkinkan dan disepakati semua pihak.

“Yang jelas, DPRD terus mengawasi dan menekankan agar dinas segera menindaklanjuti. Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan semua pihak setuju, tentu ini yang diharapkan,” tambah Hafiz.

Kasus ini sebelumnya memicu perhatian publik setelah laporan dibuat oleh siswa maupun guru terkait dugaan kekerasan di lingkungan SMKN 3 Tanjung Jabung Timur.

Hingga saat ini, kepolisian masih menelusuri kronologi peristiwa serta faktor-faktor yang memicu insiden tersebut.(*)




Kapolresta Jambi Ajak Sekolah dan Orang Tua Cegah Kekerasan Pendidikan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolresta Jambi Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., M.H., menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden pertikaian yang melibatkan seorang guru dan murid di salah satu sekolah di Provinsi Jambi.

Kejadian tersebut dinilai menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan agar konflik serupa tidak kembali terjadi.

Kapolresta menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.

Lingkungan pendidikan, menurutnya, tidak boleh diwarnai tindakan kekerasan yang justru merusak tujuan utama proses belajar mengajar dan pembentukan karakter siswa.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Dunia pendidikan harus terbebas dari konflik yang berujung pada tindakan tidak diinginkan. Semua pihak perlu menahan diri dan mengedepankan komunikasi serta dialog,” ujar Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar.

Ia menekankan bahwa guru dan murid sama-sama memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan di sekolah.

Guru diharapkan menjadi teladan dalam bersikap dan menyampaikan disiplin secara bijak, sementara siswa juga wajib menghormati tenaga pendidik sebagai bagian dari etika pendidikan.

Sebagai langkah pencegahan, Polresta Jambi menyatakan siap melakukan pendekatan langsung ke sekolah-sekolah melalui kegiatan imbauan dan edukasi.

Fokusnya meliputi pencegahan kekerasan, pengendalian emosi, serta peningkatan komunikasi yang sehat antara guru, siswa, dan pihak sekolah.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, orang tua, dan dinas pendidikan untuk memberikan penguatan karakter dan edukasi, baik kepada guru maupun siswa,” tambahnya.

Kapolresta juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan.

Sinergi antara sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum dinilai sangat penting demi menciptakan generasi muda yang berakhlak, berkarakter, dan mampu menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan.

Pihak kepolisian berharap insiden ini menjadi pelajaran bersama agar dunia pendidikan di Kota Jambi dan sekitarnya tetap berjalan aman, tertib, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan pendidikan.(*)




Guru vs Siswa di SMKN 3 Berbak, Versi Siswa Mengungkap Fakta Baru

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – SMKN 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kembali menjadi sorotan setelah seorang guru Bahasa Inggris, Agus Saputra, yang akrab dipanggil “Prince”, terlibat insiden kekerasan dengan sejumlah siswa.

Berbeda dengan versi sebelumnya, siswa berinisial L kini angkat bicara mengenai kronologi yang terjadi dari perspektif mereka.

Menurut L, insiden bermula dari permintaan sejumlah siswa agar guru bersangkutan menyampaikan permintaan maaf atas tudingan penghinaan terhadap orang tua salah seorang siswa.

Namun, permintaan itu dianggap diabaikan oleh guru.

“Kami minta beliau minta maaf, tapi malah membahas hal lain, bukan soal permintaan maaf,” kata L, Sabtu (17/1/2026).

Ketegangan meningkat ketika guru dibawa ke kantor oleh Ketua Komite Sekolah.

L menilai guru “Prince” tampak mengejek siswa dengan senyuman, sehingga mereka berusaha mendekat agar masalah bisa dibicarakan secara terbuka.

Namun, menurut L, guru tersebut justru melakukan kekerasan fisik terlebih dahulu.

“Pas saya sampai depan muka beliau, saya ditampar dan dipukul di hidung. Teman-teman ada di sekitar, banyak yang lihat. Dari situ pengeroyokan terjadi,” ujarnya.

L menjelaskan bahwa ketegangan antara guru dan siswa sudah muncul sebelumnya. Suasana kelas yang sempat ribut, ditambah peringatan keras guru, memicu insiden.

Guru yang ingin dipanggil dengan panggilan “Prince” ini, menurut siswa, kerap bersikap tegas bahkan keras dalam mendisiplinkan siswa.

