Edi Purwanto: Sinergi Jadi Kunci Pembangunan Jambi Menuju 2029

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, mengucapkan selamat ulang tahun ke-69 Provinsi Jambi.

Edi hadir dalam Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Selasa (6/1) pagi.

Dalam keterangannya, ia berharap Provinsi Jambi semakin maju dengan masyarakat yang makmur, sejahtera, dan berdaulat.

“Saya pribadi mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-69 untuk Provinsi Jambi. Semoga rakyat Jambi semakin makmur, sejahtera, dan berdaulat,” ujar Edi.

Edi menekankan masih ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan, sejalan dengan tema HUT tahun ini: “Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi Mantap 2029.”

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan kerakyatan.

Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga isu sosial di masyarakat.

“Dengan semangat sinergi, kita terus bersama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan kerakyatan, baik di bidang infrastruktur maupun sosial masyarakat,” jelasnya.

Edi berharap peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi dapat memperkuat komitmen semua pihak untuk membangun daerah yang lebih baik ke depan.

“Harapan kita, masyarakat Jambi semakin sejahtera. Mari kita sambut HUT Provinsi Jambi ke-69 ini dengan semangat membangun Jambi yang lebih baik lagi,” pungkasnya.(*)




Jalur Batu Bara Jambi Siap Beroperasi, PT Inti Tirta Jadi yang Paling Siap

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan jalur khusus batu bara di Provinsi Jambi mulai menunjukkan progres signifikan.

Dari tiga perusahaan yang terlibat, PT Inti Tirta tercatat sebagai yang paling maju, dengan jalur hauling di kawasan Pelabuhan Tenam, Kabupaten Batanghari, yang kini sudah terkoneksi 100 persen.

Jalur khusus ini menjadi infrastruktur strategis untuk memperlancar distribusi batu bara dari area tambang menuju pelabuhan.

Proyek tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan kerusakan jalan umum yang selama ini disebabkan oleh truk angkutan batu bara yang melintas di jalan raya.

Baca juga:  Manfaat dan Tantangan Jalan Khusus Batu Bara jadi Sorotan dalam Diskusi SMSI Jambi

Baca juga:  Ketua DPRD Jambi Geram, Perusahaan Batu Bara Milik PT Usaha Mitra Batanghari Diduga Cemari Lingkungan

“Untuk progres jalan khusus batu bara itu tidak ada dengan kita karena jalan itu bisnis, bukan proyek pemerintah,” ujar Kabid Perhubungan Darat dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, M. Faisal Reza.

Faisal menjelaskan, proyek jalur hauling ini merupakan inisiatif dan investasi pihak swasta, bukan proyek yang dibiayai APBD atau APBN.

Meski begitu, pemerintah daerah tetap berperan dalam pengawasan dan pemberian izin crossing jalan.

“Kaitannya dengan Dishub adalah pada saat jalan itu melakukan crossing dengan jalan nasional, jalan kabupaten, atau jalan provinsi,” jelasnya.

Menurutnya, Dishub Provinsi Jambi memastikan seluruh pembangunan jalur khusus batu bara tetap mematuhi standar keselamatan dan regulasi transportasi.

Pemerintah juga berharap jalur ini bisa mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah titik rawan macet yang selama ini menjadi keluhan warga.

Dengan beroperasinya jalur hauling milik PT Inti Tirta, diharapkan aktivitas pengangkutan batu bara di Jambi menjadi lebih tertib, efisien, dan ramah lingkungan.(*)




Malam-malam Wali Kota Jambi Sidak Progres Pembangunan Drainase di Talang Banjar, Ini Temuannya!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada malam hari, untuk meninjau langsung progres pembangunan drainase di kawasan Pasar Talang Banjar.

Pengerjaan drainase sepanjang 2,4 kilometer ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan strategis kota.

“Kita sedang membangun jalan penghubung provinsi di sepanjang kawasan ini, total panjangnya 1,2 kilometer di sisi kiri dan kanan, sehingga total 2,4 kilometer,” kata dia.

“Proyek ini mencakup pelebaran jalan menjadi empat lajur, penataan pedestrian kiri dan kanan, serta pembangunan drainase,” ujar Wali Kota.

Baca juga:  Jadi Ketua Presidium, Walikota Maulana Dorong Sinergi Dokter Umum dan Pemerintah, Berikut Struktur Lengkap Kepengurusan PDUI RI Masa Bakti 2025–2028

Baca juga:  Wali Kota Maulana akan Keluarkan Intruksi Wali Kota Terkait Mekanisme Pengisian Bahan Bakar Subsidi Jenis Solar

Ia menambahkan bahwa, kawasan ini akan ditata seperti kawasan Sumantri Brojonegoro, lengkap dengan median jalan, lampu penerangan, dan estetika pedestrian.

Pembangunan drainase menjadi salah satu tahap terberat, karena memerlukan pengerjaan siang dan malam.

“Karena padatnya lalu lintas dan keterbatasan waktu, kami lakukan pengerjaan hingga malam. Malam hari tim gali tanah dan merakit besi. Kami mohon kepada masyarakat yang melintas agar lebih berhati-hati,” jelasnya.

Wali Kota juga mengimbau kepada para pedagang yang masih menggunakan bahu jalan untuk segera mengosongkannya.

