UNJA Uji Kebugaran 19 Guru Besar, Profesor Diminta Tak Hanya Duduk di Depan Laptop!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang memasuki masa purnatugas, para guru besar Universitas Jambi (UNJA) tidak hanya mempersiapkan aspek akademik, tetapi juga menjaga kondisi kesehatan fisik.

Sebanyak 19 guru besar bersama Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., mengikuti tes kebugaran jasmani di Gedung Olahraga Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan (GOR JPOK) Kampus UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNJA membangun budaya hidup sehat di lingkungan akademik, khususnya bagi para profesor yang selama ini aktif menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, mengapresiasi pelaksanaan tes kebugaran tersebut. Menurutnya, kesehatan merupakan faktor penting agar para akademisi tetap produktif dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan universitas.

“Saya sangat setuju dengan adanya tes kebugaran ini. Terima kasih kepada Prof. Sukendro yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi para guru besar serta sivitas akademika UNJA,” ujar Helmi.

Menurutnya, menjaga kebugaran bukan hanya berkaitan dengan kesehatan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang memiliki kesadaran terhadap pola hidup sehat.

Ukur Kebugaran dengan Metode Khusus Lansia

Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Drs. H. Sukendro, M.Kes., mengatakan tes kebugaran tersebut dirancang agar sesuai dengan kondisi fisik kelompok usia lanjut.

Metode yang digunakan adalah Senior Fitness Test, yakni instrumen pengukuran kebugaran yang diperuntukkan bagi kelompok usia lanjut dengan sejumlah indikator kemampuan fisik.

“Guru besar jangan hanya duduk di depan laptop. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para profesor tetap aktif bergerak sekaligus mengetahui kondisi kebugaran tubuhnya. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga kesehatan,” ujar Prof. Sukendro.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh komponen yang diuji dalam kegiatan tersebut. Di antaranya pengukuran tinggi dan berat badan, kekuatan otot lengan, fleksibilitas tubuh, keseimbangan melalui uji pola angka delapan, serta koordinasi mata dan tangan.

Hasil tes tersebut nantinya dapat menjadi gambaran kondisi kebugaran masing-masing peserta sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Dorong Profesor Tetap Aktif Berkarya

Melalui kegiatan ini, UNJA ingin memastikan para guru besar tetap memiliki kualitas hidup yang baik meskipun memasuki fase menjelang purnatugas.

Kebugaran fisik dinilai memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas akademisi, terutama dalam menjalankan berbagai aktivitas ilmiah dan pengabdian masyarakat.

UNJA berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari program peningkatan kesehatan sivitas akademika.

Dengan budaya hidup sehat yang semakin kuat, para guru besar diharapkan tetap mampu memberikan kontribusi pemikiran, pengalaman, dan ilmu pengetahuan bagi perkembangan Universitas Jambi maupun masyarakat luas.(*)




KKN UNJA 2026 Bawa Misi Baru: Mahasiswa Diminta Digitalisasi Warisan Budaya Desa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) mendorong mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 untuk tidak hanya hadir sebagai pengabdi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pelestarian budaya lokal melalui teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembekalan Mahasiswa KKN yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJA di Aula A. Hakim Lubis, LPPM UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.

Mengusung tema “Digitalisasi Warisan Budaya Lokal sebagai Penguatan Identitas Desa”, program KKN tahun ini diarahkan agar mahasiswa mampu menggali potensi budaya di desa tempat mereka mengabdi, kemudian mengemasnya dalam bentuk digital agar lebih dikenal luas.

Sekretaris LPPM UNJA, Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., yang mewakili Ketua LPPM UNJA, mengatakan KKN merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema digitalisasi warisan budaya lokal dipilih karena banyak desa memiliki potensi budaya yang belum terdokumentasi secara optimal.

Melalui keterampilan teknologi yang dimiliki mahasiswa, kekayaan budaya tersebut diharapkan dapat dikemas menjadi informasi digital yang mampu memperkuat identitas desa sekaligus membuka peluang pengembangan potensi lokal.

“Mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi desa, mendokumentasikan kekayaan budaya, sekaligus memperkuat identitas desa melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Mahasiswa Dibekali Strategi Pengabdian

Koordinator Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNJA, Dr. M. Ridwansyah, S.E., M.Sc., mengatakan pembekalan menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami berbagai aspek mulai dari teknis pelaksanaan KKN, etika bermasyarakat, hingga penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan desa.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga warisan budaya tersebut dapat dikenal lebih luas dan tetap lestari,” jelas Ridwansyah.

