Hadiri Muskomwil FKKMI, Diza Dorong Gen Z Bangun Usaha Berkelanjutan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menegaskan pentingnya sinergi dan semangat kolektif dalam membangun kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Musyawarah Komunikasi Wilayah (Muskomwil) dan Jumpa Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Akbar BPW 1 Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) Sumatera Bagian Pertama (Sumbagtama), Sabtu (17/01/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Peradaban Kewirausahaan Menuju BPW 1 FKKMI Sumbagtama Berkemajuan” tersebut berlangsung di Aula BPSDMD Provinsi Jambi dan dihadiri sejumlah tokoh penting.

Di antaranya Ketua BPD HIPMI Jambi Fadhillah Hasrul, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Jambi Hendra Saputra, Camat Kota Baru Hendry Asmy Saputra, serta perwakilan koperasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Sumatera.

Dalam pemaparannya, Diza menekankan bahwa koperasi, khususnya koperasi mahasiswa, tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, melainkan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Esensi berkoperasi itu adalah kebermanfaatan. Bukan hanya untuk anggota, tapi juga harus memberi kontribusi sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitar,” ujar Diza.

Ia mengingatkan bahwa koperasi telah memiliki landasan hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang hingga kini masih relevan.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program pendukung agar koperasi, termasuk KOPMA, dapat berkembang secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Diza menjelaskan bahwa Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa yang minim sumber daya alam harus mengandalkan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, Pemkot Jambi mendorong lahirnya wirausaha baru melalui berbagai program unggulan.

“Kami punya Balai Latihan Kerja Tematik atau Balikat, yang memberikan pelatihan kewirausahaan sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, ada program Banharkat, Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat, dengan bunga rendah hanya 3 persen per tahun bagi warga ber-KTP Kota Jambi,” jelasnya.

Program tersebut, kata Diza, diharapkan mampu menjadi jembatan bagi generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk memulai dan mengembangkan usaha secara berkelompok dengan prinsip gotong royong.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Jambi, Fadhillah Hasrul, menyoroti potensi besar generasi Z di dunia usaha.

Berdasarkan riset, kata dia, minat Gen Z untuk berwirausaha cukup tinggi, namun tingkat keberhasilannya masih relatif rendah.

“Dari sekitar 66 persen Gen Z yang tertarik menjadi pengusaha, hanya 1,7 persen yang benar-benar berhasil. Ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan ekosistem bisnis yang sehat,” ujarnya.

Ia berharap forum seperti Muskomwil dan Jumpa KOPMA Akbar dapat menjadi ruang kolaborasi agar mahasiswa mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan berdampak luas.(*)




Walikota Maulana Kunjungi Pekanbaru, Bawa Pulang Konsep Pengelolaan Sampah dan PAD

PEKANBARU, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat upaya perbaikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Pekanbaru, Sabtu (17/01/2026), guna bertukar gagasan dan praktik terbaik antar daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Maulana bersama jajaran pejabat Pemkot Jambi disambut langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, S.E., M.M., di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru.

Pertemuan itu dimanfaatkan untuk diskusi mendalam terkait pengelolaan pemerintahan, pelayanan publik, hingga strategi peningkatan pendapatan daerah.

Maulana menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan banyak referensi yang relevan untuk diterapkan di Kota Jambi, terutama dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan terkecil.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama Pemkot Jambi ke depan.

“Tahun ini Pemkot Jambi akan menerapkan Program Kampung Bahagia di seluruh RT. Salah satu prioritasnya adalah pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan, Kota Pekanbaru telah menjalankan sistem pengelolaan sampah melalui program Lembaga Pengelola Sampah (LPS).

Di mana setiap rumah tangga memiliki tanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing. Pola ini dinilai sejalan dengan konsep Kampung Bahagia yang akan diterapkan di Jambi.

“Pengangkutan dilakukan dari rumah ke rumah sehingga tidak ada lagi TPS liar. Selain lebih tertata, sampah juga bisa memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Tak hanya membahas persoalan persampahan, kunjungan kerja ini juga menghasilkan kerja sama strategis di bidang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemkot Jambi, kata Maulana, akan mendapatkan hibah sistem perizinan bangunan berbasis aplikasi dari Pemkot Pekanbaru.

