Pemkab Batang Hari Siapkan Langkah Menuju Daerah Ramah Disabilitas, Hak Warga Tuli Disorot

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari mulai memperkuat langkah menuju daerah yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas Tuli.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Pemkab Batang Hari bersama Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) dan DPC Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) Kabupaten Batang Hari, Minggu 4 Oktober 2026.

Pertemuan ini tidak hanya membahas keberadaan komunitas Tuli, tetapi juga menyoroti kebutuhan mereka terhadap akses pelayanan publik, pendidikan, informasi, dan komunikasi yang setara.

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Batang Hari, H. Muhamad Rifa’i, S.P., M.E. mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kolaborasi dengan Pusbisindo dan GERKATIN.

Menurutnya, warga Tuli memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dan informasi dari pemerintah.

“Pemkab Batang Hari berkomitmen untuk terus mendorong kesetaraan. Bahasa Isyarat adalah jembatan komunikasi, dan kita harus memastikan tidak ada warga Batang Hari yang tertinggal, termasuk saudara-saudara kita Tuna Rungu,” ujarnya.

Ketua Pusbisindo, Yoga Prawira menekankan pentingnya pengakuan sekaligus pembelajaran Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bagi masyarakat.

Menurut Yoga, BISINDO memiliki posisi penting bagi komunitas Tuli karena digunakan sebagai bahasa ibu oleh banyak warga Tuli di Indonesia.

Karena itu, pemahaman bahasa isyarat tidak hanya dibutuhkan oleh komunitas Tuli.

Lingkungan pemerintahan dan masyarakat juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang lebih inklusif agar akses terhadap layanan publik tidak terhambat persoalan komunikasi.

Isu tersebut menjadi semakin penting ketika warga Tuli berhadapan dengan layanan pemerintahan, fasilitas kesehatan, pendidikan, maupun kebutuhan memperoleh informasi.

Ketua DPC GERKATIN Kabupaten Batang Hari, Pratiwi Hani, berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada komitmen dan diskusi.

Ia mendorong lahirnya program konkret yang dapat meningkatkan kesejahteraan, kemandirian, serta pemberdayaan penyandang Tuli di Kabupaten Batang Hari.

Harapan tersebut sejalan dengan tujuan GERKATIN sebagai organisasi yang memperjuangkan kesetaraan hak dan kesejahteraan warga Tuli di Indonesia.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, Pusbisindo, dan GERKATIN, kebutuhan komunitas Tuli di Batang Hari diharapkan dapat masuk lebih kuat dalam agenda pembangunan daerah.

Langkah berikutnya menjadi penting untuk memastikan komitmen tersebut diterjemahkan dalam bentuk program yang bisa dirasakan langsung, terutama pada akses pelayanan publik, pendidikan, informasi, dan pemberdayaan.

Bagi Kabupaten Batang Hari, pembangunan daerah yang inklusif bukan hanya soal menyediakan fasilitas, tetapi juga memastikan seluruh warga dapat berkomunikasi, memperoleh layanan, dan berpartisipasi tanpa hambatan.(*)




Benteng Tembesi Ingin Direvitalisasi, Pemkab Batang Hari Bangun Sinergi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus mendorong pelestarian dan revitalisasi Cagar Budaya Benteng Tembesi.

Setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemkab Batang Hari kini memperkuat komunikasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi.

Langkah tersebut dilakukan melalui audiensi yang dihadiri langsung Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar, belum lama ini.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Batang Hari mencari dukungan dan menyusun langkah lanjutan agar Benteng Tembesi tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan sejarah.

Tetapi juga dapat dikembangkan secara tepat tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat pada kawasan tersebut.

Wakil Bupati Batang Hari, H. Bakhtiar mengatakan, pelestarian Benteng Tembesi membutuhkan sinergi lintas lembaga karena kawasan tersebut merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

“Benteng Tembesi merupakan bagian dari sejarah dan warisan budaya Kabupaten Batang Hari. Karena itu, pelestariannya tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah,” sebutnya.

“Kami perlu membangun sinergi dengan pemerintah pusat maupun pihak terkait agar upaya pelestarian dan revitalisasinya dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Bakhtiar mengatakan, Pemkab Batang Hari ingin memastikan upaya pelestarian Benteng Tembesi memiliki arah yang jelas.

Koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi menjadi salah satu langkah untuk mendapatkan masukan sekaligus dukungan dalam menentukan program yang sesuai dengan ketentuan pelestarian cagar budaya.

Menurutnya, pengembangan kawasan Benteng Tembesi juga harus mempertimbangkan nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.

“Kami ingin Benteng Tembesi tetap terjaga nilai sejarahnya, tetapi pada saat yang sama bisa dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dia.

“Tentunya semua harus dilakukan dengan tetap mengikuti aturan dan prinsip pelestarian cagar budaya,” ungkapnya.

Setelah Bertemu Kementerian, Kini Koordinasi ke Balai Pelestarian

Audiensi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi merupakan tindak lanjut dari langkah Pemkab Batang Hari sebelumnya.

Pemerintah daerah telah melakukan audiensi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk menyampaikan perhatian terhadap keberadaan dan masa depan Cagar Budaya Benteng Tembesi.

Kini, komunikasi diperluas di tingkat provinsi agar pembahasan mengenai pelestarian dan revitalisasi dapat ditindaklanjuti bersama.

Bakhtiar menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi dalam pelestarian cagar budaya.

“Kami akan terus melakukan koordinasi. Harapan kami, ada langkah konkret yang bisa kita dorong bersama untuk Benteng Tembesi, sehingga keberadaan situs ini benar-benar terpelihara dan bisa dikenal oleh generasi berikutnya,” tegasnya.

Benteng Tembesi Diharapkan Jadi Warisan yang Tetap Hidup

Pemkab Batang Hari melihat pelestarian Benteng Tembesi bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu.

Kawasan tersebut juga memiliki potensi untuk memperkuat identitas sejarah dan kebudayaan daerah.

Karena itu, revitalisasi perlu dirancang secara hati-hati agar pengembangan kawasan tidak menghilangkan karakter dan nilai sejarahnya.

Pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, Balai Pelestarian Kebudayaan, komunitas, akademisi, serta pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan budaya.

Bakhtiar berharap langkah koordinasi yang terus dilakukan dapat menghasilkan dukungan dan program yang lebih konkret untuk Benteng Tembesi.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga warisan ini agar tetap ada, tetap memiliki nilai sejarah, dan bisa diwariskan kepada anak cucu kita. Pemerintah Kabupaten Batang Hari berkomitmen untuk terus mengupayakan hal tersebut,” tutupnya.

Melalui rangkaian koordinasi tersebut, Pemkab Batang Hari berharap pelestarian Benteng Tembesi dapat masuk pada tahap tindak lanjut yang lebih konkret, sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai bagian penting dari sejarah Kabupaten Batang Hari.(*)




Pemkab Batang Hari Luncurkan Rumah Bunda, Warga Kini Punya Kanal Pengaduan Masalah Keluarga

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari membuka kanal baru bagi masyarakat yang menghadapi persoalan keluarga.

Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari Zulva Fadhil resmi meluncurkan Aplikasi Rumah Bunda, Kamis 1 Oktober 2026.

Aplikasi tersebut hadir sebagai layanan pengaduan keluarga yang memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan sekaligus memperoleh informasi dan edukasi terkait persoalan dalam rumah tangga.

Pemkab Batang Hari bersama TP-PKK mengembangkan Rumah Bunda sebagai ruang aman bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi persoalan keluarga dan dugaan kekerasan.

Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil mengatakan kehadiran Rumah Bunda berangkat dari kepedulian pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan keluarga.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Batang Hari yang menjadi pelopor lahirnya program tersebut.

Menurut Zulva, aplikasi itu diharapkan mampu membuat masyarakat lebih mudah menyampaikan laporan dan pengaduan ketika menghadapi persoalan di lingkungan keluarga.

“Semoga Aplikasi Rumah Bunda yang kita launching pada hari ini semakin mempermudah masyarakat untuk memberikan laporan dan pengaduan,” ujar Zulva.

Bupati Mhd. Fadhil Arief mengatakan pemerintah tidak cukup hanya menjalankan program pembangunan fisik.

Persoalan yang muncul di tingkat keluarga juga membutuhkan perhatian karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Melalui Rumah Bunda, Pemkab Batang Hari ingin menyediakan jalur yang lebih jelas bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan ketika menghadapi persoalan keluarga.

