Mahasiswa Baru Politeknik Jambi Digembleng Bintalfisdis di Yonif 142/KJ

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Memasuki lingkungan perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik.

Mahasiswa juga dituntut mampu mengatur waktu, bekerja dalam tim, menaati aturan dan menghadapi tekanan selama proses pendidikan.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan Pembinaan Mental, Fisik dan Disiplin (Bintalfisdis) yang diikuti mahasiswa baru Politeknik Jambi di Markas Yonif 142/Ksatria Jaya.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Tahun Akademik 2026/2027 tersebut berlangsung selama enam hari, 14–19 September 2026.

Danyonif 142/Ksatria Jaya Letkol Inf Aries Munandar Effendy S,Hub.Int mengatakan, pembinaan diarahkan untuk membentuk karakter mahasiswa melalui sejumlah nilai, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan mental, kebugaran fisik hingga kepemimpinan dan kekompakan.

Selama berada di lingkungan Yonif 142/Ksatria Jaya, mahasiswa baru mengikuti berbagai materi dan kegiatan kelompok.

Pembinaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga diarahkan pada kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mematuhi aturan, mengelola waktu serta beradaptasi dengan lingkungan baru.

Menurut Danyonif, mahasiswa juga mendapat pembekalan mengenai nilai kebangsaan, termasuk semangat rela berkorban dan pantang menyerah.

“Selain pembinaan mental, fisik dan disiplin, mahasiswa baru juga mendapatkan pembekalan nilai-nilai rasa kebangsaan, khususnya semangat rela berkorban dan pantang menyerah,” ungkapnya.

Nilai tersebut diberikan sebagai bagian dari pembentukan sikap mahasiswa agar mampu menempatkan kepentingan bersama, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

Disiplin menjadi salah satu materi yang mendapat penekanan sepanjang kegiatan.

Mahasiswa diarahkan memahami bahwa disiplin bukan sekadar mengikuti aturan selama berada di lingkungan Yonif 142.

Lebih dari itu, disiplin diharapkan menjadi kebiasaan yang dapat dibawa ke lingkungan kampus maupun kehidupan sehari-hari.

Sementara pembinaan mental diarahkan untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan mengendalikan diri dan ketangguhan menghadapi tantangan.

Adapun pembinaan fisik ditujukan untuk menjaga kebugaran serta daya tahan yang dapat menunjang aktivitas mahasiswa selama menjalani pendidikan.

Dengan pendekatan tersebut, lingkungan Yonif 142 menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa baru untuk mengenal pola kehidupan yang menekankan keteraturan, tanggung jawab dan kerja sama.

Aries mengatakan kegiatan pembinaan karakter seperti ini menjadi salah satu bentuk dukungan Yonif 142/Ksatria Jaya terhadap instansi pendidikan maupun pemerintah.

“Yonif 142/KJ akan selalu siap sedia membantu instansi pemerintah dan instansi lainnya dalam pembentukan karakter, pembinaan mental, fisik, dan disiplin agar terbentuk generasi-generasi muda yang berjiwa patriot dan paham akan pentingnya makna bela negara demi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar mampu menentukan prioritas selama menjalani masa pendidikan.

Mahasiswa diminta tidak terjebak pada aktivitas yang justru dapat mengganggu proses belajar dan pencapaian tujuan pendidikan.

“Hindari kesenangan yang menghalangimu meraih kesuksesanmu,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar mahasiswa mampu menggunakan waktu secara produktif dan menjadikan masa kuliah sebagai periode untuk membangun kompetensi sekaligus karakter.

Kegiatan Bintalfisdis ini diharapkan menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru Politeknik Jambi untuk menjalani proses pendidikan dengan kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan mental, kemampuan bekerja sama serta semangat menghadapi berbagai tantangan.(*)




Kabut Asap di Kota Jambi Makin Jadi Perhatian, PJJ Diperpanjang dan Aktivitas Luar Ruang Ditiadakan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap yang masih memengaruhi kualitas udara membuat Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa usia dini dan sekolah dasar kelas bawah.

Kebijakan terbaru itu berlaku 14-16 September 2026 dan menyasar peserta didik jenjang TK/PAUD serta siswa SD kelas 1 sampai kelas 3.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 28 Tahun 2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Jambi.

Surat edaran ditandatangani Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., pada 13 September 2026.

Langkah ini diambil ketika kualitas udara di Kota Jambi belum sepenuhnya stabil.

Data pemantauan pada Minggu pukul 13.00 WIB menunjukkan ISPU Kota Jambi berada di angka 137, dengan PM2.5 menjadi parameter pencemar kritis.

Angka tersebut membuat Pemkot Jambi memilih pendekatan antisipatif, terutama untuk peserta didik usia lebih muda yang dinilai perlu mendapat perlindungan lebih selama kualitas udara belum membaik.

Perpanjangan PJJ tidak berlaku untuk seluruh peserta didik.

Siswa SD kelas 4-6 dan SMP kelas 7-9 tetap mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

Meski demikian, sekolah diberi ruang untuk menyesuaikan atau memperpendek durasi pembelajaran dengan tetap memastikan tujuan dan capaian pembelajaran terpenuhi.

Sementara itu, siswa yang memiliki riwayat gangguan pernapasan atau penyakit penyerta diperbolehkan mengikuti pembelajaran dari rumah.

Artinya, sekolah tetap berjalan secara tatap muka, tetapi dengan penyesuaian berdasarkan kondisi kesehatan siswa dan perkembangan kualitas udara.

Pemkot Jambi juga menyiapkan skenario yang lebih luas apabila kualitas udara memburuk.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan, apabila ISPU berada di atas 200 atau masuk kategori sangat tidak sehat, seluruh satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Jambi akan menerapkan PJJ atau pembelajaran daring.

