31 Kepala SMA-SMK Jambi Dilantik, Al Haris Ingatkan Soal Dana BOS dan Sorotan Publik! Berikut Nama-namanya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gubernur Jambi Al Haris melantik 43 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, Senin 24 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, 31 merupakan kepala SMA dan SMK yang akan mengemban tanggung jawab memimpin satuan pendidikan di sejumlah kabupaten dan kota.

Pelantikan berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi dan dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kepala Dinas Pendidikan serta sejumlah pejabat eselon II Pemprov Jambi.

Bukan hanya soal pergantian atau pengisian jabatan, Al Haris menggunakan momentum tersebut untuk mengingatkan para kepala sekolah mengenai besarnya tanggung jawab yang melekat pada posisi mereka.

Salah satu yang disorot adalah pengelolaan anggaran pendidikan, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurut Al Haris, kepala sekolah tidak hanya dituntut meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga harus mampu menjalankan amanah administratif dan keuangan secara bertanggung jawab.

“Di dunia kita punya tanggung jawab, di akhirat juga ada pertanggungjawaban. Jadi bekerjalah dengan serius agar selamat dunia dan akhirat,” ujar Al Haris dalam sambutannya.

Al Haris juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat kinerja pemerintah semakin mudah dipantau masyarakat.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan pejabat publik berpotensi mendapat perhatian masyarakat.

“Kita dilihat oleh semua mata. Semua memantau kita, baik melalui media sosial maupun secara langsung. Karena itu bekerjalah dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Pesan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepala sekolah.

Selain bertanggung jawab terhadap proses belajar mengajar, mereka juga berhadapan dengan tuntutan masyarakat terhadap kualitas sekolah, pelayanan kepada siswa, tata kelola anggaran serta capaian pendidikan.

Dengan posisi tersebut, kepala sekolah dituntut tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu memastikan sekolah berjalan secara profesional dan akuntabel.

Sebanyak 31 kepala sekolah yang dilantik tersebar di berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Mereka akan memimpin sekolah negeri mulai dari Kabupaten Bungo, Merangin, Sarolangun, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, Batanghari, Tebo hingga Kota Sungai Penuh.

Berikut daftar lengkap 31 kepala SMA dan SMK yang dilantik:

  1. Abas HS, S.Ag., M.Pd. — Kepala SMKN 7 Tanjung Jabung Barat.
  2. Algusri, S.Pd. — Kepala SMAN 7 Bungo.
  3. Afrianti, M.Pd., S.Pd. — Kepala SMKN 5 Tanjung Jabung Timur.
  4. Muhammad Ikhsan, S.Pd., M.Pd. — Kepala SMKN 3 Sarolangun.
  5. Eka Meinawati, M.Pd., S.Pd. — Kepala SMKN 10 Muaro Jambi.
  6. Rahmat Hidayat, S.Pd. — Kepala SMAN 8 Bungo.
  7. As’ad, SE. — Kepala SMKN 10 Merangin.
  8. Muhammad Subhan, S.Pd. — Kepala SMAN 4 Bungo.
  9. Khoirul Hadi, S.Pd.I., M.Pd. — Kepala SMAN 2 Bungo.
  10. Marjan, S.Pd., M.Si. — Kepala SMAN 3 Sungai Penuh.
  11. Dra. Ferlita Rachmi — Kepala SMKN 1 Merangin.
  12. Toni Hendra, S.Pd. — Kepala SMKN 5 Merangin.
  13. Radias Ependi, S.Pd., M.Si. — Kepala SMAN 5 Tanjung Jabung Timur.
  14. Eky Putri Prasanti, S.Pd. — Kepala SMKN 11 Sarolangun.
  15. Indra Sakti, S.Pd. — Kepala SMKN 6 Sarolangun.
  16. Novinta, S.Pd. — Kepala SMKN 11 Muaro Jambi.
  17. Efton Julisno, S.Pi. — Kepala SMKN 14 Merangin.
  18. Kaharuddin, S.Pi. — Kepala SMKN 2 Tanjung Jabung Timur.
  19. Sri Wahyuni, S.Pd. — Kepala SMKN 4 Tanjung Jabung Barat.
  20. Feri Irawan, S.Pd. — Kepala SMAN 17 Muaro Jambi.
  21. Tri Muhammad Ali, S.Pd. — Kepala SMAN 14 Merangin.
  22. Lahmiur, S.Pt., M.Pd. — Kepala SMKN 5 Kerinci.
  23. Kurnia Budi Gunawan, S.Pd. — Kepala SMAN 4 Batanghari.
  24. Erwady Fandry, S.H. — Kepala SMAN 6 Kerinci.
  25. Nasria, S.Ag., M.Pd. — Kepala SMKN 8 Tebo.
  26. Edi Susanto, S.Hut. — Kepala SMKN 6 Merangin.
  27. Yeni Heriyanti, S.Pd., M.M. — Kepala SMAN 10 Sarolangun.
  28. Fatmawati, S.P., M.Pd. — Kepala SMAN 7 Tanjung Jabung Timur.
  29. Evi Susanti, S.Pd., M.Pd. — Kepala SMAN 2 Tanjung Jabung Timur.
  30. Muanas, S.Pd. — Kepala SMAN 17 Merangin.
  31. Yulivia Indryani, SP. — Kepala SMAN 13 Merangin.

