Hesti Haris Tinjau MPLS PAUD CBC Jambi, Tekankan Deteksi Dini Anak Disleksia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bunda PAUD Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, S.E., menekankan pentingnya deteksi dini dan pendampingan yang tepat bagi anak dengan disleksia saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di PAUD Percontohan Binaan TP PKK Provinsi Jambi, Capacity Building Centre (CBC) Mawaddah Warrahmah, Selasa 21 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Hesti Haris didampingi Ketua Pokja PAUD Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman beserta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Jambi.

Sejak pukul 07.00 WIB, mereka menyambut anak-anak peserta didik baru yang sedang menjalani hari keenam MPLS dengan penuh kehangatan melalui sapaan, senyuman, serta pemberian stiker penyemangat.

Turut hadir mendampingi, Kepala PAUD/TK CBC Jambi Titin Sri Utami, M.Pd.

Usai kegiatan, Hesti Haris mengapresiasi dedikasi para tenaga pendidik di CBC Mawaddah Warrahmah yang dinilai konsisten memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak usia dini.

Menurutnya, pelaksanaan MPLS di lembaga tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan sekolah, tetapi dirancang sebagai proses pembentukan karakter dan pembiasaan perilaku positif sejak hari pertama anak memasuki lingkungan belajar.

“Di CBC Mawaddah Warrahmah, MPLS tidak hanya menjadi kegiatan selama dua minggu, tetapi dirancang sebagai proses pembiasaan yang berkelanjutan agar anak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Kami juga mengharapkan dukungan penuh dari orang tua dalam proses tersebut,” ujar Hesti Haris.

Soroti Pentingnya Pendampingan Anak Disleksia

Dalam kesempatan itu, Hesti Haris memberikan perhatian khusus terhadap layanan pendidikan inklusif yang diberikan CBC Mawaddah Warrahmah, terutama bagi anak-anak penyandang disleksia.

Ia menjelaskan, disleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan membaca, menulis, dan mengeja, namun tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan seseorang.

Menurut Hesti Haris, masih banyak orang tua yang belum memahami karakteristik anak dengan disleksia sehingga sering kali salah menilai kemampuan anak.

“Anak-anak dengan disleksia membutuhkan pendampingan yang benar dan tepat. Banyak orang tua belum memahami kondisi ini sehingga menganggap anaknya lambat belajar, padahal mereka memiliki tingkat kecerdasan yang baik dan hanya membutuhkan metode pembelajaran yang sesuai,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa tenaga pendidik di CBC Mawaddah Warrahmah memiliki kompetensi khusus dalam mendampingi anak dengan disleksia dan telah meraih prestasi di tingkat nasional.

Ajak Orang Tua Konsultasi dan Edukasi Disleksia

Hesti Haris berharap pemahaman masyarakat mengenai disleksia terus ditingkatkan agar semakin banyak orang tua mampu mendeteksi kondisi anak sejak dini.

Menurutnya, orang tua tidak harus menjadi peserta didik di CBC untuk mendapatkan informasi maupun berkonsultasi mengenai penanganan disleksia.

Ia juga mengungkapkan rencana menggandeng Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam kegiatan edukasi disleksia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan anak berkebutuhan khusus.

“Penanganan yang tepat sangat penting agar anak tidak menerima stigma negatif. Anak dengan disleksia bukan berarti tidak pintar, justru banyak di antara mereka memiliki potensi yang luar biasa jika mendapatkan pendampingan yang sesuai,” tegasnya.

Parenting Jadi Bagian dari MPLS

Sementara itu, Ketua Pokja PAUD Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman mengatakan pelaksanaan MPLS di CBC Mawaddah Warrahmah juga diisi dengan kegiatan parenting yang bekerja sama dengan BKKBN.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pola asuh yang tepat bagi anak usia dini.

“Melalui kegiatan parenting, kami berharap para orang tua memperoleh tambahan wawasan mengenai pola pengasuhan yang baik sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujarnya.

MPLS Jadi Awal Pembentukan Karakter

Kepala PAUD/TK CBC Jambi Titin Sri Utami, M.Pd., menjelaskan bahwa MPLS di CBC Mawaddah Warrahmah dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal membangun karakter peserta didik.

Selain pembiasaan perilaku positif, pihak sekolah juga melakukan assessment awal terhadap setiap anak untuk mengetahui kebutuhan belajar, termasuk mendeteksi anak berkebutuhan khusus sehingga dapat diberikan metode pembelajaran yang sesuai.

