DPRD Kota Jambi Dorong Perbaikan Layanan Publik Lewat Rekomendasi LKPJ 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menyatakan siap menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan DPRD Kota Jambi dalam Rapat Paripurna terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2025.

Rapat yang digelar di Gedung DPRD Kota Jambi, Senin (20/04/2026), dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.

Sidang paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Jambi Muhammad Yasir, serta diikuti anggota dewan, unsur Forkopimda, dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam keterangannya, Maulana menilai rekomendasi yang disampaikan Panitia Khusus (Pansus) DPRD bersifat konstruktif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Beberapa poin penting yang menjadi perhatian antara lain peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan aset, tata kelola sampah, hingga penguatan sistem keamanan berbasis CCTV.

“Rekomendasi dari Pansus sangat baik dan menjadi masukan penting bagi kami. Ini akan terus kami jadikan prioritas dalam pembangunan ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, sejumlah rekomendasi tersebut telah sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Jambi, salah satunya Program Kampung Bahagia yang saat ini tengah berjalan.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga sistem serta edukasi masyarakat.

“Kami sedang membangun sistem yang terintegrasi. Jika semua pihak bergerak bersama, termasuk dukungan DPRD, maka berbagai persoalan masyarakat bisa diselesaikan secara bertahap,” jelasnya.

Maulana menegaskan telah menginstruksikan seluruh OPD untuk merespons rekomendasi DPRD secara positif dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi kinerja.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Jambi, Muhammad Yasir, menyampaikan dukungan terhadap program-program Pemerintah Kota Jambi, terutama yang berkaitan dengan penyelesaian persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Fokus utama dari rekomendasi ini adalah bagaimana program pemerintah dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan DPRD akan terus mengawal serta mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah, sembari memberikan ruang bagi penyesuaian terhadap visi dan misi kepemimpinan yang baru.

Rapat paripurna ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kinerja pemerintah daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mendorong pembangunan Kota Jambi yang lebih baik.(*)




Perkuat Toleransi, Pemkot Jambi Dukung Festival Budaya Lintas Etnis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat toleransi dan kebersamaan antar etnis terlihat kuat dalam gelaran Halal Bihalal Bollywood Day Kota Jambi yang berlangsung meriah di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Minggu malam (19/04/2026).

Acara yang menampilkan nuansa khas budaya India ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah.

Beragam pertunjukan seni ala India disuguhkan dalam acara tersebut, termasuk penampilan dari Taj Mahal Entertainment yang sukses memukau para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan komitmennya untuk menjadikan kegiatan seperti Bollywood Day sebagai agenda rutin tahunan di Kota Jambi.

Ia menegaskan, kegiatan budaya tidak hanya terbatas pada satu etnis, tetapi harus menjadi ruang bersama bagi seluruh suku yang ada.

“Kegiatan seperti ini penting untuk mempererat kebersamaan. Ke depan, tidak hanya etnis India, tapi semua etnis di Kota Jambi harus punya ruang yang sama untuk menampilkan budayanya,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Jambi yang dikenal sebagai Tanah Pilih Pusako Betuah memiliki keberagaman suku yang harus terus dijaga melalui kegiatan positif yang memperkuat persatuan.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Jambi secara konsisten menghadirkan kegiatan budaya dalam setiap peringatan hari besar daerah, termasuk Hari Ulang Tahun Pemkot Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah.

“Kami berkomitmen menjaga harmoni ini. Salah satunya melalui kegiatan yang melibatkan seluruh etnis agar tetap rukun dan bersatu,” tambahnya.

Tak hanya itu, Maulana juga mengungkapkan eratnya hubungan kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dengan Pemerintah India.

Hal ini terlihat dari program pengiriman 25 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti pelatihan digital di India melalui program ITEC.

Seluruh pembiayaan program tersebut ditanggung oleh Pemerintah India, sebagai bentuk dukungan kerja sama internasional yang terus dijaga.

“Kami ingin hubungan ini terus terjalin, tidak hanya dalam kerja sama, tetapi juga melalui silaturahmi budaya seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga KITA, Usman Sulaiman, menyebut kegiatan Bollywood Day ini merupakan kali pertama digelar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya keturunan India di Kota Jambi.

Ia optimistis, ke depan acara ini dapat digelar lebih besar dan meriah.

