GSM Ramadan 2026, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi Dorong Literasi Al-Qur’an

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sukses menggelar puncak kegiatan Gerakan Sekolah Mengaji (GSM) Ramadan 1447 H / 2026 M, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini ditandai dengan khataman Al-Qur’an 30 Juz secara serentak yang diikuti ribuan siswa dari PAUD, SD, hingga SMP di seluruh wilayah Muaro Jambi.

Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir hadir mewakili Bupati Dr. Bambang Bayu Suseno untuk memberikan apresiasi sekaligus menutup rangkaian kegiatan spiritual Ramadan.

Acara juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi, perwakilan Baznas, pengurus PGRI, kepala sekolah, guru, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya Gerakan Sekolah Mengaji sebagai benteng moral dan spiritual generasi muda.

“Pendidikan tidak boleh hanya fokus pada kecerdasan intelektual. Anak-anak kita harus memiliki fondasi spiritual yang kuat, akhlak mulia, dan karakter kokoh melalui nilai-nilai Qur’ani,” tegas Junaidi H. Mahir.

Kegiatan mengaji di sekolah selama Ramadan bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an dan menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap kitab suci sejak dini.

Suasana khidmat menyelimuti prosesi khataman, dan Wakil Bupati berpesan agar Al-Qur’an menjadi pedoman hidup sehari-hari, tidak hanya terbatas pada bulan Ramadan.

“Khataman hari ini bukanlah akhir, melainkan awal komitmen untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam bersikap kepada orang tua, menghormati guru, dan berbuat baik kepada sesama,” tambahnya.

Selain fokus pada siswa, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi juga memberikan penghargaan kepada guru, pengawas, dan tenaga kependidikan atas perannya dalam membimbing moral dan iman generasi penerus.

Pemerintah daerah berharap Gerakan Sekolah Mengaji dapat menjadi budaya positif yang berkelanjutan dan melahirkan generasi cerdas, beriman, dan berbudi pekerti luhur.(*)




Wakil Wali Kota Jambi Dukung FASI, Wadah Pembinaan Akhlak dan Ukhuwah Islamiah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha secara resmi melepas Kafilah Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) ke-XXII Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2025, Rabu (29/10/2025).

Acara pelepasan berlangsung di Ballroom Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, dan dihadiri jajaran Kementerian Agama (Kemenag), Pemerintah Kota Jambi, serta para peserta dan pendamping FASI.

Ketua pelaksana menyampaikan, pelaksanaan FASI ke-XXII mengacu pada SK Wali Kota Jambi Nomor 775 Tahun 2025 tentang pembentukan panitia pelaksana, pengawas, dewan hakim, dan kafilah Kota Jambi.
Tahun ini, kontingen Kota Jambi berjumlah 63 orang, terdiri dari 38 peserta dan 25 pendamping.

Festival Anak Saleh Indonesia ke-XXII akan digelar pada 31 Oktober–2 November 2025 di area perkantoran Wali Kota Jambi.

Terdapat 12 cabang lomba yang dipertandingkan, di antaranya azan, kaligrafi, ceramah, tilawah Al-Qur’an, dan cerdas cermat Al-Qur’an. Peserta dibagi dalam tiga kategori usia: TKA (maks. 7 tahun), TPA (maks. 12 tahun), dan TQA (maks. 15 tahun).

Sekretaris DPD BKPMI Kota Jambi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi atas dukungan dan fasilitasi terhadap pelaksanaan FASI di berbagai tingkatan.

Pada FASI nasional 2024, Provinsi Jambi berhasil menembus 10 besar nasional, dengan lima finalis berasal dari Kota Jambi.

BKPMI juga menjalankan berbagai program sosial seperti Gerakan Berantas Buta Aksara (Geprak) dan BKPMI Peduli Masjid, yang fokus pada kegiatan kebersihan dan perbaikan sarana ibadah.

Ia optimistis Kota Jambi mampu mempertahankan gelar Juara Umum yang telah diraih tiga kali berturut-turut.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menekankan bahwa FASI merupakan wadah penting dalam membina ukhuwah islamiah dan meningkatkan pendidikan keagamaan anak-anak sejak dini.

“Festival Anak Saleh Indonesia bukan hanya ajang lomba, tapi juga sarana membentuk generasi bangsa yang tangguh, beretika, dan berakhlak mulia serta memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan Hadis,” ujarnya.

Diza juga mengingatkan peserta agar tidak sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman spiritual berharga.

“Kemenangan itu penting, tapi menjaga akhlak jauh lebih penting. Jadikan pengalaman ini bagian dari perjalanan hidup menuju pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Ia berharap FASI menjadi momentum untuk memperkuat semangat keislaman, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.(*)