Pembunuhan di Sarolangun Gegerkan Warga, Polisi Amankan Pelaku Kurang dari Dua Jam! Ini Motifnya

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kecepatan reaksi jajaran Polres Sarolangun patut diapresiasi. Kurang dari dua jam pascakejadian pembunuhan yang menggegerkan warga, pelaku berinisial A (43) berhasil diringkus polisi, Selasa malam (17/3/2026).

Peristiwa berdarah terjadi sekitar pukul 21.05 WIB di Jalan Lintas Sumatera, depan SD 107 Desa Panti, Kecamatan Sarolangun.

Korban, Nasrizal (45), warga Desa Sungai Abang, meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut.

Informasi awal menyebutkan, tragedi ini dipicu oleh dugaan perselingkuhan.

Pelaku memergoki istrinya berada bersama korban di lokasi kejadian, yang kemudian memicu adu mulut hingga berujung perkelahian.

Dalam kondisi emosi, pelaku menghunus pisau dan menikam korban.

Korban sempat berlari untuk menyelamatkan diri, namun jatuh tak sadarkan diri dan langsung dilarikan warga ke fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dirujuk ke RS Golden Sarolangun, namun nyawanya tidak tertolong.

Tim Opsnal Polres Sarolangun langsung bergerak cepat. Kurang dari dua jam, sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku berhasil diamankan di wilayah Desa Tanjung, Kecamatan Bathin VIII.

Penangkapan dibantu oleh sikap kooperatif keluarga pelaku yang menyerahkan A kepada polisi.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain bilah pisau beserta sarungnya dan pakaian korban saat kejadian.

Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kesigapan aparat dan kerja sama dengan masyarakat.

“Kurang dari dua jam pelaku berhasil diamankan. Ini berkat kerja cepat anggota dan dukungan masyarakat. Kami berkomitmen memberikan rasa aman,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Yosua Adrian, menyebut motif sementara diduga karena emosi sesaat. Pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi masih terus dilakukan untuk mengungkap kronologi lebih detail.(*)




Penganiaya Rafi Diamankan Polres Kerinci! Begini Kronologi Penangkapannya

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci berhasil menangkap terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang remaja di Desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, hanya beberapa jam setelah kejadian.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Kerinci yang bergerak cepat berdasarkan laporan masyarakat.

Korban, Rafi (18), meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan pada Minggu (25/01/2026).

Berdasarkan informasi awal, terduga pelaku, Shofyan Syahputra (21), diduga melarikan diri ke wilayah Danau Kerinci.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Tim Opsnal menemukan Shofyan sedang beristirahat di tepi jalan Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci.

Tanpa perlawanan berarti, pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polres Kerinci untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tim kami bergerak cepat berdasarkan informasi masyarakat dan hasil penyelidikan. Terduga pelaku sudah diamankan, dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif di balik penganiayaan ini,” kata Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetiawan.

Mengenai penyebab kematian korban, hasil visum luar tidak menunjukkan bekas kekerasan.

Untuk memastikan penyebab pasti, polisi akan melakukan otopsi dengan koordinasi dokter forensik dari RSUP M. Jamil, Padang, Sumatera Barat, yang telah disetujui keluarga korban.

Polres Kerinci menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk kriminalitas yang mengancam keamanan masyarakat, serta menghimbau warga untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.(*)