12 Pejabat Fungsional Juga Dilantik

Selain kepala sekolah, Al Haris turut melantik 12 pejabat fungsional.

Penempatan mereka tersebar pada sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Kesehatan, RSUD Raden Mattaher hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi.

Berikut nama dan jabatan mereka:

  1. Aliyah, S.Pd., M.Sc. — Arsiparis Ahli Muda pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi.
  2. Mutiara Vani, Apt., S.Farm. — Apoteker Ahli Muda pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.
  3. Herry Wardono, SKM. — Administrator Kesehatan Ahli Muda pada RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi.
  4. Ismail, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  5. Yazdian, SKM. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  6. Ahmadi, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  7. Syafri, SH. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  8. Zulfanni, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  9. Annis Ardianty, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  10. Amirzan, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Madya pada BPBD Provinsi Jambi.
  11. Tuti Mahdalena, SKM., M.Sc. — Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.
  12. Ronkasiati, SKM. — Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

Al Haris meminta seluruh pejabat yang baru menerima amanah tersebut, menjalankan tugas berdasarkan aturan yang berlaku dan tidak mengabaikan tanggung jawab yang menyertai jabatan.

Ia berharap para pejabat mampu menjalankan peran masing-masing dengan sungguh-sungguh serta memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan Allah senantiasa menuntun, melindungi, dan memberikan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan amanah ini,” ujar Al Haris.

Dengan pelantikan tersebut, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mengisi posisi jabatan.

Para pejabat baru dituntut membuktikan kinerja melalui pelayanan publik, tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan serta hasil kerja yang benar-benar dirasakan masyarakat.(*)




UIN STS Jambi Tambah 5 Guru Besar, Rektor Bidik 40 Profesor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mempercepat penguatan sumber daya akademiknya.

Lima akademisi dikukuhkan sebagai guru besar dalam satu agenda yang digelar di Auditorium Chatib Quzwain, Kampus II UIN STS Jambi, Kamis 20 Agustus 2026.

Lima profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang keilmuan yang berbeda, mulai dari hukum pidana Islam, peradilan agama, manajemen pendidikan, hukum ekonomi syariah hingga manajemen pemasaran pendidikan Islam.

Mereka adalah Prof. Dr. H. Ishaq, S.H., M.Hum. sebagai guru besar bidang Hukum Pidana Islam; Prof. Dr. Dra. Illy Yanti, M.Ag. dalam bidang Peradilan Agama; serta Prof. Dr. Ahmad Ridwan, M.Pd.I. sebagai guru besar bidang Manajemen Pendidikan.

Kemudian, Prof. Dr. Zulqarnain, S.Ag., M.Hum., Ph.D. dikukuhkan sebagai guru besar bidang Hukum Ekonomi Syariah dan Prof. Dr. H. Mahmud MY, S.Ag., M.Pd. dalam bidang Manajemen Pemasaran Pendidikan Islam.

Pengukuhan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Senat UIN STS Jambi, Prof. Mukhtar, dilanjutkan pembacaan riwayat hidup masing-masing akademisi.

Kelima profesor kemudian menyampaikan orasi ilmiah di hadapan anggota senat dan tamu undangan.

Namun, di balik seremoni tersebut, UIN STS Jambi tengah membidik target yang jauh lebih besar.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., mengatakan kampus yang dipimpinnya menargetkan memiliki 40 guru besar selama masa kepemimpinannya.

Menurut dia, target tersebut bukan sekadar ambisi kelembagaan. Perkembangan jumlah profesor dalam dua tahun terakhir menjadi dasar optimisme universitas untuk mengejar angka tersebut.

“Target 40 guru besar bukan sesuatu yang tidak mungkin dicapai,” ujar Kasful Anwar.

Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 hingga 2026, UIN STS Jambi telah mengukuhkan 15 guru besar.

Capaian tersebut menjadi pijakan untuk mempercepat pertumbuhan jabatan akademik tertinggi bagi dosen di lingkungan kampus.

Tak berhenti pada 15 profesor, saat ini terdapat 10 dosen yang telah diajukan untuk mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari tahapan menuju jabatan guru besar.

Angka tersebut membuat target 40 profesor semakin terbuka untuk dikejar, sekaligus menunjukkan bahwa universitas sedang menyiapkan regenerasi profesor secara lebih sistematis.

Kasful Anwar menekankan percepatan guru besar tidak boleh hanya berorientasi pada bertambahnya jumlah profesor.

Pemenuhan persyaratan akademik, khususnya kualitas publikasi ilmiah, menjadi bagian yang turut diperkuat.

Karena itu, universitas mendorong dosen mempersiapkan persyaratan akademik secara lebih matang melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kompetensi.

Salah satunya melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah.

Program tersebut diarahkan untuk membantu dosen meningkatkan kemampuan publikasi sekaligus mempercepat pemenuhan persyaratan akademik menuju jabatan guru besar.

Dengan pendekatan itu, pertumbuhan jumlah profesor di UIN STS Jambi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas riset dan publikasi akademik.

Bagi UIN STS Jambi, keberadaan guru besar memiliki konsekuensi yang lebih besar daripada sekadar status akademik.

Para profesor diharapkan menjadi penggerak pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat dan penguatan proses pendidikan.

