Kemas Faried Kritik DLH Kota Jambi: Jangan Biarkan Wali Kota Bekerja Sendiri Urus Sampah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly melontarkan kritik terbuka terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi terkait pelaksanaan program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) dan penataan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Menurut Kemas, polemik yang muncul di tengah masyarakat belakangan ini menunjukkan masih lemahnya sosialisasi terhadap kebijakan baru yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Jambi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Kemas saat menghadiri Dialog Publik Pengelolaan Persampahan Kota Jambi yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu 13 Juni 2026.

Dalam forum yang dihadiri berbagai elemen masyarakat itu, Kemas secara khusus menyoroti peran DLH Kota Jambi sebagai organisasi perangkat daerah yang menjadi penanggung jawab utama urusan persampahan.

Ia menegaskan bahwa program transformasi tata kelola sampah merupakan kebijakan strategis yang membutuhkan dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah, terutama instansi teknis yang menjadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan.

“Ini program yang baik dan program baru. Karena itu dibutuhkan kerja sama yang solid dari semua pihak agar tujuan yang ingin dicapai bisa terlaksana dengan baik,” ujar Kemas.

Politisi yang juga menjabat Ketua DPRD Kota Jambi itu menilai DLH harus lebih aktif menjelaskan kepada masyarakat mengenai tujuan, manfaat, hingga mekanisme pelaksanaan OPBM agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun informasi yang simpang siur.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada kepala daerah semata.

“Saya mengapresiasi langkah Bapak Wali Kota. Tapi tentu beliau tidak bisa bekerja sendiri. Program sebesar ini harus ditopang seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat agar persoalan sampah di Kota Jambi benar-benar bisa diselesaikan,” tegasnya.

Selain menyoroti aspek sosialisasi, Kemas juga memberikan perhatian terhadap sejumlah komponen pendukung transformasi tata kelola persampahan.

Termasuk pengadaan armada bentor pengangkut sampah dan pengembangan depo transfer sampah yang menjadi bagian dari sistem baru pengelolaan sampah di Kota Jambi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap program baru pasti memiliki tantangan dan kekurangan pada tahap awal pelaksanaan.

Karena itu, berbagai kritik dan masukan yang muncul dalam dialog publik harus dipandang sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan, bukan sebagai bentuk penolakan terhadap program pemerintah.

“Namanya program baru tentu masih ada kekurangan. Yang terpenting adalah bagaimana semua masukan yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” katanya.

Salah satu isu yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian serius adalah persoalan iuran pengangkutan sampah yang belakangan menjadi pembahasan di tengah masyarakat.

Kemas mengungkapkan DPRD Kota Jambi menerima berbagai aspirasi terkait mekanisme penarikan iuran yang diterapkan di sejumlah wilayah.

Ia meminta Pemerintah Kota Jambi menyusun formulasi yang lebih jelas dan terukur agar tidak memunculkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kami meminta ke depan ada formulasi yang lebih jelas. Jangan sampai muncul potensi pungutan liar atau masyarakat kurang mampu justru terbebani oleh kebijakan ini,” ujarnya.

Menurut Kemas, perlindungan terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah harus menjadi perhatian dalam setiap kebijakan pelayanan publik, termasuk dalam pengelolaan sampah.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jambi yang membuka ruang dialog secara terbuka dengan masyarakat.

Menurutnya, forum seperti ini penting untuk menyerap aspirasi sekaligus meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah publik.

“Kami terbuka terhadap setiap kritik dan aspirasi masyarakat. Semua masukan yang disampaikan akan menjadi bahan untuk diteruskan kepada pemerintah dan pihak terkait agar kebijakan yang diambil semakin baik,” pungkasnya.

Dialog publik tersebut menjadi salah satu momentum evaluasi terhadap pelaksanaan transformasi tata kelola sampah di Kota Jambi yang saat ini tengah berjalan.