Termasuk menjatuhkan sanksi skorsing hingga satu semester bagi yang dianggap melanggar aturan.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua OSIS SMKN 3 Berbak menyampaikan permohonan maaf atas pengeroyokan.

Namun, ia juga menyampaikan aspirasi siswa agar guru “Prince” dipindahkan agar suasana belajar tetap kondusif.

“Kami menyesalkan kejadian ini dan tidak membenarkan kekerasan, tapi agar kegiatan belajar tetap aman, kami berharap ada penataan ulang guru terkait,” katanya.

Pihak sekolah dan instansi terkait hingga kini masih mendalami kasus ini

Aparat kepolisian diharapkan dapat memastikan proses hukum berjalan adil, sementara pihak sekolah melakukan evaluasi internal untuk mencegah insiden serupa di masa depan.(*)




Disdik Jambi Turunkan Tim Usai Kasus Guru SMKN 3 Viral

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dugaan kasus pengeroyokan terhadap guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Agus Saputra, yang sempat viral di media sosial, kini mendapat penanganan serius dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Tim dari Disdik langsung diturunkan ke sekolah untuk menindaklanjuti permasalahan dan memastikan proses belajar tetap kondusif.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar MY, S.E., M.M, menegaskan pihaknya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan terkait permintaan pemindahan guru maupun tindakan disiplin.

Pendalaman menyeluruh menjadi langkah awal sebelum keputusan resmi dibuat.

“Berkenaan dengan pemindahan guru maupun langkah hukum disiplin, tim kami akan turun dan berkoordinasi. Hasilnya nanti akan kami sampaikan ke BKD,” ujar Umar.

Selain menurunkan tim, Disdik juga memastikan kondisi sekolah tetap aman dan proses belajar mengajar berjalan normal.

Hal ini juga didukung oleh mediasi Forkopimcam Berbak yang melibatkan orang tua siswa, guru, dan pihak sekolah sehari setelah kejadian.

Umar menyampaikan apresiasinya karena kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Kejadian ini memang memprihatinkan, tetapi pada prinsipnya sekolah harus menjadi tempat belajar dan membentuk akhlak. Semoga insiden serupa tidak terjadi lagi,” jelas Umar.

Sebagai tindak lanjut, tim bidang Pembinaan GTK dan SMK Disdik Provinsi Jambi bersama Kapolres Tanjung Jabung Timur telah turun ke lokasi untuk memastikan pembelajaran di SMKN 3 Tanjabtim tetap berjalan normal.

Umar menekankan, pihaknya tidak ingin menyimpulkan siapa yang bersalah sebelum investigasi dilakukan secara komprehensif.

“Kami ingin mendalaminya agar setiap keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan tujuan utama pendidikan,” tutup Umar.(*)




Viral di Media Sosial, Al Haris Pastikan Penanganan Kasus Guru SMKN 3

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus dugaan pelecehan atau perlakuan tidak pantas yang menimpa seorang guru bernama Agus Saputra di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur tengah menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa pagi, 13 Januari 2026.

Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan menindaklanjuti insiden ini secara serius.

Ia menyebutkan akan menurunkan tim dari Dinas Pendidikan, khususnya bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), untuk mendalami kasus tersebut.

“Tim dari Diknas akan turun ke sana, kita lihat nanti bagaimana hasilnya,” kata Al Haris.

Menurutnya, masalah ini sudah ditangani melalui rapat mediasi yang melibatkan orang tua siswa, pihak sekolah, camat, dan kepolisian. Al Haris berharap kasus ini tidak berkembang lebih luas.

“Rapat mediasi sudah dilakukan. Saya ingin masalah ini tidak melebar ke mana-mana,” ujarnya.

Gubernur Jambi menegaskan, jika dalam penyelidikan ditemukan kesalahan dari guru, pemerintah akan memberikan sanksi tegas.

Namun, ia juga mengingatkan agar siswa tidak mengambil sikap menghakimi guru secara sendiri, karena hal itu dapat mencoreng dunia pendidikan.

“Kalau gurunya salah tentu akan kita beri sanksi. Kalau perkataannya memang tidak pantas seorang guru, ya ditindak. Tapi siswa juga tidak boleh menghakimi gurunya, ini mencoreng dunia pendidikan,” jelas Al Haris.

Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

“Dunia pendidikan harus tetap utuh, tidak boleh ada yang mencoreng. Saya kira ini insiden yang kurang baik di dunia pendidikan,” tutupnya.(*)