Wawako Sungai Penuh Dorong Penyusunan PJPK untuk Pembangunan Berkelanjutan

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri rapat monitoring dan evaluasi penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kota Sungai Penuh yang digelar di Ruang Pola Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Rabu (11/3/2026).

Rapat tersebut membahas perkembangan penyusunan dokumen PJPK yang nantinya akan menjadi pedoman strategis bagi pemerintah daerah dalam merancang pembangunan berbasis data kependudukan.

Dalam pembahasannya, dokumen tersebut mencakup berbagai aspek penting, di antaranya pengendalian jumlah penduduk, peningkatan kualitas keluarga, serta upaya pemerataan pembangunan di Kota Sungai Penuh.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menegaskan bahwa penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan memiliki peran penting sebagai landasan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah yang lebih terencana dan berkelanjutan.

Menurutnya, melalui dokumen tersebut pemerintah daerah dapat merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran dengan memanfaatkan data kependudukan yang akurat.

“Dengan adanya Peta Jalan Pembangunan Kependudukan ini, diharapkan kebijakan pembangunan di Kota Sungai Penuh dapat disusun secara lebih terarah, berbasis data yang valid, sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap proses penyusunan dokumen tersebut dapat berjalan secara komprehensif dan terintegrasi sehingga nantinya benar-benar menjadi pedoman dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Rapat monitoring dan evaluasi ini turut dihadiri perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Putut Riyatno, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan dari Kementerian Agama, BPJS, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Melalui kolaborasi berbagai instansi tersebut, diharapkan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Kota Sungai Penuh dapat tersusun secara optimal dan menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah ke depan.(*)




Musrenbang Kecamatan di Muaro Jambi 2027 Resmi Dibuka Sekda, Fokus Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terus memperkuat perencanaan pembangunan yang partisipatif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muaro Jambi, Budi Hartono, S.Sos., MT, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tahun 2027 di Aula Bapparida, Senin (9/2).

Dalam sambutannya, Sekda Budhi Hartono menekankan bahwa Musrenbang menjadi sarana penting untuk memastikan pembangunan daerah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Musrenbang adalah momen strategis bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyepakati prioritas pembangunan yang nyata berdampak pada kesejahteraan warga,” ujarnya.

Musrenbang kali ini membahas rencana pembangunan di Kecamatan Bahar Utara dan Bahar Selatan.

Sekda menegaskan, setiap usulan yang masuk harus disusun berdasarkan skala prioritas, terukur, dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kita harus fokus pada kebutuhan yang paling mendesak serta memaksimalkan potensi daerah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pengembangan ekonomi lokal,” kata Budhi Hartono.

Selain pemerintah kecamatan dan perangkat desa, kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat serta perwakilan organisasi masyarakat.

Mereka aktif memberikan masukan dan usulan agar program pembangunan 2027 lebih efektif dan tepat sasaran.

Sekda berharap Musrenbang menjadi ruang dialog yang konstruktif sehingga setiap rencana pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Bahar Utara dan Bahar Selatan.(*)




Bupati BBS Hadiri Rakornas 2026, Pemkab Muaro Jambi Siap Dukung Program Presiden

BOGOR, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menegaskan komitmennya untuk mendukung program prioritas Presiden demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno (BBS), bersama Wakil Bupati Junaidi Mahir, hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati BBS menyampaikan pentingnya forum nasional untuk memperoleh arahan langsung terkait kebijakan pembangunan, penguatan pelayanan publik, pengelolaan anggaran, serta langkah-langkah konkret mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Keikutsertaan Pemkab Muaro Jambi di Rakornas menunjukkan komitmen kami untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional. Kami berharap hasil Rakornas menjadi pedoman dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan, serta berdampak nyata bagi masyarakat Muaro Jambi,” ujar Bupati BBS.

Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam arahannya menekankan bahwa seluruh pemimpin daerah harus memahami perannya sebagai pelayan rakyat.

“Rakyat ingin hidup dalam ketenangan dan harmonis. Mereka membutuhkan pemimpin yang adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tegas Presiden.

Selain itu, Presiden Prabowo mengajak seluruh kepala daerah untuk membenahi tata kelola sumber daya alam agar pemanfaatannya optimal bagi kesejahteraan masyarakat.