Penerapan tersebut dilakukan berdasarkan pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Dengan demikian, angka ISPU menjadi salah satu indikator penting yang menentukan apakah kegiatan belajar mengajar tatap muka masih dapat berlangsung.

Bukan hanya sistem pembelajaran yang diubah.

Selama pencemaran udara masih berlangsung, berbagai aktivitas siswa di ruang terbuka juga ditiadakan.

Kegiatan yang terdampak antara lain olahraga, upacara, apel dan aktivitas lain yang dilakukan di luar ruang kelas.

Sekolah juga diminta memastikan kondisi ruang kelas tetap nyaman serta mengoptimalkan perlindungan kesehatan peserta didik, termasuk penggunaan masker.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian tidak hanya dilakukan pada metode pembelajaran, tetapi juga pada aktivitas sekolah yang berpotensi meningkatkan paparan siswa terhadap udara luar.

Pemkot Jambi turut meminta orang tua atau wali peserta didik ikut mengawasi kondisi kesehatan anak selama kabut asap masih menjadi persoalan.

Bagi siswa yang belajar dari rumah, aktivitas di luar rumah juga diminta dibatasi.

Jika terdapat peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap atau penurunan kualitas udara, sekolah diminta segera berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 mengenai penyelenggaraan layanan pendidikan di daerah terdampak asap kebakaran hutan.

Pemkot Jambi menegaskan kebijakan tersebut akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara.

Jika situasi berubah, Dinas Pendidikan Kota Jambi akan menyampaikan pemberitahuan dan kebijakan lanjutan.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap berupaya menjaga proses pendidikan agar tidak terhenti.

Namun, ketika kualitas udara belum sepenuhnya aman, kesehatan dan keselamatan peserta didik ditempatkan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran.(*)




Kabut Asap Kepung Jambi, Polda Turun Langsung Cek Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.iD – Kabut asap yang muncul di tengah situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Jambi mulai menjadi perhatian terhadap aktivitas masyarakat, termasuk para pelajar.

Di tengah kondisi tersebut, Polda Jambi mengambil langkah langsung dengan mendatangi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di RT 42, Kelurahan Mayang Mengurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Senin 7 September 2026 pagi.

Kunjungan itu tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Personel kepolisian bersama tim kesehatan memberikan pemeriksaan gratis kepada siswa sekaligus membagikan masker, vitamin, susu UHT dan air mineral.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan anak-anak yang tetap menjalankan aktivitas belajar ketika kualitas udara terdampak kabut asap.

Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol Budi Hidayat bersama Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Rombongan diterima Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Dr Sudarmono bersama jajaran guru.

Di hadapan para siswa, Budi tidak hanya berbicara mengenai kesehatan. Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan menjaga fokus belajar meski situasi lingkungan sedang menghadapi tantangan.

“Adik-adik harus selalu semangat dan fokus belajar dengan sungguh-sungguh. Raih masa depan yang gemilang melalui pendidikan,” kata Budi.

Ia meminta para siswa tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif serta tetap mengikuti arahan sekolah, terutama terkait upaya menjaga kesehatan selama kondisi udara kurang baik.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, kepedulian terhadap pelajar menjadi bagian dari upaya Polri hadir secara langsung di tengah masyarakat.

Menurutnya, persoalan kesehatan anak tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan.

Ketika karhutla menimbulkan kabut asap, kelompok yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk pelajar, perlu mendapat perhatian.

“Di tengah situasi karhutla dan kondisi udara yang berkabut asap, kami mengingatkan para siswa untuk tetap menjaga kesehatan,” ujar Erlan.

Ia menyebut penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan debu dan partikel di udara.

Selain masker, polisi juga memberikan vitamin, susu dan air mineral kepada siswa.

“Penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana untuk melindungi diri dari paparan debu dan partikel di udara,” katanya.

Tim kesehatan Brimob Polda Jambi kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para siswa.

Edukasi mengenai kebersihan diri, pola hidup sehat dan penggunaan masker saat berada di luar ruangan juga diberikan.

Di sisi lain, perhatian Polda Jambi tidak hanya diarahkan pada kondisi kesehatan siswa. Kepolisian juga mendorong agar proses pendidikan tetap menjadi prioritas.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Dr Sudarmono mengapresiasi kunjungan tersebut.

Menurutnya, kehadiran kepolisian memberikan dukungan tambahan bagi sekolah dalam membangun kesadaran siswa mengenai kesehatan, disiplin dan pembentukan karakter.

Ia berharap kerja sama dengan kepolisian tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berlanjut melalui edukasi dan pembinaan kepada para siswa.

Erlan menambahkan, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar telah mengarahkan jajaran kepolisian agar kehadiran Polri tidak hanya terlihat ketika menjalankan fungsi keamanan.

“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, termasuk memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan dan kesehatan generasi muda,” kata Erlan.

Bagi Polda Jambi, anak-anak di Sekolah Rakyat merupakan bagian dari generasi yang perlu mendapat perlindungan sekaligus dukungan agar tetap sehat, disiplin dan dapat mengikuti pendidikan dengan baik.

Kegiatan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 itu sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan ancaman terhadap lingkungan.

Ketika asap mulai mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat terutama anak-anak ikut menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian.(*)




Pelajar Jambi Ubah Limbah Organik Jadi Inovasi Anti-Stunting, Sabet Juara AHM Best Student 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan lingkungan dan kesehatan menjadi inspirasi sejumlah pelajar di Jambi untuk melahirkan inovasi.