“Kami melihat antusias masyarakat sangat luar biasa. Ini jadi semangat bagi kami untuk menghadirkan kegiatan yang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Ia juga berharap kepemimpinan Wali Kota Jambi yang memiliki kedekatan dengan budaya India dapat semakin mempererat hubungan antar etnis di daerah tersebut.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, anggota DPRD, Forum Pembauran Kebangsaan, serta masyarakat dari berbagai latar belakang etnis yang ada di Kota Jambi.

Kehadiran Bollywood Day menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya di Kota Jambi dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan keharmonisan sosial.(*)




Wawako Diza Tegaskan Jambi Kota Berbudaya, Lewat Festival Harmoni Budayo

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menghadirkan ruang perayaan budaya melalui Festival Harmoni Budayo yang digelar di Taman Banjuran Budayo.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaga keberagaman etnis, tradisi, dan seni yang hidup di tengah masyarakat.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 April 2026, ini secara resmi dibuka pada Kamis malam (17/4/2026) dengan mengusung tema “Chinese Night”.

Beragam pertunjukan seni khas etnis Tionghoa menjadi daya tarik utama, mulai dari barongsai, wushu, tari naga, hingga atraksi topeng tradisional Bian Lian.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dengan memadati area acara sejak awal pembukaan.

Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan kota.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan program “Bahagia Berbudaya” yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Jambi.

Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat identitas budaya serta nilai sosial masyarakat.

“Budaya harus terus dihidupkan dan diwariskan. Festival ini menjadi bukti bahwa pembangunan kota berjalan seiring dengan penguatan nilai kebersamaan dan kreativitas,” ujarnya.

Diza juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta menjadikan keberagaman budaya sebagai kekuatan utama Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti, menjelaskan bahwa konsep Chinese Night merupakan hasil kolaborasi dengan komunitas Tionghoa di Kota Jambi.

Ia menegaskan bahwa keberagaman budaya menjadi dasar utama penyelenggaraan Festival Harmoni Budayo.

Selain pertunjukan seni, festival ini juga menghadirkan agenda lain seperti Nusantara Night serta pemilihan Putra-Putri Banjuran Budayo yang akan digelar pada hari berikutnya.

Sekitar 500 peserta terlibat dalam kegiatan ini, termasuk pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan festival melalui produk berbasis budaya.

Pemerintah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kreatif dan UMKM.

Sebelumnya, konsep festival lintas etnis serupa juga pernah digelar di kawasan eks Terminal Rawasari yang kini dikenal sebagai Ruang Milenial, sebagai bagian dari upaya menghidupkan ruang publik sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.(*)




Kota Jambi Kembangkan Aplikasi Terintegrasi, Pelayanan Publik Makin Mudah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mulai mempercepat transformasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju konsep Pemerintah Digital (Pemdi) sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan publik.

Langkah tersebut ditandai melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Bapperida Kota Jambi, Kamis (16/4/2026), yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.

Dalam arahannya, Diza menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, aman, dan transparan.

“Melalui pemanfaatan data dan teknologi, pelayanan publik diharapkan semakin berkualitas dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi sistem dalam tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, sistem yang terhubung akan meningkatkan efisiensi kerja, transparansi, serta akuntabilitas di lingkungan pemerintah daerah.

Transformasi ini, lanjut Diza, juga sejalan dengan target pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kota Jambi 2025–2029.

Saat ini, Pemkot Jambi telah mengembangkan platform layanan digital terintegrasi melalui aplikasi JAGA yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan dalam satu sistem.

“Dengan satu aplikasi, masyarakat bisa mendapatkan berbagai layanan secara lebih praktis,” tambahnya.

Selain meningkatkan pelayanan, sistem Pemerintah Digital juga dinilai mampu memperkuat fungsi pengawasan dan evaluasi kinerja perangkat daerah.

“Ini menjadi alat kontrol yang efektif. Jika ada program yang tidak berjalan optimal, bisa segera dievaluasi dan diperbaiki,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Kementerian PANRB, Mohammad Averrouce, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting dalam memperkuat komitmen digitalisasi pemerintahan di daerah.

Ia mengapresiasi langkah Pemkot Jambi yang dinilai progresif dalam mendorong penerapan teknologi dalam pelayanan publik.

“Ke depan, tidak ada lagi birokrasi yang tidak memanfaatkan digitalisasi. Ini penting untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi, Saleh Ridha, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan evaluasi Pemerintah Digital tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh OPD dan camat turut menandatangani komitmen bersama untuk mendukung implementasi transformasi digital di Kota Jambi.

Berdasarkan data, indeks SPBE Kota Jambi pada 2024 mencapai angka 4,32 dengan predikat memuaskan dan menempati peringkat keempat nasional kategori kota.