Rakornas ini menjadi momentum strategis bagi Pemkab Muaro Jambi untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga program prioritas nasional dapat diimplementasikan dengan maksimal di tingkat kabupaten.(*)




Bambang Bayu Suseno Bawa Aspirasi Muaro Jambi ke Rakernas Apkasi 2026

BATAM, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Tahun 2026 di Grand Lotus Ballroom, Hotel Aston Batam, Senin (19/1/2026).

Rakernas mengusung tema “Wujudkan Asta Cita Untuk Daerah yang Sejahtera” dan menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 19–20 Januari 2026, dan menjadi momentum bagi para kepala daerah se-Indonesia untuk memperkuat sinergi, menyatukan visi, serta merumuskan arah pembangunan daerah ke depan demi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bambang Bayu Suseno menegaskan komitmennya membawa aspirasi Kabupaten Muaro Jambi ke tingkat nasional.

“Kami akan berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan kepala daerah lain untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, turut menyoroti pentingnya penguatan ekosistem pertanian daerah sebagai langkah strategis mendukung kemandirian pangan, hilirisasi, dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Satu misi, satu aksi membangun negeri,” tegas Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum, Bob Arthur Lombogia, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dasar di tingkat kabupaten guna mendukung konektivitas, pelayanan publik, serta hilirisasi ekonomi daerah.

Rakernas XVII Apkasi diharapkan menjadi wadah strategis bagi kepala daerah untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.(*)




Jakarta Resmi Jadi Kota Terpadat Dunia, Penduduk Hampir 42 Juta Jiwa

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Jakarta resmi dinobatkan sebagai ibu kota terpadat di dunia.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) World Urbanization Prospects 2025 mencatat bahwa wilayah metropolitan Jakarta kini dihuni hampir 42 juta orang, melampaui Dhaka (Bangladesh) dan Tokyo (Jepang).

Secara administratif, kepadatan penduduk DKI Jakarta mencapai 16.155 jiwa per kilometer persegi, jauh di atas rata-rata nasional.

Tingginya konsentrasi penduduk ini menimbulkan berbagai persoalan perkotaan seperti kemacetan, keterbatasan ruang hunian, tekanan terhadap layanan publik, serta berkurangnya ruang terbuka hijau.

Beragam penelitian turut menyoroti dampak urbanisasi ekstrem pada kota besar.

Studi mengenai urbanisasi Indonesia menyebutkan bahwa pertumbuhan penduduk yang tidak terkelola menyebabkan kemacetan parah, perluasan permukiman informal, dan ketimpangan akses hunian, sehingga menyulitkan kota untuk berkembang secara berkelanjutan.

Fenomena tersebut sejalan dengan tren global. Sekitar 45 persen populasi dunia kini tinggal di perkotaan.

Sementara jumlah megacity kota dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa melonjak dari 8 kota pada 1975 menjadi 33 kota pada 2025.

Asia menjadi kawasan dengan megacity terbanyak, termasuk Jakarta.

Di Indonesia, Pulau Jawa menjadi pusat persebaran penduduk yang sangat padat, terutama Jakarta dan wilayah penyangganya.

Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memindahkan ibu kota negara ke Nusantara, Kalimantan, demi pemerataan pembangunan dan mengurangi beban Jakarta.

Meski menghadapi tekanan kepadatan, Jakarta tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan peluang kerja.

Kota ini menawarkan akses pendidikan, fasilitas kesehatan, dan kesempatan karier yang lebih luas, sehingga tetap menarik bagi pendatang.

Dengan status sebagai kota terpadat di dunia, Jakarta membutuhkan strategi perencanaan kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Penguatan transportasi publik, penataan hunian, dan penambahan ruang hijau menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas hidup warga di tengah kepadatan yang terus meningkat.(*)




Hadir di Forum Bisnis Internasional India-Indonesia, Kota Jambi Tawarkan Peluang Investasi Strategis

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menghadiri Business Presentation and Interactive Session yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik India di Medan. Acara yang digelar di Grand Mercure Angkasa Hotel Medan, Senin (13/10/2025) itu dihadiri langsung oleh Konsul Jenderal India Mr. Ravi Shanker Goel beserta pelaku usaha besar dari India.