“Sistem perizinan ini memungkinkan proses Perizinan Pembangunan Gedung diselesaikan hanya dalam waktu dua jam. Aplikasinya akan diberikan secara gratis dan direplikasi di Kota Jambi, dengan harapan mampu mendorong peningkatan PAD,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyambut positif kunjungan Pemkot Jambi dan menyatakan ketertarikannya untuk melakukan kunjungan balasan.

Ia menilai banyak program Pemkot Jambi yang sejalan dan bisa saling dipelajari.

“Dari diskusi yang berlangsung, banyak hal yang justru ingin kami pelajari dari Kota Jambi, baik soal tata kelola pemerintahan, peningkatan PAD, hingga pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis,” singkat Agung.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antar pemerintah daerah serta mempercepat lahirnya kebijakan inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.(*)




Terus Berjalan! di Momen Ini, Walikota Maulana Paparkan Capaian Program Kota Jambi Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memanfaatkan momentum peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M untuk memaparkan sejumlah program unggulan Pemkot Jambi yang telah berjalan selama 10 bulan terakhir.

Peringatan ini digelar Kamis malam (15/01/2026) di Masjid Raya Magatsari Pasar Jambi, bekerja sama dengan Badan Pengurus Masjid (BPM) setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana menyoroti program Kartu Bahagia, yang memberikan bantuan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial bagi warga kurang mampu.

Ia menekankan bahwa tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat kurang mampu untuk mengakses layanan kesehatan dan pendidikan, termasuk jaminan bebas pungutan di sekolah negeri.

Selain itu, Pemkot Jambi juga tengah mempersiapkan Sekolah Rakyat, sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sebagai upaya memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak.

“Dalam 10 bulan kepemimpinan kami, berbagai program sudah berjalan. Kartu Bahagia memastikan warga tidak terhambat kesehatan dan pendidikan, sementara Sekolah Rakyat menjadi solusi pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu,” ujar Maulana.

Ia menekankan bahwa semua program tersebut bertujuan mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia bagi seluruh warganya.

Selain paparan program, peringatan Isra’ Mi’raj ini juga diisi kegiatan keagamaan, termasuk santunan kepada anak-anak yatim di sekitar Masjid Raya Magatsari.

Santunan diserahkan langsung oleh Wali Kota Maulana sebagai simbol kepedulian sosial pemerintah kota.

Ceramah agama disampaikan oleh H. Abdullah Firdaus, Lc., MA., Ph.D., yang mengingatkan jamaah tentang pentingnya salat lima waktu sebagai sumber ketenangan dan pedoman hidup.

“Mereka yang menunaikan salat memiliki corak hidup berbeda. Rasulullah SAW menekankan untuk memperbanyak dan memperbaiki kualitas salat sebagai jalan menuju kesejahteraan dan ketenangan hidup,” ujarnya.

Maulana juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan kerukunan di Kota Jambi, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai fondasi membangun masyarakat yang sejahtera.

“Momentum Isra’ Mi’raj ini mari kita jadikan refleksi iman sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Dengan keimanan dan program nyata, Kota Jambi akan terus menjadi kota aman, nyaman, dan bahagia,” tegasnya.

Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat silaturahmi antarumat Muslim.

Sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Jambi dalam menjalankan program sosial dan pendidikan bagi warganya.(*)




Rakor Satgas MBG Kota Jambi, Walikota Maulana Bidik 274 Ribu Penerima Manfaat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, memimpin langsung Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Jambi yang digelar di Aula Bappeda Kota Jambi, Rabu (15/1).

Rapat ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Jambi untuk mempercepat pelaksanaan program strategis nasional tersebut agar berjalan efektif dan tepat sasaran di tingkat daerah.

Dalam arahannya, Maulana menegaskan bahwa rakor ini merupakan inisiatif langsung kepala daerah untuk memperkuat komunikasi lintas sektor, mengingat pelaksanaan MBG melibatkan banyak pihak dan memiliki tantangan yang cukup kompleks di lapangan.

“Hari ini saya menginisiasi rapat koordinasi percepatan MBG di Kota Jambi. Kita mempertemukan seluruh stakeholder yang terlibat langsung di lapangan agar komunikasi lebih intens, terarah, dan permasalahan bisa diselesaikan bersama,” ujar Maulana.

Rakor ini dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), koordinator wilayah, SPPI, SPPG, mitra investor, hingga distributor bahan pokok.

Selain itu, dibahas pula peran tenaga kerja di setiap dapur SPPG yang rata-rata melibatkan sekitar 47 orang, termasuk rantai distribusi pangan yang menopang keberlangsungan program MBG.