Melalui pendekatan tersebut, CBC Mawaddah Warrahmah berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang inklusif, ramah anak, dan mampu mengakomodasi kebutuhan belajar setiap peserta didik.(*)




Bunda PAUD Nadiyah Ajak Orang Tua Cegah Stunting Lewat Program Gentala

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus menyiapkan Generasi Emas 2045 kembali diperkuat melalui peluncuran program Gerakan Edukasi, Nutrisi, Tumbuh Kembang, dan Literasi Anak (Gentala) Kota Jambi Bahagia.

Program tersebut resmi diluncurkan oleh Bunda PAUD Kota Jambi, dr. Nadiyah, Sp.OG, di Taman Kongkow Kota Jambi, Kamis 4 Juni 2026, dengan melibatkan berbagai unsur pendidikan anak usia dini.

Peluncuran ini mengusung tema “Bersama Gentala Kota Jambi Bahagia Mewujudkan Anak Jambi yang Cerdas, Sehat, Literasi, Berkarakter, dan Bebas Stunting” sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih berkualitas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dinas Kesehatan Kota Jambi, Dinas Pendidikan, HIMPAUDI, IGTKI, para Bunda PAUD, guru PAUD, serta orang tua dan anak-anak PAUD dari berbagai wilayah di Kota Jambi.

Bunda PAUD Kota Jambi, Nadiyah, menegaskan bahwa program Gentala bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat kualitas tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga orang tua.

“Program ini adalah hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pokja Bunda PAUD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga perangkat daerah lainnya. Semua bergerak bersama untuk memastikan anak-anak Kota Jambi tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujar Nadiyah.

Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama Gentala adalah penguatan literasi anak melalui pendekatan yang menyenangkan seperti mendongeng dan storytelling, yang dapat meningkatkan kemampuan bahasa sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Selain literasi, aspek gizi juga menjadi perhatian utama dalam program ini.

Nadiyah mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi anak, terutama protein hewani yang mudah didapat dan bernilai gizi tinggi seperti ikan.

“Saya mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan asupan gizi anak. Ikan merupakan sumber protein hewani yang mudah dijangkau dan sangat baik untuk tumbuh kembang anak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penurunan angka stunting di Kota Jambi menjadi target penting dalam mendukung visi besar Generasi Emas 2045.

Dengan anak-anak yang sehat dan cerdas, diharapkan mereka dapat tumbuh tanpa hambatan kesehatan maupun perkembangan.

Selain peluncuran program, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan tumbuh kembang anak, cek kesehatan orang tua, penguatan literasi PAUD, parenting pencegahan stunting, serta kegiatan mendongeng dan story telling yang melibatkan anak-anak secara langsung.

Melalui program Gentala Kota Jambi Bahagia, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat memperkuat fondasi pendidikan dan kesehatan anak sejak dini sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa.(*)




Kabar Baik! Partisipasi PAUD Jambi Naik Drastis, 5 Sekolah Baru Segera Dibangun

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi segera membangun lima sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baru pada tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Rencana pembangunan ini disampaikan oleh Ketua Pembina Posyandu Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, saat membuka kegiatan sosialisasi Penguatan Kapasitas Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Aula Dinas Sosial Kota Jambi, Jumat (17/04/2026).

Menurut Nadiyah, peningkatan fasilitas pendidikan ini tidak lepas dari capaian positif Kota Jambi dalam meningkatkan angka partisipasi PAUD.

Dalam satu tahun terakhir, angka partisipasi melonjak signifikan dari 59 persen menjadi 88 persen.

“Alhamdulillah tahun ini kita akan mendapat bantuan pembangunan lima PAUD baru. Ke depan, kita targetkan setiap kecamatan memiliki PAUD negeri,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun kualitas generasi muda sejak dini.

Selain fokus pada pendidikan, Pemerintah Kota Jambi juga terus mendorong transformasi layanan masyarakat melalui program Posyandu 6 SPM.

Program ini mengintegrasikan berbagai layanan dasar, mulai dari kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, hingga sosial.

Sebanyak 68 kader Posyandu dari seluruh kelurahan di Kota Jambi turut mengikuti sosialisasi tersebut.

Mereka diberikan pemahaman mengenai peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

“Kader adalah perpanjangan tangan pemerintah di lapangan. Mereka harus mampu melihat kondisi nyata masyarakat dan membantu memberikan solusi secara berjenjang,” jelas Nadiyah.