Forum bergengsi ini mempertemukan pebisnis yang tergabung dalam Confederation of Indian Industry (CII) dengan beberapa pemerintah daerah di Sumatera untuk menjajaki peluang investasi lintas negara.

Delegasi bisnis CII terdiri dari para pimpinan perusahaan ternama India di sektor energi, infrastruktur, teknologi digital, agribisnis, pengelolaan air, manufaktur, dan industri kimia. Beberapa di antaranya yakni Quocent Pvt Ltd, KEC International Limited, TKIL Industries Pvt Ltd, Bill Machines Pvt Ltd, DCM Shriram Limited, PT GMR Infrastructure Indonesia, JIBC Chennai, dan PT Ion Exchange Asia Pacific.

Pemerintah Kota Jambi yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Palayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Abu Bakar, bersama Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Jambi Mohammad Andri Al Varabi, menjadi satu-satunya wakil Pemerintah Daerah di Provinsi Jambi yang di undang dalam acara tersebut.

Dalam forum itu, Pemerintah Kota Jambi memaparkan sejumlah proyek strategis yang tengah disiapkan dan terbuka bagi peluang kerja sama investasi. Mulai dari infrastruktur, perdagangan hingga budaya dan pariwisata.

Diantara sektor yang ditawarkan, adalah investasi dalam pengelolaan air minum. Pemerintah Kota Jambi membuka peluang kerja sama untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penerapan teknologi pengolahan air bersih melalui Perumda Air Minum Tirta Mayang. Potensi investasi juga tersedia untuk pembangunan intake air minum.

“Perumda Air Minum Tirta Mayang membutuhkan mitra yang dapat membantu meningkatkan kapasitas dan efisiensi pengelolaan air minum. Kami ingin menghadirkan sistem pelayanan air bersih yang lebih modern,” ujar Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Abu Bakar.

Selain itu, sektor minyak dan gas juga menjadi fokus pengembangan. Kota Jambi tengah mengupayakan pengelolaan mandiri jaringan gas kota agar lebih efisien dan berdaya saing, serta membuka ruang bagi investor strategis untuk memperluas jaringan dan memperkuat infrastruktur energi berbasis gas.

“Jika jaringan gas kota bisa dikelola secara mandiri, tentu potensi nilai tambahnya besar bagi daerah. Untuk itu, dalam forum ini, kami mengundang investor yang memiliki keahlian dan komitmen di bidang ini,” tambahnya.

Di bidang teknologi digital, Pemerintah Kota Jambi juga menawarkan peluang kerja sama pengembangan konsep Smart City. India dinilai sebagai mitra potensial karena telah berhasil menerapkan konsep kota cerdas di berbagai wilayahnya. Melalui kerja sama ini, Kota Jambi berharap dapat memperkuat sistem digitalisasi layanan publik, pengelolaan data, serta peningkatan efisiensi tata kelola pemerintahan.

Selain itu, Pemerintah Kota Jambi juga menawarkan peluang investasi dalam pembangunan jaringan kabel bawah tanah (ducting system). Proyek ini menjadi bagian dari upaya modernisasi infrastruktur kota, sekaligus mendukung visi Wali Kota Jambi untuk mewujudkan tata ruang kota yang lebih rapi, aman, dan estetik.

“Pemerintah Kota Jambi berencana menata ulang sistem jaringan utilitas di kawasan perkotaan. Melalui pengembangan ducting system atau jaringan kabel bawah tanah ini, kami ingin menghadirkan wajah kota yang lebih tertib, modern, dan ramah lingkungan,” jelas Abu Bakar.

Kepala DPMPTSP Kota Jambi itu juga mengatakan, di undangnya Pemerintah Kota Jambi dalam forum penting itu, berkat komitmen dan kiprah aktif Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, di berbagai forum internasional.