Dari pemanfaatan limbah organik hingga digitalisasi pengelolaan usaha, berbagai gagasan tersebut dipertandingkan dalam AHM Best Student 2026 Regional Jambi.

Kompetisi karya tulis ilmiah yang mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya!” tersebut mempertemukan pelajar dari sejumlah sekolah di Jambi dengan gagasan yang berangkat dari persoalan di sekitar mereka.

Puncak kompetisi digelar Senin 31 Agustus 2026, setelah rangkaian seleksi berlangsung sejak Juni. Peserta terlebih dahulu melewati tahap pendaftaran, pengumpulan karya, seleksi administrasi, hingga penilaian karya sebelum lima finalis terbaik melaju ke presentasi tingkat regional.

Pada tahap final, masing-masing tim mempresentasikan proyek mereka di hadapan dewan juri. Gagasan yang dibawa peserta cukup beragam, mulai dari penelitian dan sistem digital hingga pengembangan produk fisik.

Dari lima finalis, tim SMA Negeri 3 Jambi keluar sebagai juara pertama melalui penelitian berjudul “Efektivitas Bio-Enzyme Limbah Organik terhadap Peningkatan Kadar Zat Besi (Fe), Asam Folat, dan Vitamin C pada Tanaman Bayam (Amaranthus Tricolor) sebagai Pangan Anti-Stunting.”

Karya tersebut dikembangkan oleh Sutan Zeza Pahlevi dan Talitha Dhia Afifah.

Gagasan mereka menghubungkan dua persoalan sekaligus, yakni pemanfaatan limbah organik dan upaya mendukung ketersediaan pangan yang berkaitan dengan isu stunting.

Posisi kedua kembali diraih SMA Negeri 3 Jambi. Tim yang terdiri dari Andhika Saputra, Lovely Azwa Eko Putri, dan M. Fadhil Farandi mengembangkan “Pasar+: Digitalisasi Tata Kelola Operasional dan Keuangan Berbasis Smart Analytics.”

Sementara itu, SMA Islam Terpadu Nurul Ilmi Jambi menempati posisi ketiga melalui inovasi “STIKUBI: Stiker Pintar Ubi Jalar Ungu Pendeteksi Suhu pada Obat.”

Karya tersebut dikembangkan oleh Nurqisthi Mardhatillah, Rasheesa Syawli Hanaafi, dan Syafira Aina.

Tiga karya terbaik itu menunjukkan pendekatan berbeda dalam menjawab kebutuhan di lingkungan sekitar, mulai dari persoalan pangan dan kesehatan hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Kompetisi tidak berhenti pada penilaian naskah. Lima tim finalis bersama guru pembimbing harus mempresentasikan proyek masing-masing dan mempertahankan gagasan mereka di hadapan dewan juri.

Untuk memperkuat proses penilaian, Sinsen turut melibatkan dosen yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan sebagai anggota dewan juri.

Tahapan presentasi menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya dituntut memiliki ide, tetapi juga harus mampu menjelaskan konsep dan manfaat proyek yang mereka kembangkan.

PIC AHM Best Student 2026 Regional Jambi, Rasti Darvi, menilai karya peserta menunjukkan keberanian generasi muda dalam mengubah persoalan di sekitar mereka menjadi gagasan yang dapat dikembangkan.

“Karya yang dihadirkan peserta AHM Best Student 2026 Regional Jambi menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi yang cerdas dan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Yang membanggakan adalah keberanian mereka mengangkat permasalahan sekitar menjadi gagasan yang kreatif dan berdampak,” ujar Rasti.

Menurutnya, kreativitas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat berkembang menjadi langkah yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Kemenangan di tingkat regional belum menjadi akhir bagi tim SMA Negeri 3 Jambi.

Sebagai juara pertama, mereka akan membawa karya tersebut untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional melalui ajang AHM Best Student.

Ajang ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menguji gagasan mereka sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi yang lahir dari persoalan di lingkungan sekitar.

Dengan tema yang mengedepankan peran generasi Z, kompetisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan, lingkungan, pengelolaan usaha hingga teknologi dapat menjadi titik awal bagi pelajar untuk menghasilkan karya yang lebih aplikatif.

Kini, tantangan berikutnya berada di tingkat nasional. Tim SMA Negeri 3 Jambi akan membawa riset bio-enzyme limbah organik mereka untuk kembali diuji dan bersaing dengan karya pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.(*)




ISPU Tembus Level Berbahaya, Pemprov Jambi Minta Sekolah Bisa Hentikan Tatap Muka

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Provinsi Jambi mulai menyiapkan langkah lebih jauh menghadapi memburuknya kualitas udara.

Tak hanya meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, Pemprov Jambi juga membuka opsi menghentikan sementara pembelajaran tatap muka jika kondisi udara dinilai membahayakan kesehatan peserta didik.

Langkah tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 1835/SE/DLH-3/2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Dampak Memburuknya Kualitas Udara di Provinsi Jambi.

Surat edaran diterbitkan menyusul meningkatnya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Stasiun Jambi Paal Lima.

Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai mengantisipasi dampak kabut asap tidak hanya terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga terhadap aktivitas pendidikan dan pelayanan publik.

Salah satu poin penting dalam SE tersebut berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah kabupaten dan kota melalui perangkat daerah terkait bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama dapat mengambil langkah untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka atau menerapkan pembelajaran dari rumah.

Namun, keputusan tersebut tidak otomatis diberlakukan. Kebijakan harus mempertimbangkan perkembangan ISPU, rekomendasi instansi teknis serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Artinya, semakin buruk kualitas udara di suatu daerah, semakin besar pula ruang bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan pola pembelajaran demi mengurangi risiko paparan polusi terhadap siswa.