Penambahan profesor juga diposisikan sebagai bagian dari strategi kelembagaan untuk meningkatkan mutu serta daya saing UIN STS Jambi.

Semakin banyak akademisi pada jenjang profesor, semakin besar pula kapasitas kampus dalam membangun pusat-pusat keunggulan keilmuan, menghasilkan penelitian berkualitas dan memperluas kontribusi akademik kepada masyarakat.

Karena itu, Rektor UIN STS Jambi menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh unsur akademik.

Percepatan jumlah guru besar, menurutnya, membutuhkan dukungan institusi sekaligus kesiapan dosen dalam memenuhi standar akademik yang ditetapkan.

Dengan pengukuhan lima profesor terbaru tersebut, UIN STS Jambi kembali menambah kekuatan akademiknya.

Tantangan berikutnya bukan hanya mengejar target 40 guru besar, tetapi memastikan para profesor tersebut menghasilkan karya ilmiah, riset dan inovasi yang memberi dampak nyata bagi kampus maupun masyarakat.(*)




UNJA Dorong Bahan Ajar Berkelas Dunia, Dosen Didorong Manfaatkan Sumber Open Source

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Universitas Jambi (UNJA) mendorong dosen mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan mampu bersaing dalam konteks pendidikan global.

Upaya tersebut dilakukan melalui Technical Assistance bertema “Pemanfaatan Data Pembelajaran Open Source Kelas Dunia Dalam Pengembangan Bahan Ajar Digital di Lingkungan UNJA Tahun 2026” yang digelar Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) UNJA di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dosen dalam memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka (open source) dalam penyusunan bahan ajar digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., mengatakan istilah “bahan ajar berkelas dunia” tidak semata-mata berarti menggunakan bahasa Inggris atau mencantumkan referensi dari akademisi luar negeri.

Menurutnya, kualitas bahan ajar harus diukur dari kekuatan standar akademik, relevansi terhadap perkembangan keilmuan serta kemampuannya menjawab kebutuhan pendidikan di tengah perubahan global.

“Bahan ajar berkelas dunia bukan hanya tentang penggunaan bahasa Inggris atau mengutip penulis-penulis dari luar negeri. Yang kita harapkan adalah bahan ajar yang memiliki standar akademik internasional dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era globalisasi,” ujar Hafrida.

Penguatan kualitas bahan ajar juga dipandang memiliki kaitan dengan upaya UNJA meningkatkan mutu institusi.

Hafrida mengatakan pengembangan bahan ajar dengan standar internasional dapat menjadi salah satu elemen pendukung proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Lebih jauh, kualitas bahan ajar diharapkan tidak berhenti pada dokumen akademik, tetapi memberi pengaruh terhadap proses pembelajaran dan kompetensi mahasiswa.

“Pengembangan bahan ajar dengan standar internasional diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas akademik Universitas Jambi, tetapi juga meningkatkan daya saing lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di tingkat global,” katanya.

Ketua LPMPP UNJA, Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.Hum., mengatakan Technical Assistance tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengembangan perangkat pembelajaran yang telah dimulai sebelumnya.

Pada 12 Agustus 2026, LPMPP telah menggelar kegiatan terkait penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Tahap berikutnya diarahkan pada pengembangan bahan ajar.

“Pada 12 Agustus lalu, LPMPP telah melaksanakan pertemuan dalam rangka penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hari ini, kegiatan tersebut kita lanjutkan dengan pengembangan bahan ajar,” ujar Retno.

Menurutnya, penggunaan sumber pembelajaran terbuka yang berkualitas dapat membantu dosen memperkaya bahan ajar dengan referensi dan materi yang lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

LPMPP, kata Retno, memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan di lingkungan universitas.

“Kami ingin memastikan bahan ajar yang dikembangkan terus diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan akademik, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” tambahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ella Masita, S.Pd., M.Pd., M.Sc., mengatakan pengembangan bahan ajar merupakan salah satu agenda tahunan LPMPP UNJA.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam mengembangkan materi pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas proses belajar-mengajar.

“Selama dua hari ini, kami akan bersama-sama mengembangkan bahan ajar yang dipandu oleh narasumber. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan bahan ajar yang dapat langsung dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran,” jelas Ella.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber.

Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan bahan ajar berkelas dunia, termasuk bagaimana memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka untuk menghasilkan materi yang memenuhi aspek akademik sekaligus memiliki relevansi internasional.

Tak hanya berupa pemaparan materi, peserta juga diarahkan untuk mengembangkan bahan ajar selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan pemilihan bahan ajar terbaik dalam empat kategori pada akhir rangkaian kegiatan.

“Besok, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, akan dilakukan pemilihan empat kategori bahan ajar terbaik. Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas bahan ajar yang dikembangkan,” kata Ella.

Kegiatan tersebut diikuti dosen-dosen di lingkungan UNJA bersama jajaran LPMPP.

Bagi UNJA, Technical Assistance ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peningkatan mutu yang berlangsung secara berkelanjutan.

Pengembangan bahan ajar digital berbasis sumber terbuka diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membuat proses pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan masa kini.(*)




Belum Ada Pengganti Sugiyono, Maulana: Surat Pengunduran Diri Masih Diproses BKN

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kursi Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi belum memiliki pengganti setelah Sugiyono mengajukan pengunduran diri dari jabatan strukturalnya.