Sejumlah masukan yang mengemuka, mulai dari persoalan sosialisasi, mekanisme iuran, hingga kesiapan infrastruktur pendukung, diperkirakan akan menjadi bahan perbaikan dalam implementasi program OPBM ke depan.(*)




Wawako Diza: Masalah Sampah Sudah Jadi Agenda Nasional, Kota Jambi Harus Bergerak Cepat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha menegaskan bahwa, transformasi tata kelola sampah yang saat ini dijalankan Pemerintah Kota Jambi bukan sekadar program daerah, melainkan bagian dari upaya mendukung agenda nasional dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.

Hal itu disampaikan Diza saat menghadiri Dialog Publik Pengelolaan Sampah yang digelar Pemerintah Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu 13 Juni 2026.

Menurut Diza, isu sampah kini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah pusat.

Karena itu, setiap daerah dituntut menghadirkan solusi yang konkret dan berkelanjutan guna mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Permasalahan sampah saat ini sudah menjadi agenda nasional. Hal ini juga telah menjadi perhatian Presiden dalam berbagai forum nasional. Pemerintah daerah didorong untuk segera menghadirkan langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan sampah,” ujar Diza.

Ia menjelaskan, kebijakan transformasi tata kelola sampah yang sedang diterapkan di Kota Jambi, termasuk melalui program Operator Pengangkut Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Diza menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat RT, komunitas lingkungan, akademisi, hingga dunia usaha.

“Kita ingin membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah. Persoalan ini tidak bisa hanya diselesaikan pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat,” katanya.

Dialog publik yang dihadiri berbagai kalangan itu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, maupun masukan terhadap kebijakan persampahan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Jambi.

Sejumlah isu yang mengemuka dalam forum tersebut di antaranya terkait mekanisme OPBM, penutupan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), sosialisasi program, hingga persoalan iuran pengangkutan sampah di tingkat lingkungan.

Wali Kota Jambi Maulana yang turut hadir dalam forum itu menyambut berbagai masukan yang disampaikan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh kebijakan yang diambil adalah menciptakan Kota Jambi yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Menurut Maulana, meningkatnya volume sampah dari tahun ke tahun membuat pemerintah harus melakukan transformasi tata kelola persampahan.

Data Pemkot Jambi mencatat volume sampah harian meningkat dari sekitar 200 ton per hari pada tahun 2000 menjadi hampir 448 ton per hari pada 2025.

“Secara umum masyarakat mendukung arah kebijakan ini. Namun memang ada beberapa hal yang harus menjadi evaluasi bersama, terutama terkait sosialisasi, mekanisme pelaksanaan, dan transparansi,” kata Maulana.

Dalam dialog tersebut, Pemerintah Kota Jambi juga menyerap berbagai masukan dari akademisi, tokoh masyarakat, pengurus RT, mahasiswa, hingga pegiat lingkungan.

Sebagai tindak lanjut hasil dialog, Pemerintah Kota Jambi akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah kebijakan yang sedang berjalan.

Salah satunya dengan menghentikan sementara penutupan dan pembongkaran TPS hingga dilakukan kajian lebih lanjut terhadap mekanisme pelaksanaannya.

Diza berharap forum seperti ini dapat terus dilakukan agar setiap kebijakan publik yang dijalankan pemerintah memperoleh dukungan dan pemahaman yang sama dari masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan Kota Jambi yang bersih, sehat, nyaman, dan menjadi kota yang membanggakan bagi seluruh warganya,” pungkas Diza.(*)




PBB 2026 di Alam Barajo Dikejar, Camat Minta Warga Taat Pajak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, memperkuat langkah optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2026 dengan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kota Jambi.

Camat Alam Barajo, Andika Wahyu Ramadhanuz, menegaskan bahwa pajak daerah memiliki peran penting dalam menopang berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik.

“PBB merupakan salah satu sumber utama pembangunan daerah. Kami terus mengimbau masyarakat agar membayar tepat waktu sebagai bentuk kontribusi terhadap kemajuan Kota Jambi,” ujarnya.

Menurutnya, pihak kecamatan bersama perangkat kelurahan dan RT terus melakukan pendekatan langsung kepada warga melalui edukasi dan sosialisasi berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, sehingga berdampak langsung pada kualitas pembangunan di wilayah setempat.

