Di Tengah Ancaman Asap Karhutla, Polda Jambi Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Kasang Pudak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ancaman gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Bakti Kesehatan Presisi Polri yang digelar Polda Jambi di Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis 17 September 2026.

Melalui Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi, kepolisian membuka pelayanan kesehatan gratis langsung di tengah masyarakat.

Lokasi tersebut dipilih karena berada di wilayah yang berbatasan atau berdekatan dengan kawasan yang terdampak karhutla.

Kondisi itu membuat pemeriksaan kesehatan menjadi relevan, terutama untuk mendeteksi keluhan yang berpotensi muncul akibat kualitas udara yang menurun ketika asap menyebar.

Dalam kegiatan tersebut, warga tidak hanya mendapatkan pemeriksaan umum.

Sejumlah layanan kesehatan disediakan secara cuma-cuma, mulai dari pengecekan tekanan darah, gula darah dan asam urat hingga pengobatan umum.

Masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan kandungan serta vitamin dan obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan medis.

Untuk menjalankan pelayanan tersebut, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi menerjunkan 27 personel kesehatan.

Tim terdiri atas tiga dokter umum, satu dokter spesialis kandungan, perawat serta tenaga kesehatan lainnya.

Kehadiran tenaga medis tersebut memungkinkan masyarakat mendapatkan pemeriksaan secara langsung tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh.

Sekretaris Desa Kasang Pudak Sumaryono mengapresiasi pelaksanaan bakti kesehatan tersebut. Menurutnya, layanan gratis yang datang langsung ke desa memberikan manfaat bagi warga.

“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat karena warga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis,” ujar Sumaryono.

Ia berharap pelayanan serupa dapat kembali digelar sehingga akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan semakin terbuka.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Erlan, peran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan pelayanan sosial dan kemanusiaan.

“Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat melalui pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan gratis,” kata Erlan.

Ia menambahkan, kondisi karhutla membuat perhatian terhadap kesehatan masyarakat menjadi semakin penting.

Paparan asap dapat menimbulkan berbagai keluhan, khususnya yang berkaitan dengan sistem pernapasan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul ketika kualitas udara memburuk.

Warga yang mengalami batuk, sesak napas, mata perih atau keluhan lain yang diduga berkaitan dengan paparan asap diimbau segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Bakti Kesehatan Presisi Polri di Kasang Pudak juga memperlihatkan pendekatan pelayanan yang dilakukan dengan mendatangi masyarakat secara langsung.

Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi AKBP Ns. Rieni Parapat, S.Kep., Kapolsek Kumpeh Ulu AKP Chandra bersama personel kepolisian turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Polda Jambi menyatakan kegiatan pelayanan sosial dan kesehatan akan terus didorong sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Khusus di wilayah yang terdampak maupun berada di sekitar kawasan karhutla, perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari penanganan dampak bencana asap.(*)




Jangan Diabaikan, Ini Berbagai Penyebab Bibir Terlihat Pucat

SEPUCUKJAMBI.ID – Warna bibir sering kali mencerminkan kondisi kesehatan seseorang. Bibir yang sehat umumnya tampak merah merona karena aliran darah dan kadar oksigen yang cukup.

Namun, ketika bibir terlihat lebih pucat dari biasanya, terutama jika terjadi secara mendadak atau berlangsung lama, kondisi ini bisa menimbulkan kekhawatiran.

Salah satu penyebab paling umum bibir pucat adalah anemia. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Akibatnya, suplai darah beroksigen ke bibir berkurang, sehingga warnanya tampak memudar. Anemia biasanya juga disertai keluhan lain seperti mudah lelah, pusing, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Selain anemia, dehidrasi juga dapat memengaruhi warna bibir. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun dan sirkulasi darah ke kulit serta bibir menjadi kurang optimal.

Kondisi ini membuat bibir terlihat lebih pucat, kering, dan kusam.

Bibir pucat akibat dehidrasi umumnya membaik setelah kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

Infeksi tertentu, terutama yang disertai demam atau kondisi tubuh yang melemah, juga bisa menyebabkan bibir tampak pucat.

Saat tubuh melawan infeksi, aliran darah dan distribusi oksigen dapat terganggu sementara, sehingga memengaruhi warna bibir.

