FASI Kota Jambi 2026 Resmi Ditutup, Diza: Kemenangan Terbesar Adalah Dekat dengan Al-Qur’an

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Tingkat Kota Jambi ke-XXIV Tahun 2026 resmi berakhir.

Penutupan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, Selasa 30 Juni 2026, ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para juara dari berbagai cabang lomba.

Momentum penutupan tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi peserta berprestasi, tetapi juga menjadi ruang motivasi bagi seluruh anak-anak yang mengikuti kompetisi.

Diza menegaskan, FASI memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan siap berprestasi.

Dalam sambutannya, Diza menyampaikan salam dari Wali Kota Jambi yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan agenda pemerintahan di Medan.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Jambi akan terus mendukung pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk FASI.

Menurutnya, FASI bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan gelar juara, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini melalui pembelajaran Al-Qur’an, seni Islami, serta pembentukan karakter yang berlandaskan akhlakul karimah.

Pada kesempatan tersebut, Diza juga membagikan pengalaman pribadinya yang pernah mengikuti FASI saat masih kecil.

Ia mengaku menjadi peserta pada tahun 1996 hingga 1997 di cabang kaligrafi dan menggambar, bahkan berhasil mewakili daerah hingga tingkat nasional di Surabaya.

“Saya selalu bangga menceritakan pengalaman ini setiap menghadiri kegiatan FASI. Dulu saya pernah menjadi peserta pada cabang kaligrafi dan menggambar. Alhamdulillah mendapat kesempatan mewakili hingga tingkat nasional di Surabaya. Saya berharap para orang tua terus memberikan doa dan dukungan kepada anak-anak agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Diza.

Ia menilai seluruh peserta telah memberikan penampilan terbaik selama pelaksanaan FASI.

Menurutnya, keberhasilan tidak semata diukur dari piala atau piagam yang diraih, tetapi dari tumbuhnya kecintaan kepada Al-Qur’an dan semangat memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini ada yang pulang membawa trofi, tetapi kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika hati kita semakin dekat dengan Al-Qur’an dan akhlak kita menjadi lebih baik. Semangat belajar Al-Qur’an adalah kemenangan yang bisa dimiliki semua anak,” katanya.

Diza turut menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang dan menginspirasi anak-anak lainnya.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, Diza mengingatkan agar tidak kehilangan semangat.

Ia mengajak mereka terus belajar, mengasah kemampuan, serta menjadikan pengalaman mengikuti FASI sebagai bekal untuk meraih prestasi pada kesempatan berikutnya.

“Jangan pernah merasa gagal hanya karena belum berdiri di atas podium. Teruslah mengaji, terus belajar Al-Qur’an, dan teruslah bermimpi. Setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa hasil terbaik pada waktunya,” pesannya.

Di akhir acara, Diza menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan juri, guru, pembina TPA, serta para orang tua yang telah mendampingi anak-anak selama pelaksanaan FASI.

Sebagai mantan peserta, ia mengaku optimistis Kota Jambi akan terus melahirkan generasi Qurani yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional melalui ajang FASI pada tahun-tahun mendatang.(*)




Kabar Baik! Santri Ponpes di Merangin Berpeluang Sekolah Gratis di Lampung

MERANGIN, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, membawa kabar menggembirakan bagi kalangan santri di Kabupaten Merangin.

Pemerintah daerah menyiapkan peluang beasiswa penuh bagi santri berprestasi dan kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA melalui program Sekolah Kebangsaan di Lampung.

Hal itu disampaikan M. Syukur saat menghadiri acara wisuda santriawan dan santriwati Angkatan ke-IX Pondok Pesantren Daarul Islah di Desa Buluran Panjang, Kecamatan Tabir, Senin (25/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Merangin dengan pemerintah pusat saat kunjungan ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Merangin, kata dia, mendapatkan kuota sebanyak 15 siswa untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Kebangsaan yang berada di Provinsi Lampung.

Program tersebut merupakan inisiasi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

“Saya prioritaskan anak-anak Merangin yang berprestasi dan benar-benar kurang mampu. Kalau ada santri dari Ponpes Daarul Islah memenuhi syarat, silakan diseleksi. Saya siapkan kuota khusus satu sampai dua orang dari sini,” ujar M. Syukur.

Selain menyampaikan peluang beasiswa, Bupati juga memastikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren di Merangin melalui program bantuan dana sebesar Rp100 juta untuk setiap pondok pesantren.

Menurutnya, bantuan tersebut tetap dilanjutkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan Islam dan peningkatan fasilitas pondok pesantren.