Ketentuan tersebut menjadi penting karena anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan ketika kualitas udara mengalami penurunan signifikan.

Pemprov Jambi juga meminta pemerintah kabupaten dan kota serta seluruh perangkat daerah meningkatkan pemantauan kualitas udara secara berkala.

Ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan yang tidak mendesak.

Olahraga, senam, upacara dan kegiatan masyarakat lainnya termasuk aktivitas yang diminta untuk dikurangi selama kualitas udara belum membaik.

Bagi warga yang tetap harus berada di luar ruangan, pemerintah mengimbau penggunaan masker yang sesuai untuk mengurangi risiko paparan asap dan partikulat udara.

Dengan demikian, penanganan tidak hanya diarahkan kepada sekolah.

Aktivitas pemerintahan, pelayanan publik dan kegiatan masyarakat lainnya juga dapat dihentikan sementara atau disesuaikan apabila hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara sudah membahayakan kesehatan.

Ancaman lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat kualitas udara buruk.

Karena itu, fasilitas kesehatan diminta meningkatkan pelayanan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan paparan polusi udara.

Pemprov Jambi juga meminta koordinasi diperkuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, perangkat daerah, instansi vertikal, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan serta pemangku kepentingan lainnya.

Informasi mengenai perkembangan kualitas udara juga diminta disampaikan secara aktif kepada masyarakat melalui kanal resmi pemerintah dan media komunikasi publik.

Surat edaran tersebut memberikan perhatian khusus apabila kualitas udara memasuki level yang lebih berbahaya.

Ketika ISPU meningkat ke kategori Sangat Tidak Sehat (Merah) atau Berbahaya (Hitam), bupati dan wali kota bersama perangkat daerah serta pimpinan instansi terkait diminta segera mengambil langkah sesuai kewenangan masing-masing untuk melindungi masyarakat.

Ketentuan tersebut membuat perkembangan angka ISPU menjadi faktor penting dalam menentukan kebijakan pemerintah daerah.

Dengan kata lain, kebijakan mengenai sekolah, aktivitas luar ruangan maupun pelayanan publik dapat berubah mengikuti kondisi udara di masing-masing wilayah.

Terbitnya SE Nomor 1835/SE/DLH-3/2026 menunjukkan Pemprov Jambi mulai menempatkan kualitas udara sebagai persoalan yang membutuhkan respons lintas sektor.

Di tengah kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah kawasan Jambi, pemerintah tidak hanya dituntut memantau angka ISPU.

Tetapi juga memastikan masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika kualitas udara memburuk.

Bagi masyarakat, perkembangan ISPU menjadi indikator penting sebelum menentukan aktivitas harian.

Sementara bagi pemerintah daerah, angka tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah kegiatan sekolah, pelayanan publik maupun aktivitas masyarakat masih aman dilaksanakan secara normal.

Jika kualitas udara terus menurun hingga mencapai level sangat tidak sehat atau berbahaya.

Opsi pembatasan aktivitas hingga penghentian sementara pembelajaran tatap muka kini telah disiapkan sebagai bagian dari langkah perlindungan masyarakat.(*)




31 Kepala SMA-SMK Jambi Dilantik, Al Haris Ingatkan Soal Dana BOS dan Sorotan Publik! Berikut Nama-namanya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gubernur Jambi Al Haris melantik 43 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, Senin 24 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, 31 merupakan kepala SMA dan SMK yang akan mengemban tanggung jawab memimpin satuan pendidikan di sejumlah kabupaten dan kota.

Pelantikan berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi dan dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kepala Dinas Pendidikan serta sejumlah pejabat eselon II Pemprov Jambi.

Bukan hanya soal pergantian atau pengisian jabatan, Al Haris menggunakan momentum tersebut untuk mengingatkan para kepala sekolah mengenai besarnya tanggung jawab yang melekat pada posisi mereka.

Salah satu yang disorot adalah pengelolaan anggaran pendidikan, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurut Al Haris, kepala sekolah tidak hanya dituntut meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga harus mampu menjalankan amanah administratif dan keuangan secara bertanggung jawab.

“Di dunia kita punya tanggung jawab, di akhirat juga ada pertanggungjawaban. Jadi bekerjalah dengan serius agar selamat dunia dan akhirat,” ujar Al Haris dalam sambutannya.

Al Haris juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat kinerja pemerintah semakin mudah dipantau masyarakat.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan pejabat publik berpotensi mendapat perhatian masyarakat.

“Kita dilihat oleh semua mata. Semua memantau kita, baik melalui media sosial maupun secara langsung. Karena itu bekerjalah dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Pesan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepala sekolah.

Selain bertanggung jawab terhadap proses belajar mengajar, mereka juga berhadapan dengan tuntutan masyarakat terhadap kualitas sekolah, pelayanan kepada siswa, tata kelola anggaran serta capaian pendidikan.

Dengan posisi tersebut, kepala sekolah dituntut tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu memastikan sekolah berjalan secara profesional dan akuntabel.

Sebanyak 31 kepala sekolah yang dilantik tersebar di berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Mereka akan memimpin sekolah negeri mulai dari Kabupaten Bungo, Merangin, Sarolangun, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, Batanghari, Tebo hingga Kota Sungai Penuh.