“Semakin tinggi kepatuhan pajak, semakin besar pula manfaat yang kembali dirasakan masyarakat dalam bentuk pembangunan,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Alam Barajo menargetkan peningkatan tingkat kepatuhan wajib pajak pada 2026, sehingga realisasi penerimaan PBB dapat tercapai secara maksimal.(*)




Wabup Gerry Tekankan Gotong Royong di Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Gerry Trisatwika menegaskan pentingnya semangat gotong royong dan persatuan sebagai fondasi utama dalam membangun daerah saat Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi, Selasa (06/01/2026).

Dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Gerry Trisatwika membacakan amanat Gubernur Jambi dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai kebersamaan dalam mewujudkan visi Jambi Mantap 2029.

“Provinsi kita berdiri di atas fondasi semangat gotong royong, persatuan, dan kerja keras para pendahulu. Nilai-nilai luhur inilah yang menjadi bekal kita untuk terus melangkah maju,” ujar Gerry Trisatwika.

Ia menuturkan, perjalanan pembangunan Provinsi Jambi hingga usia ke-69 tahun bukanlah proses yang singkat.

Berbagai tantangan, termasuk dinamika politik dan kondisi ekonomi nasional yang tidak selalu stabil, telah dilalui bersama.

Menurutnya, seluruh masyarakat patut bersyukur karena di tengah kondisi tersebut, pembangunan di Provinsi Jambi tetap berjalan dan terus menunjukkan kemajuan.

“Kita terus mengawal berbagai program pembangunan yang bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat di seluruh wilayah, terutama yang menjadi fokus pembangunan Provinsi Jambi dan nasional,” katanya.

Gerry Trisatwika juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang menunjukkan kinerja positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, pertumbuhan ekonomi Jambi pada triwulan III tahun 2025 dibandingkan triwulan III tahun 2024 tercatat tumbuh sebesar 4,77 persen.

Selain itu, laju inflasi Provinsi Jambi secara year on year pada November 2025 berada di angka 3,55 persen, sementara inflasi month to month tercatat sebesar 0,05 persen, menandakan kondisi ekonomi yang relatif terkendali.

Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jambi tahun 2025 mencapai 75,13, meningkat 0,77 poin atau 1,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 74,36.

Selama periode 2020–2025, IPM Provinsi Jambi rata-rata tumbuh sebesar 0,77 persen per tahun.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Jambi pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,26 persen, turun 0,23 persen poin dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 4,48 persen.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Gerry Trisatwika menyampaikan bahwa pada periode kedua kepemimpinan Gubernur Jambi Al Haris, pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan visi pembangunan Mewujudkan Jambi MANTAP Berdaya Saing dan Berkelanjutan Tahun 2029.

Ia menjelaskan, terdapat tiga misi utama yang menjadi fokus pembangunan, yakni memantapkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien, meningkatkan daya saing daerah serta produktivitas sektor pertanian, perdagangan, industri, dan pariwisata, serta memantapkan keberlanjutan pembangunan dan kualitas sumber daya manusia.

“Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, tentu akan dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan di masa depan. Kondisi keterbatasan yang ada menuntut kita untuk terus berinovasi, menjaga persatuan, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi,” pungkasnya.(*)




Wali Kota Maulana: Dukungan Pemprov Dorong Ekonomi dan Pembangunan Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas berbagai dukungan yang telah diberikan, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Jambi.

Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Maulana usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026, yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Selasa pagi (06/01/2026).

Menurut Maulana, dukungan Pemerintah Provinsi Jambi selama ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Jambi, baik melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan ekonomi maupun bantuan konkret dalam pembangunan daerah.

“Pemerintah Kota Jambi mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jambi. Banyak kegiatan dan event yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk dukungan pembebasan lahan untuk penanggulangan banjir,” ujar Wali Kota Maulana.

Ke depan, ia berharap dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan, terutama dalam peningkatan kualitas jalan-jalan milik Pemerintah Provinsi yang berada di wilayah Kota Jambi.