Maulana menekankan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada kesiapan bahan pokok dan stabilitas pasokan. Jika hal ini tidak dikelola dengan baik, dikhawatirkan dapat berdampak pada inflasi dan ketersediaan kebutuhan pokok di pasar.

“Kalau bahan pokok tidak siap, bisa memicu inflasi. Pasar kekurangan bahan, masyarakat terdampak. Karena itu, semua aspek mulai dari SOP, filosofi program, hingga kondisi riil di lapangan kita bahas secara menyeluruh,” jelasnya.

Pemkot Jambi juga membuka ruang lahirnya kebijakan berbasis kearifan lokal, yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.

Maulana bahkan menyebut, kebijakan daerah tersebut berpotensi menjadi referensi bagi kebijakan nasional di kemudian hari.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan memfasilitasi pembentukan kelompok kerja kecil sesuai dengan isu yang dihadapi, seperti ketersediaan bahan pangan, regulasi, hingga koordinasi dengan RT, lurah, dan unsur masyarakat lainnya.

Aspek lingkungan, termasuk pengelolaan limbah dan sampah dari operasional dapur MBG, turut menjadi perhatian utama.

“Target kita Juni nanti, dapur MBG yang aktif meningkat dari 38 menjadi 74 dapur. Jumlah penerima manfaat juga kita dorong dari 94 ribu menjadi 274 ribu orang, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil,” tegas Maulana.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Elviana, mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Jambi dalam mengawal program MBG di daerah.

Menurutnya, meskipun MBG merupakan program pemerintah pusat, dampaknya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.

“Program pusat dijalankan di daerah, dan kepala daerah memang harus hadir memastikan semuanya berjalan baik. Apa yang dibahas hari ini sangat penting untuk keberhasilan MBG,” ujar Elviana.

Ia menambahkan, berbagai masukan dari rakor tersebut akan menjadi bahan yang akan ia sampaikan langsung kepada Kepala BGN dalam pertemuan selanjutnya.

“Kita berharap Juni 2026 nanti seluruh dapur MBG di Kota Jambi bisa berjalan tanpa kendala. Itu harapan kita bersama,” pungkasnya.(*)




Walikota Maulana Dorong Digitalisasi Pendapatan Daerah! Dari Sektor Perhotelan dan Kuliner

MALANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Malang.

Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, di Balai Kota Malang, Senin (12/01/2026).

Kerja sama ini dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian antara BPPRD Kota Jambi dan Bapenda Kota Malang terkait replikasi Aplikasi Persada dan Vesop Kota Malang.

Kepala BPPRD Kota Jambi, Dr. H. Ardi, SP, M.Si., bersama Kepala Bapenda Kota Malang, Moh. Sulthon, S.Sos, M.M., menyepakati implementasi aplikasi ini di Kota Jambi.

Wali Kota Maulana menjelaskan, aplikasi Persada merupakan sistem digital untuk mendukung optimalisasi pendapatan daerah, khususnya dari sektor perhotelan dan kuliner.

“Kota Jambi dan Kota Malang memiliki karakteristik serupa sebagai kota perdagangan dan jasa. Dengan adopsi aplikasi Persada, kami optimis PAD Kota Jambi dapat meningkat,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Jambi juga meninjau potensi kolaborasi program sosial berbasis masyarakat, termasuk pengembangan program Kampung Bahagia.

Program ini diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Kota Jambi, seiring dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintah berbasis teknologi.

Wali Kota Maulana didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp. OG, dan jajaran terkait, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Jambi untuk mewujudkan pemerintahan yang efisien, transparan, dan akuntabel.(*)




Manajer FC Koja Diza Hazra Aljosha Incar Gelar Juara Gubernur Cup 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Manajer Football Club Kota Jambi (FC Koja), Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menegaskan bahwa timnya menargetkan gelar juara umum dalam Kejuaraan Gubernur Cup 2026.

Target tersebut ditetapkan setelah melalui proses seleksi pemain yang ketat dan persiapan tim yang matang menjelang turnamen bergengsi tingkat Provinsi Jambi tersebut.

“Target kita jelas, juara umum. Sejak awal kami melakukan seleksi ketat terhadap para pemain. Mereka yang lolos seleksi kemudian ditempa dengan latihan intensif bersama pelatih yang berpengalaman,” ujar Diza.

Diza menjelaskan, FC Koja ditangani oleh pelatih berkualitas yang memiliki rekam jejak nasional.

