Warga Jangan Khawatir, Walikota Jambi: Kami Siap Membela Masyarakat yang Terkena Zona Merah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Maulana, memberikan kabar baik bagi masyarakat yang terkena zona merah di Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Beliau menyatakan bahwa, pemerintah kota siap membela dan membantu masyarakat yang terkena dampak zona merah.

“Warga jangan khawatir, kami siap membela dan membantu masyarakat yang terkena zona merah,” kata Walikota Maulana.

Beliau menegaskan bahwa, pemerintah kota telah membentuk tim yang terdiri dari berbagai pihak untuk menangani masalah ini.

Menurut Walikota, pemerintah kota tidak bisa intervensi langsung dalam masalah KPR karena ada fakta hukum yang dibuat oleh notaris.

Namun, pemerintah kota siap memfasilitasi penyelesaian masalah ini melalui proses yang ada.

“Prinsipnya kami sangat mendukung, Pansus nanti rekomendasinya apa, kita selesaikan secara bersama-sama, kita akan memperjuangkan hak-hak masyarakat,” tambah Walikota Maulana.

Walikota juga menekankan bahwa, masyarakat yang terkena zona merah tidak perlu khawatir karena pemerintah kota akan memperjuangkan hak-hak mereka.

“Pokoknya masyarakat yang bermasalah kita akan bela melalui proses dari Pansus, rekomendasinya apa kita akan melakukan,” tambahnya.(*)




Pemkot Jambi Tak Bisa Intervensi Langsung, Soal KPR di Zona Merah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID- Walikota Jambi, Maulana, menyatakan bahwa pemerintah kota siap membela masyarakat yang terkena zona merah di Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Hal ini terkait dengan masalah KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang dialami oleh masyarakat di daerah tersebut.

“Prinsipnya kami sangat mendukung, Pansus nanti rekomendasinya apa, kita selesaikan secara bersama-sama, kita akan memperjuangkan hak-hak masyarakat,” kata Walikota Maulana.

Menurut Walikota, pemerintah kota telah membentuk tim yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk bagian hukum, BPN, dan OPD lain, untuk menangani masalah ini.

“Kami akan menjalankan apa yang direkomendasikan dari pansus secara masing-masing,” tambahnya.

Walikota juga menyatakan bahwa, pemerintah kota tidak bisa intervensi langsung dalam masalah KPR karena ada fakta hukum yang dibuat oleh notaris.

Namun, pemerintah kota siap memfasilitasi penyelesaian masalah ini melalui proses yang ada.

“Kami pemerintah siap memfasilitasi tapi tidak bisa nyeberang masalah internal,” kata Walikota.

Walikota juga menekankan bahwa, masyarakat yang terkena zona merah tidak perlu khawatir karena pemerintah kota akan memperjuangkan hak-hak mereka.

“Pokoknya masyarakat yang bermasalah kita akan bela melalui proses dari Pansus, rekomendasinya apa kita akan melakukan,” tambahnya.(*)




Walikota Maulana Ajak Kolaborasi Sumbagsel, Usai Tinjau IPAL Sijenjang dan Percandian Muaro Jambi

JAMBI, SEPUUCKJAMBI.ID – Rangkaian Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II APEKSI Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Kota Jambi diisi dengan kegiatan visitasi lapangan oleh para wali kota peserta.

Sebanyak sembilan wali kota se-Sumbagsel mengunjungi dua titik strategis: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpusat Sijenjang dan Kawasan Percandian Muaro Jambi.

Rombongan disambut langsung Wali Kota Jambi, Maulana, yang memaparkan fungsi IPAL Terpusat Sijenjang sebagai infrastruktur penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta mewujudkan Kota Jambi yang bersih dan berkelanjutan.

“IPAL Sijenjang adalah bagian dari komitmen Kota Jambi menuju kota yang lebih sehat. Kunjungan ini menjadi ruang berbagi praktik baik antar daerah agar pembangunan lingkungan hidup di wilayah Sumbagsel terus meningkat,” ujar Maulana.

Di lokasi, para kepala daerah meninjau sistem pretreatment, kolam aerasi, hingga unit pengolahan akhir.

Mereka juga mendapatkan penjelasan teknis terkait kapasitas layanan serta rencana pengembangan jaringan perpipaan kota.

Setelah dari IPAL, rombongan melanjutkan visitasi ke Kawasan Percandian Muaro Jambi, situs sejarah besar yang menjadi salah satu pusat peradaban Sriwijaya.

Para wali kota mendapat pemaparan tentang pengelolaan kawasan, upaya pelestarian, dan pengembangan pariwisata berbasis heritage.