“Ini adalah upaya untuk membantu masyarakat menyelesaikan masalah yang ada di dalam keluarganya. Kita hadir untuk memberikan solusi supaya masyarakat terbantu,” kata Fadhil.

Ia berharap Rumah Bunda dapat berkembang menjadi saluran resmi yang mampu menghubungkan masyarakat dengan informasi, edukasi dan layanan penanganan yang dibutuhkan.

Fadhil juga menekankan pentingnya respons yang baik dan cepat terhadap setiap laporan yang masuk.

“Semoga program-program yang ada di Aplikasi Rumah Bunda ini menjadi saluran resmi bagi masyarakat, memberikan edukasi dan informasi serta menerima laporan dengan respons yang baik dan cepat,” ujarnya.

Peluncuran Rumah Bunda menempatkan teknologi sebagai pintu masuk layanan pengaduan keluarga.

Namun, efektivitas program akan sangat bergantung pada tindak lanjut terhadap laporan yang diterima.

Karena itu, tim Rumah Bunda diharapkan tidak hanya menerima aduan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan informasi dan penanganan sesuai persoalan yang dihadapi.

Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi Pemkab Batang Hari dan TP-PKK dalam memberikan perhatian terhadap ketahanan keluarga serta perlindungan masyarakat.

Peluncuran Aplikasi Rumah Bunda turut dihadiri Sekretaris Daerah Batang Hari, para Asisten Setda, kepala OPD, camat, Ketua TP-PKK kecamatan, Tim Rumah Bunda serta sejumlah undangan lainnya.

Dengan hadirnya Rumah Bunda, Pemkab Batang Hari berharap masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk menyampaikan persoalan keluarga dan memperoleh solusi melalui kanal resmi pemerintah.(*)




Irigasi Tersier di Batang Hari Diperbaiki, Petani Bakal Lebih Untung

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jambi, menyiapkan program pemeliharaan jaringan irigasi tersier sebagai upaya meningkatkan efisiensi pengairan lahan persawahan dan mendukung produktivitas petani.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Batang Hari, Bambang Satyono, mengatakan program tersebut saat ini sudah memasuki tahap akhir persiapan dengan progres mencapai sekitar 90 persen.

“Untuk pemeliharaan jaringan irigasi tersier ini sudah siap sekitar 90 persen dan tinggal proses pemberkasan,” ujarnya di Muara Bulian, Senin (2026).

Program ini akan dilaksanakan melalui dukungan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total sekitar 10 unit jaringan irigasi yang tersebar di Kecamatan Muara Tembesi dan Muara Bulian.

Bambang menjelaskan bahwa sebelumnya program ini direncanakan menjangkau delapan kecamatan.

Namun, adanya regulasi terbaru membuat cakupan penerima menjadi lebih terbatas, termasuk ketentuan yang tidak memperbolehkan lahan tertentu seperti oplah dan CSR.

“Dengan aturan baru ini, yang memenuhi kriteria saat ini berada di Muara Tembesi dan Muara Bulian,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pemeliharaan jaringan irigasi akan dikerjakan oleh kelompok tani di masing-masing wilayah, sehingga masyarakat turut terlibat langsung dalam menjaga infrastruktur pertanian tersebut.

Bambang berharap, dengan adanya perbaikan irigasi ini, distribusi air ke lahan sawah dapat menjadi lebih merata dan stabil, sehingga hasil produksi pertanian di Batang Hari ikut meningkat.

“Harapannya, pengairan lebih efisien dan produksi petani juga meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Batang Hari.

Dengan perbaikan jaringan irigasi tersier ini, Pemkab Batang Hari optimistis produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(*)




1.157 Balita Terindikasi Stunting, Batang Hari Maksimalkan Program Pekan Gebyar Anak

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus memperkuat upaya pencegahan stunting di kalangan balita melalui program Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua, atau Gerakan Ayo ke Posyandu.

Pada 2026 ini, tercatat sebanyak 1.157 balita terindikasi mengalami stunting dari total 18.373 balita yang terdata, setara 6,54 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapelitbangda) Batang Hari, Achmad Kurniadi, menyampaikan bahwa gerakan posyandu ini dilakukan secara masif pada Januari 2026.

“Seluruh balita yang datang ke posyandu menjalani pemeriksaan lengkap, termasuk penimbangan dan pengukuran badan. Program ini sekaligus menjadi upaya strategis untuk menurunkan angka stunting di daerah,” kata Kurniadi.