Ia berharap tema KKN tahun ini dapat menjadi pedoman mahasiswa dalam merancang program yang inovatif, kreatif, dan memiliki keberlanjutan setelah masa pengabdian selesai.

Bekal Sebelum Turun ke Desa

Sebagai simbol dimulainya pembekalan, dilakukan penyematan almamater kepada perwakilan mahasiswa oleh Sekretaris LPPM UNJA bersama Koordinator Pusat Pelayanan KKN.

Prosesi tersebut menjadi tanda kesiapan mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian pembekalan sebelum menjalankan pengabdian di lokasi masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan berbagai materi terkait pelaksanaan KKN, penyusunan program kerja, komunikasi dengan masyarakat, serta strategi membangun kolaborasi bersama pemerintah desa.

UNJA berharap mahasiswa KKN 2026/2027 mampu menjadi agen perubahan yang adaptif dan inovatif.

Kehadiran mereka di desa tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal melalui pendekatan teknologi digital.

Dengan konsep tersebut, UNJA ingin menjadikan KKN bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan gerakan mahasiswa untuk memperkuat identitas desa dan mendorong pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.(*)




H-5 Penutupan AHM Best Student 2026, Pelajar Jambi Diminta Segera Daftar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kesempatan pelajar di Provinsi Jambi untuk mengikuti AHM Best Student 2026 tinggal menghitung hari.

Memasuki H-5 penutupan pendaftaran, PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) mengajak siswa SMA, SMK, dan sederajat segera mengirimkan karya tulis ilmiah terbaik agar dapat bersaing di tingkat nasional.

Kompetisi yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) sejak 2003 ini menjadi salah satu ajang bergengsi bagi pelajar Indonesia untuk menunjukkan ide, kreativitas, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tahun ini, AHM Best Student mengangkat tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya!” dengan fokus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui karya ilmiah.

Peserta dapat memilih empat bidang utama, yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Ekonomi. Setiap karya diharapkan tidak hanya inovatif, tetapi juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

CSR PT Sinar Sentosa Primatama, Lydia Syahada, mengatakan waktu pendaftaran yang tersisa perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelajar di Jambi.

“Waktu pendaftaran AHM Best Student 2026 tinggal menghitung hari. Kami mengajak seluruh pelajar SMA/SMK di Jambi untuk segera mengirimkan karya terbaiknya dan memanfaatkan kesempatan ini untuk berprestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Menurut Lydia, melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, Sinsen ingin terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Bukan Sekadar Lomba

AHM Best Student tidak hanya menjadi ajang kompetisi karya ilmiah, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengasah kreativitas, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan gagasan.

Peserta terbaik dari setiap daerah nantinya akan mengikuti seleksi tingkat nasional dengan kesempatan meraih apresiasi berupa total hadiah senilai ratusan juta rupiah.

Sinsen berharap semakin banyak pelajar asal Jambi yang ikut berpartisipasi sehingga mampu menunjukkan kualitas sumber daya manusia daerah di tingkat nasional.

Partisipasi tersebut juga diharapkan menjadi bukti bahwa generasi muda Jambi memiliki potensi besar dalam melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Pendaftaran Berakhir 8 Agustus

Pendaftaran AHM Best Student 2026 masih dibuka hingga 8 Agustus 2026.

Seluruh pelajar SMA, SMK, dan sederajat di Provinsi Jambi yang memenuhi persyaratan dapat segera mendaftarkan diri melalui laman resmi yang telah disediakan panitia.

Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui akun Instagram @sinsenhonda dan @sahabat1hati, atau menghubungi PIC Regional AHM Best Student Jambi.(*)




Hadiri MPLS Sekolah Rakyat, Maulana: Dulu Berantakan, Kini Jadi Harapan Anak-anak Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk mendukung penuh penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Jambi sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Komitmen tersebut disampaikan Maulana saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Jambi, Jumat 31 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Maulana mengaku terharu melihat perubahan lokasi yang kini berdiri megah sebagai fasilitas pendidikan. Menurutnya, kawasan tersebut sebelumnya merupakan lokasi yang kurang tertata sebelum akhirnya dibangun menjadi Sekolah Rakyat.