Berikut daftar lengkap 31 kepala SMA dan SMK yang dilantik:

  1. Abas HS, S.Ag., M.Pd. — Kepala SMKN 7 Tanjung Jabung Barat.
  2. Algusri, S.Pd. — Kepala SMAN 7 Bungo.
  3. Afrianti, M.Pd., S.Pd. — Kepala SMKN 5 Tanjung Jabung Timur.
  4. Muhammad Ikhsan, S.Pd., M.Pd. — Kepala SMKN 3 Sarolangun.
  5. Eka Meinawati, M.Pd., S.Pd. — Kepala SMKN 10 Muaro Jambi.
  6. Rahmat Hidayat, S.Pd. — Kepala SMAN 8 Bungo.
  7. As’ad, SE. — Kepala SMKN 10 Merangin.
  8. Muhammad Subhan, S.Pd. — Kepala SMAN 4 Bungo.
  9. Khoirul Hadi, S.Pd.I., M.Pd. — Kepala SMAN 2 Bungo.
  10. Marjan, S.Pd., M.Si. — Kepala SMAN 3 Sungai Penuh.
  11. Dra. Ferlita Rachmi — Kepala SMKN 1 Merangin.
  12. Toni Hendra, S.Pd. — Kepala SMKN 5 Merangin.
  13. Radias Ependi, S.Pd., M.Si. — Kepala SMAN 5 Tanjung Jabung Timur.
  14. Eky Putri Prasanti, S.Pd. — Kepala SMKN 11 Sarolangun.
  15. Indra Sakti, S.Pd. — Kepala SMKN 6 Sarolangun.
  16. Novinta, S.Pd. — Kepala SMKN 11 Muaro Jambi.
  17. Efton Julisno, S.Pi. — Kepala SMKN 14 Merangin.
  18. Kaharuddin, S.Pi. — Kepala SMKN 2 Tanjung Jabung Timur.
  19. Sri Wahyuni, S.Pd. — Kepala SMKN 4 Tanjung Jabung Barat.
  20. Feri Irawan, S.Pd. — Kepala SMAN 17 Muaro Jambi.
  21. Tri Muhammad Ali, S.Pd. — Kepala SMAN 14 Merangin.
  22. Lahmiur, S.Pt., M.Pd. — Kepala SMKN 5 Kerinci.
  23. Kurnia Budi Gunawan, S.Pd. — Kepala SMAN 4 Batanghari.
  24. Erwady Fandry, S.H. — Kepala SMAN 6 Kerinci.
  25. Nasria, S.Ag., M.Pd. — Kepala SMKN 8 Tebo.
  26. Edi Susanto, S.Hut. — Kepala SMKN 6 Merangin.
  27. Yeni Heriyanti, S.Pd., M.M. — Kepala SMAN 10 Sarolangun.
  28. Fatmawati, S.P., M.Pd. — Kepala SMAN 7 Tanjung Jabung Timur.
  29. Evi Susanti, S.Pd., M.Pd. — Kepala SMAN 2 Tanjung Jabung Timur.
  30. Muanas, S.Pd. — Kepala SMAN 17 Merangin.
  31. Yulivia Indryani, SP. — Kepala SMAN 13 Merangin.

12 Pejabat Fungsional Juga Dilantik

Selain kepala sekolah, Al Haris turut melantik 12 pejabat fungsional.

Penempatan mereka tersebar pada sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Kesehatan, RSUD Raden Mattaher hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi.

Berikut nama dan jabatan mereka:

  1. Aliyah, S.Pd., M.Sc. — Arsiparis Ahli Muda pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi.
  2. Mutiara Vani, Apt., S.Farm. — Apoteker Ahli Muda pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.
  3. Herry Wardono, SKM. — Administrator Kesehatan Ahli Muda pada RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi.
  4. Ismail, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  5. Yazdian, SKM. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  6. Ahmadi, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  7. Syafri, SH. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  8. Zulfanni, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  9. Annis Ardianty, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  10. Amirzan, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Madya pada BPBD Provinsi Jambi.
  11. Tuti Mahdalena, SKM., M.Sc. — Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.
  12. Ronkasiati, SKM. — Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

Al Haris meminta seluruh pejabat yang baru menerima amanah tersebut, menjalankan tugas berdasarkan aturan yang berlaku dan tidak mengabaikan tanggung jawab yang menyertai jabatan.

Ia berharap para pejabat mampu menjalankan peran masing-masing dengan sungguh-sungguh serta memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan Allah senantiasa menuntun, melindungi, dan memberikan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan amanah ini,” ujar Al Haris.

Dengan pelantikan tersebut, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mengisi posisi jabatan.

Para pejabat baru dituntut membuktikan kinerja melalui pelayanan publik, tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan serta hasil kerja yang benar-benar dirasakan masyarakat.(*)




UIN STS Jambi Tambah 5 Guru Besar, Rektor Bidik 40 Profesor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mempercepat penguatan sumber daya akademiknya.

Lima akademisi dikukuhkan sebagai guru besar dalam satu agenda yang digelar di Auditorium Chatib Quzwain, Kampus II UIN STS Jambi, Kamis 20 Agustus 2026.

Lima profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang keilmuan yang berbeda, mulai dari hukum pidana Islam, peradilan agama, manajemen pendidikan, hukum ekonomi syariah hingga manajemen pemasaran pendidikan Islam.

Mereka adalah Prof. Dr. H. Ishaq, S.H., M.Hum. sebagai guru besar bidang Hukum Pidana Islam; Prof. Dr. Dra. Illy Yanti, M.Ag. dalam bidang Peradilan Agama; serta Prof. Dr. Ahmad Ridwan, M.Pd.I. sebagai guru besar bidang Manajemen Pendidikan.

Kemudian, Prof. Dr. Zulqarnain, S.Ag., M.Hum., Ph.D. dikukuhkan sebagai guru besar bidang Hukum Ekonomi Syariah dan Prof. Dr. H. Mahmud MY, S.Ag., M.Pd. dalam bidang Manajemen Pemasaran Pendidikan Islam.

