Sumpah Pemuda 2026, Bupati Anwar Sadat Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID — Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat menekankan pentingnya patriotisme, kegigihan, dan kepedulian sosial dalam membentuk generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Rabu 28 Oktober 2026.

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tahun ini mengingatkan kembali bahwa semangat persatuan tidak cukup diwujudkan melalui slogan.

Generasi muda juga perlu menerjemahkannya menjadi tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

Dalam upacara tersebut, Anwar Sadat bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Amanat tersebut menyoroti peran karakter manusia dalam menentukan kemajuan bangsa.

Pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, teknologi, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan generasi yang memiliki integritas, daya juang, dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan utama peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menempatkan tiga nilai sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati.

Patriotisme tidak sebatas mencintai tanah air melalui ucapan atau simbol. Nilai tersebut perlu terlihat melalui pengabdian, tanggung jawab, dan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, kegigihan mendorong pemuda untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan maupun kesulitan.

Adapun empati menuntut generasi muda untuk memahami persoalan orang lain dan bersedia membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketiga nilai tersebut saling berkaitan. Semangat berjuang perlu berjalan bersama kepedulian, sedangkan kemajuan harus tetap memperhatikan nilai kemanusiaan.

Dalam amanat yang dibacakan Bupati, generasi muda juga mendapat dorongan untuk terus menuntut ilmu, mengembangkan kemampuan, menghasilkan karya, serta berani mengambil tanggung jawab dalam berbagai bidang kehidupan.

Bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan.

Pemuda memiliki peluang untuk mengambil peran melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, kegiatan sosial, dan berbagai inisiatif yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Namun, upaya membangun generasi muda juga membutuhkan dukungan lingkungan.

Pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu membuka ruang agar anak muda dapat mengembangkan potensi sekaligus belajar bertanggung jawab.

Peringatan tahunan ini karena itu dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan kepemudaan, memperluas kesempatan berkarya, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi daerah.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, aparatur sipil negara, Resimen Mahasiswa, Pramuka, pelajar, hingga kelompok paduan suara.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Komandan Kodim 0419/Tanjab Letkol Inf. Zulhiardi, Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Ramadhanil, Ketua DPRD Hamdani, Ketua Pengadilan Agama Kuala Tungkal Sri Rizki Dwi Putri, serta Sekretaris Daerah Hermansyah.

Perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan, Gabungan Organisasi Wanita, dan undangan lainnya juga hadir dalam upacara tersebut.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang mampu menjaga persatuan, menghadapi tantangan dengan kegigihan, dan menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah upacara selesai, tetapi terus tumbuh melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata pemuda bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Indonesia.(*)




Wabup Murison Pimpin Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lima Pemuda Kerinci Terima Penghargaan

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Kerinci tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, tetapi juga ajang apresiasi bagi generasi muda yang menorehkan prestasi.

Wakil Bupati Kerinci H. Murison memimpin upacara peringatan tersebut di halaman Kantor Bupati Kerinci, Rabu 28 Oktober 2026.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” itu, pemerintah daerah menyerahkan piagam penghargaan kepada lima pemuda berprestasi, yakni Randi Pitora, Lukyana Azmia Putri, Zaidatul Adawiyah, Arya Geni Permana, dan Marsa Higro Pratiwi.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian mereka dalam berbagai ajang kepemudaan, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Pemberian penghargaan dalam peringatan Sumpah Pemuda menjadi salah satu upaya untuk mendorong generasi muda terus mengembangkan potensi dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Prestasi para pemuda tersebut juga menunjukkan pentingnya ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta membawa nama Kabupaten Kerinci dalam berbagai bidang.

Meski demikian, pengembangan potensi pemuda membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Akses pendidikan, pembinaan, kesempatan berkompetisi, dan ruang untuk berinovasi menjadi bagian penting agar prestasi tidak berhenti pada pencapaian individu, tetapi turut memberi manfaat bagi masyarakat.

Momentum Hari Sumpah Pemuda mengingatkan generasi muda agar terus menjaga persatuan, memiliki kegigihan dalam menghadapi tantangan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Nilai-nilai tersebut relevan bagi pemuda Kerinci dalam menghadapi perubahan zaman,” kata dia.

Generasi muda tidak hanya perlu meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi, tetapi juga mengambil bagian dalam kehidupan sosial serta pembangunan daerah.