Baca juga:  Rotasi Pejabat Pemkot Jambi, Berikut Daftar Lengkap Pejabat Eselon II yang Dilantik Walikota Maulana

Baca juga:  Ajak Orang Tua Didik Anak Sejak Dini, Walikota Maulana: Ilmu Adalah Warisan Terbaik

Hal ini penting agar pengerjaan proyek tidak terganggu dan kawasan pasar bisa ditata secara maksimal.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa, setelah drainase rampung di akhir tahun ini, pada tahun depan Pemerintah Kota Jambi akan membangun pusat oleh-oleh dan diorama di kawasan eks Talang Banjar.

Kawasan ini akan menjadi ikon baru di wilayah Jambi Timur dan Paal Merah.(*)




Manfaat dan Tantangan Jalan Khusus Batu Bara jadi Sorotan dalam Diskusi SMSI Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Seminar dan diskusi yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi, Senin (22/9/2025), membahas lima bidang teknologi termasuk Digital Marketing, SEO, dan Kecerdasan Buatan (AI).

Namun, sesi kedua diskusi secara khusus mengangkat isu strategis: Manfaat serta tantangan pembangunan Jalan Khusus Batu Bara di Provinsi Jambi.

Acara tersebut dipandu oleh Pirma Satria (Pemred Jambi Ekspres dan Sekretaris SMSI Jambi), dihadiri Ketua SMSI Mukhtadi Putra Nusa, sejumlah pemimpin redaksi, dan jurnalis media siber.

Narasumber dari pemerintah bukan hanya menampilkan data, melainkan juga mengakui adanya berbagai hambatan di lapangan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jambi, Johansyah, menyebut tiga perusahaan sudah menyatakan komitmen membangun jalan khusus.

Yakni PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) sepanjang 108 km, PT Putra Bulian Properti (PT PBP) 105 km, dan PT Inti Bangun Sarana (IBS) 101 km.

Namun ia menekankan bahwa pembangunan itu tidak murah, estimasi biaya bisa lebih dari Rp 4 triliun, sehingga pelibatan swasta tidak bisa dihindari.

Dalam diskusi muncul fakta bahwa, tidak hanya persoalan dana, tapi juga dampak nyata jika jalan khusus belum terealisasi, penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) Minerba, kerusakan infrastruktur akibat truk batu bara yang masih lewat jalur umum, serta kecelakaan dan keresahan masyarakat.

Ridony Gurning, Direktur Utama PT SAS, mengaku tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan jalur logistik dari Sarolangun hingga ke Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Meski izin sudah diperoleh sejak 2015, progresnya baru signifikan di bawah manajemen sekarang. Menurut dia, infrastruktur jalan khusus akan menguntungkan banyak pihak: perusahaan, pemerintah daerah lewat pajak/DBH, dan masyarakat lokal yang terdampak.

Soal lingkungan, Gurning mengatakan mitigasi sudah dipertimbangkan, misalnya memindahkan aktivitas crushing batu bara ke lokasi yang jauh dari pemukiman, untuk mengurangi debu dan kebisingan.

Sementara itu, proyeknya yang melibatkan PT PBP dikatakan kurang menggembirakan karena menghadapi persoalan pembebasan lahan.

Progres perusahaan itu dinilai belum signifikan dibanding dua perusahaan lainnya.

Diskusi yang diadakan SMSI Jambi ini menegaskan bahwa Jalan Khusus Batu Bara bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan strategis agar logistik batu bara berjalan efisien dan dampak negatifnya bisa diminimalkan.(*)




Atasi Titik Rawan Banjir, Walikota Jambi Genjot Infrastruktur Drainase dan Embung Resapan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan banjir di wilayah rawan.

Wali Kota Jambi, Maulana, meninjau langsung proyek pembangunan saluran drainase beton di kawasan Simpang Rimbo, Senin (25/8/2025).

Saluran drainase sepanjang 170 meter ini dibangun menggantikan drainase alami, sebagai upaya mencegah banjir yang kerap terjadi di beberapa RT sekitar Simpang Rimbo.

“Beberapa RT di Simpang Rimbo menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Dengan drainase beton ini, air bisa mengalir lebih cepat dan mencegah genangan,” ujar Maulana.

Selain Simpang Rimbo, Wali Kota juga meninjau dua lokasi lain yang kerap terdampak banjir, yakni RT 20 dan RT 49 di kawasan Mayang Mangurai.

“Kami terus melakukan penanganan di titik-titik banjir yang telah dipetakan sebagai lokus bencana,” tambahnya.

Menurut Maulana, penanganan banjir merupakan bagian dari program prioritas Kota Tangguh, khususnya dalam sektor penanggulangan bencana.

Melalui Dinas SDA PUPR, proyek ini menjadi bagian dari upaya sistematis memperkuat infrastruktur perkotaan.

Tak hanya itu, Maulana juga mengungkapkan rencana optimalisasi lahan resapan di kawasan Kampung Banjir.

“Kita punya lahan seluas 1 hektare untuk dijadikan daerah resapan, khususnya di aliran Sungai Asam,” jelasnya.

Di sisi lain, pelebaran saluran drainase juga dilakukan di kawasan Purnama agar air dapat tertampung sementara di embung sebelum dialirkan secara bertahap menuju Danau Lembah Permai.

“Pendanaan dari pusat, provinsi, dan kota sudah tersedia. Pembebasan lahan segera kita eksekusi,” tutupnya.(*)