Pengukuhan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Senat UIN STS Jambi, Prof. Mukhtar, dilanjutkan pembacaan riwayat hidup masing-masing akademisi.

Kelima profesor kemudian menyampaikan orasi ilmiah di hadapan anggota senat dan tamu undangan.

Namun, di balik seremoni tersebut, UIN STS Jambi tengah membidik target yang jauh lebih besar.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., mengatakan kampus yang dipimpinnya menargetkan memiliki 40 guru besar selama masa kepemimpinannya.

Menurut dia, target tersebut bukan sekadar ambisi kelembagaan. Perkembangan jumlah profesor dalam dua tahun terakhir menjadi dasar optimisme universitas untuk mengejar angka tersebut.

“Target 40 guru besar bukan sesuatu yang tidak mungkin dicapai,” ujar Kasful Anwar.

Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 hingga 2026, UIN STS Jambi telah mengukuhkan 15 guru besar.

Capaian tersebut menjadi pijakan untuk mempercepat pertumbuhan jabatan akademik tertinggi bagi dosen di lingkungan kampus.

Tak berhenti pada 15 profesor, saat ini terdapat 10 dosen yang telah diajukan untuk mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari tahapan menuju jabatan guru besar.

Angka tersebut membuat target 40 profesor semakin terbuka untuk dikejar, sekaligus menunjukkan bahwa universitas sedang menyiapkan regenerasi profesor secara lebih sistematis.

Kasful Anwar menekankan percepatan guru besar tidak boleh hanya berorientasi pada bertambahnya jumlah profesor.

Pemenuhan persyaratan akademik, khususnya kualitas publikasi ilmiah, menjadi bagian yang turut diperkuat.

Karena itu, universitas mendorong dosen mempersiapkan persyaratan akademik secara lebih matang melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kompetensi.

Salah satunya melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah.

Program tersebut diarahkan untuk membantu dosen meningkatkan kemampuan publikasi sekaligus mempercepat pemenuhan persyaratan akademik menuju jabatan guru besar.

Dengan pendekatan itu, pertumbuhan jumlah profesor di UIN STS Jambi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas riset dan publikasi akademik.

Bagi UIN STS Jambi, keberadaan guru besar memiliki konsekuensi yang lebih besar daripada sekadar status akademik.

Para profesor diharapkan menjadi penggerak pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat dan penguatan proses pendidikan.

Penambahan profesor juga diposisikan sebagai bagian dari strategi kelembagaan untuk meningkatkan mutu serta daya saing UIN STS Jambi.

Semakin banyak akademisi pada jenjang profesor, semakin besar pula kapasitas kampus dalam membangun pusat-pusat keunggulan keilmuan, menghasilkan penelitian berkualitas dan memperluas kontribusi akademik kepada masyarakat.

Karena itu, Rektor UIN STS Jambi menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh unsur akademik.

Percepatan jumlah guru besar, menurutnya, membutuhkan dukungan institusi sekaligus kesiapan dosen dalam memenuhi standar akademik yang ditetapkan.

Dengan pengukuhan lima profesor terbaru tersebut, UIN STS Jambi kembali menambah kekuatan akademiknya.

Tantangan berikutnya bukan hanya mengejar target 40 guru besar, tetapi memastikan para profesor tersebut menghasilkan karya ilmiah, riset dan inovasi yang memberi dampak nyata bagi kampus maupun masyarakat.(*)




UNJA Dorong Bahan Ajar Berkelas Dunia, Dosen Didorong Manfaatkan Sumber Open Source

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Universitas Jambi (UNJA) mendorong dosen mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan mampu bersaing dalam konteks pendidikan global.

Upaya tersebut dilakukan melalui Technical Assistance bertema “Pemanfaatan Data Pembelajaran Open Source Kelas Dunia Dalam Pengembangan Bahan Ajar Digital di Lingkungan UNJA Tahun 2026” yang digelar Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) UNJA di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dosen dalam memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka (open source) dalam penyusunan bahan ajar digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., mengatakan istilah “bahan ajar berkelas dunia” tidak semata-mata berarti menggunakan bahasa Inggris atau mencantumkan referensi dari akademisi luar negeri.

Menurutnya, kualitas bahan ajar harus diukur dari kekuatan standar akademik, relevansi terhadap perkembangan keilmuan serta kemampuannya menjawab kebutuhan pendidikan di tengah perubahan global.

“Bahan ajar berkelas dunia bukan hanya tentang penggunaan bahasa Inggris atau mengutip penulis-penulis dari luar negeri. Yang kita harapkan adalah bahan ajar yang memiliki standar akademik internasional dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era globalisasi,” ujar Hafrida.

Penguatan kualitas bahan ajar juga dipandang memiliki kaitan dengan upaya UNJA meningkatkan mutu institusi.

Hafrida mengatakan pengembangan bahan ajar dengan standar internasional dapat menjadi salah satu elemen pendukung proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Lebih jauh, kualitas bahan ajar diharapkan tidak berhenti pada dokumen akademik, tetapi memberi pengaruh terhadap proses pembelajaran dan kompetensi mahasiswa.

“Pengembangan bahan ajar dengan standar internasional diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas akademik Universitas Jambi, tetapi juga meningkatkan daya saing lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di tingkat global,” katanya.

Ketua LPMPP UNJA, Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.Hum., mengatakan Technical Assistance tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengembangan perangkat pembelajaran yang telah dimulai sebelumnya.

Pada 12 Agustus 2026, LPMPP telah menggelar kegiatan terkait penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Tahap berikutnya diarahkan pada pengembangan bahan ajar.