Sementara itu, indeks Smart City berada di angka 3,48 dan menempatkan Jambi di posisi ke-13 nasional.

Dengan capaian tersebut, Pemkot Jambi optimistis transformasi menuju Pemerintah Digital tidak hanya meningkatkan nilai indeks nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.(*)




500 Anggota Pramuka Dilibatkan, Kemas Faried: Ini Edukasi Nyata Ketahanan Pangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peran generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan mendapat sorotan dari Ketua Kwarcab Pramuka Kota Jambi, Kemas Faried Alferelly yang mengapresiasi keterlibatan ratusan anggota Pramuka dalam kegiatan tanam padi gogo di Kota Jambi.

Menurut Faried, inisiatif yang dilakukan Kelompok Tani Kasturi menjadi contoh nyata pemanfaatan lahan tidur di kawasan perkotaan menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomis.

“Kami sangat mengapresiasi Kelompok Kasturi yang telah menginisiasi pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif dalam mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia menilai, keberadaan kelompok tani tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang luas, khususnya bagi generasi muda.

“Harapannya, lokasi ini bisa menjadi ruang edukasi, termasuk bagi anak usia dini, serta mendorong budaya pemanfaatan lahan sempit di perkotaan agar memiliki nilai ekonomis,” tambahnya.

Kegiatan tanam padi gogo yang digelar oleh Pemerintah Kota Jambi di Kelompok Tani Kasturi tersebut juga melibatkan sekitar 500 anggota Pramuka Kota Jambi yang turun langsung ke lapangan, Sabtu (11/04/2026).

Keterlibatan Pramuka ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan sekaligus mengajak mereka aktif dalam kegiatan produktif.

Sementara itu, Maulana menyebut Kelompok Tani Kasturi memiliki keunikan karena anggotanya berasal dari berbagai latar belakang dan bukan petani profesional, namun memiliki kepedulian tinggi terhadap pertanian.

“Lahan yang dimanfaatkan merupakan lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif, dan kini bisa memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Maulana juga melihat potensi kawasan tersebut untuk dikembangkan menjadi agrowisata berbasis edukasi di tengah kota.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi dalam memperkuat ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi daerah melalui peningkatan produksi komoditas, khususnya padi.

Dengan sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan Pramuka, diharapkan gerakan ini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya peduli lingkungan, tetapi juga siap berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di masa depan.(*)




Libatkan 500 Pramuka, Pemkot Jambi Tanam Padi Gogo di Lahan Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat ketahanan pangan dengan menggelar kegiatan tanam serentak padi ladang (gogo) tahun 2026 di Kelompok Tani Kasturi.

Kegiatan ini semakin menarik karena melibatkan sekitar 500 anggota Pramuka Kota Jambi yang turut turun langsung ke lapangan, Sabtu 11 April 2026, menjadikannya sebagai ajang edukasi sekaligus aksi nyata bagi generasi muda.

Wali Kota Jambi, Maulana, menyebut Kelompok Tani Kasturi memiliki keunikan tersendiri.

Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, bukan petani profesional, namun memiliki kepedulian tinggi terhadap sektor pertanian.

“Kelompok tani ini berbeda karena bukan petani murni. Mereka memanfaatkan lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif,” ujarnya.

Menurut Maulana, pemanfaatan lahan di tengah kota ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga memiliki potensi dikembangkan menjadi kawasan agrowisata di masa depan.

“Saya berharap lokasi ini bisa berkembang menjadi agrowisata karena berada di tengah kota dan memiliki nilai edukasi,” tambahnya.

Keterlibatan ratusan anggota Pramuka dinilai penting sebagai bagian dari pembelajaran langsung di lapangan.

Selain menanam padi, para peserta juga diajak memahami pentingnya ketahanan pangan serta aktivitas produktif di luar ruang.

“Ini menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk belajar disiplin, mengenal pertanian, dan mengurangi ketergantungan pada gadget,” tegas Maulana.

Program ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Jambi dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Pemerintah juga terus melakukan berbagai langkah seperti pemantauan harga, operasi pasar, hingga pasar murah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Selain itu, pengembangan padi gogo di lahan seluas sekitar 9 hektare menjadi salah satu inovasi yang terus didorong.

Pemkot juga mulai menerapkan teknologi pertanian seperti sistem Salibu yang memungkinkan panen lebih dari sekali dalam satu musim tanam.