Pelatih kepala FC Koja merupakan mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Saktiawan Sinaga, yang diharapkan mampu membawa strategi dan mental juara bagi tim Kota Jambi.

Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab para pemain karena membawa nama baik Kota Jambi dalam setiap pertandingan.

Menurutnya, kemenangan di setiap laga menjadi tujuan utama demi mengharumkan daerah.

“Kami berharap para pemain bisa memenangkan setiap pertandingan karena mereka membawa nama Kota Jambi. Jika berhasil menjadi juara umum, tentu akan ada apresiasi yang diberikan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Diza Hazra Aljosha yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jambi dalam acara peluncuran logo dan jersey terbaru FC Koja yang digelar pada Kamis malam (8/1/2026) di Teanol Jelutung.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., turut memberikan dukungan penuh dan motivasi kepada seluruh pemain serta jajaran pelatih FC Koja.

Ia menyatakan optimisme bahwa FC Koja mampu meraih prestasi tertinggi pada Gubernur Cup 2026.

“Saya yakin FC Koja bisa menjadi juara umum. Kota Jambi pernah meraih prestasi tersebut beberapa tahun lalu, dan saya percaya tahun ini bisa terulang,” kata Maulana.

Maulana juga mengapresiasi kepemimpinan manajemen FC Koja yang dinilainya solid.

Serta keterlibatan Wakil Wali Kota Jambi sebagai manajer klub yang menjadi simbol keseriusan Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung prestasi olahraga daerah.

Peluncuran logo dan jersey baru FC Koja menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi Gubernur Cup 2026.

Jersey terbaru tampil dengan perpaduan warna biru, ungu, dan putih yang memberikan kesan elegan, modern, dan penuh semangat juang.

Dalam ajang Gubernur Cup 2026, FC Koja diperkuat oleh 22 pemain beserta jajaran pelatih dan asisten pelatih.

Tim dijadwalkan menjalani laga perdana Grup C pada 14 Januari 2026 melawan United Sarolangun FC.

Dengan persiapan matang, dukungan penuh Pemerintah Kota Jambi, serta target juara yang jelas, FC Koja optimistis mampu mengharumkan nama Kota Jambi di bidang olahraga.(*)




Dukung Penuh FC Koja, Wali Kota Jambi Targetkan Juara Gubernur Cup 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyatakan optimisme tinggi terhadap peluang Football Club Kota Jambi (FC Koja) dalam Kejuaraan Gubernur Cup 2026.

Ia meyakini FC Koja mampu meraih prestasi tertinggi dan menjadi juara umum dalam ajang sepak bola bergengsi tingkat Provinsi Jambi tersebut.

“Saya yakin FC Koja akan menjadi juara umum dalam gelaran Gubernur Cup 2026. Kota Jambi pernah menorehkan prestasi tersebut beberapa tahun lalu,” ujar Maulana.

Menurut Maulana, kepercayaan diri tersebut didasari oleh kesiapan tim, dukungan penuh Pemerintah Kota Jambi, serta manajemen klub yang dinilainya solid.

Ia juga menyoroti peran Wakil Wali Kota Jambi yang sekaligus menjabat sebagai Manajer FC Koja sebagai simbol keseriusan dan optimisme dalam membangun prestasi olahraga daerah.

“Baru kali ini manajer klub sepak bola Kota Jambi dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota. Ini menjadi motivasi besar agar tim tampil maksimal dan membawa nama baik Kota Jambi,” tambahnya.

Maulana juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung FC Koja, termasuk para sponsor yang dinilainya memiliki peran penting dalam pembinaan dan pengembangan sepak bola di Kota Jambi.

Pernyataan optimistis Wali Kota Jambi tersebut disampaikan dalam acara peluncuran logo dan jersey terbaru FC Koja yang digelar pada Kamis malam (8/1/2026) di Teanol Jelutung.

Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Jersey terbaru FC Koja tampil dengan desain elegan melalui perpaduan warna biru, ungu, dan putih yang mencerminkan karakter gagah dan modern.

Desain ini diharapkan mampu membangkitkan semangat juang para pemain saat berlaga di Gubernur Cup 2026.

Manajer FC Koja, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi atas dukungan penuh yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa FC Koja menargetkan gelar juara umum pada kejuaraan tahun ini.