“Semangat patriotisme dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata, sedangkan kegigihan tercermin dari kemauan untuk terus belajar dan bangkit menghadapi kesulitan,” tegasnya.

Adapun empati mendorong pemuda untuk peka terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai generasi.

Pemuda memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, kegiatan sosial, maupun bidang lain sesuai kemampuan masing-masing.

“Dengan semangat persatuan dan dukungan terhadap potensi generasi muda, Kabupaten Kerinci diharapkan dapat terus melahirkan pemuda yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah serta Indonesia,” tuutpnya.(*)




Sumpah Pemuda 2026, Wali Kota Alfin Salurkan Sembako dan Apresiasi Pemuda Berprestasi

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Sungai Penuh diisi dengan penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan dan pemberian penghargaan kepada pemuda berprestasi.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) serta piagam penghargaan tersebut di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Rabu 28 Oktober 2026.

Kegiatan ini menggabungkan kepedulian sosial dengan apresiasi terhadap kontribusi generasi muda bagi daerah.

Bantuan sembako ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan, sedangkan penghargaan diberikan kepada pemuda yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan prestasi.

Dalam kegiatan tersebut, Alfin didampingi Sekretaris Daerah Sungai Penuh Alpian, pimpinan DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran BAZNAS Kota Sungai Penuh.

Penyaluran bantuan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, pemberian penghargaan diharapkan dapat mendorong pemuda terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Momentum Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tidak berhenti mengejar prestasi, tetapi turut mengambil peran dalam pembangunan Kota Sungai Penuh.

Wali Kota Alfin mengajak pemuda meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan potensi, serta memanfaatkan peluang untuk berkarya dan berinovasi.

Ia berharap generasi muda Sungai Penuh tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dorongan tersebut sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menempatkan persatuan dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa sebagai nilai penting bagi generasi penerus.

Penyerahan bantuan sembako dan penghargaan pemuda menghadirkan dua pesan dalam peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, pentingnya kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dan perlunya ruang apresiasi bagi generasi muda yang berprestasi.

Dukungan terhadap pemuda tidak hanya melalui penghargaan, tetapi juga perlu diwujudkan lewat kesempatan mengembangkan keterampilan, akses pendidikan, ruang kreativitas, serta keterlibatan dalam berbagai program pembangunan daerah.

Di sisi lain, bantuan sosial dapat memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Agar manfaatnya berkelanjutan, kolaborasi pemerintah daerah, BAZNAS, dan berbagai unsur masyarakat juga perlu terus diperkuat.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap semangat persatuan, kepedulian sosial, dan kreativitas generasi muda dapat tercermin dalam tindakan nyata untuk mendorong kemajuan daerah.(*)




Sumpah Pemuda, Maulana Ajak Anak Muda Jambi Jauhi Narkoba dan Geng Motor

JAMBI — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Jambi menjadi momentum untuk mendorong generasi muda menjauhi penyalahgunaan narkoba dan aktivitas geng motor yang berisiko menimbulkan kekerasan.

Pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak muda meraih prestasi.

Pesan tersebut mengemuka dalam konteks peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung pada Rabu 28 Oktober 2026.

Wali Kota Jambi, Maulana memimpin upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang menekankan pentingnya membangun generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya berkaitan dengan kecintaan terhadap tanah air, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, pilihan pergaulan, kepedulian sosial, serta kontribusi bagi lingkungan sekitar.

“Generasi muda memiliki ruang untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan, olahraga, seni, kewirausahaan, kegiatan sosial, dan berbagai aktivitas kreatif,” kata dia seusai upacara.

Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi anak muda untuk membangun keterampilan sekaligus mempersiapkan masa depan.

Sebaliknya, penyalahgunaan narkoba dan keterlibatan dalam aksi kekerasan dapat membawa risiko bagi keselamatan, pendidikan, hubungan sosial, serta masa depan mereka.

“Karena itu, upaya menjaga generasi muda membutuhkan pendekatan yang tidak hanya menekankan larangan, tetapi juga menyediakan kesempatan bagi mereka untuk berkembang,” terangnya.

Ruang olahraga, kegiatan seni, komunitas kreatif, pendampingan, dan pendidikan karakter dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.

Dalam konteks Kota Jambi, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai tanggung jawab masing-masing agar anak-anak dan remaja memperoleh dukungan yang memadai.