Wali Kota Jambi Maulana menegaskan, hingga saat ini belum ada pejabat yang ditunjuk untuk menggantikan Sugiyono sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Menurut Maulana, pengisian jabatan tersebut masih menunggu proses administrasi pengunduran diri Sugiyono selesai.

Surat pengunduran diri yang diajukan belum mendapatkan pengesahan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Untuk Kadis Pendidikan, surat pengunduran dirinya belum disahkan oleh BKN. Jadi belum ada penunjukan khusus,” ujar Maulana.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Jambi belum mengambil keputusan mengenai siapa yang akan mengisi posisi Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Maulana sebelumnya membenarkan bahwa Sugiyono dan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Jambi Nanang Suryana mengajukan pengunduran diri dari jabatan struktural.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut berkaitan dengan latar belakang keduanya yang sebelumnya merupakan pejabat fungsional.

Sugiyono dan Nanang diketahui memiliki latar belakang sebagai tenaga pendidik dan pengawas sekolah.

Ketika menduduki jabatan struktural, jabatan fungsional mereka untuk sementara tidak dijalankan.

“Background-nya pejabat fungsional, sebagai guru dan pengawas. Ketika masuk jabatan struktural, jabatan awalnya berhenti sementara,” jelas Maulana.

Menurutnya, menjelang masa pensiun, keduanya memiliki pilihan untuk tetap berada di jabatan struktural atau kembali menjalankan jabatan fungsional.

“Menjelang masa pensiun mereka memilih, apakah tetap di struktural atau kembali ke fungsional. Kalau memilih fungsional, jabatan itu dihidupkan kembali,” katanya.

Maulana menilai keputusan tersebut bukan persoalan yang perlu dipermasalahkan. Namun, untuk posisi yang ditinggalkan, pemerintah tetap harus menyiapkan mekanisme pengisian sesuai ketentuan.

“Saya rasa itu tidak masalah soal pengunduran diri. Nanti jabatan yang kosong akan kita isi,” tegasnya.

Kekosongan posisi Kepala Dinas Pendidikan bukan satu-satunya jabatan yang akan dihadapi Pemkot Jambi.

Maulana mengungkapkan terdapat sejumlah pejabat yang akan memasuki masa pensiun.

Sekitar enam jabatan eselon II diperkirakan kosong, sementara lebih dari 17 jabatan eselon III juga akan mengalami kekosongan.

Pemkot Jambi tidak akan melakukan pengisian seluruh jabatan tersebut secara terpisah. Pemerintah kota akan mengumpulkan sejumlah posisi yang kosong untuk kemudian diproses secara bertahap.

“Tidak bisa setiap waktu dilakukan pelantikan. Nanti kita kumpulkan dan akan dilakukan pengisian pada akhir tahun,” ungkapnya.

Untuk jabatan eselon III, proses kaderisasi internal akan menjadi salah satu pertimbangan. Pejabat yang berada di bawahnya dan memenuhi persyaratan berpeluang dipersiapkan untuk mengisi posisi tersebut.

Sedangkan pengisian jabatan eselon II akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka.

“Untuk eselon II yang pensiun Februari dan Maret, termasuk asisten dan staf ahli, akan dilakukan seleksi terbuka. Kita kumpulkan terlebih dahulu karena biaya seleksinya sama,” jelas Maulana.

Meski posisi Kepala Dinas Pendidikan belum ditentukan penggantinya, Maulana memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu pelayanan pemerintahan.

Program pendidikan yang selama ini berjalan tetap harus dilaksanakan sembari menunggu proses administrasi dan penataan jabatan diselesaikan.

Pemkot Jambi juga akan menentukan langkah pengisian posisi Kepala Dinas Pendidikan setelah proses pengunduran diri Sugiyono mendapatkan kepastian secara administratif.

Dengan demikian, untuk sementara belum ada nama pejabat yang ditunjuk Maulana sebagai pengganti Sugiyono.

Keputusan tersebut masih menunggu tahapan administrasi serta mekanisme pengisian jabatan yang akan ditempuh Pemkot Jambi.(*)




Momen HUT RI: Kemas Faried Dorong Seragam Gratis SD-SMP di Jambi, Sasar Keluarga Desil 1-4

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi DPRD Kota Jambi untuk mendorong kebijakan yang dinilai dapat langsung dirasakan masyarakat.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyoroti dua persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah, yakni banjir dan akses pendidikan.

Salah satu gagasan yang didorong adalah pembebasan biaya seragam bagi siswa baru SD dan SMP mulai 2027.

Program tersebut direncanakan menyasar siswa dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan desil satu hingga empat.

Kemas mengatakan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni setiap 17 Agustus.

Menurutnya, masyarakat harus merasakan manfaat kemerdekaan melalui penyelesaian persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Di momen 17 Agustus tahun ini menjadi catatan penting, bagaimana masyarakat Kota Jambi bisa bebas banjir,” kata Kemas, Senin 17 Agustus 2026.

Banjir Masih Jadi PR Kota Jambi

Banjir menjadi salah satu persoalan yang kembali disoroti Ketua DPRD Kota Jambi.

Kemas berharap pemerintah dapat melakukan penanganan secara lebih menyeluruh sehingga masyarakat tidak terus menghadapi persoalan yang sama ketika hujan dan genangan terjadi.