“Bapak Wali Kota dikenal sangat aktif menghadiri berbagai event internasional dan membangun komunikasi global dengan berbagai lembaga serta pemerintah diluar negeri. Selain itu, Kota Jambi juga menjadi anggota di sejumlah forum kerja sama internasional. Inilah yang menjadikan Kota Jambi menjadi mitra strategis bagi negara-negara sahabat termasuk India,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran Kota Jambi di forum ini selain bentuk komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperluas jejaring kerja sama luar negeri, sekaligus mencari mitra strategis bagi pembiayaan pembangunan daerah.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Konsulat Jenderal India di Medan yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Melalui forum ini, kami berharap dapat terjalin komunikasi dan kerja sama yang lebih konkret, serta mendorong para pelaku usaha India yang tergabung dalam CII untuk berinvestasi di Kota Jambi,” pungkasnya.

Selain Pemerintah Kota Jambi, sejumlah pihak juga turut memaparkan potensi investasinya dalam sesi business presentation and Q&A itu, antara lain Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Aceh, Provinsi Bengkulu, Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Deli Serdang, PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA), PT Kawasan Industri Medan (KIM), BP Batam, serta North Sumatera Invest (NSI).

Kehadiran Pemerintah Kota Jambi dalam forum bisnis bergengsi ini sekaligus menegaskan posisi Kota Jambi sebagai daerah yang pro-investasi, terbuka terhadap kolaborasi global, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.(*)




Cek Kondisi IPAL Komunal, Wali Kota Jambi Tekankan Pentingnya Sanitasi Terintegrasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan peninjauan langsung ke lokasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Sabtu 13 September 2025.

Dalam kunjungannya, Dr Maulana melihat secara langsung sistem pengolahan limbah domestik yang berasal dari rumah tangga maupun kawasan pasar.

Limbah tersebut dialirkan menggunakan sistem gravitasi dan jalur pengangkutan sebelum diproses di IPAL komunal.

Menurut Wali Kota, keberadaan IPAL ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga kualitas lingkungan, terutama air tanah, dari pencemaran limbah rumah tangga.

“Kami telah menggunakan teknologi pengolahan limbah yang modern. Semua limbah domestik dari rumah warga dikumpulkan dan diolah di sini agar aman bagi lingkungan,” jelas Maulana.

Ia juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam keberhasilan program ini.

Pemerintah Kota Jambi akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Kecamatan Jambi Timur dan daerah Pasar.

“Kami akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat agar segera menyambungkan saluran limbah rumah tangga ke jaringan pipa IPAL komunal. Ini penting demi kebersihan dan kesehatan lingkungan kita bersama,” tegasnya.

Lebih jauh, Wali Kota Maulana menambahkan bahwa IPAL komunal tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung program pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kesehatan masyarakat Kota Jambi secara keseluruhan.(*)




Kereen! Wali Kota Jambi Paparkan Best Practice Kota Jambi ke Forum Gubernur dan Wali Kota se-ASEAN

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Kali ini, Wali Kota Jambi itu hadir sebagai pembicara pada ASEAN Governors and Mayors Forum (AGMF) 2025 yang digelar di jantung Kota Kuala Lumpur, Malaysia, 12-14 Agustus 2025.

Forum bergengsi yang mempertemukan para gubernur dan wali kota dari berbagai negara ASEAN ini menjadi ajang strategis untuk membahas masa depan kawasan dengan tema “Kota dan Kawasan Masa Depan ASEAN: Inklusivitas dan Keberlanjutan.” Ribuan peserta, mulai dari pemimpin daerah, pakar pembangunan, hingga organisasi internasional, hadir untuk saling bertukar gagasan, membangun jejaring, dan merumuskan langkah nyata menuju pembangunan perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan.

Forum bergengsi ini diselenggarakan oleh Sekretariat AGMF yang dikelola United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), bersama dengan ASEAN Sustainable Urbanisation Forum (ASUF) dan Meeting of Governors/Mayors of ASEAN Capitals (MGMAC).

Dengan mengusung tema “Kota dan Kawasan Masa Depan ASEAN: Inklusivitas dan Keberlanjutan”, Forum pertemuan Gubernur dan Wali Kota se-ASEAN ini, selain dihadiri Gubernur dan Wali Kota khususnya anggota United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), turut pula hadir Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto yang juga sekaligus menjadi pembicara kunci dalam forum tersebut.