“Pembinaan generasi muda tidak dapat bergantung pada pemerintah semata,” timpalnya.

Orang tua perlu membangun komunikasi dengan anak, memahami lingkungan pergaulan mereka, serta memberikan pendampingan ketika menghadapi masalah.

Sekolah juga memiliki peran melalui pendidikan karakter, kegiatan ekstrakurikuler, dan dukungan bagi siswa yang menghadapi persoalan sosial maupun perilaku berisiko.

Di lingkungan masyarakat, kegiatan olahraga, seni, kepemudaan, dan aksi sosial dapat membuka ruang interaksi yang lebih produktif.

Pendekatan yang melibatkan anak muda dalam merancang kegiatan juga dapat membantu menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Upaya pencegahan perlu berjalan bersama dengan edukasi, pendampingan, dan akses terhadap bantuan yang tepat.

“Dengan begitu, perhatian terhadap bahaya narkoba dan kekerasan tidak berhenti pada imbauan, tetapi berkembang menjadi langkah nyata,” jelasnya.

Dalam sambutan Menpora yang dibacakan Maulana, pembangunan bangsa tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan kemajuan teknologi.

Kualitas karakter, kegigihan dalam menghadapi tantangan, kecintaan terhadap tanah air, dan empati terhadap sesama juga menjadi bagian penting dari kemajuan Indonesia.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda 1928 yang menempatkan persatuan sebagai landasan kehidupan berbangsa.

Generasi muda diharapkan mampu menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, serta terlibat dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pemuda juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui gagasan, inovasi, kegiatan sosial, dan berbagai karya yang menjawab kebutuhan di lingkungannya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa masa muda merupakan kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.

Dengan dukungan keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi bagian penting dari pembangunan Kota Jambi.

Semangat Sumpah Pemuda pun perlu hadir dalam tindakan sehari-hari: menjaga persatuan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, menghindari kekerasan, mengembangkan prestasi, dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama.(*)




Sumpah Pemuda 2026, Wali Kota Jambi Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Jambi menjadi momentum untuk mengingatkan generasi muda agar tidak berhenti pada semangat persatuan, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tentang patriotisme, kegigihan, dan empati mengemuka dalam upacara yang dipimpin Wali Kota Jambi Maulana, Rabu 28 Oktober 2026.

Dalam upacara tersebut, Maulana membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang menekankan pentingnya membangun generasi muda berkarakter sebagai fondasi kemajuan Indonesia.

Pesan itu menempatkan semangat Sumpah Pemuda 1928 bukan sekadar warisan sejarah, melainkan nilai persatuan yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sambutan Menpora menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur, kecanggihan teknologi, atau pertumbuhan kekayaan.

Kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dari pembangunan.

Ada tiga karakter yang menjadi sorotan, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati.

Patriotisme berarti menunjukkan pengabdian melalui tindakan nyata untuk bangsa.

Kegigihan tercermin dari kemauan untuk terus berusaha ketika menghadapi kesulitan dan kegagalan.

Sementara itu, empati menuntut kepekaan terhadap persoalan serta kesulitan yang dialami orang lain.

Pesan tersebut menegaskan bahwa semangat kebangsaan perlu berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.

Pencapaian dan kemajuan, tanpa perhatian terhadap nilai kemanusiaan, berisiko kehilangan makna bagi masyarakat.

Dalam sambutan yang dibacakan Maulana, Menpora juga mengajak generasi muda untuk berani menetapkan cita-cita besar, bekerja keras, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi Indonesia.

Pemuda tidak hanya perlu memiliki keberanian untuk memimpin, tetapi juga kerendahan hati untuk melayani dan membantu sesama.

“Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” demikian pesan Menpora dalam sambutan tersebut.

Pesan ini menempatkan kontribusi sosial sebagai bagian dari peran pemuda dalam pembangunan.

Persatuan tidak cukup diwujudkan melalui slogan, tetapi juga melalui tindakan yang menjawab kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 kembali mengangkat nilai persatuan yang lahir dari ikrar pemuda pada 1928.

Di tengah keberagaman dan perubahan zaman, nilai tersebut tetap relevan sebagai landasan untuk membangun kehidupan bersama.