“Saya langsung menginstruksikan OPD mencari lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Rasanya seperti mimpi. Dulu tempat ini berantakan,” kata Maulana.

Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah sekarang berkat kerja keras bersama hasilnya bisa kita lihat. Atas nama Pemerintah Kota Jambi, saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas dibangunnya Sekolah Rakyat di Kota Jambi,” ujarnya.

Maulana memastikan Pemerintah Kota Jambi akan terus mendukung operasional sekolah tersebut agar mampu berkembang menjadi pusat pendidikan yang berkualitas sekaligus melahirkan sumber daya manusia unggul.

“Pemkot Jambi akan terus memberikan dukungan sehingga Sekolah Rakyat benar-benar menjadi tempat anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, membangun karakter, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” tegasnya.

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dan ODHA Kementerian Sosial RI, Anna Puspasari, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Sekolah Rakyat ini bukan hanya tempat belajar. Ini adalah rumah kedua yang memberikan perlindungan, pembinaan karakter, dan harapan baru bagi anak-anak,” ujar Anna.

Ia menambahkan Kementerian Sosial akan terus memberikan pendampingan agar seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan dan sosial secara optimal.

“Kami dari Kemensos siap bersinergi memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan sosial yang komprehensif,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan daya saing.

“Ini program yang luar biasa. Tugas kita bersama mengawal agar anak-anak di sini tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki daya juang tinggi. Pemprov Jambi siap mendukung agar Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Abdullah Sani.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Jambi tahun ini mulai menerima puluhan peserta didik baru. Seluruh siswa akan mengikuti pendidikan secara gratis dengan sistem berasrama serta memperoleh fasilitas pemenuhan gizi, kesehatan, dan pembinaan karakter selama menjalani proses belajar.(*)




DPRD Kota Jambi Beri Rapor Evaluasi OPD, Minta Program Pemerintah Lebih Tepat Sasaran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Jambi memberikan sejumlah catatan strategis kepada Pemerintah Kota Jambi setelah menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rekomendasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), memperkuat tata kelola anggaran, serta memastikan program pemerintah benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Plt Sekretaris DPRD Kota Jambi, Feny Nivertity, mengatakan rekomendasi Banggar merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan APBD.

Menurutnya, setiap catatan yang disampaikan merupakan hasil pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan sejumlah OPD terkait.

“Rekomendasi Banggar merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan APBD,” sebutnya.

“Harapannya, seluruh catatan dan masukan ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan,” ujar Feny.

Perencanaan Anggaran OPD Diminta Lebih Tepat Sasaran

Salah satu sorotan utama Banggar ditujukan kepada TAPD agar memperkuat proses perencanaan anggaran.

DPRD meminta setiap OPD menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar memenuhi target administrasi.

Banggar juga meminta seluruh perangkat daerah lebih tertib dalam penyampaian laporan dengan mengikuti format yang telah ditentukan agar proses evaluasi berjalan lebih efektif.

Pendidikan dan Kesehatan Jadi Perhatian

Pada sektor pendidikan, Banggar meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi melakukan evaluasi terhadap kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, terutama penyediaan meja dan kursi bagi tingkat SD dan SMP.

DPRD juga mendorong evaluasi terhadap sekolah yang mengalami penurunan jumlah peserta didik serta meminta pemerintah menyiapkan pembangunan ruang kelas baru di wilayah yang mengalami pertumbuhan penduduk.

Sementara di sektor kesehatan, Banggar menyoroti kualitas pelayanan di RSUD H. Abdul Manap dan RSUD H. Abdurrahman Sayoeti.

Pemerintah daerah diminta memperkuat fasilitas kesehatan serta menambah ketersediaan dokter spesialis agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Program Kampung Bahagia hingga Satpol PP Ikut Dievaluasi

Banggar juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan Program Kampung Bahagia yang berada di bawah Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak.

DPRD meminta program tersebut benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta memperkuat dukungan anggaran untuk pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Selain itu, Satpol PP Kota Jambi turut menjadi perhatian dalam rekomendasi Banggar.

DPRD meminta dilakukan evaluasi terhadap kinerja pimpinan organisasi tersebut sebagai bagian dari peningkatan pembinaan dan pengawasan internal.