Wali Kota Maulana menyampaikan kekaguman para Walikota yang hadir terhadap kondisi kawasan dan menilai Percandian Muaro Jambi memiliki potensi besar untuk mendorong sektor pariwisata sejarah.

“Kawasan percandian ini harus segera diresmikan dan dibuka lebih luas untuk publik agar pariwisata heritage berkembang,” kata Maulana.

Sambungnya, semua daerah memiliki jejak sejarah yang apabila dirangkai akan membentuk satu kesatuan cerita besar. Kerajaan Sriwijaya memiliki peradaban yang kuat dan unggul.

“Kolaborasi antarwali kota se-Sumbagsel sangat penting untuk membangun ekonomi maju bersama,” tegas Maulana.

Kunjungan ini menjadi rangkaian penting Muskomwil II APEKSI yang tidak hanya membahas isu pemerintahan, tetapi juga memperkenalkan potensi lokal Kota Jambi dari sisi infrastruktur modern hingga kekayaan sejarah dan budaya.(*)




Peserta Muskomwil II Sumbagsel Tinjau IPAL Terpusat Sijenjang, Lanjut Eksplorasi Candi Muaro Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Rangkaian Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Kota Jambi hari ini diisi dengan kegiatan visitasi lapangan oleh para wali kota peserta.

Sebanyak 9 wali kota se-Sumbagsel mengikuti kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpusat Sijenjang, salah satu infrastruktur strategis milik Pemerintah Kota Jambi.

Rombongan para kepala daerah disambut langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, yang menjelaskan peran IPAL Terpusat Sijenjang dalam peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“IPAL Sijenjang adalah bagian dari komitmen Kota Jambi menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata dia.

“Kami berharap kunjungan ini bisa menjadi ruang berbagi praktik baik antar daerah, sehingga pembangunan lingkungan hidup di wilayah Sumbagsel dapat terus ditingkatkan,” ujar Wali Kota Maulana.

Para peserta melakukan peninjauan fasilitas utama, mulai dari sistem pretreatment, kolam aerasi, hingga unit pengolahan akhir.

Mereka juga mendapatkan pemaparan teknis terkait kapasitas layanan serta rencana pengembangan jaringan perpipaan kota.

Usai dari IPAL Sijenjang, rombongan Muskomwil II Sumbagsel melanjutkan visitasi ke Kawasan Percandian Muaro Jambi, salah satu situs peninggalan sejarah terbesar di Asia Tenggara.

Di sana, para wali kota disuguhi informasi mengenai pengelolaan kawasan, pengembangan pariwisata, serta upaya pelestarian yang dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda Muskomwil II yang tidak hanya membahas isu pemerintahan.

Tetapi juga memperkenalkan potensi lokal Kota Jambi baik dari segi infrastruktur modern maupun kekayaan sejarah dan budaya.(*)




Wako Alfin Tinjau Longsor, PUPR Diminta Segera Perbaiki

SUNGAI PENUH, SEPUCUKJAMBI.ID Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah meninjau sejumlah titik longsor di Kecamatan Pondok Tinggi dan Kumun Debai, Sabtu (22/3). Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu titik longsor yang menjadi perhatian adalah akses menuju objek wisata Bukit Khayangan. Wali Kota Alfin menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera melakukan perbaikan dengan memasang bronjong guna mengurangi risiko longsor susulan.

Selain itu, Alfin juga menyoroti kondisi jalan menuju Renah Kayu Embung yang terdampak bencana. Ia meminta agar dilakukan penataan tebing serta pemasangan gorong-gorong dan cadas agar jalan tetap aman digunakan masyarakat.

Baca juga:  Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Terdampak Banjir Akibat Hujan Lebat

Baca juga:  Walikota Sungai Penuh Alfin Soroti Disiplin ASN, Dalam Pelayanan Publik

“Kami ingin perbaikan dilakukan secepat mungkin agar akses masyarakat tidak terganggu dan risiko longsor lebih lanjut bisa dicegah,” ujar Alfin.

Selain longsor, curah hujan tinggi juga menyebabkan genangan air di beberapa titik, terutama di Kecamatan Pondok Tinggi. Pemkot Sungai Penuh berupaya melakukan langkah cepat untuk menangani dampak bencana ini, termasuk dengan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota didampingi oleh Pimpinan DPRD, Forkopimda, Sekda Alpian, serta jajaran SKPD terkait. Mereka meninjau langsung kondisi di lapangan guna memastikan perbaikan segera dilakukan.

Pemerintah Kota Sungai Penuh mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di daerah rawan longsor, serta segera melaporkan jika ada tanda-tanda pergerakan tanah. Upaya pencegahan dan penanganan bencana terus dilakukan demi keselamatan bersama.(*)