Menurutnya, penanganan banjir tidak semestinya hanya dilakukan setelah bencana terjadi.

Upaya pencegahan dan pembenahan sistem pengendalian banjir perlu menjadi pekerjaan berkelanjutan.

“Ini menjadi keluhan masyarakat Kota Jambi selama ini yang menjadi problem kita semua. Sehingga kita harus menuntaskan persoalan tersebut,” tegasnya.

Dorongan tersebut menempatkan persoalan banjir sebagai salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan Kota Jambi.

Pemerintah daerah dituntut tidak hanya merespons keluhan masyarakat, tetapi memastikan solusi yang dibangun mampu memberikan dampak dalam jangka panjang.

Seragam Gratis Ditargetkan Mulai 2027

Di sektor pendidikan, DPRD Kota Jambi tengah mendorong kebijakan yang menyasar kebutuhan siswa baru.

Kemas menyebut siswa SD dan SMP yang baru masuk sekolah ditargetkan memperoleh seragam secara gratis mulai 2027.

Namun, program tersebut tidak dirancang untuk seluruh siswa tanpa melihat kondisi ekonomi keluarga.

Sasaran awal diarahkan kepada keluarga yang berada pada desil satu hingga empat.

Artinya, kebijakan tersebut diproyeksikan lebih dulu menyentuh kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang menjadi prioritas penerima bantuan.

“Saya dan Wali Kota Jambi ke depannya bagaimana dalam dunia pendidikan, untuk anak SD dan SMP yang baru masuk sekolah akan dibebaskan biaya baju seragam,” ujarnya.

Kemas mengatakan DPRD Kota Jambi akan mendorong Pemerintah Kota Jambi agar rencana tersebut dapat diwujudkan.

“Insyaallah di DPRD Kota Jambi, kami ingin mendorong Pemerintah Kota Jambi agar anak-anak SD dan SMP nanti di tahun 2027 gratis seragam sekolah,” katanya.

Bukan Sekadar Bantuan Seragam

Bagi Kemas, pembebasan biaya seragam memiliki makna lebih luas daripada sekadar bantuan perlengkapan sekolah.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban keluarga ketika anak memasuki jenjang pendidikan baru.

Terlebih bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, kebutuhan awal sekolah dapat menjadi pengeluaran yang cukup besar.

Karena itu, intervensi terhadap kebutuhan seragam dinilai dapat menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap akses pendidikan.

Kemas menyebut pembiayaan program tersebut diupayakan melalui dukungan anggaran pemerintah.

“Ini untuk anak yang baru masuk sekolah SD dan SMP, dilihat dari desil keluarga mereka, dari desil satu hingga empat,” ujarnya.

Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana masyarakat merasakan manfaat kemerdekaan.

Kemerdekaan Diukur dari Manfaat bagi Warga

Kemas menilai peringatan HUT RI seharusnya menjadi momentum untuk melihat kembali persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Ia mengajak warga Kota Jambi menjaga kerukunan dan memperkuat silaturahmi.

Pada saat yang sama, pemerintah dan DPRD perlu terus mendorong penyelesaian persoalan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dua isu yang disorot Kemas banjir dan pendidikan memiliki karakter berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan kualitas hidup warga.

Bebas dari ancaman banjir menyangkut keamanan dan kenyamanan lingkungan.

Sementara akses pendidikan yang lebih terjangkau menyangkut kesempatan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.

Karena itu, Kemas menempatkan dua agenda tersebut sebagai bagian dari upaya menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam kebijakan yang lebih konkret.

Bagi DPRD Kota Jambi, pekerjaan berikutnya bukan sekadar menyampaikan gagasan. Dorongan terhadap pemerintah daerah perlu berlanjut pada pembahasan, penganggaran dan pelaksanaan agar rencana seragam gratis serta penanganan banjir benar-benar dapat dirasakan masyarakat.(*)




Mahasiswa Baru UIN STS Jambi Segera Ikuti PBAK 2026, Ini Jadwal dan Fokus Persiapannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mematangkan persiapan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026.

Agenda penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 itu akan berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Agustus 2026.

Persiapan menjadi perhatian karena PBAK tahun ini akan melibatkan mahasiswa baru dalam jumlah besar dan lebih banyak menjalankan kegiatan di luar ruangan.

Hal tersebut dibahas dalam rapat persiapan PBAK 2026 yang berlangsung di Amphitheater Lantai IV Rektorat UIN STS Jambi, Selasa 11 Agustus 2026.

Rapat dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin.

Dalam rapat tersebut, panitia membahas kesiapan teknis sekaligus pembagian tugas masing-masing unsur yang terlibat.

Koordinasi diperkuat agar pelaksanaan PBAK tidak hanya berjalan sesuai jadwal, tetapi juga mampu memberikan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru.

Kegiatan di Luar Ruangan Jadi Perhatian

Kondisi pelaksanaan PBAK tahun ini menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan secara matang. Sebagian besar rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung di luar ruangan.

Karena itu, aspek teknis, keamanan, ketertiban dan koordinasi antarpanitia menjadi perhatian dalam rapat tersebut.

Panitia diarahkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala selama lima hari pelaksanaan.

Kesiapan tersebut dinilai penting mengingat peserta PBAK berasal dari berbagai program studi dengan jumlah mahasiswa baru yang cukup besar.