Dorong Digitalisasi Pajak dan Penataan Aset Daerah

Pada sektor pendapatan daerah, Banggar meminta Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) memperbaiki pengelolaan retribusi serta memperbarui basis data pajak daerah.

Pemutakhiran data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak reklame, serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dinilai penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

DPRD mendorong sistem pengelolaan pajak berbasis digital agar potensi pendapatan daerah dapat lebih maksimal.

Sementara itu, BPKAD diminta melakukan inventarisasi aset pemerintah daerah secara menyeluruh, termasuk mempercepat penyelesaian aset yang akan menjadi penyertaan modal bagi Perumda Tirta Mayang.

Transparansi data aset juga menjadi perhatian agar tidak terjadi perbedaan informasi dalam pembahasan maupun pengelolaan aset daerah.

Infrastruktur dan Sampah Jadi Sorotan

Di bidang lingkungan hidup, Banggar meminta Dinas Lingkungan Hidup memperkuat pengelolaan sampah, termasuk melengkapi fasilitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo.

DPRD juga mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat agar pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya.

Untuk sektor infrastruktur, Banggar meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) mendapatkan dukungan anggaran yang memadai serta memperketat pengawasan pembangunan agar setiap pekerjaan memenuhi standar kualitas.

Feny menegaskan seluruh rekomendasi tersebut bukan hanya menjadi catatan administratif, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah.

“Seluruh rekomendasi ini bukan sekadar catatan evaluasi, tetapi menjadi masukan konstruktif agar pelaksanaan APBD ke depan semakin akuntabel, efisien, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Jambi,” pungkasnya.(*)




370 Siswa Keluarga Desil 1 Segera Masuk Sekolah Rakyat Jambi, Maulana Pastikan Fasilitas Siap

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 370 anak dari keluarga kelompok ekonomi terbawah atau kategori Desil 1 bersiap memulai pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Jambi.

Pemerintah Kota Jambi memastikan seluruh kebutuhan dasar sekolah, mulai dari sarana pendidikan hingga fasilitas asrama, harus siap sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 30 Juli 2026.

Kesiapan Sekolah Rakyat yang berada di kawasan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, menjadi perhatian langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Saat melakukan peninjauan pada Jumat 24 Juli 2026, Maulana mengecek berbagai fasilitas yang akan digunakan para peserta didik baru.

Sekolah Rakyat tersebut menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan layanan pendidikan berkualitas.

Berbeda dengan sekolah umum, peserta didik Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang masuk dalam kelompok prioritas berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Mereka akan mendapatkan layanan pendidikan sekaligus dukungan kebutuhan dasar selama mengikuti program.

370 Siswa SD hingga SMA Mulai Masuk Asrama 30 Juli

Wali Kota Jambi mengatakan, seluruh persiapan terus dikebut agar proses awal pendidikan berjalan tanpa kendala.

Menurutnya, sebanyak 370 siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA akan mulai memasuki lingkungan Sekolah Rakyat dan mengikuti rangkaian MPLS pada akhir Juli mendatang.

“Pada tanggal 30 Juli nanti, 370 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan mulai masuk asrama. Karena itu fasilitas dasar harus benar-benar siap, termasuk kepala sekolah, guru, pengasuh, dan pendamping yang akan mendampingi mereka,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, masa awal masuk sekolah menjadi tahap penting bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Karena itu, Pemkot Jambi ingin memastikan para peserta didik mendapatkan suasana belajar yang aman dan nyaman sejak hari pertama.

Pemkot Jambi Libatkan Banyak OPD Pastikan Sekolah Rakyat Berjalan

Untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat, Pemerintah Kota Jambi membentuk tim transisi yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Tim tersebut bertugas memastikan kebutuhan sekolah terpenuhi, termasuk koordinasi dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, satuan kerja terkait, serta pihak sekolah.

“Kami sudah menggerakkan seluruh OPD terkait untuk berkolaborasi dengan Kementerian Sosial, kepala sekolah Sekolah Rakyat, Kementerian PU, hingga satker terkait,” kata Maulana.

Menurutnya, pembangunan dan kesiapan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kerja bersama agar program tersebut dapat berjalan maksimal.

Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu Jadi Prioritas

Maulana menyebut peserta didik Sekolah Rakyat merupakan generasi penerus yang harus mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama seperti anak-anak lainnya.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat mampu menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan.

“Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak, membangun karakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan pemerataan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Maulana Kembali Cek Kesiapan Sebelum MPLS

Meski secara umum persiapan dinilai berjalan baik, Wali Kota Jambi memastikan akan kembali melakukan pengecekan sebelum pelaksanaan MPLS berlangsung.

Ia ingin memastikan seluruh unsur pendukung, mulai dari fasilitas, tenaga pendidik, hingga sistem pendampingan siswa benar-benar siap digunakan.

“Secara umum sudah baik, namun akan kembali kami pastikan semuanya berjalan dengan baik sebelum MPLS dimulai,” katanya.

Dengan dimulainya Sekolah Rakyat Jambi, Pemkot Jambi berharap program tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan memberikan peluang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.(*)




UIN STS Jambi Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Rektor Bidik Predikat Kampus Informatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi terus memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik.

Salah satunya melalui kegiatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang dibuka langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., di Aula Lantai 6 Rektorat, Kamis 23 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan profesional.

“Keterbukaan informasi merupakan tanggung jawab seluruh unit kerja. Karena itu, kapasitas pengelola PPID dan website harus terus ditingkatkan agar pelayanan informasi kepada masyarakat semakin baik,” ujar Prof. Kasful Anwar.

Target Raih Predikat Kampus Informatif

Rektor mengungkapkan, UIN STS Jambi menargetkan mampu meraih predikat Kampus Informatif dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik tahun 2026.

Menurutnya, predikat tersebut bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

“Pelayanan informasi yang baik akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi. Karena itu, seluruh pengelola informasi harus memahami tugas dan tanggung jawabnya secara optimal,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh unit kerja dalam menyediakan informasi yang akurat, mudah diakses, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Hadirkan Narasumber dari Komisi Informasi Pusat

Kegiatan pengembangan SDM PPID menghadirkan dua narasumber dari Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, yakni Komisioner Komisi Informasi Pusat RI Handoko Agung Saputro, S.Sos., serta Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat RI Siti Ajijah, M.H.

Keduanya memberikan pembekalan mengenai implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, standar pelayanan informasi, hingga strategi membangun layanan informasi publik yang profesional, transparan, dan responsif.

Peserta kegiatan terdiri atas pengelola PPID dan pengelola website dari berbagai unit kerja di lingkungan UIN STS Jambi.

Website Jadi Garda Terdepan Pelayanan Informasi

Selain penguatan PPID, pengelolaan website universitas juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Website dinilai sebagai media utama penyampaian informasi kepada masyarakat sehingga harus mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, mudah dipahami, serta selalu diperbarui.

Melalui penguatan kapasitas SDM ini, UIN STS Jambi berharap seluruh pengelola informasi mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga kualitas pelayanan publik kampus terus meningkat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi Informasi Provinsi Jambi, jajaran wakil rektor, dekan, ketua lembaga, kepala UPT, kepala bagian, kepala subbagian, serta pimpinan unit kerja di lingkungan UIN STS Jambi sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat budaya keterbukaan informasi publik.(*)




UIN STS Jambi Siapkan PBAK 2026 dengan Konsep Baru, Libatkan UMKM dan Kegiatan Outdoor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026.

Tahun ini, kegiatan penyambutan mahasiswa baru tersebut akan dikemas dengan konsep berbeda, lebih interaktif, kreatif, dan melibatkan berbagai unsur kampus hingga pelaku UMKM lokal.

Persiapan PBAK 2026 diawali melalui rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin, M.Pd.I., di Ruang Rapat Senat Lantai 6 Gedung Rektorat UIN STS Jambi.

Rapat tersebut dihadiri berbagai unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan PBAK, mulai dari Kepala Bagian Akademik, para Wakil Dekan III di lingkungan UIN STS Jambi, jajaran kemahasiswaan, Ketua DEMA Universitas, hingga unsur keamanan kampus.

Dr. Jamaluddin mengatakan, koordinasi awal dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian PBAK 2026 berjalan maksimal dan setiap bagian memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.

“Rapat ini bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan PBAK 2026 agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Dr. Jamaluddin.