Di tingkat daerah, generasi muda memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, kegiatan sosial, dan berbagai inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kontribusi tersebut juga membutuhkan dukungan lingkungan yang membuka kesempatan bagi anak muda untuk berkembang, menyampaikan gagasan, serta terlibat dalam kegiatan pembangunan.

Peringatan Sumpah Pemuda karena itu dapat menjadi titik pengingat untuk menerjemahkan semangat kebangsaan ke dalam tindakan yang terukur, bukan hanya kegiatan seremonial tahunan.

Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh elemen bangsa membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan.

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan terus hidup melalui karya, pengabdian, persatuan, dan kepedulian sosial demi masa depan Indonesia, termasuk Kota Jambi.(*)




Kolam Retensi Paal Lima Ditargetkan Pangkas Banjir hingga 80 Persen, Ini Rencana Pemkot Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kolam retensi di kawasan Paal Lima, Kota Baru, Kota Jambi, ditargetkan mampu mengurangi banjir hingga 60–80 persen.

Target tersebut disampaikan Anggota DPR RI Edi Purwanto saat meninjau progres pembangunan bersama Wali Kota Jambi Maulana dan Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra, Senin 26 Oktober 2026.

Edi berharap kolam retensi tersebut tidak hanya membantu mengatasi persoalan banjir di Kota Jambi, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pengendalian banjir.

“Jika nanti kolam retensi ini mampu mengurangi banjir 60 sampai 80 persen, tentu bisa menjadi pilot project sebagai langkah mengurangi banjir secara nasional,” ujar Edi.

Meski demikian, angka 60–80 persen tersebut masih berupa target yang disampaikan Edi.

Efektivitas kolam retensi nantinya perlu dilihat dari hasil operasional, kapasitas tampung, kondisi saluran air, serta perubahan risiko banjir di kawasan terdampak.

Wali Kota Jambi Maulana menyebut pembangunan kolam retensi tidak hanya diarahkan untuk pengendalian banjir.

Pemerintah Kota Jambi juga merencanakan pengembangan kawasan tersebut sebagai ruang kegiatan ekonomi masyarakat.

Maulana mengatakan, Pemkot Jambi akan menyiapkan pusat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setelah pembangunan selesai.

Program itu secara khusus menyasar masyarakat kurang mampu melalui penyediaan ruang usaha dan bantuan modal.

“Setelah selesai nanti, kita akan menyiapkan pusat UMKM bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu. Kita juga akan memberikan bantuan modal agar usaha mereka bisa berkembang dan perekonomian masyarakat meningkat,” kata Maulana.

Rencana tersebut membuka peluang agar kawasan kolam retensi memiliki fungsi tambahan di luar infrastruktur pengendalian banjir.

Namun, realisasinya akan bergantung pada kesiapan fasilitas, skema bantuan modal, mekanisme pemilihan penerima manfaat, serta pengelolaan kawasan setelah pembangunan rampung.

Selain pusat UMKM, Pemkot Jambi juga berencana menata kawasan kolam retensi agar berpotensi menjadi destinasi wisata baru.

Pengembangan tersebut diharapkan menciptakan ruang aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Jika berjalan sesuai rencana, kawasan Paal Lima dapat menggabungkan fungsi infrastruktur pengendalian banjir dengan ruang publik dan kegiatan ekonomi.

Meski begitu, pengembangan wisata perlu tetap memperhatikan fungsi utama kolam retensi.

Penataan kawasan tidak boleh mengurangi kapasitas tampung air, menghambat aliran, atau mengganggu operasional infrastruktur ketika hujan deras.

Kejelasan rencana penataan, fasilitas pendukung, dan pengelolaan kawasan akan menentukan apakah potensi wisata tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Edi mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong pembangunan kolam retensi.

Ia menilai infrastruktur tersebut berpotensi membantu masyarakat menghadapi persoalan banjir.

Kunjungan bersama Maulana dan Diza Hazra juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan di kawasan Paal Lima.

Namun, keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari selesainya konstruksi.

Pemerintah perlu memastikan kolam retensi berfungsi sesuai perencanaan dan terhubung dengan sistem drainase di sekitarnya.

Evaluasi setelah proyek beroperasi juga penting untuk mengukur dampaknya terhadap genangan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Data sebelum dan sesudah pembangunan dapat membantu pemerintah menilai apakah target pengurangan banjir benar-benar tercapai.

