Bupati Dillah Buka TMMD ke-130 di Tanjab Timur, Delapan Jenis Sasaran Fisik Jadi Prioritas

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, resmi dimulai pada Selasa 13 Oktober 2026.

Program yang digelar Kodim 0419/Tanjab ini menyasar peningkatan jalan sepanjang 2.690 meter serta perbaikan sejumlah fasilitas dasar di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara.

Selain infrastruktur jalan, Satgas TMMD menargetkan tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH), lima sumur bor, serta rehabilitasi tempat ibadah, fasilitas pendidikan, pos keamanan lingkungan, dan sarana olahraga.

Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., memimpin upacara pembukaan di Lapangan Sepak Bola Desa Merbau. Dalam kegiatan tersebut, Komandan Satgas TMMD yang juga menjabat Dandim 0419/Tanjab, Letkol Inf Zulhiardi, S.I.P., M.Han., menyampaikan laporan kesiapan dan sasaran program.

Peningkatan kualitas jalan sepanjang 2.690 meter menjadi sasaran utama TMMD ke-130 di Desa Merbau.

Perbaikan akses tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi hasil usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Satgas juga menargetkan pembangunan tiga unit RTLH dan lima sumur bor. Kedua sasaran ini menyentuh kebutuhan dasar warga, terutama hunian yang layak dan ketersediaan akses air bersih.

Pada sektor fasilitas publik, TMMD ke-130 mencakup rehabilitasi satu bangunan mushola, satu sekolah madrasah, satu gedung sekolah dasar, serta satu pos kamling.

Program tersebut juga menyasar perbaikan satu lapangan sepak bola dan satu lapangan voli untuk mendukung kegiatan olahraga dan interaksi sosial masyarakat.

Dengan cakupan tersebut, TMMD di Desa Merbau tidak hanya berorientasi pada pembangunan jalan, tetapi juga mencakup perumahan, air bersih, pendidikan, tempat ibadah, keamanan lingkungan, dan sarana olahraga.

Dalam sambutannya, Bupati Dillah Hikmah Sari mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-130 dan mengajak masyarakat bekerja sama dengan personel Satgas TNI.

“TMMD ke-130 ini merupakan hal yang sangat positif. Saya berharap masyarakat bisa saling bekerja sama dan bersinergi dengan tim Satgas TNI untuk bersama-sama membangun desa yang kita cintai ini,” ujar Dillah.

Ajakan tersebut menempatkan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan desa.

Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga juga diharapkan membantu menjaga hasil pekerjaan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Namun, manfaat program nantinya tidak hanya bergantung pada penyelesaian target fisik.

Kualitas pekerjaan, kesesuaian pembangunan dengan kebutuhan warga, dan pemeliharaan fasilitas juga menentukan keberlanjutan hasilnya.

Upacara pembukaan TMMD ke-130 turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Hadir mewakili Danrem 042/Gapu, Pasi Bhakti Ster Korem 042/Gapu Mayor Inf Adi Hernizam. Turut hadir Wakapolres Tanjab Timur Kompol M. Ridha, M.M., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suhas P., S.Sos., serta Camat Mendahara Junaidi.

Sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah juga mengikuti kegiatan tersebut, antara lain Kepala Dinas PUPR Nasrul Efendi, Kepala Dinas Perkim Ulfi Rahmad, Kepala Dinas Kesehatan Nasrul Iman, Kepala Dinas Perhubungan M. Hatta, dan Kepala DPMPTSP Rina Mariana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Satpol PP Gusti Wahyudi, tokoh agama, tokoh adat, para kepala desa se-Kecamatan Mendahara, serta masyarakat Desa Merbau turut menghadiri upacara.

Personel Yonif 142/Raider, Yon TP 844/KB, Kodim 0419/Tanjab, Polres Tanjab Timur, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, pemadam kebakaran, dan siswa-siswi Pramuka Kecamatan Mendahara juga mengikuti upacara sebagai bagian dari unsur peserta.