Gerakan Ayo ke Posyandu melibatkan 379 tenaga kesehatan dan 1.890 kader posyandu yang tersebar di 307 posyandu di 110 desa dan 14 kelurahan dalam 8 kecamatan.

Mereka memberikan pelayanan kesehatan lengkap untuk balita dan ibu hamil, mulai dari imunisasi dasar, skrining gizi, pemeriksaan TB paru, hingga pemberian makanan tambahan seperti susu dan telur.

Selain itu, Pemkab Batang Hari juga melakukan pendataan balita yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) serta pendidikan anak usia dini.

“Langkah-langkah ini dilakukan agar data stunting lebih akurat dan program penurunan stunting dapat berjalan tepat sasaran,” tambah Kurniadi.

Pemkab menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada penanganan stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan posyandu, kesehatan ibu hamil, dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Batang Hari dalam beberapa tahun ke depan.(*)




DPRD Batang Hari Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati 2025, Ini Poin Pentingnya

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang Hari menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Batang Hari Tahun Anggaran 2025, Senin (2/3).

Rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Batang Hari, Rahmad Hasrofi, didampingi Wakil Ketua EL Firsta Nopsiamti, serta dihadiri para anggota dewan.

Turut hadir dalam paripurna tersebut Wakil Bupati Batang Hari, H. Bakhtiar, unsur Forkopimda, perwakilan Polres Batang Hari, Kodim Batang Hari, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Dalam forum resmi tersebut disampaikan Nota Pengantar LKPJ Bupati Batang Hari Tahun Anggaran 2025 yang memuat laporan pelaksanaan program, kegiatan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik selama satu tahun anggaran.

LKPJ merupakan wujud pertanggungjawaban kepala daerah kepada DPRD sebagai representasi masyarakat.

\Dokumen ini menjadi dasar evaluasi terhadap capaian kinerja pemerintah daerah sepanjang 2025.

Ketua DPRD menegaskan bahwa pembahasan LKPJ merupakan bagian krusial dari fungsi pengawasan legislatif terhadap jalannya roda pemerintahan daerah.

“DPRD akan membahas secara komprehensif sesuai mekanisme yang berlaku sebelum memberikan rekomendasi. Hal ini penting sebagai bahan perbaikan dan peningkatan kinerja pemerintah daerah ke depan,” tegasnya.

Rapat paripurna berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Melalui pembahasan LKPJ ini, DPRD Batang Hari diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis guna memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Batang Hari.(*)




Semarak Ramadan 1447 H Resmi Dibuka, Batang Hari Gaungkan Super Tangguh

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, secara resmi membuka kegiatan Semarak Ramadan Batang Hari Super Tangguh 1447 Hijriah/2026 Masehi, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kegiatan tersebut digelar di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati Batang Hari dan dihadiri jajaran pejabat daerah serta unsur Forkopimda.

Pembukaan ditandai dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim” oleh Bupati, sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan Semarak Ramadan tahun ini.

Dalam sambutannya, Fadhil Arief menyampaikan apresiasi kepada Bagian Setda Kabupaten Batang Hari dan seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa tema “Batang Hari Super Tangguh” harus dimaknai sebagai komitmen kolektif dalam membangun masyarakat yang kuat secara moral, sosial, dan spiritual.

Menurutnya, bulan suci Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat karakter, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat persatuan di tengah masyarakat.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkokoh nilai kebersamaan dan memperkuat karakter umat,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, nilai-nilai keislaman semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Batang Hari.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Semarak Ramadan Batang Hari Super Tangguh 2026, M Rifai, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam mengembangkan syiar Islam.

Beragam perlombaan digelar dalam rangkaian acara, tidak hanya melibatkan masyarakat umum dari berbagai kalangan, tetapi juga menghadirkan kompetisi khusus bagi para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bentuk partisipasi aktif jajaran pemerintahan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Batang Hari, Mula P Rambe, para staf ahli bupati, asisten Setda, kepala OPD, Kepala Kantor Kementerian Agama Batang Hari, para camat se-Kabupaten Batang Hari, serta dewan juri perlombaan.

Dengan dibukanya Semarak Ramadan Batang Hari Super Tangguh 1447 H/2026 M, diharapkan kegiatan ini mampu menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat Batang Hari yang religius, solid, dan tangguh.(*)