M. Syukur mengaku bangga melihat perkembangan Ponpes Daarul Islah yang dinilainya mengalami kemajuan pesat dibanding beberapa tahun lalu saat dirinya masih menjadi anggota DPD RI.

“Sekarang bangunannya sudah jauh lebih baik dan berkembang. Pemerintah daerah akan terus mendukung melalui berbagai program bantuan yang ada,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan motivasi kepada para santri agar tidak minder sebagai lulusan pesantren.

Ia menegaskan bahwa banyak tokoh nasional, pejabat, pengusaha hingga aparat TNI dan Polri yang lahir dari lingkungan pesantren.

“Jangan pernah berpikir lulusan pesantren tidak bisa sukses. Banyak pemimpin besar lahir dari pesantren. Yang penting tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” tegasnya.

Ia berharap para santri yang telah diwisuda mampu menjadi generasi tangguh, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan di era globalisasi.

Di akhir acara, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Ustaz Fahmi, beserta para dewan guru yang dinilai konsisten membina pendidikan agama dan karakter generasi muda di Kabupaten Merangin.(*)




Manasik Zakat PAUD di Kota Jambi, Cara Unik Tanamkan Empati Sejak Usia Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya membentuk generasi berkarakter terus digencarkan di Kota Jambi. Salah satu langkah inovatif dilakukan melalui kegiatan manasik zakat bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial sejak masa golden age anak.

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi awal agar anak-anak memahami makna berbagi dan pentingnya zakat dalam kehidupan bermasyarakat. Sejak dini, mereka dikenalkan bahwa dalam setiap rezeki yang dimiliki, terdapat hak orang lain yang membutuhkan.

Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan penguatan akademik.

Menurutnya, manasik zakat bukan sekadar pengenalan ibadah, melainkan proses membangun empati dan tanggung jawab sosial.

“Zakat memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa berbagi adalah bagian dari akhlak mulia,” ujarnya.

Ia menambahkan, usia dini merupakan fase emas pembentukan karakter. Nilai empati yang ditanamkan sejak kecil diyakini akan membentuk kesalehan sosial di masa depan.

Tak hanya itu, peran orang tua dan guru juga dinilai sangat krusial. Keteladanan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci agar nilai berbagi tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar dipraktikkan.

Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang terus dikembangkan di seluruh wilayah Kota Jambi.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan dapat diadopsi sebagai bagian dari penguatan kurikulum pendidikan karakter secara lebih luas.

Dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, manasik zakat di tingkat PAUD ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara sosial dan spiritual.(*)




Dari Manasik hingga Quran Lansia, Ini Konsep Baru Jambi Islamic Center

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan rencana besar pengelolaan Jambi Islamic Center agar kawasan tersebut benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Menurutnya, bangunan yang sudah tersedia saat ini tinggal dimaksimalkan fungsinya melalui pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan.

“Jambi Islamic Center ini tinggal kita gunakan dengan baik. Kami akan menyusun pengurusnya, nanti kita juga akan studi banding ke Islamic Center DKI Jakarta,” ujar Al Haris saat diwawancarai.

Salah satu rencana pengembangan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jambi adalah pembangunan miniatur Ka’bah.

Fasilitas tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai lokasi manasik haji dan umrah bagi masyarakat Jambi.

“Saya berharap ke depannya ada miniatur Ka’bah untuk orang manasik haji dan umrah di sini,” kata Al Haris.

Tak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, Jambi Islamic Center juga dirancang sebagai ruang produktif bagi masyarakat.Ke depan, akan tersedia ruangan khusus yang dapat digunakan untuk bekerja sekaligus menjadi pusat informasi terkait haji dan keagamaan.

Berbagai agenda kegiatan keislaman juga telah disiapkan untuk menghidupkan kawasan Islamic Center.

Di antaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) Imam Masjid, wisuda remaja masjid bersama BKPRMI, serta pelatihan pengelolaan bisnis masjid.

Selain itu, program pembinaan Al-Qur’an turut menjadi fokus, seperti Quran Lansia dan Quran Milenial.

Program ini menyasar anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu yang ingin memperbaiki dan memperlancar bacaan Al-Qur’an.

“Intinya kita ingin Islamic Center ini menjadi sebuah pendidikan non-kampus. Orang bisa belajar apa saja di sini, termasuk anak-anak yang belum bisa shalat,” jelasnya.

Saat ini, struktur kepengurusan Jambi Islamic Center masih dalam tahap penyusunan. Al Haris menargetkan pengelolaan Islamic Center sudah berjalan secara optimal pada tahun 2026.

“Struktur pengurusannya sedang diatur dan InsyaAllah tahun 2026 sudah berjalan,” tutupnya.(*)