“Target kami jelas, juara umum. Pemain diseleksi secara ketat dan menjalani latihan intensif dengan pelatih berpengalaman. Pelatih FC Koja adalah mantan pemain Timnas Indonesia, Saktiawan Sinaga,” jelas Diza.

Dalam ajang Gubernur Cup 2026, FC Koja membawa 22 pemain beserta jajaran pelatih dan asisten pelatih.

Tim dijadwalkan menjalani laga perdana Grup C pada 14 Januari 2026 melawan United Sarolangun FC.

Dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Jambi dan persiapan matang, FC Koja optimistis mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama Kota Jambi di bidang olahraga.(*)




Jelang Gubernur Cup 2026, FC Koja Luncurkan Logo dan Jersey Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang keikutsertaan dalam Kejuaraan Gubernur Cup 2026 yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi, Football Club Kota Jambi (FC Koja) resmi meluncurkan logo dan jersey terbaru.

Acara peluncuran berlangsung pada Kamis malam (8/1/2026) di Teanol Jelutung.

Jersey terbaru FC Koja tampil dengan nuansa elegan melalui perpaduan warna biru, ungu, dan putih.

Kombinasi warna tersebut menghadirkan kesan mewah sekaligus gagah, yang diharapkan mampu membangkitkan semangat juang para pemain saat berlaga di lapangan.

Peluncuran logo dan jersey FC Koja dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., yang juga menjabat sebagai Manajer FC Koja.

Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan penuh Pemerintah Kota Jambi terhadap tim sepak bola kebanggaan daerah menjelang laga perdana Grup C Gubernur Cup 2026.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana memberikan motivasi dan dukungan kepada seluruh pemain dan jajaran pelatih FC Koja yang dijadwalkan menjalani pertandingan pertama pada 14 Januari 2026 melawan United Sarolangun FC.

“Saya yakin FC Koja mampu menjadi juara umum dalam gelaran Gubernur Cup 2026. Kota Jambi pernah menorehkan prestasi tersebut beberapa tahun lalu,” ujar Maulana.

Ia juga menyoroti peran Wakil Wali Kota Jambi sebagai Manajer FC Koja yang dinilai menjadi simbol optimisme dan motivasi kuat bagi tim.

Menurutnya, hal ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong prestasi olahraga daerah.

“Baru kali ini manajer klub sepak bola Kota Jambi dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota. Ini juga pertama kalinya dilakukan seremoni resmi peluncuran jersey, pemain, dan logo klub,” tambahnya.

Selain itu, Maulana turut menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang telah mendukung FC Koja, di antaranya Taman Wisata Donorejo, Bank 9 Jambi, BPPRD, Amfibi, dan Tuan Kreasi.

Sementara itu, Manajer FC Koja, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi dan seluruh sponsor atas dukungan yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa target utama FC Koja pada Gubernur Cup 2026 adalah meraih juara umum.

“Target kita juara umum. Kami melakukan seleksi ketat pemain dan menjalani latihan intensif dengan dukungan pelatih yang kompeten. Pelatih FC Koja merupakan mantan pemain Timnas Indonesia, Saktiawan Sinaga,” jelas Diza.

Ia berharap para pemain mampu memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama Kota Jambi.

“Jika berhasil meraih juara umum, tentu akan ada apresiasi yang diberikan,” tambahnya singkat.

Dalam ajang tahunan ini, FC Koja diperkuat oleh 22 pemain beserta jajaran pelatih dan asisten pelatih.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Jambi, FC Koja optimistis target prestasi dapat tercapai dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Jambi di bidang olahraga.(*)




Untuk Semua RT di Kota Jambi! Berikut Tahapan Lengkap Program Kampung Bahagia 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – DPMPPA menyiapkan Program Kampung Bahagia 2026 dengan tahapan pelaksanaan yang jelas dan terstruktur, menyasar 1.583 RT di seluruh wilayah Kota Jambi.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga melalui pendekatan berbasis komunitas, mencakup aspek lingkungan, sosial, kesehatan, dan ekonomi keluarga.

Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, memaparkan detail tahapan program sebagai berikut:

Tahapan Pelaksanaan Program Kampung Bahagia 2026

  • Januari 2026
    Seleksi dan rekrutmen tenaga pendamping Kampung Bahagia. Pada minggu ketiga dan keempat Januari, DPMPPA melaksanakan sosialisasi program kepada masyarakat agar warga memahami tujuan dan mekanisme pelaksanaan.