Menurutnya, perbaikan jalan melalui overlay dan peningkatan kualitas infrastruktur sangat penting agar Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi tampil lebih representatif.

Selain infrastruktur jalan, Wali Kota Maulana juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan dalam penanganan banjir.

Ia menilai, persoalan banjir tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pemerintah dan pemangku kepentingan.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara kolaboratif, tidak hanya antara Pemerintah Kota dan Provinsi, tetapi juga melibatkan Pemerintah Pusat. Dengan kerja bersama, setiap permasalahan dapat diatasi secara bertahap,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap berbagai Program Strategis Nasional, seperti Sekolah Rakyat (SR), Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Merah Putih, hingga rencana pembangunan flyover di kawasan Pal 10.

Ia menyebutkan, pembangunan flyover Pal 10 menjadi harapan bersama untuk mengurai kemacetan, khususnya akses keluar masuk Kota Jambi dari exit tol.

“Program-program strategis ini sangat penting bagi masyarakat. Kami berharap seluruh rencana pembangunan tersebut dapat berjalan dengan baik demi kepentingan bersama,” tutup Wali Kota Maulana.

Sementara itu, dalam Rapat Paripurna tersebut, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Provinsi Jambi.

Ia menegaskan komitmennya bersama Wakil Gubernur Abdullah Sani untuk terus mengawal pembangunan daerah.

“Saya bersama Pak Wakil Gubernur tentu berupaya memberikan yang terbaik dalam mengawal pembangunan Provinsi Jambi. Terima kasih atas dukungan seluruh Bupati dan Wali Kota, DPR RI, DPD RI, serta DPRD Provinsi Jambi yang terus bersinergi membangun Jambi yang kita cintai,” ujar Al Haris.

Peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi tahun ini mengusung tema “Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi Mantap 2029”, yang menjadi momentum refleksi perjalanan panjang daerah sekaligus penguatan komitmen bersama dalam pembangunan berkelanjutan.

Peringatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam mewujudkan Jambi Mantap 2029, sekaligus mendukung visi Kota Jambi Bahagia melalui pembangunan yang merata dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz, serta dihadiri sejumlah tokoh penting dari Pemerintah Pusat, di antaranya Ketua Pembinaan Kejaksaan Agung RI Dr. Hendro Dewanto, S.H., M.H, anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Jambi, serta perwakilan Menteri Dalam Negeri RI yang diwakili oleh Dr. Drs. Suhariyono, Kepala BPSDM Kemendagri.

Turut hadir Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi beserta istri, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, kepala daerah se-Provinsi Jambi, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan organisasi, serta undangan lainnya.(*)




Wawako Diza: Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Jambi Menuju MANTAP 2029

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Selasa pagi (06/01/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan nuansa adat Melayu Jambi yang kental.

Kegiatan peringatan HUT Provinsi Jambi tingkat Kota Jambi tersebut diikuti unsur Forkopimda Kota Jambi, jajaran pejabat Pemerintah Kota Jambi, ASN, serta tamu undangan lainnya yang mengenakan pakaian adat khas Melayu Jambi.

Dalam upacara itu, Wakil Wali Kota Diza membacakan amanat Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H, yang menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Jambi mengusung tema “Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi MANTAP 2029.”

Melalui amanat tersebut, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa HUT Provinsi Jambi bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Melainkan momentum refleksi terhadap perjalanan panjang pembangunan daerah, mulai dari masa perjuangan hingga berbagai capaian yang telah dirasakan masyarakat saat ini.

“Di tengah dinamika politik dan kondisi ekonomi nasional yang penuh tantangan, Provinsi Jambi tetap mampu menjaga arah pembangunan. Hal ini tidak terlepas dari sinergi seluruh lapisan masyarakat dan unsur pemerintahan,” ujar Al Haris dalam amanat yang dibacakan Wawako Diza.

