Pemkab Bungo Jemput Peluang Sekolah Garuda, Siapkan Lahan 20 Hektare

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Bungo bergerak cepat menjemput peluang pembangunan Sekolah Garuda di wilayah berjuluk Bumi Langkah Serentak Limbay Seayun.

Langkah strategis ini ditandai dengan koordinasi intensif lintas instansi serta dukungan pihak swasta demi merealisasikan sekolah unggulan tersebut.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Pemkab Bungo telah menyiapkan proposal resmi.

Dalam waktu dekat, dokumen tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Program Sekolah Garuda diketahui hanya menyediakan kuota 20 sekolah di seluruh Indonesia.

Meski persaingan ketat, Pemkab Bungo optimistis karena sejumlah persyaratan utama telah dipenuhi, termasuk kesiapan lokasi dan dukungan lahan untuk pengembangan pendidikan dan riset.

Kepastian lokasi pembangunan diperkuat dengan hibah lahan seluas 20 hektare dari salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Bungo.

Lahan tersebut dinilai strategis dan representatif untuk pengembangan sekolah unggulan bertaraf nasional.

Sekretaris BPKAD Kabupaten Bungo, Marzuki, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Pendidikan telah turun langsung ke lapangan guna memastikan seluruh aspek administratif terpenuhi.

“Kami sudah melakukan pengukuran lahan yang sebelumnya telah dipatok. Dalam waktu dekat, proses penerbitan sertifikat akan segera dituntaskan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, Anna Lukita, menyebut lokasi yang diusulkan sangat strategis karena berada di tepi jalan lintas dan dekat dengan pusat kota.

Menurutnya, kawasan tersebut juga telah didukung berbagai fasilitas penunjang seperti SMK, Sekolah Rakyat, Mako Brimob, serta infrastruktur umum lainnya.

“Secara lokasi dan fasilitas pendukung, Insya Allah sudah sangat siap. Ini menjadi nilai tambah dalam pengajuan Sekolah Garuda,” jelas Anna.

Ia menambahkan, apabila disetujui, pengelolaan Sekolah Garuda akan langsung berada di bawah pemerintah pusat melalui kementerian terkait sehingga standar mutu pendidikan dan risetnya akan terjamin.

Langkah cepat Pemkab Bungo ini menjadi sinyal kuat keseriusan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta membuka akses sekolah unggulan bagi generasi muda di Kabupaten Bungo dan sekitarnya.(*)




Gubernur Jambi Harap Anak Muda Siap Bersinergi untuk Masa Depan Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas adalah aset utama pembangunan daerah, lebih penting daripada kekayaan sumber daya alam.

Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Simposium dan Expo Riset Pelajar Nurul Ilmi di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Sabtu (10/01).

Menurut Al Haris, keberadaan SDA akan sia-sia jika tidak dikelola oleh tangan-tangan yang terdidik, kreatif, dan inovatif.

Ia menekankan bahwa generasi muda Jambi harus menjadi motor penggerak pembangunan dan siap menghadapi tantangan global.

“Anak-anak Jambi inilah yang akan meneruskan perjuangan membangun daerah. SDM unggul harus menjadi prioritas utama, karena dari sinilah lahir pemimpin, inovator, dan penggerak ekonomi masa depan,” ujar Al Haris.

Sejalan dengan itu, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menambahkan bahwa kualitas SDM generasi muda adalah modal terbesar Kota Jambi.

Menurutnya, kemampuan anak-anak dalam berpikir kritis, menganalisis, dan menciptakan inovasi menjadi fondasi agar kota ini tidak hanya menjadi penonton di era global.

“Daerah yang tidak memiliki SDA melimpah harus bisa melompat lebih jauh melalui keunggulan SDM-nya. Kecintaan pada ilmu pengetahuan sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi kota ini,” ujar Maulana.

Sejauh ini, upaya peningkatan kualitas SDM mulai membuahkan hasil.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi kini mencapai 8,23 persen, tertinggi di Provinsi Jambi.

Namun Maulana menekankan bahwa angka ini harus diikuti dengan lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing.

Expo riset ini menampilkan berbagai proyek ilmiah siswa dari berbagai tingkatan, yang membuktikan bahwa pendidikan di Jambi mulai menekankan karakter, daya kritis, dan inovasi, bukan sekadar hafalan.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Wali Kota terhadap peran Yayasan Nurul Ilmi dalam menjaga mutu pendidikan.

“Investasi terbesar kota ini adalah anak-anaknya. Kegiatan seperti ini menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat inovasi di setiap generasi muda Jambi,” tambah Maulana.

Dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan kota, Gubernur Al Haris berharap anak-anak Jambi mampu menjadi generasi emas yang membawa pembangunan daerah lebih maju dan berdaya saing di kancah nasional maupun global.(*)




Program Beasiswa Guru UNAIR 2025 Dibuka, Fokus Tingkatkan Kompetensi SMP SMA SMK

SURABAYA, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Airlangga (UNAIR) meluncurkan Program Beasiswa Guru bagi pendidik SMP, SMA, dan SMK di Jawa Timur.

Program beasiswa ini dibuka bagi guru yang lolos seleksi mahasiswa baru jenjang magister mulai 14 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan menengah dengan memperkuat kompetensi guru melalui studi lanjut yang relevan.

Direktur Direktorat Pendidikan UNAIR, Dr Maftuchah Rochmanti, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan, karena kualitas pendidikan tinggi sangat dipengaruhi oleh mutu lulusan sekolah menengah.

“Tujuan utamanya memang meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan tinggi berasal dari sekolah menengah, sehingga kami berkontribusi memperkuat kualitas guru,” ujar Maftuchah.

Program beasiswa ini juga merupakan hasil koordinasi Rektor UNAIR dengan Gubernur Jawa Timur, sehingga prioritas diberikan bagi guru di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya dan sekitarnya.

Beasiswa ini tersedia untuk guru mata pelajaran yang sesuai dengan sembilan program studi magister UNAIR, yakni: Kimia, Biologi, Matematika, Sosiologi, Ilmu Kesehatan Olahraga, Ilmu Ekonomi, Sains Ekonomi Islam, Bioteknologi Perikanan dan Kelautan, serta Ilmu Perikanan.

Setiap program studi menyediakan kuota awal dua guru, dengan kemungkinan penambahan kuota di masa depan sesuai antusiasme peserta.

Fasilitas beasiswa mencakup bebas biaya registrasi, pembebasan UKT selama empat semester, dan biaya wisuda.

Maftuchah menekankan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah menengah, karena kualifikasi magister akan memperkuat kompetensi guru dalam menjalankan tugasnya di kelas.

“Kami berharap guru tetap dapat mengajar sambil menempuh studi magister, dengan izin kepala sekolah, hingga menyelesaikan studinya,” tambah Maftuchah.

UNAIR berharap program ini menjadi langkah awal memperluas kontribusi universitas dalam penguatan sumber daya manusia, khususnya sektor pendidikan menengah di Jawa Timur.(*)