Kolam retensi Paal Lima kini membawa dua harapan sekaligus bagi Kota Jambi: mengurangi risiko banjir dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Untuk mencapai kedua tujuan tersebut, Pemkot Jambi perlu memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, fungsi pengendalian air tetap menjadi prioritas, dan program UMKM memiliki mekanisme pelaksanaan yang jelas.

Transparansi mengenai progres pembangunan, kapasitas tampung, target operasional, serta rencana pemberdayaan warga akan membantu masyarakat mengawasi manfaat proyek tersebut.

Pemkot Jambi berharap kolam retensi Paal Lima dapat mendukung terwujudnya Kota Jambi Bahagia melalui infrastruktur yang bermanfaat, lingkungan yang lebih aman dari risiko banjir, dan peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga.(*)




Muhamad Yasir Pimpin Forum LPM Kota Jambi, Tantangan Besar Menanti

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Ketua I DPRD Kota Jambi, Muhamad Yasir, S.Pd., M.M., memimpin Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Jambi setelah peserta rapat memilihnya secara aklamasi pada Sabtu 24 Oktober 2026.

Kepemimpinan baru ini membawa tantangan untuk memperkuat koordinasi LPM sekaligus memastikan aspirasi warga mendapat perhatian dalam agenda pembangunan daerah.

Rapat pemilihan berlangsung di Ruang A DPRD Kota Jambi.

Sejumlah unsur DPRD, Pemerintah Kota Jambi, dan perwakilan LPM dari berbagai wilayah turut menghadiri agenda tersebut.

Hadir dalam rapat itu Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Jambi yang juga anggota Komisi I, Muhili Amin, S.H.; Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Jambi, Azhar, S.E.; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Dra. Hj. Noverentiwi Dewanti, M.E.; serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jambi, Drs. Raden Jufri, M.E.

Terpilihnya Yasir secara aklamasi membuka peluang bagi Forum LPM untuk memperkuat konsolidasi antarlembaga di tingkat kelurahan.

Namun, tantangan utamanya tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan.

Forum ini perlu membangun koordinasi yang efektif, menyerap persoalan warga, dan memastikan aspirasi masyarakat masuk ke dalam komunikasi pembangunan daerah.

LPM memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah.

Melalui peran tersebut, LPM dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan lingkungan, mendorong partisipasi warga, serta menyampaikan persoalan masyarakat kepada pemangku kebijakan.

Karena itu, efektivitas kepemimpinan baru akan bergantung pada kemampuan forum mengubah koordinasi organisasi menjadi kerja nyata di tingkat masyarakat.

Kehadiran unsur DPRD dan perangkat Pemerintah Kota Jambi dalam rapat pemilihan menunjukkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam agenda organisasi LPM.

Hubungan tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat komunikasi mengenai kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan.

Meski demikian, sinergi antarlembaga perlu berjalan seiring dengan fungsi LPM dalam menyuarakan kepentingan warga.

Forum ini perlu menjaga ruang partisipasi masyarakat agar aspirasi dari tingkat kelurahan tidak berhenti sebagai masukan, tetapi memperoleh tindak lanjut yang jelas sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Transparansi program, komunikasi rutin, dan mekanisme penyampaian aspirasi dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap organisasi tersebut.

Dengan kepemimpinan Muhamad Yasir, Forum LPM Kota Jambi memiliki kesempatan untuk memperkuat perannya dalam pembangunan yang partisipatif dan inklusif.

Publik kini memiliki alasan untuk menantikan langkah konkret kepengurusan baru, terutama dalam memperkuat suara warga dan membangun koordinasi yang lebih efektif antarlembaga LPM.(*)




RAPBD Kota Jambi 2027 Menyusut, Kemas Faried Tekankan Pelayanan Publik

JAMBI, SEPUCKJAMBI.ID — Proyeksi pendapatan daerah Kota Jambi pada 2027 turun sekitar Rp142,1 miliar dibandingkan APBD murni 2026.

Penurunan tersebut menjadi salah satu perhatian DPRD Kota Jambi dalam membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan bahwa pembahasan anggaran harus memastikan program pemerintah tetap menjawab kebutuhan masyarakat meski proyeksi pendapatan dan belanja daerah mengalami penurunan.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti rapat paripurna penyampaian nota pengantar dan nota keuangan RAPBD Kota Jambi 2027 di Aula Swarna Bumi DPRD Kota Jambi, Kamis 22 Oktober 2026.

Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan sekitar Rp1,6 triliun, turun 8,01 persen atau Rp142,1 miliar dibandingkan APBD murni 2026.

Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,671 triliun.

Angka tersebut turun sekitar 7,56 persen dibandingkan anggaran belanja murni 2026 yang mencapai Rp1,808 triliun.

DPRD Cermati Dampak Penurunan Anggaran

Kemas Faried mengatakan penurunan proyeksi pendapatan dan belanja menuntut pemerintah daerah menyusun prioritas secara cermat.

DPRD, menurutnya, akan mengawal pembahasan agar penyesuaian anggaran tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Meskipun ada proyeksi penurunan angka pendapatan dan belanja, di mana pendapatan turun sekitar 8 persen dan belanja turun sekitar 7 persen, kami di DPRD memastikan bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap diutamakan,” ujar Kemas Faried.

Ia menekankan bahwa pembahasan RAPBD tidak cukup hanya melihat besaran anggaran.

DPRD juga perlu mencermati manfaat setiap program, efektivitas penggunaan dana, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan warga.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah peluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan evaluasi belanja agar pemerintah memiliki ruang untuk membiayai program prioritas.

Kesehatan dan Infrastruktur Masuk Perhatian

Dalam pembahasan RAPBD 2027, DPRD turut menyoroti keberlanjutan pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ketiga sektor tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, penyesuaian anggaran perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap akses layanan dan pelaksanaan program pembangunan.

Kemas Faried menegaskan bahwa efisiensi belanja harus dilakukan secara terukur. Penghematan anggaran, menurutnya, tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat.

“Prinsipnya, meski ruang fiskal terbatas, efektivitas program pembangunan tidak boleh surut. Pelayanan publik harus tetap prima dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Kota Jambi,” tegasnya.

Namun, rincian program yang akan mengalami penyesuaian maupun sektor yang memperoleh alokasi prioritas belum dijelaskan dalam keterangan tersebut.

Hal ini akan menjadi bagian penting untuk dicermati dalam tahapan pembahasan anggaran berikutnya.

Fraksi DPRD Akan Sampaikan Pandangan Umum

Setelah penyampaian nota pengantar dan nota keuangan, pembahasan RAPBD Kota Jambi 2027 akan berlanjut ke tahapan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD.

Melalui tahapan itu, setiap fraksi dapat menyampaikan pertanyaan, kritik, masukan, dan rekomendasi terhadap rancangan anggaran yang diajukan pemerintah kota.

DPRD selanjutnya akan mendalami rancangan tersebut bersama pemerintah daerah sebelum memasuki tahapan pembahasan berikutnya.

Penurunan proyeksi pendapatan dan belanja membuat rincian alokasi anggaran menjadi bagian penting yang perlu diperiksa.

Publik dapat mencermati bagaimana pemerintah menetapkan prioritas, mengoptimalkan PAD, dan menjaga kesinambungan program pelayanan selama tahun anggaran 2027.

Hasil pembahasan RAPBD nantinya akan menentukan arah alokasi belanja daerah dan dukungan anggaran bagi berbagai program pembangunan Kota Jambi.(*)




Sarolangun Berusia 27 Tahun, Ekonomi Tumbuh 4,78 Persen, Kemiskinan 8,74 Persen Masih Jadi PR

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabupaten Sarolangun mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,78 persen pada 2025.

Namun, angka kemiskinan yang masih mencapai 8,74 persen menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi belum menghapus seluruh persoalan kesejahteraan masyarakat.

Dua indikator tersebut menjadi bagian dari catatan Gubernur Jambi, Al Haris dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sarolangun untuk memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun di Gedung DPRD Sarolangun, Senin 12 Oktober 2026.

Dalam momentum tersebut, Al Haris mengingatkan pemerintah daerah agar tidak berhenti pada capaian statistik.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan program pembangunan menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama kelompok miskin, di tengah keterbatasan anggaran.

Menurut Al Haris, usia ke-27 Kabupaten Sarolangun perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil pembangunan sekaligus mengidentifikasi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Sejumlah sektor yang masih membutuhkan perhatian meliputi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Pertumbuhan ekonomi naik, kemiskinan tetap perlu perhatian

Data yang disampaikan Al Haris menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sarolangun meningkat dari 3,73 persen pada 2024 menjadi 4,78 persen pada 2025.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik dari 73,76 pada 2024 menjadi 74,72 pada 2025.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 5,03 persen menjadi 4,68 persen pada periode yang sama.