Selain persoalan teknis, panitia juga diharapkan membangun suasana PBAK yang aman, damai dan edukatif.

Kegiatan pengenalan kampus tidak diarahkan sekadar menjadi rangkaian seremonial, tetapi menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan mereka sebagai bagian dari sivitas akademika UIN STS Jambi.

Libatkan Pimpinan Fakultas hingga Organisasi Mahasiswa

Kepanitiaan PBAK 2026 melibatkan berbagai unsur kampus. Kabag Akademik UIN STS Jambi Saparuddin turut hadir dalam rapat persiapan.

Sejumlah Wakil Dekan III dari masing-masing fakultas juga dilibatkan bersama dosen dan tenaga kependidikan.

Dari unsur mahasiswa, Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) turut mengambil bagian dalam kepanitiaan.

Keterlibatan lintas unsur tersebut diharapkan memperlancar komunikasi antara panitia, fakultas dan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

Dengan koordinasi yang lebih luas, setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat segera ditangani sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Bukan Sekadar Penyambutan Mahasiswa Baru

PBAK menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sebelum menjalani perkuliahan secara penuh.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa akan diperkenalkan dengan budaya akademik, layanan kampus, aturan, lingkungan pendidikan hingga berbagai aktivitas kemahasiswaan yang tersedia di UIN STS Jambi.

Karena itu, pelaksanaan PBAK dituntut mampu menciptakan kesan pertama yang positif.

Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal ruang dan fasilitas kampus, tetapi juga memahami nilai, etika dan kehidupan akademik yang akan mereka jalani.

Rapat persiapan yang digelar menjelang pelaksanaan PBAK menjadi bagian dari konsolidasi panitia untuk menyatukan langkah.

Dengan persiapan teknis dan koordinasi lintas unsur yang lebih matang, UIN STS Jambi menargetkan PBAK 2026 berlangsung tertib, aman dan memberikan pengalaman awal yang baik bagi mahasiswa baru.(*)




Kota Jambi Masuk Panggung Internasional, Maulana Dorong Kerja Sama Konkret dengan Tiongkok

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mulai membawa potensi daerah ke level yang lebih luas.

Bukan hanya memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya, Pemkot Jambi juga membuka peluang kerja sama konkret dengan pemerintah daerah dan mitra dari Tiongkok.

Langkah tersebut dilakukan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat tampil sebagai salah satu pembicara dalam Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026 di Bima Room, Yogyakarta City Hall, Selasa 11 Agustus 2026.

Forum yang mempertemukan pemerintah daerah Indonesia dan Tiongkok tersebut digelar melalui kolaborasi United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) dan Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC), dengan Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah.

Bagi Jambi, forum ini bukan sekadar agenda diplomasi antardaerah.

Kehadiran Maulana menjadi kesempatan untuk menawarkan potensi Kota Jambi sekaligus mencari ruang kerja sama yang bisa memberi dampak terhadap ekonomi dan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Maulana mengangkat tema “Jambi City: A Global Gateway for Cultural Harmony” atau Kota Jambi sebagai gerbang global bagi harmoni budaya.

Maulana memperkenalkan Kota Jambi sebagai daerah yang memiliki modal budaya, sejarah, pendidikan, perdagangan, jasa dan pariwisata.

Keberagaman masyarakat serta kehidupan sosial yang relatif harmonis disebut menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan dalam membangun jejaring internasional.

Namun, salah satu modal terbesar yang ditawarkan adalah sejarah hubungan antara Jambi dan Tiongkok yang telah berlangsung sejak masa lampau.

Maulana menyoroti keberadaan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi yang memiliki jejak sejarah panjang sebagai pusat pendidikan dan keagamaan Buddha di kawasan Asia.

Menurutnya, sejarah tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun kerja sama baru yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini, mulai dari pariwisata sejarah, pertukaran budaya, pendidikan hingga ekonomi kreatif.

“Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah yang panjang. Muaro Jambi menjadi salah satu bukti bahwa sejak masa lampau telah terjalin hubungan peradaban, pendidikan, budaya dan perdagangan yang melintasi batas wilayah,” ujar Maulana.

Potensi tersebut dinilai semakin penting karena hubungan masyarakat Indonesia dan Tiongkok tidak hanya berlangsung pada tingkat pemerintah, tetapi juga melalui interaksi langsung antarmasyarakat.

Maulana bahkan menyebut wisatawan asal China menjadi salah satu pasar penting bagi Jambi.

“Faktanya turis terbanyak datang ke Kota Jambi 34 persen dari China, ini wujud dari eratnya hubungan kita sejak masa lalu, people to people,” katanya.

Data tersebut, menurut Maulana, menunjukkan adanya peluang yang dapat dikembangkan lebih jauh.

Hubungan historis tidak cukup hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi harus diterjemahkan menjadi kerja sama yang mampu menggerakkan sektor ekonomi daerah.

Karena itu, Pemkot Jambi membuka peluang kolaborasi di bidang pariwisata, perdagangan, pendidikan, ekonomi kreatif, kebudayaan hingga tata kelola perkotaan.

Maulana menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin kerja sama internasional berhenti pada kegiatan seremonial atau pertukaran kunjungan semata.

“Melalui kerja sama antarkota, kita ingin membangun hubungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan kolaborasi konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Bagi Kota Jambi, perluasan jejaring internasional juga diarahkan untuk membuka akses terhadap peluang investasi dan pasar yang lebih luas.