AGMF 2025 diharapkan menjadi platform strategis kerja sama antar pimpinan daerah di kawasan ASEAN untuk memperkuat kolaborasi pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Pada forum strategis itu, Wali Kota Jambi mendapat kehormatan menjadi pembicara di dua sesi. Pertama ; Special Session ASEAN Cities as Cultural Gateways: Harnessing Diversity for Regional Transformation. Pada sesi ini, Wali Kota Maulana mengangkat event “Tumpah Ruah” yang digelar Pemerintah Kota Jambi dengan melibatkan komunitas pemuda sebagai penggerak yang telah sukses besar dan memberi effect ekonomi yang luas kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sebuah agenda yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kawasan Kota Tua, Pasar, Jambi, sebagai denyut nadi perekonomian pada masanya. Melalui Festival Tumpah Ruah ini menjadi langkah awal Pemerintah Kota Jambi menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan menggabungkan konsep tradisional dan modern, tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah didalamnya,” ujar Wali Kota Maulana dalam sesi presentasi forum AGMF, Rabu (13/8/2025).

“Alhamdulilah, kegiatan Tumpah Ruah tersebut sukses besar yang berdampak pada peningkatan kunjungan, serta memberikan effect ekonomi yang luas kepada masyarakat, khususnya pada sektor UMKM atau Ekonomi Kreatif,” lanjut Maulana dalam paparannya.

Sementara pada sesi kedua ; yaitu Learning and Knowledge Sharing, Wali Kota Jambi itu mengangkat best practice kota dengan pengelolaan sampah yang baik, manajemen sampah dengan memberdayakan masyarakat melalui program Kampung Bahagia. Wali Kota Maulana menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam penanganan sampah yang komprehensif dari hulu ke hilir.

“Melalui program Kampung Bahagia, kami mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah dengan sistem siklus tertutup. Sampah tidak lagi dibuang sembarangan ke TPS-TPS liar, tetapi dikumpulkan secara terpadu berbasis komunitas, lalu dipilah di TPS3R dengan menerapkan prinsip Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Dengan pola ini, hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang diangkut ke TPA Talanggulo, sehingga tidak membebani kapasitas Sanitary Landfill,” ungkapnya.

“Di TPA Talanggulo, sampah diolah melalui konsep circular economy yang menjadikan sampah bernilai ekonomi. Dengan didaur ulang menjadi produk bernilai tambah seperti briket, RDF, magot, dan pupuk,” tambah Maulana.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah yang efektif merupakan investasi jangka panjang yang sangat besar manfaatnya bagi kemajuan suatu daerah. Ia menegaskan, program pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat seperti Kampung Bahagia layak menjadi salah satu best practice dalam memperkuat pembangunan perkotaan berkelanjutan. Program ini mengedepankan kolaborasi multipihak dan penanganan sampah secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir.

“Mudah-mudahan, upaya ini dapat berjalan sesuai harapan para pemimpin daerah se-ASEAN, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Paparan Wali Kota Jambi dalam dua sesi diskusi panel tersebut berhasil mencuri perhatian dan menuai apresiasi tinggi dari para peserta yang tergabung dalam UCLG ASPAC. Antusiasme tersebut menjadi bukti nyata bahwa Program Kota Jambi Bahagia tidak hanya relevan dan sejalan dengan kebutuhan pembangunan di tingkat daerah, tetapi juga selaras dengan agenda global untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

AGMF Tahun 2025 yang dirangkai dengan berbagai kegiatan ini dibuka oleh Menteri Departemen Perdana Menteri Malaysia Dr. Zahila binti Mustafa dalam sebuah jamuan dengan tema Kenduri the Park yang berlangsung di Perdana Botanical Garden Kuala Lumpur.

Dalam acara itu Wali Kota Jambi juga berkesempatan mempromosikan potensi Kota Jambi dengan memberikan cinderamata khas Jambi kepada Wali Kota Kuala Lumpur dan Sekjen UCLG ASPAC Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi.

