Proyek Turap Pagar Puding Tebo Rp20,4 Miliar Dikritik DPRD, Diminta Audit Khusus

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Proyek pembangunan Turap Pagar Puding di Kabupaten Tebo dengan anggaran Rp20,4 miliar kembali menjadi sorotan publik.

Anggota DPRD Tebo dari Fraksi Nasdem, Mursalin, meminta proyek ini diaudit khusus karena dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu dan kualitas pekerjaannya dipertanyakan.

Mursalin menegaskan, DPRD sejak awal telah memperingatkan kontraktor agar pengerjaan proyek dilakukan secara serius dan tidak asal-asalan.

Pernyataan ini disampaikannya di Kantor DPRD Tebo.

“Sejak 29 Mei lalu, saat sosialisasi proyek ke masyarakat, kami sudah mengingatkan kontraktor untuk tidak main-main dalam pengerjaan proyek ini,” ujar Mursalin.

Kekhawatiran ini muncul karena pengalaman buruk pembangunan turap beronjong pada 2014, yang dianggap gagal dan mengecewakan masyarakat setempat.

Mursalin menambahkan, berbagai peringatan telah disampaikan melalui Komisi 3 DPRD dan BPBD, namun hingga kini kontraktor dinilai belum menindaklanjuti pengawasan yang diberikan.

“Sudah ditegur melalui Komisi 3 dan BPBD, tapi sepertinya tidak diindahkan. Itu yang membuat kami khawatir proyek ini tidak rampung tepat waktu,” tambahnya.

Politikus Nasdem ini bahkan meragukan proyek Turap Pagar Puding akan selesai sesuai target Desember 2024, mengingat progres lapangan yang dinilai belum optimal.

“Jika melihat kondisi di lapangan, saya pastikan ini tidak akan siap Desember. Misalnya balok dengan diameter 2,5 meter dan lebar 60×80 cm yang berfungsi sebagai pengunci belum tersedia. Ini bukti perlu dilakukan audit khusus,” jelas Mursalin.

Hingga 27 Desember 2024, pekerjaan proyek turap masih berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat merakit tangga, menyiapkan pagar, serta melakukan persiapan pengecoran beton rigid.(*)




Turap Pagar Senilai Rp20,5 Miliar Belum Rampung, BPBD Tebo Pastikan Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo memastikan akan menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Tebo bersama masyarakat Desa Pagar Puding, pelaksana proyek, serta Dinas PUPR.

RDP tersebut membahas laporan masyarakat terkait proyek pembangunan turap penahan tebing Sungai Batanghari yang belum rampung, meski dibiayai dari dana hibah BNPB Pusat senilai Rp20,4 miliar.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tebo, Joko Ardiawan, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti hasil rekomendasi DPRD sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Berdasarkan berita acara RDP akan kita tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujar Joko.

Joko berharap pembangunan turap di Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, dapat selesai tepat waktu dan berfungsi optimal sebagai pengaman pinggiran Sungai Batanghari.

Sementara itu, Anjil Fitri, Konsultan Pengawas dari Supervisi Engineering PT Dinar Rianda, menjelaskan bahwa keterlambatan pekerjaan disebabkan faktor cuaca buruk dan meningkatnya debit air Sungai Batanghari.

“Strategi kami sekarang fokus menyelesaikan bagian bawah dan menutup lining beton terlebih dahulu,” kata Anjil.

Ia menambahkan, progres pembangunan turap saat ini telah mencapai sekitar 82,97 persen, dan pihaknya menargetkan penyelesaian dalam waktu dekat.

Masyarakat Desa Pagar Puding pun berharap pekerjaan turap segera rampung agar dapat melindungi wilayah mereka dari ancaman erosi dan banjir di sekitar Sungai Batanghari.(*)