Paparan suhu dingin turut menjadi faktor yang sering tidak disadari. Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit dan bibir akan menyempit untuk mempertahankan suhu tubuh.

Akibatnya, aliran darah ke area bibir berkurang dan warna bibir tampak lebih pucat. Biasanya, perubahan ini bersifat sementara dan akan kembali normal ketika tubuh menghangat.

Kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat juga berperan dalam munculnya bibir pucat.

Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah yang sehat. Jika asupannya kurang, produksi sel darah merah dapat terganggu dan memengaruhi warna bibir.

Kondisi ini sering disertai gejala lain seperti sariawan, nafsu makan menurun, dan tubuh terasa lemas.

Dalam beberapa kasus, bibir pucat dapat berkaitan dengan penyakit kronis, seperti gangguan jantung, paru-paru, atau ginjal.

Penyakit-penyakit ini dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah, sehingga bibir tampak pucat atau kusam secara menetap.

Untuk menilai apakah bibir pucat masih tergolong ringan atau perlu pemeriksaan medis, penting memperhatikan gejala yang menyertainya.

Bibir pucat akibat dehidrasi ringan atau udara dingin biasanya akan membaik dengan sendirinya.

Namun, jika warna bibir tetap pucat dalam waktu lama atau disertai keluhan seperti sesak napas, pusing berat, atau kelelahan ekstrem, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan.

Menjaga asupan nutrisi yang seimbang, mencukupi kebutuhan cairan harian, serta rutin memantau kondisi kesehatan dapat membantu mencegah beberapa penyebab umum bibir pucat dan menjaga tubuh tetap sehat secara menyeluruh.(*)




Kuku Tampak Pucat atau Rapuh? Waspadai Tanda Gangguan Ginjal

SEPUCUKJAMBI.ID – Kuku tidak hanya berperan sebagai pelindung ujung jari, tetapi juga dapat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dalam dunia medis, perubahan pada kuku kerap dikaitkan dengan gangguan tertentu, termasuk masalah pada fungsi ginjal.

Salah satu tanda yang sering dibahas adalah perubahan warna kuku.

Pada sebagian orang dengan gangguan ginjal, kuku dapat terlihat lebih pucat atau tampak putih di bagian tengah, sementara bagian tepinya cenderung lebih gelap.

Kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan aliran darah atau penumpukan zat sisa metabolisme dalam tubuh.

Tak hanya warna, tekstur kuku juga bisa mengalami perubahan.

Kuku yang menjadi rapuh, mudah pecah, atau muncul garis-garis pada permukaannya dapat mengindikasikan gangguan metabolisme.

Fungsi ginjal yang menurun dapat memengaruhi penyerapan nutrisi penting, sehingga berdampak pada kesehatan kuku.

Dalam beberapa kasus, kuku dapat terlihat kebiruan atau keabu-abuan. Warna ini bisa menandakan gangguan oksigenasi darah atau ketidakseimbangan elektrolit.

Ginjal berperan penting dalam menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh, sehingga ketika fungsinya terganggu, dampaknya dapat terlihat hingga ke bagian kuku.

Perubahan bentuk kuku juga dilaporkan pada sebagian penderita gangguan ginjal.

Ujung kuku yang tampak lebih membulat atau menebal dapat berkaitan dengan masalah sirkulasi darah dan distribusi oksigen ke jaringan tubuh.

Meski demikian, perubahan pada kuku tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan ginjal.

Faktor lain seperti anemia, kekurangan vitamin, penyakit hati, hingga infeksi jamur juga dapat memengaruhi kondisi kuku.

Oleh karena itu, tanda pada kuku sebaiknya dilihat sebagai sinyal awal, bukan sebagai diagnosis.

Jika perubahan kuku disertai gejala lain seperti pembengkakan pada kaki atau pergelangan, rasa lelah berlebihan, mual, atau perubahan pola buang air kecil, pemeriksaan medis sangat disarankan.

Tes darah dan urin dapat membantu memastikan apakah terdapat gangguan fungsi ginjal atau penyebab lainnya.

Memerhatikan kondisi kuku secara rutin dapat menjadi langkah sederhana untuk mengenali perubahan dalam tubuh.

Deteksi dini terhadap tanda-tanda kesehatan yang tidak normal memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat dan tepat.(*)