Dimulainya TMMD ke-130 menandai pelaksanaan program pembangunan lintas sektor di Desa Merbau.

Sasaran berupa jalan, sumur bor, rumah layak huni, sekolah, dan fasilitas umum diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

Tahap selanjutnya menjadi penentu sejauh mana seluruh target dapat diselesaikan sesuai rencana.

Informasi mengenai progres pekerjaan, kualitas hasil pembangunan, serta manfaat yang dirasakan warga akan menjadi indikator penting untuk menilai keberhasilan program.

Melalui keterlibatan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, TMMD ke-130 diharapkan mendukung pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat gotong royong di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.(*)




TMMD ke-130 di Tanjab Timur Sasar Jalan 2.690 Meter, Rumah Warga hingga Sumur Bor

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menyasar pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 2.690 meter serta sejumlah fasilitas dasar masyarakat di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara.

Program tersebut juga mencakup pembangunan tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH), lima sumur bor, serta rehabilitasi fasilitas pendidikan, tempat ibadah, keamanan lingkungan, dan sarana olahraga.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-130, Letkol Inf Zulhiardi, S.I.P., M.Han., yang juga menjabat Dandim 0419/Tanjab, memaparkan rencana kegiatan tersebut kepada Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., sebelum upacara pembukaan berlangsung pada Selasa 13 Oktober 2026.

Pemaparan itu menjadi bagian dari koordinasi awal antara TNI dan pemerintah daerah untuk menyamakan pemahaman mengenai sasaran pembangunan serta pelaksanaan program di Desa Merbau.

Peningkatan kualitas jalan sepanjang 2.690 meter menjadi salah satu prioritas TMMD ke-130 di Desa Merbau.

Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain pembangunan jalan, Satgas TMMD merencanakan pembangunan tiga unit RTLH dan lima sumur bor.

Kedua program tersebut menyasar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari hunian yang lebih layak hingga akses terhadap air bersih.

Satgas juga akan merehabilitasi sejumlah fasilitas umum, yakni satu bangunan mushola, satu sekolah madrasah, satu gedung sekolah dasar, dan satu pos keamanan lingkungan atau pos kamling.

Pada sektor olahraga, program ini mencakup rehabilitasi satu lapangan sepak bola dan satu lapangan voli. Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan mendukung kegiatan olahraga, interaksi sosial, dan aktivitas kepemudaan di desa.

Berbagai sasaran itu menunjukkan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan, tetapi juga menyentuh kebutuhan perumahan, air bersih, pendidikan, tempat ibadah, keamanan, dan fasilitas olahraga.

Dalam paparannya, Letkol Inf Zulhiardi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

Menurutnya, percepatan pembangunan membutuhkan keterlibatan TNI, pemerintah daerah, kepolisian, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik.

Partisipasi warga dan semangat gotong royong juga memegang peranan penting dalam menjaga serta memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.

Dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaan program, terutama agar pembangunan sesuai kebutuhan warga dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Meski demikian, keberhasilan program nantinya perlu terlihat dari hasil pekerjaan di lapangan, kualitas infrastruktur, pemanfaatan fasilitas, serta kemampuan masyarakat menjaga hasil pembangunan.

Setelah pemaparan Dansatgas, Bupati Tanjung Jabung Timur bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melanjutkan agenda menuju lapangan sepak bola Desa Merbau untuk mengikuti upacara pembukaan TMMD ke-130.

Program ini diharapkan mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, khususnya di Desa Merbau, melalui peningkatan akses transportasi dan perbaikan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

Pelaksanaan di lapangan akan menjadi tahap penting untuk melihat sejauh mana sasaran pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi warga.(*)




Hurmin Tegaskan Sarolangun Maju Bukan Sekadar Slogan, Ini Lima Agenda Pembangunannya

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Bupati Sarolangun H. Hurmin menegaskan komitmennya melanjutkan pembangunan daerah melalui visi Sarolangun Maju.

Ia menjadikan lima misi pembangunan sebagai arah kebijakan pemerintah kabupaten dalam menjalankan program selama periode RPJMD 2025–2029.