Program Posyandu 6 SPM sendiri merupakan implementasi dari Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang mendorong Posyandu menjadi pusat layanan terpadu berbasis siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga lansia.

Melalui penguatan kapasitas kader dan pengembangan fasilitas pendidikan seperti PAUD, Pemerintah Kota Jambi menargetkan pelayanan kepada masyarakat semakin merata dan menyeluruh.

Ke depan, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.(*)




Manasik Zakat PAUD di Kota Jambi, Cara Unik Tanamkan Empati Sejak Usia Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya membentuk generasi berkarakter terus digencarkan di Kota Jambi. Salah satu langkah inovatif dilakukan melalui kegiatan manasik zakat bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial sejak masa golden age anak.

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi awal agar anak-anak memahami makna berbagi dan pentingnya zakat dalam kehidupan bermasyarakat. Sejak dini, mereka dikenalkan bahwa dalam setiap rezeki yang dimiliki, terdapat hak orang lain yang membutuhkan.

Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan penguatan akademik.

Menurutnya, manasik zakat bukan sekadar pengenalan ibadah, melainkan proses membangun empati dan tanggung jawab sosial.

“Zakat memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa berbagi adalah bagian dari akhlak mulia,” ujarnya.

Ia menambahkan, usia dini merupakan fase emas pembentukan karakter. Nilai empati yang ditanamkan sejak kecil diyakini akan membentuk kesalehan sosial di masa depan.

Tak hanya itu, peran orang tua dan guru juga dinilai sangat krusial. Keteladanan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci agar nilai berbagi tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar dipraktikkan.

Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang terus dikembangkan di seluruh wilayah Kota Jambi.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan dapat diadopsi sebagai bagian dari penguatan kurikulum pendidikan karakter secara lebih luas.

Dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, manasik zakat di tingkat PAUD ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara sosial dan spiritual.(*)




Main HP Maksimal Satu Jam! Ini Pesan Tegas Bunda PAUD Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Fenomena anak usia dini yang semakin bergantung pada gawai menjadi perhatian serius Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG.

Ia mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak bermain gadget terlalu lama karena dapat berdampak pada kesehatan mata, perkembangan otak, hingga kemampuan bersosialisasi.

Imbauan tersebut disampaikan Nadiyah saat membuka Lomba Egrang Batok Tingkat PAUD se-Kota Jambi Tahun 2026 yang digelar di kawasan wisata Kampoeng Radja, Sabtu pagi (17/01/2026).

“Anak-anak boleh bermain gadget, tetapi harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari satu jam. Jika berlebihan, bisa berdampak pada kesehatan mata dan menghambat perkembangan otak serta interaksi sosial anak,” tegas Nadiyah di hadapan orang tua dan pendamping peserta.

Menurutnya, kebiasaan bermain gadget tanpa kontrol berpotensi menurunkan aktivitas fisik anak, memicu ketergantungan, serta mengurangi kemampuan motorik dan emosional yang seharusnya berkembang optimal di usia dini.

Sebagai alternatif, Bunda PAUD Kota Jambi mendorong orang tua untuk kembali mengenalkan permainan tradisional yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat nilai edukatif.

Salah satunya melalui lomba egrang batok yang melibatkan ratusan anak PAUD dari berbagai kecamatan di Kota Jambi.

“Permainan tradisional seperti egrang batok mampu melatih keseimbangan, keberanian, koordinasi gerak, dan rasa percaya diri anak. Ini juga mengajarkan anak bersabar, mengikuti aturan, dan bersosialisasi dengan teman sebaya,” ujarnya.

Lomba egrang batok tersebut diikuti oleh perwakilan PAUD dari Kecamatan Kota Baru, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pasar.

Anak-anak tampak antusias mengikuti perlombaan yang memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi, didampingi oleh guru dan orang tua masing-masing.

Nadiyah juga mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan perlombaan sebagai ajang ambisi pribadi.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini harus tetap berorientasi pada kegembiraan anak.

“Jangan sampai orang tua justru lebih kompetitif dari anaknya. Biarkan anak berekspresi dengan senang. Target utama kita bukan menang, tapi pengalaman yang menyenangkan dan membentuk karakter positif,” pesannya.

Lebih lanjut, Bunda PAUD Kota Jambi menyebut bahwa permainan tradisional dapat menstimulasi berbagai kecerdasan anak, mulai dari kinestetik, spasial, hingga interpersonal, sekaligus memperkuat nilai budaya lokal.