Untuk tahun 2026, target Luas Tambah Tanam (LTT) di Kota Jambi ditetapkan mencapai 529 hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Dengan sinergi berbagai pihak dan optimalisasi lahan yang ada, Pemkot Jambi optimistis ketahanan pangan daerah akan semakin kuat sekaligus berdampak pada stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.(*)




Logo Hari Jadi Kota Jambi 2026 Diluncurkan, Ini Makna dan Temanya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi resmi meluncurkan logo peringatan Hari Jadi ke-625 Tanah Pilih Pusako Batuah dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemkot Jambi tahun 2026, Jumat (10/4/2026).

Peluncuran logo ini menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan dua momentum penting dalam sejarah Kota Jambi, sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk turut memeriahkannya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi, Saleh Ridha, menjelaskan bahwa logo tersebut tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga menggambarkan perjalanan panjang dan perkembangan Kota Jambi.

“Tahun ini kita memperingati dua momen besar, yakni 625 tahun berdirinya Tanah Pilih Pusako Batuah dan 80 tahun Pemerintah Kota Jambi,” ujarnya.

Ia menambahkan, desain logo mengusung angka “625” dan “80” dengan tampilan modern serta perpaduan warna cerah seperti biru, oranye, kuning, hijau, dan ungu yang melambangkan keberagaman serta dinamika pembangunan daerah.

Tema yang diangkat pada peringatan tahun ini adalah “Pertumbuhan dan kemajuan untuk Kota Jambi yang bahagia dan berkelanjutan.”

Tema tersebut mencerminkan arah pembangunan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur dan sumber daya manusia, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Saleh Ridha juga mengajak seluruh elemen, mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat umum untuk menggunakan dan menyebarluaskan logo tersebut melalui berbagai media.

“Kami berharap momentum ini dapat memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Jambi sekaligus menjaga tren positif pembangunan yang telah berjalan,” katanya.

Adapun puncak peringatan HUT ke-80 Pemerintah Kota Jambi akan digelar pada 17 Mei 2026, dilanjutkan dengan perayaan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625 pada 28 Mei 2026.

Silakan download di sini untuk LOGO HUT KOTA JAMBI TAHUN 2026(*)




Soal Dugaan Keracunan MBG di SMPN 7, Walikota Jambi: Masih Tunggu Hasil Lab

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID— Wali Kota Jambi, Maulana, menanggapi dugaan insiden gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 7 Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Maulana menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta instansi terkait.

Ia juga menekankan bahwa seluruh penyedia makanan wajib memenuhi standar Sertifikat Higiene Sanitasi (SHS) dari Dinas Kesehatan.

“Semua SPPG harus memiliki sertifikat SHS dari Dinas Kesehatan. Saat ini terdapat 39 proses pembangunan, dan targetnya 100 titik SPPG akan beroperasi,” ujar Maulana, Jumat (10/4/2026).

Terkait insiden di SMPN 7, Maulana menyebut pemerintah belum dapat menyimpulkan adanya keracunan makanan.

Mengingat belum adanya hasil pemeriksaan laboratorium, sementara sebagian besar siswa dan guru yang mengonsumsi makanan tidak mengalami gejala serupa.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium, apakah berasal dari makanan atau faktor lain. Karena siswa dan guru lain yang mengonsumsi makanan tersebut tidak mengalami keluhan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi belum dapat menarik kesimpulan sebelum hasil resmi keluar dari laboratorium.

Meski demikian, Maulana mengimbau seluruh SPPG dan penyedia makanan agar mematuhi standar operasional prosedur (SOP), terutama terkait proses pengolahan makanan, sanitasi, dan waktu penyajian.

“Secara umum kami mengimbau seluruh SPPG untuk mematuhi SOP, terutama dalam proses memasak, kebersihan, dan sanitasi. Kita belum bisa menyimpulkan sebagai keracunan sebelum hasil lab keluar,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak SMP Negeri 7 Kota Jambi telah memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.

Sekolah menyebut hanya tiga guru yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Humas SMPN 7 Kota Jambi, Junarso, menjelaskan bahwa ketiga guru tersebut memiliki kondisi kesehatan berbeda, sehingga diduga turut memengaruhi munculnya gejala.

“Yang mengalami gangguan hanya tiga guru. Mereka memiliki kondisi kesehatan berbeda, seperti asam lambung kronis, pascaoperasi gigi, dan satu lagi kondisi fisik sedang lemah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa puluhan guru dan siswa lainnya turut mengonsumsi makanan yang sama namun tidak mengalami keluhan serupa.