Komitmen tersebut disampaikan Hurmin dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sarolangun untuk memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun di Gedung DPRD Sarolangun, Senin 12 Oktober 2026.

Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan unsur pemangku kepentingan, Hurmin menyebut pembangunan Sarolangun merupakan hasil kerja bersama yang berlanjut dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.

Ia mengapresiasi kontribusi para pemimpin terdahulu, mulai dari Muhammad Madel dan Maryadi Syarif, hingga Hasan Basri Agus dan Cek Endra.

Menurutnya, setiap periode pemerintahan telah meletakkan bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Sarolangun.

“Pembangunan Kabupaten Sarolangun adalah hasil kerja keras kita bersama di era masing-masing pemerintahan sebelumnya. Insya Allah, tongkat estafet pembangunan ini akan terus dilanjutkan oleh putra-putri terbaik daerah ini di masa mendatang,” ujar Hurmin.

Pernyataan tersebut menegaskan arah pembangunan yang ingin ia lanjutkan. Namun, tantangan pemerintah daerah tidak berhenti pada kesinambungan program.

Pemerintah juga perlu memastikan kebijakan berjalan sesuai prioritas dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

Lima misi menjadi arah pembangunan Sarolangun

Hurmin menjelaskan bahwa visi Sarolangun Maju menjadi landasan bagi lima misi utama pemerintahannya.

Kelima misi itu mencakup pelayanan dasar, penguatan nilai sosial dan budaya, pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi, serta perbaikan birokrasi.

Misi pertama berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

Pemerintah daerah menempatkan sektor tersebut sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Misi kedua mencakup penguatan nilai keagamaan, pelestarian adat istiadat, dan pengembangan kepemudaan.

Agenda ini diarahkan untuk menjaga karakter daerah sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan.

Pada misi ketiga, Hurmin menekankan pembangunan infrastruktur pelayanan umum yang merata dan berkualitas.

Pemerataan menjadi aspek penting agar masyarakat di berbagai wilayah memperoleh akses yang lebih baik terhadap fasilitas dan layanan dasar.

Misi keempat berorientasi pada pengembangan ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Arah kebijakan ini membuka ruang bagi penguatan usaha masyarakat dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah.

Sementara itu, misi kelima menyasar pembentukan budaya birokrasi yang berakhlak, tanggap, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kelima misi tersebut menjadi kerangka bagi pemerintah daerah dalam menentukan program dan prioritas pembangunan.

Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi antarlembaga, pengelolaan anggaran yang efektif, serta evaluasi berkala terhadap hasil program.

Hurmin: Sarolangun Maju bukan sekadar slogan

Hurmin menegaskan visi dan misi pemerintahannya bukan sekadar pernyataan politik, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.

Ia menyatakan program dalam RPJMD Sarolangun 2025–2029 harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Visi dan misi ini bukan sekadar slogan, tetapi janji kami kepada masyarakat yang akan kami wujudkan. Melalui kerja nyata, kami berkomitmen memastikan bahwa setiap program pemerintah yang tertuang dalam dokumen RPJMD 2025–2029 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Hurmin.

Komitmen tersebut menempatkan pelaksanaan program sebagai tolok ukur penting bagi keberhasilan pemerintahan.

Masyarakat membutuhkan perbaikan layanan yang nyata, mulai dari akses pendidikan dan kesehatan hingga infrastruktur dan kesempatan ekonomi.

Karena itu, keberhasilan agenda Sarolangun Maju perlu terlihat melalui indikator yang terukur, seperti peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi lokal, dan perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan setiap program memiliki target yang jelas sehingga masyarakat dapat menilai perkembangan dan hasil pelaksanaannya.

Tantangan pembangunan masih membutuhkan perhatian

Dalam rapat paripurna yang sama, Gubernur Jambi, Al Haris memaparkan sejumlah indikator pembangunan Sarolangun pada 2025.

Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 4,78 persen, meningkat dibandingkan 3,73 persen pada 2024.