Dalam kesempatan itu, Nadiyah juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Kota Jambi, khususnya melalui pengembangan PAUD negeri.

“Saat ini Kota Jambi telah memiliki lima PAUD negeri dari sebelas kecamatan. Masih ada enam kecamatan lagi yang akan kita dorong agar memiliki PAUD negeri sebagai bagian dari legacy jangka panjang pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, menyatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan prinsip pembelajaran PAUD, yakni belajar melalui bermain.

“Anak-anak saat ini adalah generasi alfa yang tumbuh di era digital. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan permainan tradisional, mereka berisiko mengalami ketergantungan gadget. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk perkembangan holistik anak,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya keseimbangan antara teknologi dan aktivitas fisik, sekaligus membentuk generasi anak yang sehat, ceria, berkarakter, dan berbudaya.(*)




Lomba Egrang Batok PAUD Kota Jambi, Solusi Sehat Kurangi Ketergantungan Gadget

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya menghadirkan ruang bermain edukatif bagi anak usia dini terus diperkuat Pemerintah Kota Jambi.

Melalui peran aktif Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, lomba permainan tradisional Egrang Batok tingkat PAUD se-Kota Jambi resmi digelar sebagai sarana stimulasi motorik sekaligus pembentukan karakter anak sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Kampoeng Radja, Sabtu pagi (17/01/2026), tersebut diikuti ratusan anak PAUD dari berbagai kecamatan, seperti Kota Baru, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pasar.

Dengan penuh antusias, para peserta didampingi guru serta orang tua untuk memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Nadiyah menyampaikan bahwa lomba egrang batok bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan media pembelajaran yang menyenangkan dan sarat nilai edukatif.

“Permainan tradisional seperti egrang batok memberi manfaat besar bagi anak-anak. Mereka belajar keseimbangan, keberanian, sportivitas, serta kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya,” ujar Nadiyah.

Menurutnya, pendekatan belajar melalui bermain sangat penting diterapkan pada pendidikan anak usia dini agar proses tumbuh kembang berlangsung optimal tanpa tekanan.

Ia juga mengingatkan orang tua dan pendamping agar tidak terlalu menuntut hasil.

“Biarkan anak-anak bermain dengan gembira. Jangan ada target berlebihan. Yang terpenting adalah pengalaman positif dan memori bahagia yang akan mereka bawa sampai dewasa,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kota Jambi turut menyoroti tantangan era digital, khususnya meningkatnya ketergantungan anak terhadap gawai.

Ia mengajak orang tua untuk lebih bijak dalam mengatur waktu penggunaan gadget.

“Bermain gadget boleh, tapi harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari satu jam. Permainan tradisional bisa menjadi alternatif sehat untuk menyeimbangkan perkembangan fisik dan mental anak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa permainan egrang batok mampu menstimulasi berbagai kecerdasan anak, mulai dari kinestetik, spasial, hingga interpersonal, sekaligus menanamkan nilai kesabaran, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan.

Lebih lanjut, Nadiyah juga menyampaikan komitmennya dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Kota Jambi, khususnya melalui pengembangan PAUD negeri.

“Saat ini sudah ada lima PAUD negeri dari sebelas kecamatan. Masih ada enam kecamatan yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Harapannya, ke depan setiap kecamatan memiliki minimal satu PAUD negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, menilai lomba egrang batok sangat sejalan dengan prinsip dasar PAUD, yakni belajar sambil bermain.

“Anak-anak sekarang adalah generasi alfa. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial, mereka rentan mengalami ketergantungan gadget. Kegiatan seperti ini mendukung perkembangan holistik anak,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Bunda PAUD Kota Jambi yang dinilainya konsisten mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, baik dari sisi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam rangka melestarikan permainan tradisional, menanamkan nilai karakter, serta mendukung terwujudnya generasi anak Kota Jambi yang sehat, ceria, berakhlak, dan berprestasi sejak usia dini.(*)




Ingat Ya! Bunda PAUD Kota Jambi Ingatkan Pentingnya Metode Belajar yang Menyenangkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua PAUD Kota Jambi, dr Nadiyah Maulana, menegaskan pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan dalam pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, anak-anak PAUD tidak boleh dibebani sistem pembelajaran yang terlalu kaku dan menekan.

Pernyataan ini disampaikan dr Nadia saat menghadiri kegiatan peningkatan mutu layanan PAUD, Senin (13/10/2025).