Selain itu, disampaikan pula sejumlah capaian positif Provinsi Jambi di berbagai sektor, di antaranya pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta tren penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Usai upacara, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menegaskan pentingnya kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta Forkopimda dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

“Pesan utama dari amanat Bapak Gubernur adalah bagaimana seluruh jajaran pemerintah dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Diza.

“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci agar program-program pembangunan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujar Diza.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen untuk terus mendukung program pembangunan Provinsi Jambi demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara merata.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Diza juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-69 Provinsi Jambi atas nama Pemerintah Kota Jambi.

Ia berharap Provinsi Jambi semakin maju, berdaya saing, dan mampu menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Semoga kita senantiasa diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa agar dapat terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.(*)




Jambi MANTAP 2029: Gubernur Al Haris Paparkan Capaian dan Program Unggulan PRO-JAMBI

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026 dengan tema Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi MANTAP 2029”.

Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan apresiasi kepada para pendiri provinsi, gubernur terdahulu, serta seluruh pimpinan daerah atas kontribusi besar mereka dalam pembangunan Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemerintah Provinsi Jambi telah menyalurkan bantuan sebagai bentuk empati kepada masyarakat terdampak.

“Semoga saudara-saudari kita diberikan ketegaran dan pemerintah dapat menangani dampak bencana dengan cepat,” ujar Gubernur Al Haris.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, capaian makro ekonomi menunjukkan kinerja positif.

Pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan III 2025 tercatat 4,77 persen (y-on-y), inflasi tahunan Desember 2025 sebesar 3,71 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,13.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,26 persen, sementara Gini Ratio menurun menjadi 0,301, menandakan perbaikan pemerataan pendapatan.

Gubernur Al Haris juga memaparkan capaian program PRO-JAMBI, antara lain:

  • Jambi Cerdas dan Pintar: Bantuan pendidikan untuk lebih dari 20 ribu siswa SMA/SMK/SLB serta beasiswa S1, S2, S3 dalam dan luar negeri.

  • Jambi Sehat: Integrasi jaminan kesehatan daerah untuk hampir 300 ribu jiwa dan subsidi PBI bagi jutaan masyarakat.

  • Jambi Responsif: Bantuan keuangan khusus bagi desa, kelurahan, kecamatan, dan kelompok rentan.

  • Jambi Tangguh: Program bedah rumah, bantuan UMKM, pembangunan sarana prasarana, dukungan pertanian dan ketahanan pangan.

  • Jambi Agamis: Bantuan operasional santri, santri hafidz Al-Qur’an, dan bantuan umrah untuk guru mengaji.

Setelah terpilih kembali memimpin Provinsi Jambi, Al Haris dan Wakil Gubernur menetapkan RPJMD 2025–2029 dengan visi “Jambi MANTAP Berdaya Saing dan Berkelanjutan Tahun 2029 di Bawah Ridho Allah SWT”, fokus pada tata kelola pemerintahan, peningkatan daya saing ekonomi, dan kualitas SDM.

Provinsi Jambi juga mendukung Program Prioritas Nasional, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan ketahanan pangan, dengan produksi padi dan beras meningkat lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Gubernur Al Haris mengajak seluruh bupati, wali kota, dan masyarakat untuk bersinergi membangun daerah, memperkuat kolaborasi.

Serta mendukung proyek strategis seperti jembatan, jalan tol, pelabuhan, bandara, hilirisasi komoditas, revitalisasi Candi Muaro Jambi, dan pengembangan geopark.

“Bersatu membangun daerah secara berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan melestarikan budaya adalah kunci mewujudkan Jambi yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera,” tutupnya.(*)




HUT Jambi ke-69, Al Haris Singgung Wacana Abadikan Nama Mantan Gubernur

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris membuka wacana penamaan fasilitas publik menggunakan nama mantan Gubernur Jambi sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun daerah.

Wacana tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri ziarah dan tabur bunga dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69, Senin (5/1/2026).

Menurut Al Haris, pemberian nama tokoh pada fasilitas publik tidak semata-mata dikaitkan dengan siapa yang membangun fasilitas tersebut.