Selama tiga hari berada di Kuala Lumpur, Wali Kota Jambi dokter Maulana mengikuti berbagai agenda penting. Selain menjadi pembicara dan mengikuti serangkaian sesi formil lainnya, Wali Kota Maulana juga memanfaatkan forum itu untuk menjalin komunikasi dengan para pemimpin kota dari negara-negara anggota ASEAN untuk membicarakan peluang kerja sama di berbagai bidang, seperti pengelolaan lingkungan, pengembangan ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.

Wali Kota Maulana juga berkesempatan melakukan visitasi ke TPA Bukit Tagar, kawasan TPA Sanitary Landfill seluas 1700 hektare. TPA ini didukung dengan instalasi Waste to Energy gas metan yang menghasilkan listrik 12 MW.

Kehadiran langsung Wali Kota Jambi dalam forum prestisius itu menjadi bukti nyata komitmen Kota Jambi untuk berperan aktif di kancah global. Partisipasi ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Kota Jambi dalam menyelaraskan kebijakan dan program daerah dengan agenda pembangunan berkelanjutan dunia, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional yang bermanfaat bagi kemajuan kota.

“Kami datang bukan sekedar untuk menghadiri forum, tetapi untuk menunjukkan komitmen Kota Jambi bersama-sama kota-kota besar dunia dalam menghadapi tantangan global. Melalui kesempatan ini, kami menjalin jejaring, bertukar pengetahuan, dan membawa pulang inspirasi serta best practice yang dapat kami terapkan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi,” sebut Wali Kota Jambi itu.

Untuk diketahui, forum berskala internasional yang diikuti oleh kurang lebih 8.000 peserta ini mengusung gagasan global dengan fokus pembahasan pada empat pilar utama.

Pertama, climate resilient cities, yang menitikberatkan pada adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim, termasuk solusi inovatif seperti pendekatan berbasis alam untuk merespons banjir dan krisis iklim.

Kedua, healthy and caring cities, yang mendorong pembangunan kota inklusif, memperkuat jejaring sosial, serta mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Ketiga, digital transformation and innovation, yang membahas percepatan transformasi digital dalam tata kelola kota, layanan publik, dan pengembangan inovasi teknologi perkotaan.

Keempat, collaborative pathways to sustainability, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui kebijakan dan strategi kolektif.

Melalui forum ini, diharapkan para peserta, mulai dari pemerintah kota, pakar teknis, hingga mitra regional, dapat menghasilkan wawasan yang aplikatif dan dapat ditindaklanjuti. Hasil yang diharapkan meliputi: penguatan pembelajaran dan kerja sama antarkota; terdokumentasinya praktik-praktik baik dan pengalaman sukses; lahirnya gagasan untuk kerja sama di masa depan; peningkatan pemahaman terhadap pendekatan terpadu; serta bertambahnya komitmen untuk mengimplementasikan agenda global pada tingkat lokal, khususnya dalam pengelolaan sampah terpadu.(*)




Wali Kota Maulana Terima Kartu Anggota Kehormatan PPAD, Ini Pesan Mayjen TNI (Purn) Kamarudin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPAD Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Kamarudin Simanjuntak, S.IP., M.Sc., menegaskan bahwa, pengangkatan anggota kehormatan PPAD tidak dilakukan sembarangan.

Seseorang hanya bisa diangkat jika memiliki hubungan historis atau latar belakang keluarga dengan purnawirawan TNI AD.

“Kami lihat dari sejarah keluarga. Jika ada anggota keluarga yang merupakan purnawirawan, maka bisa kami angkat sebagai anggota kehormatan,” ujar Kamarudin saat menyerahkan secara simbolis topi dan kartu anggota kehormatan PPAD kepada Wali Kota Maulana.

Kartu anggota PPAD ini berlaku di seluruh Indonesia dan menjadi simbol kebersamaan antar-purnawirawan. “Kartu ini akan membawa banyak manfaat. Ketika Bapak Wali Kota bertemu dengan anggota PPAD di mana pun di Indonesia, pasti akan disambut hangat,” tambahnya.

Selain itu, dalam acara yang turut dihadiri oleh Danrem 042/Garuda Putih, Dandim 0415/Jambi, Wakil Gubernur Jambi, Camat Telanaipura, dan pejabat Forkopimda lainnya, Kamarudin mengucapkan selamat kepada Purnawirawan Mayor Syujadi yang resmi dilantik sebagai Ketua PPAD Kota Jambi masa bakti 2025–2030.