Ia mengingatkan bahwa semangat anak-anak dalam belajar sangat bergantung pada pendekatan yang digunakan oleh para pendidik dan lembaga PAUD.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Buka Workshop PAUD dan Dorong Digitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini

Baca juga:  Bunda PAUD Kota Jambi: STEM Harus Diajarkan dengan Cara Menyenangkan Sejak Usia Dini

“Kalau anak-anak PAUD sudah tidak semangat lagi, nanti pejuang-pejuang swasta yang menjalankan PAUD juga akan menurun. Ini yang harus kita jaga,” ujar dr Nadiyah.

Ia juga menyinggung bahwa, sering kali orang tua merasa stres karena anaknya tertekan dengan sistem belajar yang terlalu berat di usia dini.

Padahal, lanjutnya, pendidikan PAUD seharusnya menjadi fase pengenalan belajar yang menyenangkan, bukan beban.

“Banyak orang tua bilang, anaknya bisa baca di PAUD tapi caranya menyenangkan. Tapi saat ikut bimbel atau sistem drill, pulang-pulang anaknya kusut dan menangis. Itu yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Baca juga:  Ratusan Siswa PAUD dan SD Ikuti Lomba Mewarnai, LAM Gelar Kegiatan Spesial Peringati Hari Anak 2025

Baca juga:  Nadiyah Maulana : PKK dan Bunda PAUD Ujung Tombak Ciptakan Generasi Tangguh

dr Nadiyah mengajak seluruh penyelenggara PAUD, khususnya swasta, untuk bersama-sama mencari cara inovatif agar proses belajar tetap berkualitas namun tidak menghilangkan unsur keceriaan anak-anak.

“Ini tantangan bagi kita semua, terutama para ibu dan penyelenggara PAUD. Kita harus terus berupaya agar anak tetap belajar dengan senang. Pemerintah belum bisa hadir 100 persen, jadi kita sebagai pejuang PAUD swasta harus terus semangat,” tutupnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat penting bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar mengejar capaian akademik.

Namun bagaimana anak dapat tumbuh dengan karakter, kebahagiaan, dan semangat belajar yang positif sejak dini.(*)




Wali Kota Jambi Buka Workshop PAUD dan Dorong Digitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr Maulana, secara resmi membuka Workshop Peningkatan Mutu Layanan PAUD di Era Digital dan Menyongsong Wajib Belajar 13 Tahun yang digelar di Aula Griya Mayang, Kota Jambi, pada Senin (13/10).

Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta dari yayasan pendidikan dan sekolah mitra PAUD se-Kota Jambi.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Ketua DPC PP PAUD, serta Bunda PAUD Kota Jambi.

Dalam sambutannya, dr Maulana menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan anak usia dini, tanpa melupakan nilai karakter dan interaksi sosial.

Baca juga:  Wali Kota Maulana Tinjau Rencana Pembangunan Kolam Retensi dan Wisata Air Griya Lingga Permai

Baca juga:  Pelangsir BBM Bersubsidi Bisa Langsung Ditindak, Ini Warning Walikota Jambi!

“Digitalisasi harus menjadi sarana pembelajaran positif, tapi jangan sampai menghilangkan proses bermain, berinteraksi, dan membentuk karakter anak,” ujar Maulana.

Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, juga mendorong seluruh guru PAUD, khususnya dari lembaga swasta, untuk terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari perlindungan sosial tenaga pendidik.

Selain itu, Pemkot menargetkan peningkatan status lembaga PAUD di seluruh kecamatan menjadi PAUD Negeri. Saat ini baru lima dari sebelas kecamatan yang sudah memiliki PAUD Negeri.

“Kami terus dorong agar setiap kecamatan memiliki minimal satu PAUD Negeri untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini,” kata Maulana.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Bunda PAUD Kota Jambi atas pemberian beasiswa pendidikan kepada 20 guru PAUD yang belum bergelar sarjana, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Jaelani, dalam sambutannya menambahkan bahwa, pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama pembentukan karakter dan mental generasi muda.

Ia menekankan perlunya kerja sama, antara pemerintah, yayasan, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam menyukseskan program PAUD dan Wajib Belajar 13 Tahun.

Ketua DPC PP PAUD Kota Jambi juga menyoroti pentingnya menyatukan visi dan misi dalam penguatan pendidikan karakter sejak dini.

Menurutnya, masa usia dini adalah masa emas yang tidak dapat terulang, sehingga penanaman nilai-nilai sejak awal sangat menentukan masa depan anak.(*)