Kerja sama antarkota dengan mitra dari Tiongkok diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pertukaran pengetahuan, inovasi, pengembangan sektor pariwisata, promosi produk daerah serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah.

Di sisi lain, kekayaan sejarah dan budaya Kota Jambi dapat menjadi instrumen diplomasi daerah.

KCBN Muaro Jambi, kawasan Kota Seberang serta berbagai tradisi masyarakat menjadi aset yang dapat dikemas untuk memperkuat daya tarik Jambi di mata wisatawan dan mitra internasional.

Forum Indonesia-Tiongkok tersebut juga mempertemukan sejumlah kepala daerah dan delegasi dari kedua negara.

Berbagai pengalaman dan gagasan mengenai pembangunan daerah, kebudayaan, ekonomi serta tata kelola perkotaan menjadi bagian dari agenda pertukaran.

Pemkot Jambi melihat forum tersebut sebagai kesempatan untuk membangun koneksi yang lebih luas.

Targetnya bukan hanya memperkenalkan Kota Jambi, tetapi menciptakan peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti setelah forum berakhir.

Diplomasi antarkota pun ditempatkan sebagai salah satu strategi pembangunan daerah.

Melalui jejaring internasional, Kota Jambi ingin memperluas peluang investasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka ruang pertukaran pengetahuan dan mendorong inovasi.

Dengan modal sejarah hubungan Jambi dan Tiongkok serta potensi budaya yang dimiliki, pemerintah kota berharap hubungan tersebut dapat berkembang menjadi kemitraan yang lebih produktif.

Pada akhirnya, tantangan bagi Pemkot Jambi bukan lagi sekadar bagaimana membawa nama daerah ke panggung internasional, melainkan memastikan peluang yang muncul benar-benar diterjemahkan menjadi program yang berdampak terhadap masyarakat.

Mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan, terbukanya pasar produk lokal, masuknya investasi, hingga pertukaran pengetahuan dan teknologi, seluruhnya menjadi peluang yang dapat dikejar melalui diplomasi antarkota.

Kehadiran Maulana dalam Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026 menjadi salah satu langkah Pemkot Jambi memperkuat posisi daerah dalam jejaring global.

Kota Jambi ingin tampil bukan hanya sebagai kota dengan kekayaan sejarah, tetapi sebagai daerah yang siap membangun kemitraan internasional dan bersaing di tengah perubahan ekonomi kawasan.(*)




UNJA Uji Kebugaran 19 Guru Besar, Profesor Diminta Tak Hanya Duduk di Depan Laptop!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang memasuki masa purnatugas, para guru besar Universitas Jambi (UNJA) tidak hanya mempersiapkan aspek akademik, tetapi juga menjaga kondisi kesehatan fisik.

Sebanyak 19 guru besar bersama Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., mengikuti tes kebugaran jasmani di Gedung Olahraga Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan (GOR JPOK) Kampus UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNJA membangun budaya hidup sehat di lingkungan akademik, khususnya bagi para profesor yang selama ini aktif menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, mengapresiasi pelaksanaan tes kebugaran tersebut. Menurutnya, kesehatan merupakan faktor penting agar para akademisi tetap produktif dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan universitas.

“Saya sangat setuju dengan adanya tes kebugaran ini. Terima kasih kepada Prof. Sukendro yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi para guru besar serta sivitas akademika UNJA,” ujar Helmi.

Menurutnya, menjaga kebugaran bukan hanya berkaitan dengan kesehatan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang memiliki kesadaran terhadap pola hidup sehat.

Ukur Kebugaran dengan Metode Khusus Lansia

Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Drs. H. Sukendro, M.Kes., mengatakan tes kebugaran tersebut dirancang agar sesuai dengan kondisi fisik kelompok usia lanjut.

Metode yang digunakan adalah Senior Fitness Test, yakni instrumen pengukuran kebugaran yang diperuntukkan bagi kelompok usia lanjut dengan sejumlah indikator kemampuan fisik.

“Guru besar jangan hanya duduk di depan laptop. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para profesor tetap aktif bergerak sekaligus mengetahui kondisi kebugaran tubuhnya. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga kesehatan,” ujar Prof. Sukendro.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh komponen yang diuji dalam kegiatan tersebut. Di antaranya pengukuran tinggi dan berat badan, kekuatan otot lengan, fleksibilitas tubuh, keseimbangan melalui uji pola angka delapan, serta koordinasi mata dan tangan.

Hasil tes tersebut nantinya dapat menjadi gambaran kondisi kebugaran masing-masing peserta sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Dorong Profesor Tetap Aktif Berkarya

Melalui kegiatan ini, UNJA ingin memastikan para guru besar tetap memiliki kualitas hidup yang baik meskipun memasuki fase menjelang purnatugas.

Kebugaran fisik dinilai memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas akademisi, terutama dalam menjalankan berbagai aktivitas ilmiah dan pengabdian masyarakat.

UNJA berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari program peningkatan kesehatan sivitas akademika.