Melainkan sebagai simbol penghargaan dan pengingat bagi generasi penerus terhadap kontribusi para pemimpin terdahulu.

“Menamai sebuah tempat bukan soal siapa yang membangun, tetapi sebagai bentuk menghargai jasa. Itu untuk mengenang dan menghormati pengabdian para pemimpin Jambi,” ujar Al Haris.

Ia mencontohkan sejumlah fasilitas publik di Jambi yang telah lebih dulu menggunakan nama tokoh daerah sebagai bentuk penghormatan, meskipun tidak dibangun langsung oleh tokoh yang bersangkutan.

“Seperti Rumah Sakit Raden Mattaher atau Bandara Sultan Thaha. Itu adalah contoh penghargaan terhadap jasa tokoh Jambi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Al Haris mengungkapkan keinginannya untuk mengabadikan nama dua mantan Gubernur Jambi, yakni H. Zulkifli Nurdin dan H. Abdurrahman Sayoeti, pada kawasan atau fasilitas tertentu di Provinsi Jambi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa wacana tersebut tidak akan dipaksakan apabila terdapat perbedaan pandangan dari masyarakat maupun keluarga tokoh yang bersangkutan.

“Kalau memang ada yang tidak dikehendaki, tentu tidak bisa dipaksakan. Intinya, semangat kita adalah menghormati dan mengenang jasa para pemimpin Jambi,” tegasnya.

Al Haris berharap, melalui penamaan fasilitas publik maupun bentuk penghormatan lainnya, generasi muda Jambi dapat mengenal sejarah kepemimpinan daerah serta menghargai kontribusi para tokoh yang telah berjasa dalam pembangunan Provinsi Jambi.(*)




Kemas Faried Dukung Program 100 Hari Pemkot, Fokus Banjir & Kemacetan

KotaJambi, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan komitmennya untuk mendukung program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam 100 hari pertama kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi. Hal ini disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel BW Luxury, Kamis (20/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kemas Faried menyoroti berbagai persoalan mendesak yang perlu segera ditangani, seperti banjir, kemacetan, jalan rusak, dan pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang serta solusi komprehensif, terutama dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda Kota Jambi.

“Kami melihat bahwa banjir, kemacetan, jalan rusak, dan sampah masih menjadi isu utama yang perlu perhatian serius dari Pemkot Jambi. Khusus untuk banjir, kami berharap ada sinergi antara Pemkot Jambi, Pemprov Jambi, dan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI agar bisa menemukan solusi bersama,” ujar Kemas Faried.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan masalah banjir tidak bisa hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi. Menurutnya, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan dan perbaikan sistem drainase serta infrastruktur bisa berjalan maksimal.

Baca juga:  Ketua DPRD Kota Jambi Apresiasi Perbaikan Jalan Rusak di Telanaipura

Baca juga:  Ketua DPRD Imbau OPD Proaktif, Soal Pemeriksaan Interim BPK RI di Kabupaten Tebo

Selain itu, DPRD Kota Jambi berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung program prioritas yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah mengakomodasi aspirasi warga melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD yang disesuaikan dengan daerah pemilihan (Dapil) masing-masing anggota dewan.

“DPRD siap mendukung setiap program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kami akan memastikan kebijakan yang diambil tidak hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar membawa perubahan positif bagi warga Kota Jambi,” tegasnya.

Dengan adanya dukungan penuh dari DPRD, diharapkan program-program unggulan Pemkot Jambi dapat berjalan efektif dan memberikan solusi nyata bagi berbagai permasalahan di kota ini.(*)




Walikota Jambi Maulana Sampaikan Pidato Perdana, Fokus pada Pembangunan dan Kemajuan Kota Jambi 2025-2030

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, menyampaikan pidato perdananya dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi pada Senin, 3 Maret 2025.

Pidato ini menandai dimulainya kepemimpinan Maulana bersama Wakil Walikota Diza Hazra Aljosha, SE, MA, untuk periode 2025-2030.

Dalam pidatonya, Maulana mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Jambi dan 12 partai koalisi yang telah memberikan dukungannya selama Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota.