“Pada 12 Agustus lalu, LPMPP telah melaksanakan pertemuan dalam rangka penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hari ini, kegiatan tersebut kita lanjutkan dengan pengembangan bahan ajar,” ujar Retno.

Menurutnya, penggunaan sumber pembelajaran terbuka yang berkualitas dapat membantu dosen memperkaya bahan ajar dengan referensi dan materi yang lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

LPMPP, kata Retno, memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan di lingkungan universitas.

“Kami ingin memastikan bahan ajar yang dikembangkan terus diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan akademik, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” tambahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ella Masita, S.Pd., M.Pd., M.Sc., mengatakan pengembangan bahan ajar merupakan salah satu agenda tahunan LPMPP UNJA.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam mengembangkan materi pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas proses belajar-mengajar.

“Selama dua hari ini, kami akan bersama-sama mengembangkan bahan ajar yang dipandu oleh narasumber. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan bahan ajar yang dapat langsung dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran,” jelas Ella.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber.

Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan bahan ajar berkelas dunia, termasuk bagaimana memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka untuk menghasilkan materi yang memenuhi aspek akademik sekaligus memiliki relevansi internasional.

Tak hanya berupa pemaparan materi, peserta juga diarahkan untuk mengembangkan bahan ajar selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan pemilihan bahan ajar terbaik dalam empat kategori pada akhir rangkaian kegiatan.

“Besok, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, akan dilakukan pemilihan empat kategori bahan ajar terbaik. Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas bahan ajar yang dikembangkan,” kata Ella.

Kegiatan tersebut diikuti dosen-dosen di lingkungan UNJA bersama jajaran LPMPP.

Bagi UNJA, Technical Assistance ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peningkatan mutu yang berlangsung secara berkelanjutan.

Pengembangan bahan ajar digital berbasis sumber terbuka diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membuat proses pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan masa kini.(*)




Belum Ada Pengganti Sugiyono, Maulana: Surat Pengunduran Diri Masih Diproses BKN

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kursi Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi belum memiliki pengganti setelah Sugiyono mengajukan pengunduran diri dari jabatan strukturalnya.

Wali Kota Jambi Maulana menegaskan, hingga saat ini belum ada pejabat yang ditunjuk untuk menggantikan Sugiyono sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Menurut Maulana, pengisian jabatan tersebut masih menunggu proses administrasi pengunduran diri Sugiyono selesai.

Surat pengunduran diri yang diajukan belum mendapatkan pengesahan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Untuk Kadis Pendidikan, surat pengunduran dirinya belum disahkan oleh BKN. Jadi belum ada penunjukan khusus,” ujar Maulana.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Jambi belum mengambil keputusan mengenai siapa yang akan mengisi posisi Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Maulana sebelumnya membenarkan bahwa Sugiyono dan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Jambi Nanang Suryana mengajukan pengunduran diri dari jabatan struktural.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut berkaitan dengan latar belakang keduanya yang sebelumnya merupakan pejabat fungsional.

Sugiyono dan Nanang diketahui memiliki latar belakang sebagai tenaga pendidik dan pengawas sekolah.

Ketika menduduki jabatan struktural, jabatan fungsional mereka untuk sementara tidak dijalankan.

“Background-nya pejabat fungsional, sebagai guru dan pengawas. Ketika masuk jabatan struktural, jabatan awalnya berhenti sementara,” jelas Maulana.

Menurutnya, menjelang masa pensiun, keduanya memiliki pilihan untuk tetap berada di jabatan struktural atau kembali menjalankan jabatan fungsional.

“Menjelang masa pensiun mereka memilih, apakah tetap di struktural atau kembali ke fungsional. Kalau memilih fungsional, jabatan itu dihidupkan kembali,” katanya.

Maulana menilai keputusan tersebut bukan persoalan yang perlu dipermasalahkan. Namun, untuk posisi yang ditinggalkan, pemerintah tetap harus menyiapkan mekanisme pengisian sesuai ketentuan.

“Saya rasa itu tidak masalah soal pengunduran diri. Nanti jabatan yang kosong akan kita isi,” tegasnya.

Kekosongan posisi Kepala Dinas Pendidikan bukan satu-satunya jabatan yang akan dihadapi Pemkot Jambi.

Maulana mengungkapkan terdapat sejumlah pejabat yang akan memasuki masa pensiun.

Sekitar enam jabatan eselon II diperkirakan kosong, sementara lebih dari 17 jabatan eselon III juga akan mengalami kekosongan.

Pemkot Jambi tidak akan melakukan pengisian seluruh jabatan tersebut secara terpisah. Pemerintah kota akan mengumpulkan sejumlah posisi yang kosong untuk kemudian diproses secara bertahap.

“Tidak bisa setiap waktu dilakukan pelantikan. Nanti kita kumpulkan dan akan dilakukan pengisian pada akhir tahun,” ungkapnya.

Untuk jabatan eselon III, proses kaderisasi internal akan menjadi salah satu pertimbangan. Pejabat yang berada di bawahnya dan memenuhi persyaratan berpeluang dipersiapkan untuk mengisi posisi tersebut.

Sedangkan pengisian jabatan eselon II akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka.

“Untuk eselon II yang pensiun Februari dan Maret, termasuk asisten dan staf ahli, akan dilakukan seleksi terbuka. Kita kumpulkan terlebih dahulu karena biaya seleksinya sama,” jelas Maulana.

Meski posisi Kepala Dinas Pendidikan belum ditentukan penggantinya, Maulana memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu pelayanan pemerintahan.

Program pendidikan yang selama ini berjalan tetap harus dilaksanakan sembari menunggu proses administrasi dan penataan jabatan diselesaikan.