Menurutnya, PBAK bukan hanya sekadar kegiatan pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya akademik, nilai-nilai universitas, serta berbagai keunggulan yang dimiliki UIN STS Jambi.

Ia berharap pelaksanaan PBAK tahun ini mampu memberikan pengalaman positif sekaligus membangun rasa bangga mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar UIN STS Jambi.

“PBAK ini juga menjadi nilai tambah dalam memperkenalkan berbagai keunggulan UIN STS Jambi kepada mahasiswa baru maupun masyarakat luas,” katanya.

PBAK UIN STS Jambi 2026 Mengusung Konsep Lebih Kreatif

Dalam persiapannya, UIN STS Jambi memastikan PBAK 2026 akan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya banyak kegiatan berpusat di dalam ruangan, tahun ini panitia akan memperbanyak aktivitas luar ruangan agar mahasiswa baru mendapatkan pengalaman yang lebih dinamis dan interaktif.

Selain memperkenalkan lingkungan akademik, konsep baru tersebut juga akan menghadirkan kolaborasi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Keterlibatan UMKM menjadi salah satu upaya kampus untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal kepada mahasiswa baru sekaligus menciptakan suasana kegiatan yang lebih kreatif.

“PBAK tahun ini akan dibuat dengan nuansa baru. Kegiatan tidak akan banyak dilakukan di dalam ruangan, melainkan lebih banyak di luar ruangan, sekaligus melibatkan UMKM sehingga suasananya lebih dinamis, edukatif, dan memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa baru,” jelas Dr. Jamaluddin.

Fakultas Diminta Lanjutkan Program Pengenalan Mahasiswa Baru

Selain pelaksanaan tingkat universitas, UIN STS Jambi juga menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan di tingkat fakultas.

Setelah rangkaian PBAK tingkat universitas selesai, masing-masing fakultas diharapkan melanjutkan kegiatan sesuai karakteristik program studi.

Langkah tersebut dilakukan agar mahasiswa baru memperoleh pemahaman yang lebih lengkap mengenai lingkungan akademik, sistem pembelajaran, hingga budaya di masing-masing fakultas.

“Kegiatan PBAK setelah dilaksanakan di tingkat universitas diharapkan segera dilanjutkan oleh fakultas agar materi yang diberikan tetap berkelanjutan dan saling mendukung,” ungkapnya.

Dengan konsep baru tersebut, UIN STS Jambi berharap PBAK 2026 tidak hanya menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengenalan budaya akademik, serta memperkuat citra kampus sebagai perguruan tinggi Islam yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(*)




25 SMP Negeri Kota Jambi Siapkan 6.784 Kursi, Simak Aturan Lengkap SPMB 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan transparan, objektif, dan mampu menampung seluruh lulusan SD yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Sebanyak 6.784 kursi disiapkan di 25 SMP Negeri yang tersebar di seluruh wilayah Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan kursi sekolah pada pelaksanaan SPMB tahun ini.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Jambi, total daya tampung SMP negeri dan swasta mencapai 10.922 siswa, jauh lebih besar dibanding jumlah lulusan SD tahun 2026 yang tercatat sebanyak 8.802 siswa.

Dengan kondisi tersebut, seluruh lulusan SD di Kota Jambi dipastikan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

“Kami memastikan seluruh anak di Kota Jambi memiliki kesempatan memperoleh layanan pendidikan. Daya tampung sekolah yang tersedia lebih besar dibanding jumlah lulusan. Karena itu masyarakat tidak perlu panik menghadapi proses SPMB tahun ini,” ujar Maulana.

Daya Tampung Sekolah di Kota Jambi Masih Sangat Mencukupi

Tidak hanya pada jenjang SMP, Pemerintah Kota Jambi juga memastikan ketersediaan kursi pendidikan pada tingkat TK dan SD masih sangat memadai.

Untuk jenjang TK, tersedia total 8.047 kursi yang terdiri dari 330 kursi TK negeri dan 7.717 kursi TK swasta. Sementara jumlah lulusan PAUD dan TK tahun 2026 tercatat sebanyak 8.012 anak.

Pada jenjang SD, tersedia total 10.880 kursi yang terdiri dari 6.972 kursi SD negeri dan 3.906 kursi SD swasta. Jumlah lulusan TK tahun ini mencapai 9.120 siswa.