Adapun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada 2025 tercatat sebesar 67,44 persen. Di sisi lain, tingkat kemiskinan masih berada pada angka 8,74 persen.

Al Haris menilai capaian tersebut menjadi modal bagi Sarolangun untuk melanjutkan pembangunan.

Meski demikian, angka kemiskinan membutuhkan perhatian bersama agar pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang lebih luas.

Pemerintah daerah perlu memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan tepat sasaran, sementara peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, dan kesempatan kerja tetap menjadi prioritas.

Angka pertumbuhan ekonomi dan IPM memang memberikan gambaran mengenai perkembangan daerah.

Namun, indikator tersebut perlu dibaca bersama data kesejahteraan, pemerataan pembangunan, dan kualitas pelayanan publik untuk menilai dampaknya bagi masyarakat.

Efisiensi anggaran menuntut prioritas yang lebih jelas

Al Haris juga menyoroti tantangan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan di tengah keterbatasan fiskal dan luasnya wilayah pelayanan.

Ia meminta pemerintah lebih cermat menentukan prioritas, khususnya dalam menjalankan program yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh sekadar menjadi upaya menekan belanja.

Pemerintah harus mengarahkan sumber daya yang tersedia pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penting karena kebutuhan pembangunan mencakup berbagai sektor, sedangkan kemampuan anggaran memiliki batas.

Pemerintah daerah perlu menentukan program yang paling mendesak, menjaga efektivitas belanja, serta memastikan pelaksanaannya sesuai kebutuhan warga.

Dua bandara dinilai membuka peluang ekonomi

Selain indikator sosial dan ekonomi, Al Haris menyoroti posisi geografis Sarolangun yang berpotensi mendukung aktivitas perdagangan dan konektivitas antardaerah.

Ia menyebut keberadaan Bandara Muara Bungo dan Bandara Silampari di Lubuk Linggau sebagai faktor pendukung mobilitas dari dan menuju kawasan sekitar Sarolangun.

Menurut Al Haris, posisi strategis tersebut perlu dioptimalkan melalui penguatan konektivitas, peningkatan investasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan sektor unggulan daerah.

Namun, keberadaan infrastruktur transportasi saja tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang merata.

Pemerintah daerah juga perlu mendorong akses pasar, memperkuat daya saing produk lokal, dan menciptakan iklim usaha yang mendukung investasi.

Upaya tersebut dapat membantu menghubungkan potensi ekonomi Sarolangun dengan pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Karhutla di Air Hitam masih menjadi tantangan

Di tengah peringatan hari jadi daerah, persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian Al Haris.

Ia menyebut kebakaran masih terjadi di kawasan Air Hitam, Sarolangun.

Kondisi tersebut, menurutnya, menambah tantangan bagi kepala daerah dalam menyeimbangkan penanganan bencana dan tuntutan masyarakat.

Al Haris menjelaskan bahwa, kebiasaan membakar lahan untuk membuka kebun atau ladang telah berlangsung sejak lama.

Namun, perubahan kondisi lingkungan membuat praktik tersebut berisiko menimbulkan dampak yang lebih luas.

Ia menegaskan Satuan Tugas Karhutla Provinsi Jambi terus berupaya menangani kebakaran dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Ia juga meminta para bupati dan wali kota di Provinsi Jambi aktif memperkuat pencegahan dan pemadaman di wilayah masing-masing.

Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat.

Selain pemadaman, upaya pencegahan perlu menyasar praktik pembukaan lahan yang berisiko, kesiapsiagaan menghadapi musim kering, serta penguatan edukasi kepada warga.

Pernyataan gubernur mengenai kebakaran di Air Hitam menunjukkan bahwa persoalan lingkungan masih menjadi salah satu tantangan pembangunan Sarolangun.

Kondisi tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan perlindungan lingkungan.

Bupati Hurmin tegaskan kesinambungan pembangunan

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sarolangun, Hurmin menyatakan pembangunan daerah merupakan hasil kerja bersama dan kelanjutan dari kepemimpinan sebelumnya.

Ia menyebut pemerintahan terdahulu, mulai dari periode Muhammad Madel dan Maryadi Syarif, Hasan Basri Agus dan Cek Endra, hingga pemerintahan saat ini, telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Sarolangun.