Indeks Pembangunan Manusia juga naik dari 73,76 menjadi 74,72.

Tingkat Pengangguran Terbuka turun dari 5,03 persen pada 2024 menjadi 4,68 persen pada 2025. Sementara itu, tingkat kemiskinan masih mencapai 8,74 persen.

Angka tersebut memberikan gambaran mengenai capaian sekaligus tantangan pembangunan yang perlu mendapat perhatian.

Pemerintah daerah membutuhkan program yang mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Al Haris juga mengingatkan pemerintah daerah agar berhati-hati dalam menentukan prioritas belanja di tengah keterbatasan fiskal.

Ia meminta program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama kelompok miskin.

Pesan tersebut relevan dengan agenda Sarolangun Maju karena pelaksanaan lima misi membutuhkan dukungan anggaran yang memadai dan pengelolaan sumber daya yang efektif.

Karhutla dan pemerataan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah

Selain persoalan kesejahteraan, karhutla masih menjadi tantangan di Kabupaten Sarolangun.

Al Haris menyebut kebakaran masih terjadi di kawasan Air Hitam dan meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat upaya pencegahan serta penanganan.

Persoalan tersebut membutuhkan koordinasi pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat.

Upaya pencegahan juga penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat mengganggu aktivitas warga dan merusak lingkungan.

Di sektor infrastruktur, pemerataan pembangunan tetap menjadi agenda penting agar akses pelayanan umum tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Pembangunan jalan dan fasilitas publik perlu berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta potensi ekonomi di masing-masing wilayah.

Tantangan tersebut menunjukkan bahwa agenda pembangunan Sarolangun Maju membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.

Pemerintah tidak hanya perlu mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan, meningkatkan layanan dasar, dan memastikan hasil pembangunan menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Hurmin ajak seluruh pihak perkuat sinergi

Hurmin mengakui pemerintah kabupaten tidak dapat menjalankan seluruh agenda pembangunan secara mandiri.

Ia membutuhkan dukungan DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah pusat, serta masyarakat.

Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam melanjutkan pembangunan dan menjaga kesinambungan program daerah.

Pada usia ke-27 Kabupaten Sarolangun, pemerintah daerah menghadapi tugas untuk menerjemahkan visi Sarolangun Maju menjadi hasil yang dapat diukur dan dirasakan warga.

Lima misi yang telah ditetapkan memberikan arah kebijakan.

Namun, konsistensi pelaksanaan, ketepatan penggunaan anggaran, dan kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat akan menentukan sejauh mana agenda tersebut mencapai tujuannya.

Peringatan Hari Jadi ke-27 pun menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen pembangunan sekaligus mengevaluasi langkah yang perlu diprioritaskan pada tahun-tahun mendatang.(*)




Warga Haru! Jalan Talang Duku Akhirnya Dibangun, Bupati Turun Langsung

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, turun langsung meninjau progres pembangunan jalan di Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kamis (15/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Dalam peninjauan itu, Bupati menegaskan pentingnya penyelesaian pekerjaan tepat waktu agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga desa.

“Saya berharap pembangunan ini selesai sesuai jadwal. Setelah rampung, mari kita jaga bersama agar jalan tetap dalam kondisi baik dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujar Bambang.

Kehadiran kepala daerah disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga mengaku pembangunan jalan tersebut telah lama dinantikan karena menjadi akses utama menuju permukiman dan lahan pertanian.

Seorang warga menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya proyek tersebut. Ia menilai perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur desa menjadi bukti komitmen dalam pemerataan pembangunan.

Hal senada juga diungkapkan Maman, warga Talang Duku lainnya. Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya kurang memadai sering menghambat aktivitas sehari-hari.

Kini, dengan adanya pembangunan, perjalanan menjadi lebih lancar dan aman.

Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari kelanjutan program prioritas infrastruktur yang sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional yang sebelumnya dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.

Dengan penguatan infrastruktur dasar seperti jalan desa, Pemkab Muaro Jambi optimistis mampu meningkatkan daya saing wilayah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)