Data tersebut menunjukkan kapasitas pendidikan di Kota Jambi masih mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik baru pada seluruh jenjang pendidikan dasar.

Empat Jalur SPMB Kota Jambi 2026

Dalam pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Pemerintah Kota Jambi menerapkan empat jalur penerimaan peserta didik baru.

1. Jalur Domisili (40 Persen)

Jalur Domisili menjadi jalur dengan kuota terbesar, yaitu 40 persen.

Jalur ini diperuntukkan bagi calon siswa yang berdomisili sesuai wilayah penerimaan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

2. Jalur Prestasi (35 Persen)

Jalur Prestasi mendapatkan alokasi kuota sebesar 35 persen dan hanya berlaku pada jenjang SMP.

Jalur ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik.

3. Jalur Afirmasi (20 Persen)

Jalur Afirmasi memiliki kuota 20 persen yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, serta anak yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa.

4. Jalur Mutasi (5 Persen)

Jalur Mutasi memperoleh kuota sebesar 5 persen untuk siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua maupun anak guru yang mendaftar di sekolah tempat orang tuanya bertugas.

Pemerintah Kota Jambi juga menetapkan bahwa apabila kuota Jalur Prestasi, Afirmasi, atau Mutasi tidak terpenuhi, maka sisa kuota akan dialihkan ke Jalur Domisili.

Kuota Jalur Prestasi SMP Dibagi Menjadi Tiga Kategori

Khusus Jalur Prestasi pada jenjang SMP Negeri, kuota dibagi menjadi tiga kategori utama.

  • 7 persen untuk pemegang Piagam Tahfiz
  • 8 persen untuk pemilik Sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA)
  • 20 persen untuk prestasi akademik maupun non-akademik

Sementara pada Jalur Afirmasi, kuota dibagi menjadi:

  • 15 persen untuk keluarga kurang mampu
  • 5 persen untuk anak berkebutuhan khusus dan anak berbakat istimewa

SMP Negeri dengan Daya Tampung Terbesar di Kota Jambi

Berdasarkan data resmi Dinas Pendidikan Kota Jambi, terdapat lima SMP Negeri yang memiliki kapasitas penerimaan terbesar pada SPMB 2026.

Sekolah tersebut adalah:

  • SMP Negeri 4
  • SMP Negeri 6
  • SMP Negeri 7
  • SMP Negeri 11
  • SMP Negeri 16

Masing-masing sekolah menyediakan 11 rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung mencapai 352 siswa per sekolah.

Secara keseluruhan, SMP Negeri di Kota Jambi menyediakan 212 rombongan belajar dengan total kapasitas mencapai 6.784 siswa.

Sebaran SMP Negeri Berdasarkan Wilayah Kecamatan

Pemerintah Kota Jambi juga telah menetapkan pemetaan sekolah rujukan berdasarkan domisili calon peserta didik.

Di Kecamatan Telanaipura, siswa dapat memilih SMP Negeri 7, 11, 16, 17, 19, dan 22.

Sementara di Kecamatan Alam Barajo tersedia pilihan SMP Negeri 7, 8, 11, 16, 17, 18, 19, 21, 22, dan 24.

Adapun Kecamatan Jambi Selatan menjadi wilayah dengan jumlah SMP Negeri terbanyak, yaitu SMP Negeri 1, 2, 4, 6, 9, 10, 12, 14, 15, 18, 20, 25, dan 26.

Pemkot Jambi Ingatkan Masyarakat Ikuti Prosedur Resmi

Wali Kota Jambi kembali mengingatkan masyarakat agar mengikuti seluruh tahapan SPMB sesuai aturan yang berlaku serta tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tidak resmi.

Menurutnya, proses penerimaan murid baru dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“SPMB dilaksanakan secara terbuka dan objektif. Kami ingin memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” tegas Maulana.(*)




SPMB Kota Jambi 2026/2027 Dibuka, Berikut Daftar SMP Negeri Berdasarkan Wilayah

JAMBI, SEPUCUKJAMBi.ID – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pendidikan resmi menetapkan sebaran wilayah Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Tahun Ajaran 2026/2027.

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan serta memudahkan calon peserta didik menentukan sekolah negeri sesuai domisili masing-masing.

Penetapan wilayah SPMB dilakukan berdasarkan lokasi tempat tinggal calon siswa dan daya tampung sekolah yang tersedia di setiap kecamatan.

