Kabar Baik! Santri Ponpes di Merangin Berpeluang Sekolah Gratis di Lampung

MERANGIN, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, membawa kabar menggembirakan bagi kalangan santri di Kabupaten Merangin.

Pemerintah daerah menyiapkan peluang beasiswa penuh bagi santri berprestasi dan kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA melalui program Sekolah Kebangsaan di Lampung.

Hal itu disampaikan M. Syukur saat menghadiri acara wisuda santriawan dan santriwati Angkatan ke-IX Pondok Pesantren Daarul Islah di Desa Buluran Panjang, Kecamatan Tabir, Senin (25/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Merangin dengan pemerintah pusat saat kunjungan ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Merangin, kata dia, mendapatkan kuota sebanyak 15 siswa untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Kebangsaan yang berada di Provinsi Lampung.

Program tersebut merupakan inisiasi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

“Saya prioritaskan anak-anak Merangin yang berprestasi dan benar-benar kurang mampu. Kalau ada santri dari Ponpes Daarul Islah memenuhi syarat, silakan diseleksi. Saya siapkan kuota khusus satu sampai dua orang dari sini,” ujar M. Syukur.

Selain menyampaikan peluang beasiswa, Bupati juga memastikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren di Merangin melalui program bantuan dana sebesar Rp100 juta untuk setiap pondok pesantren.

Menurutnya, bantuan tersebut tetap dilanjutkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan Islam dan peningkatan fasilitas pondok pesantren.

M. Syukur mengaku bangga melihat perkembangan Ponpes Daarul Islah yang dinilainya mengalami kemajuan pesat dibanding beberapa tahun lalu saat dirinya masih menjadi anggota DPD RI.

“Sekarang bangunannya sudah jauh lebih baik dan berkembang. Pemerintah daerah akan terus mendukung melalui berbagai program bantuan yang ada,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan motivasi kepada para santri agar tidak minder sebagai lulusan pesantren.

Ia menegaskan bahwa banyak tokoh nasional, pejabat, pengusaha hingga aparat TNI dan Polri yang lahir dari lingkungan pesantren.

“Jangan pernah berpikir lulusan pesantren tidak bisa sukses. Banyak pemimpin besar lahir dari pesantren. Yang penting tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” tegasnya.

Ia berharap para santri yang telah diwisuda mampu menjadi generasi tangguh, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan di era globalisasi.

Di akhir acara, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Ustaz Fahmi, beserta para dewan guru yang dinilai konsisten membina pendidikan agama dan karakter generasi muda di Kabupaten Merangin.(*)




Wabup Kerinci Murison Tegaskan Pendidikan Berkualitas Harus Merata hingga Daerah Terpencil

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Kerinci, Murison, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mendorong pemerataan pendidikan yang berkualitas hingga ke wilayah terpencil.

Hal itu disampaikan Murison saat menjadi narasumber dalam program dialog publik “Jambi Bicara” yang disiarkan TVRI Jambi di Kota Jambi, Kamis (8/5/2026).

Dalam dialog bertema “Arah Pendidikan Merata dan Berkualitas” tersebut, Murison hadir bersama akademisi Hendra Sofyan, dengan dipandu presenter Muhamad Farisi.

Pada kesempatan itu, Murison menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah semata.

Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik, akses belajar yang merata, hingga kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan zaman menjadi aspek penting yang harus diperhatikan pemerintah daerah.

“Pendidikan adalah pondasi utama kemajuan daerah. Kami ingin memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan yang sama, baik di perkotaan maupun wilayah terpencil,” ujar Murison.

Ia menilai, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital yang terus berkembang pesat.

Karena itu, sekolah dituntut mampu mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter, kreativitas, dan daya saing.

Murison mengatakan Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui berbagai program strategis, mulai dari penguatan sarana dan prasarana sekolah, peningkatan kompetensi guru, hingga pengembangan metode pembelajaran yang lebih adaptif.

“Kita tidak cukup hanya membangun gedung sekolah. Yang lebih penting adalah membangun kualitas sumber daya manusianya. Guru harus terus berkembang dan siswa harus diberi ruang untuk berinovasi,” katanya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Sementara itu, akademisi Universitas Jambi, Hendra Sofyan, menyebut peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak agar mampu melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Dialog tersebut turut membahas sejumlah persoalan pendidikan di daerah, mulai dari pemerataan fasilitas belajar, transformasi digital pendidikan, hingga penguatan karakter generasi muda.

Di akhir dialog, Murison kembali menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama pembangunan daerah karena menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan Kabupaten Kerinci.

“Kalau kita ingin Kerinci maju, maka pendidikan harus menjadi prioritas utama. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(*)