“Sekitar 20 guru dan lebih dari 30 siswa ikut mengonsumsi makanan itu, tetapi tidak ada keluhan. Jadi belum bisa dipastikan ini keracunan,” katanya.

Pihak sekolah menilai isu keracunan mencuat karena waktu kejadian berdekatan dengan konsumsi menu MBG. Namun hingga kini, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dinas Kesehatan Kota Jambi telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Sampel makanan serta sampel medis korban juga telah dikirim ke laboratorium untuk diuji lebih lanjut.

Ketiga guru sempat mendapatkan perawatan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dua orang telah diperbolehkan pulang, sementara satu guru masih menjalani perawatan akibat riwayat kesehatan sebelumnya.

Hingga kini, pemerintah dan pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.(*)




Wali Kota Jambi Ingatkan Warga Waspada Kebakaran di Musim Kemarau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Maulana mengingatkan masyarakat Kota Jambi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan ekstrem berdasarkan informasi cuaca dari BMKG.

Imbauan tersebut disampaikan saat dirinya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha melakukan kunjungan ke lokasi korban kebakaran di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (10/04/2026).

Maulana menegaskan bahwa kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan api, karena saat ini kita sudah memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran,” ujarnya.

Ia juga meminta peran aktif camat, lurah, serta ketua RT untuk terus mengingatkan warga agar lebih waspada dan sigap terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Pemkot Jambi juga telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk memastikan ketersediaan air bersih melalui peningkatan produksi oleh PDAM guna mengantisipasi dampak kekeringan.

“Kami sudah melakukan langkah antisipasi, termasuk memastikan layanan air bersih tetap tersedia. Jika ada wilayah yang mengalami kendala, segera laporkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi yang bergerak cepat dalam menangani kejadian kebakaran di Kelurahan Kenali Besar.

Berdasarkan laporan, tim Damkartan tiba di lokasi dalam waktu sekitar sembilan menit dengan mengerahkan 25 personel dan lima unit mobil pemadam, sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke rumah warga lainnya.

Kunjungan Wali Kota Jambi tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.(*)




Tragedi Kebakaran di Alam Barajo, Maulana-Diza Turun Beri Bantuan dan Trauma Healing

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha turun langsung meninjau dan menyerahkan bantuan kepada warga korban kebakaran di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (10/04/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan ke rumah Agus Lisya yang mengalami musibah kebakaran pada Senin (06/04/2026).

Peristiwa itu diduga dipicu oleh percikan api yang mengenai kasur di bagian luar rumah hingga merambat ke plafon dan membakar sebagian besar bangunan.

Dalam kejadian tersebut, seorang anak berusia enam tahun, Kairan Al Gaisan Abkorri, turut menjadi korban dan mengalami luka akibat percikan api saat berusaha membantu memadamkan api.

Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan sehari-hari, perlengkapan sekolah, serta bantuan dana kebencanaan sebesar Rp2 juta dari Baznas Kota Jambi.

Maulana menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa keluarga korban dan berharap mereka tetap diberikan ketabahan.

“Kami hadir tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan semangat. Setiap musibah adalah ujian yang harus kita hadapi dengan sabar dan ikhlas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi akan melakukan verifikasi lanjutan untuk menentukan tingkat kerusakan rumah korban.

Setelah proses tersebut, pemerintah akan menyalurkan bantuan tambahan untuk perbaikan rumah melalui mekanisme gotong royong.

Selain itu, Maulana mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang berdasarkan prediksi BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam penggunaan api, karena risiko kebakaran meningkat pada musim kemarau,” katanya.

Ia juga meminta peran aktif camat, lurah, dan ketua RT untuk terus mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.

Dalam upaya mitigasi dampak kekeringan, Pemkot Jambi juga telah menginstruksikan peningkatan produksi air bersih oleh PDAM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami sudah melakukan antisipasi, termasuk memastikan layanan air bersih tetap berjalan. Jika ada wilayah yang mengalami kendala, segera laporkan,” tambahnya.

Wali Kota Jambi juga memberikan apresiasi kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi yang bergerak cepat dalam menangani kebakaran tersebut.

Berdasarkan laporan, tim Damkartan tiba di lokasi dalam waktu sekitar sembilan menit dengan mengerahkan 25 personel dan lima unit mobil pemadam, sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke rumah lain.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam Alam Barajo, Baznas Kota Jambi, FKRT Kenali Besar, serta tokoh masyarakat setempat.(*)