Dengan sistem tersebut, proses penerimaan murid baru diharapkan berjalan lebih tertib, transparan, objektif, dan berkeadilan.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengatakan pemetaan wilayah sekolah rujukan merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Jambi dalam memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat.

“Pemetaan wilayah ini dilakukan agar layanan pendidikan lebih merata dan masyarakat mendapatkan kepastian akses sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya. Kami ingin memastikan seluruh anak di Kota Jambi memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas,” ujar Maulana.

Ia menegaskan bahwa ketersediaan daya tampung sekolah negeri maupun swasta di Kota Jambi masih sangat mencukupi untuk menampung peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.

“Daya tampung sekolah di Kota Jambi sangat mencukupi. Kami mengimbau masyarakat mengikuti mekanisme SPMB sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar,” tegasnya.

Daftar Sebaran SMP Negeri Rujukan SPMB Kota Jambi 2026/2027

Kecamatan Telanaipura

  • SMP Negeri 7
  • SMP Negeri 11
  • SMP Negeri 16
  • SMP Negeri 17
  • SMP Negeri 19
  • SMP Negeri 22

Kecamatan Danau Sipin

  • SMP Negeri 1
  • SMP Negeri 2
  • SMP Negeri 5
  • SMP Negeri 7
  • SMP Negeri 8
  • SMP Negeri 9
  • SMP Negeri 11
  • SMP Negeri 17
  • SMP Negeri 19

Kecamatan Kota Baru

  • SMP Negeri 8
  • SMP Negeri 11
  • SMP Negeri 14
  • SMP Negeri 16
  • SMP Negeri 18
  • SMP Negeri 21
  • SMP Negeri 24
  • SMP Negeri 25

Kecamatan Alam Barajo

  • SMP Negeri 7
  • SMP Negeri 8
  • SMP Negeri 11
  • SMP Negeri 16
  • SMP Negeri 17
  • SMP Negeri 18
  • SMP Negeri 19
  • SMP Negeri 21
  • SMP Negeri 22
  • SMP Negeri 24

Kecamatan Pasar Jambi

  • SMP Negeri 1
  • SMP Negeri 2
  • SMP Negeri 5
  • SMP Negeri 9
  • SMP Negeri 10

Kecamatan Jelutung

  • SMP Negeri 1
  • SMP Negeri 2
  • SMP Negeri 5
  • SMP Negeri 8
  • SMP Negeri 9
  • SMP Negeri 11
  • SMP Negeri 14
  • SMP Negeri 25

Kecamatan Jambi Timur

  • SMP Negeri 1
  • SMP Negeri 6
  • SMP Negeri 9
  • SMP Negeri 10
  • SMP Negeri 12
  • SMP Negeri 15
  • SMP Negeri 23

Kecamatan Jambi Selatan

  • SMP Negeri 1
  • SMP Negeri 2
  • SMP Negeri 4
  • SMP Negeri 6
  • SMP Negeri 9
  • SMP Negeri 10
  • SMP Negeri 12
  • SMP Negeri 14
  • SMP Negeri 15
  • SMP Negeri 18
  • SMP Negeri 20
  • SMP Negeri 25
  • SMP Negeri 26

Kecamatan Pal Merah

  • SMP Negeri 4
  • SMP Negeri 6
  • SMP Negeri 15
  • SMP Negeri 20
  • SMP Negeri 23
  • SMP Negeri 25
  • SMP Negeri 26

Kecamatan Danau Teluk

  • SMP Negeri 3

Kecamatan Pelayangan

  • SMP Negeri 3

Pemkot Jambi Pastikan Akses Pendidikan Lebih Merata

Pemerintah Kota Jambi berharap pemetaan wilayah sekolah dalam pelaksanaan SPMB 2026/2027 dapat membantu masyarakat memahami pilihan sekolah yang tersedia sesuai domisili.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi langkah untuk mendukung pemerataan kualitas pendidikan dan menghindari penumpukan pendaftar pada sekolah tertentu.

Dengan sistem yang lebih terukur dan berbasis wilayah, proses penerimaan murid baru di Kota Jambi diharapkan berjalan lebih tertib, akuntabel, serta memberikan kepastian akses pendidikan bagi seluruh calon peserta didik.(*)