Pemkot Jambi juga akan menentukan langkah pengisian posisi Kepala Dinas Pendidikan setelah proses pengunduran diri Sugiyono mendapatkan kepastian secara administratif.

Dengan demikian, untuk sementara belum ada nama pejabat yang ditunjuk Maulana sebagai pengganti Sugiyono.

Keputusan tersebut masih menunggu tahapan administrasi serta mekanisme pengisian jabatan yang akan ditempuh Pemkot Jambi.(*)




Momen HUT RI: Kemas Faried Dorong Seragam Gratis SD-SMP di Jambi, Sasar Keluarga Desil 1-4

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi DPRD Kota Jambi untuk mendorong kebijakan yang dinilai dapat langsung dirasakan masyarakat.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyoroti dua persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah, yakni banjir dan akses pendidikan.

Salah satu gagasan yang didorong adalah pembebasan biaya seragam bagi siswa baru SD dan SMP mulai 2027.

Program tersebut direncanakan menyasar siswa dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan desil satu hingga empat.

Kemas mengatakan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni setiap 17 Agustus.

Menurutnya, masyarakat harus merasakan manfaat kemerdekaan melalui penyelesaian persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Di momen 17 Agustus tahun ini menjadi catatan penting, bagaimana masyarakat Kota Jambi bisa bebas banjir,” kata Kemas, Senin 17 Agustus 2026.

Banjir Masih Jadi PR Kota Jambi

Banjir menjadi salah satu persoalan yang kembali disoroti Ketua DPRD Kota Jambi.

Kemas berharap pemerintah dapat melakukan penanganan secara lebih menyeluruh sehingga masyarakat tidak terus menghadapi persoalan yang sama ketika hujan dan genangan terjadi.

Menurutnya, penanganan banjir tidak semestinya hanya dilakukan setelah bencana terjadi.

Upaya pencegahan dan pembenahan sistem pengendalian banjir perlu menjadi pekerjaan berkelanjutan.

“Ini menjadi keluhan masyarakat Kota Jambi selama ini yang menjadi problem kita semua. Sehingga kita harus menuntaskan persoalan tersebut,” tegasnya.

Dorongan tersebut menempatkan persoalan banjir sebagai salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan Kota Jambi.

Pemerintah daerah dituntut tidak hanya merespons keluhan masyarakat, tetapi memastikan solusi yang dibangun mampu memberikan dampak dalam jangka panjang.

Seragam Gratis Ditargetkan Mulai 2027

Di sektor pendidikan, DPRD Kota Jambi tengah mendorong kebijakan yang menyasar kebutuhan siswa baru.

Kemas menyebut siswa SD dan SMP yang baru masuk sekolah ditargetkan memperoleh seragam secara gratis mulai 2027.

Namun, program tersebut tidak dirancang untuk seluruh siswa tanpa melihat kondisi ekonomi keluarga.

Sasaran awal diarahkan kepada keluarga yang berada pada desil satu hingga empat.

Artinya, kebijakan tersebut diproyeksikan lebih dulu menyentuh kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang menjadi prioritas penerima bantuan.

“Saya dan Wali Kota Jambi ke depannya bagaimana dalam dunia pendidikan, untuk anak SD dan SMP yang baru masuk sekolah akan dibebaskan biaya baju seragam,” ujarnya.

Kemas mengatakan DPRD Kota Jambi akan mendorong Pemerintah Kota Jambi agar rencana tersebut dapat diwujudkan.

“Insyaallah di DPRD Kota Jambi, kami ingin mendorong Pemerintah Kota Jambi agar anak-anak SD dan SMP nanti di tahun 2027 gratis seragam sekolah,” katanya.

Bukan Sekadar Bantuan Seragam

Bagi Kemas, pembebasan biaya seragam memiliki makna lebih luas daripada sekadar bantuan perlengkapan sekolah.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban keluarga ketika anak memasuki jenjang pendidikan baru.

Terlebih bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, kebutuhan awal sekolah dapat menjadi pengeluaran yang cukup besar.

Karena itu, intervensi terhadap kebutuhan seragam dinilai dapat menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap akses pendidikan.

Kemas menyebut pembiayaan program tersebut diupayakan melalui dukungan anggaran pemerintah.

“Ini untuk anak yang baru masuk sekolah SD dan SMP, dilihat dari desil keluarga mereka, dari desil satu hingga empat,” ujarnya.

Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana masyarakat merasakan manfaat kemerdekaan.

Kemerdekaan Diukur dari Manfaat bagi Warga

Kemas menilai peringatan HUT RI seharusnya menjadi momentum untuk melihat kembali persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Ia mengajak warga Kota Jambi menjaga kerukunan dan memperkuat silaturahmi.

Pada saat yang sama, pemerintah dan DPRD perlu terus mendorong penyelesaian persoalan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dua isu yang disorot Kemas banjir dan pendidikan memiliki karakter berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan kualitas hidup warga.

Bebas dari ancaman banjir menyangkut keamanan dan kenyamanan lingkungan.

Sementara akses pendidikan yang lebih terjangkau menyangkut kesempatan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.

Karena itu, Kemas menempatkan dua agenda tersebut sebagai bagian dari upaya menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam kebijakan yang lebih konkret.

Bagi DPRD Kota Jambi, pekerjaan berikutnya bukan sekadar menyampaikan gagasan. Dorongan terhadap pemerintah daerah perlu berlanjut pada pembahasan, penganggaran dan pelaksanaan agar rencana seragam gratis serta penanganan banjir benar-benar dapat dirasakan masyarakat.(*)