“Saya dan Diza sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan partai-partai politik, yang telah mempercayakan kami untuk memimpin Kota Jambi selama lima tahun ke depan,” ujar Maulana.

Baca juga: Pidato Perdana, Maulana Ajak Semua Pihak Bersatu Bangun Kota Jambi Bahagia

Baca juga: Sertijab Walikota Jambi, Maulana Optimis Bawa Perubahan Positif

Maulana menekankan pentingnya fokus pada pembangunan setelah kemeriahan kontestasi politik berakhir.

“Saatnya kita menatap masa depan dengan semangat optimisme dan persatuan. Tantangan besar menanti, namun saya yakin kita dapat menghadapinya dengan semangat untuk memajukan Tanah Pilih yang kita cintai ini,” tambahnya.

Walikota Jambi tersebut, juga menyampaikan bahwa Kota Jambi telah mengalami perkembangan yang pesat, baik dari segi fisik maupun perekonomian.

“Kota Jambi kini telah berkembang pesat, dengan mobilitas barang dan orang yang tak pernah berhenti. Kami juga bangga dengan keberagaman dan toleransi yang ada, yang memperkuat keharmonisan kota ini,” ungkap Maulana.

Baca juga: Rocky Candra Kritik PetroChina, Desak Realisasi PI 10% dan Gas 5 MMBTU untuk Jambi

Baca juga: Ada Penerbangan Jambi – Kerinci Hari Ini, Cek Informasi Lengkapnya di Sini

Maulana memaparkan sejumlah data makro ekonomi yang menunjukkan kemajuan signifikan Kota Jambi.

Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi tercatat sebesar 4,98%, sementara inflasi berhasil dikendalikan pada 1,16% YoY.

PDRB per kapita Kota Jambi mencapai 68,5 juta rupiah, dengan Gini Ratio yang relatif kecil, yaitu 0,372.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi berada pada angka tinggi, yaitu 81,77, dengan angka harapan hidup mencapai 75,12 tahun dan harapan lama sekolah 15,55 tahun.

Meski kemajuan tersebut patut diapresiasi, Maulana menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Kami dan DPRD berkomitmen untuk terus bekerja keras dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Kami menyadari betul bahwa tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana menjawab isu-isu penting yang masih mengemuka di masyarakat,” tegas Maulana.

Beberapa isu yang akan menjadi fokus utama Maulana-Diza meliputi:

  1. Kesehatan: Meningkatkan akses layanan kesehatan, penanggulangan stunting, serta penanganan penyakit TBC dan HIV/AIDS.
  2. Pendidikan: Peningkatan mutu pendidikan, kualitas tenaga pendidik, dan fasilitas sarana prasarana sekolah.
  3. Masalah Sosial: Menanggulangi kenakalan remaja, menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berekspresi, serta melestarikan adat dan budaya.
  4. Ekonomi: Mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, serta memperkuat UMKM dan sektor pariwisata.
  5. Infrastruktur dan Lingkungan Hidup: Mengatasi masalah cakupan layanan air minum, infrastuktur jalan, serta permasalahan sampah dan polusi.

Tak kalah penting, Maulana juga menyoroti perluasan dan peningkatan pelayanan publik.

“Kami akan terus meningkatkan tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik, serta menegakkan hukum dan keamanan di Kota Jambi,” lanjutnya.

Di akhir pidatonya, Maulana mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Jambi untuk bersatu dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia yang lebih maju dan sejahtera.

“Mari kita bersama-sama mengatasi tantangan ini dan membangun Kota Jambi menjadi lebih maju, sejahtera, dan harmonis, demi kebahagiaan seluruh masyarakat,” tutup Maulana dengan penuh semangat.

Dengan komitmen yang kuat dan visi yang jelas, kepemimpinan Maulana dan Diza diharapkan dapat membawa Kota Jambi menuju masa depan yang lebih gemilang.

Meski tantangan masih banyak, mereka optimis dapat menuntaskan berbagai pekerjaan rumah demi kesejahteraan warga Kota Jambi.(*)