Hurmin menegaskan pemerintahannya akan melanjutkan pembangunan melalui visi Sarolangun Maju.

Ia juga menyatakan lima misi utama pemerintah daerah menjadi pedoman penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program.

Kelima misi tersebut mencakup peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial; penguatan nilai keagamaan, adat istiadat, dan kepemudaan; pemerataan infrastruktur pelayanan umum; pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dengan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan; serta pembenahan birokrasi yang responsif dan berorientasi pada pelayanan publik.

Hurmin mengatakan, pemerintah daerah telah menuangkan arah pembangunan tersebut dalam RPJMD 2025–2029.

Ia berkomitmen agar program yang tercantum dalam dokumen perencanaan itu memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia juga mengakui bahwa pemerintah kabupaten membutuhkan dukungan DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah pusat, dan masyarakat untuk menjalankan agenda pembangunan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil pembangunan dirasakan warga

Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun tidak hanya menandai perjalanan administratif daerah, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk menilai arah pembangunan ke depan.

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan IPM yang membaik menjadi modal positif. Penurunan pengangguran juga menunjukkan perkembangan yang patut dicermati.

Namun, tingkat kemiskinan 8,74 persen, keterbatasan anggaran, kebutuhan pemerataan infrastruktur, dan ancaman karhutla tetap menuntut langkah konkret.

Pemerintah daerah kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan visi, misi, dan dokumen perencanaan menjadi hasil yang terukur.

Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya program yang direncanakan, tetapi juga pada ketepatan sasaran, kualitas pelaksanaan, dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat.

Dalam penutup sambutannya, Al Haris mengucapkan selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi.

Ia berharap momentum tersebut memperkuat komitmen seluruh pihak untuk membangun Sarolangun yang Maju, Agamis, Jujur, dan Unggul.(*)




Bunda Zulva Fadhil Raih Penghargaan Nasional, Program Pemberdayaan Keluarga Batang Hari Disorot

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Batang Hari mendapat pengakuan melalui penghargaan yang diterima Bunda Zulva Fadhil dalam ajang Mata Lokal Festival 2026.

Ia meraih penghargaan Best Stewardship in Responsive Community Services untuk kategori Social & People Empowerment yang diselenggarakan Tribun Network di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Rabu 7 Oktober 2026 malam.

Penghargaan tersebut mengapresiasi kepemimpinan dan kontribusi Zulva Fadhil dalam menggerakkan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Batang Hari.

Pengakuan ini membawa perhatian pada peran program pemberdayaan sosial di tingkat daerah, khususnya dalam mendorong keluarga agar lebih mandiri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Namun, keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada penghargaan.

Keberlanjutan program, jangkauan penerima manfaat, serta perubahan nyata yang dirasakan keluarga menjadi aspek penting untuk melihat dampak kegiatan tersebut.

Dalam pernyataan yang disampaikan terkait penghargaan tersebut, Zulva Fadhil menekankan pentingnya kerja bersama antara kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Penghargaan ini bukan sekadar sebuah trofi, tetapi wujud nyata dari kerja kolaboratif seluruh kader PKK dan masyarakat Batang Hari dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas,” kata dia.

Pernyataan itu menempatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja kolektif, bukan semata-mata pencapaian individu.

Keterlibatan kader PKK dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan program pemberdayaan di lingkungan keluarga.

Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan sosial di daerah, yang tidak hanya mengejar capaian program, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam jangka panjang.

Mata Lokal Festival 2026 berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, dan turut dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Bupati Batang Hari, serta sejumlah undangan lainnya.

Penganugerahan kepada Zulva Fadhil menjadi momentum bagi Kabupaten Batang Hari untuk memperkenalkan upaya pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional.

Ke depan, tantangan pentingnya adalah memastikan program yang dijalankan mampu menjangkau lebih banyak keluarga dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Capaian tersebut dapat terlihat melalui indikator seperti peningkatan kemandirian keluarga, partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan kegiatan pemberdayaan.

Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan sosial perlu diukur melalui manfaat yang dirasakan masyarakat.

Bagi Batang Hari, keberlanjutan kolaborasi antara pemerintah daerah, kader PKK, dan warga menjadi bagian penting dalam memperkuat kesejahteraan keluarga.(*)