Dengan budaya hidup sehat yang semakin kuat, para guru besar diharapkan tetap mampu memberikan kontribusi pemikiran, pengalaman, dan ilmu pengetahuan bagi perkembangan Universitas Jambi maupun masyarakat luas.(*)




KKN UNJA 2026 Bawa Misi Baru: Mahasiswa Diminta Digitalisasi Warisan Budaya Desa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) mendorong mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 untuk tidak hanya hadir sebagai pengabdi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pelestarian budaya lokal melalui teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembekalan Mahasiswa KKN yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJA di Aula A. Hakim Lubis, LPPM UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.

Mengusung tema “Digitalisasi Warisan Budaya Lokal sebagai Penguatan Identitas Desa”, program KKN tahun ini diarahkan agar mahasiswa mampu menggali potensi budaya di desa tempat mereka mengabdi, kemudian mengemasnya dalam bentuk digital agar lebih dikenal luas.

Sekretaris LPPM UNJA, Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., yang mewakili Ketua LPPM UNJA, mengatakan KKN merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema digitalisasi warisan budaya lokal dipilih karena banyak desa memiliki potensi budaya yang belum terdokumentasi secara optimal.

Melalui keterampilan teknologi yang dimiliki mahasiswa, kekayaan budaya tersebut diharapkan dapat dikemas menjadi informasi digital yang mampu memperkuat identitas desa sekaligus membuka peluang pengembangan potensi lokal.

“Mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi desa, mendokumentasikan kekayaan budaya, sekaligus memperkuat identitas desa melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Mahasiswa Dibekali Strategi Pengabdian

Koordinator Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNJA, Dr. M. Ridwansyah, S.E., M.Sc., mengatakan pembekalan menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami berbagai aspek mulai dari teknis pelaksanaan KKN, etika bermasyarakat, hingga penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan desa.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga warisan budaya tersebut dapat dikenal lebih luas dan tetap lestari,” jelas Ridwansyah.

Ia berharap tema KKN tahun ini dapat menjadi pedoman mahasiswa dalam merancang program yang inovatif, kreatif, dan memiliki keberlanjutan setelah masa pengabdian selesai.

Bekal Sebelum Turun ke Desa

Sebagai simbol dimulainya pembekalan, dilakukan penyematan almamater kepada perwakilan mahasiswa oleh Sekretaris LPPM UNJA bersama Koordinator Pusat Pelayanan KKN.

Prosesi tersebut menjadi tanda kesiapan mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian pembekalan sebelum menjalankan pengabdian di lokasi masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan berbagai materi terkait pelaksanaan KKN, penyusunan program kerja, komunikasi dengan masyarakat, serta strategi membangun kolaborasi bersama pemerintah desa.

UNJA berharap mahasiswa KKN 2026/2027 mampu menjadi agen perubahan yang adaptif dan inovatif.

Kehadiran mereka di desa tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal melalui pendekatan teknologi digital.

Dengan konsep tersebut, UNJA ingin menjadikan KKN bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan gerakan mahasiswa untuk memperkuat identitas desa dan mendorong pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.(*)




H-5 Penutupan AHM Best Student 2026, Pelajar Jambi Diminta Segera Daftar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kesempatan pelajar di Provinsi Jambi untuk mengikuti AHM Best Student 2026 tinggal menghitung hari.

Memasuki H-5 penutupan pendaftaran, PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) mengajak siswa SMA, SMK, dan sederajat segera mengirimkan karya tulis ilmiah terbaik agar dapat bersaing di tingkat nasional.

Kompetisi yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) sejak 2003 ini menjadi salah satu ajang bergengsi bagi pelajar Indonesia untuk menunjukkan ide, kreativitas, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tahun ini, AHM Best Student mengangkat tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya!” dengan fokus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui karya ilmiah.

Peserta dapat memilih empat bidang utama, yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Ekonomi. Setiap karya diharapkan tidak hanya inovatif, tetapi juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

CSR PT Sinar Sentosa Primatama, Lydia Syahada, mengatakan waktu pendaftaran yang tersisa perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelajar di Jambi.

“Waktu pendaftaran AHM Best Student 2026 tinggal menghitung hari. Kami mengajak seluruh pelajar SMA/SMK di Jambi untuk segera mengirimkan karya terbaiknya dan memanfaatkan kesempatan ini untuk berprestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Menurut Lydia, melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, Sinsen ingin terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Bukan Sekadar Lomba

AHM Best Student tidak hanya menjadi ajang kompetisi karya ilmiah, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengasah kreativitas, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan gagasan.

Peserta terbaik dari setiap daerah nantinya akan mengikuti seleksi tingkat nasional dengan kesempatan meraih apresiasi berupa total hadiah senilai ratusan juta rupiah.

Sinsen berharap semakin banyak pelajar asal Jambi yang ikut berpartisipasi sehingga mampu menunjukkan kualitas sumber daya manusia daerah di tingkat nasional.

Partisipasi tersebut juga diharapkan menjadi bukti bahwa generasi muda Jambi memiliki potensi besar dalam melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Pendaftaran Berakhir 8 Agustus

Pendaftaran AHM Best Student 2026 masih dibuka hingga 8 Agustus 2026.

Seluruh pelajar SMA, SMK, dan sederajat di Provinsi Jambi yang memenuhi persyaratan dapat segera mendaftarkan diri melalui laman resmi yang telah disediakan panitia.

Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui akun Instagram @sinsenhonda dan @sahabat1hati, atau menghubungi PIC Regional AHM Best Student Jambi.(*)