  • Februari 2026

    • Minggu ke-1 dan ke-2: Rembuk kesiapan warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia, dan pembuatan rekening RT Pokja.

    • Minggu ke-1 hingga ke-3: Pemetaan swadaya masyarakat dan penyusunan Rencana Jangka Menengah (Renja) lima tahun.

    • Minggu ke-3 dan ke-4: Penyusunan Renja satu tahun oleh Pokja, sebagai acuan penggunaan dana dan kegiatan prioritas RT.

  • Maret 2026
    RT menyusun proposal Kampung Bahagia, menyesuaikan kebutuhan lokal dan aspirasi masyarakat.

  • April 2026
    Dana dari kelurahan dicairkan ke rekening Pokja untuk memulai pelaksanaan kegiatan.

  • April – Mei 2026
    Pelaksanaan kegiatan Kampung Bahagia di masing-masing RT, mulai dari program lingkungan, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

  • Juni 2026

    • Minggu ke-1 dan ke-2: Serah terima hasil kegiatan kepada masyarakat.

    • Minggu ke-3 dan ke-4: Penyusunan laporan pertanggungjawaban Pokja, memastikan program berjalan transparan dan akuntabel.

“Dengan tahapan yang jelas, setiap RT dapat melaksanakan program secara tertata dan tepat sasaran, sehingga manfaat langsung dirasakan masyarakat,” ujar Noverentiwi.

Besaran dana Kampung Bahagia bervariasi sesuai jumlah kepala keluarga (KK):

  • RT dengan >100 KK: Rp100 juta

  • RT dengan 60–99 KK: Rp70 juta

  • RT dengan <60 KK: Rp50 juta

Untuk memastikan pelaksanaan sesuai aturan dan mencegah penyalahgunaan anggaran, Pemkot Jambi menyiapkan tenaga pendamping, petunjuk teknis, peraturan wali kota, dan tim monitoring khusus.(*)




1.583 RT di Kota Jambi Jadi Sasaran Program Kampung Bahagia 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) memaparkan tahapan pelaksanaan Program Kampung Bahagia tahun 2026 yang akan menyasar 1.583 RT di seluruh wilayah Kota Jambi.

Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, menjelaskan bahwa pelaksanaan program secara teknis dibagi ke dalam dua semester.

Semester pertama berlangsung pada Januari hingga Juni 2026, sementara semester kedua dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2026.

“Dari total RT di Kota Jambi, sebanyak 67 RT telah menerima dana Kampung Bahagia pada tahun berjalan. Sisanya, 1.583 RT akan menjadi sasaran program pada tahun 2026,” ujar Noverentiwi.

Ia merinci, tahapan awal dimulai pada Januari 2026 dengan seleksi dan rekrutmen tenaga pendamping Kampung Bahagia.

Pada minggu ketiga dan keempat Januari, DPMPPA akan menggelar sosialisasi program kepada masyarakat.

Memasuki Februari 2026, pada minggu pertama dan kedua dilakukan rembuk kesiapan warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia, serta pembuatan rekening RT Pokja.

Selanjutnya, pada minggu pertama hingga ketiga Februari dilaksanakan pemetaan swadaya dan penyusunan Rencana Jangka Menengah (Renja) lima tahun.

Pada minggu ketiga dan keempat Februari, Pokja menyusun Renja satu tahun.

Kemudian pada Maret 2026, RT menyusun proposal Kampung Bahagia. Pencairan dana dari kelurahan ke rekening Pokja dijadwalkan pada April 2026.

Pelaksanaan kegiatan Kampung Bahagia berlangsung pada April hingga Mei 2026.

Selanjutnya, pada minggu pertama dan kedua Juni dilakukan serah terima pekerjaan kepada masyarakat, dan ditutup dengan penyusunan laporan pertanggungjawaban Pokja pada minggu ketiga dan keempat Juni 2026.

Besaran dana Kampung Bahagia yang diterima setiap RT disesuaikan dengan jumlah kepala keluarga (KK).

RT dengan lebih dari 100 KK memperoleh Rp100 juta, RT dengan 60–99 KK menerima Rp70 juta. Sementara RT dengan kurang dari 60 KK mendapatkan Rp50 juta.

Untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan mencegah penyalahgunaan anggaran, Pemkot Jambi menyiapkan tenaga pendamping, petunjuk teknis, peraturan wali kota.

Serta tim monitoring khusus yang akan melakukan pengawasan di lapangan.(*)