Kamarudin berharap kepemimpinan Syujadi dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta aktif membantu masyarakat.

“Pesan saya kepada Bapak Wali Kota dan Ketua PPAD Kota Jambi, tolong jaga dan sukseskan program Asta Cita, karena ini adalah janji saya kepada Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.

Dengan kepengurusan baru, PPAD Kota Jambi diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga stabilitas sosial, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Jambi.(*)




Wali Kota Maulana Hadiri Munas APEKSI VII: Sinergi untuk Wujudkan Kota Jambi Bahagia Menuju Indonesia Emas 2045

SURABAYA, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2025 yang digelar di Grand City Convex Surabaya, Kamis (8/5/2025). Kehadirannya turut didampingi Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Munas yang mengusung tema “Dari APEKSI untuk Negeri” ini resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto. Acara ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi dan kerja sama antar pemerintah kota dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Berbagai isu strategis turut dibahas, termasuk penguatan kapasitas fiskal daerah melalui efisiensi dan inovasi pelayanan publik.

Wali Kota Jambi dokter Maulana, menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Munas APEKSI VII adalah bentuk nyata komitmen Pemkot Jambi untuk terus memperkuat sinergi lintas daerah dan mengakselerasi pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia menyoroti pentingnya forum seperti APEKSI sebagai wadah berbagi pengalaman dan solusi inovatif antarkota.

“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya Musyawarah Nasional APEKSI VII ini sebagai forum yang sangat strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antarkota di Indonesia. Forum ini bukan hanya wadah untuk menyatukan visi dan misi pembangunan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah kota di seluruh Indonesia,” ujar Maulana.

“Terlebih dalam konteks saat ini, ketika efisiensi anggaran dan optimalisasi pelayanan publik menjadi tuntutan yang harus dijawab secara konkret. Kami di Pemerintah Kota Jambi berkomitmen untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan kebijakan nasional, dan memastikan bahwa setiap program pembangunan benar-benar berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menyoroti peran penting Indonesia City Expo (ICE) sebagai ajang promosi daerah.

“Saya juga mengapresiasi adanya Indonesia City Expo (ICE) yang menjadi wadah penting untuk memperkenalkan potensi daerah. Melalui ICE, Kota Jambi ingin memperlihatkan kekayaan budaya, produk UMKM, dan peluang investasi yang kami miliki, sebagai bagian dari kontribusi membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing,” jelasnya.

“Kami berharap sinergi yang dibangun dalam APEKSI ini terus berlanjut, demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kota Jambi siap menjadi bagian dari gerak maju tersebut dengan semangat visi Kota Jambi yang membahagiakan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, dalam sambutan saat membuka APEKSI menekankan pentingnya efisiensi anggaran sebagai salah satu pilar memperkuat fiskal daerah.

Ia memuji capaian Kota Surabaya yang memiliki kapasitas fiskal terbaik di Indonesia.

“Mimpi kita, menuju 2045, semua kota di Indonesia punya kapasitas fiskal yang semakin kuat dari tahun ke tahun,” tegasnya.

Bima Arya memaparkan, bahwa efisiensi di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi telah berhasil memangkas Rp10 triliun dari anggaran perjalanan dinas serta Rp4 triliun dari biaya seremonial, sebagai bentuk realisasi komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran yang lebih efektif.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang juga Ketua APEKSI sekaligus sebagai tuan rumah perhelatan ini, mengajak seluruh kepala daerah untuk sejalan dalam mendukung visi nasional, termasuk penguatan program Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih yang menjadi prioritas pembangunan sosial-ekonomi nasional.

“Setiap daerah ini memiliki visi misi masing-masing. Maka di forum ini, kita rembuk agar tetap selaras dengan visi misi presiden. Kita, para wali kota ini kepanjangan tangan dari Pak Presiden,” ujarnya.

Eri menegaskan, bahwa APEKSI harus menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas antarkota dan menghilangkan kesenjangan pembangunan.

“Selalu saya katakan, APEKSI ini gagal ketika ada kota yang terlalu maju, tapi ada kota yang tertinggal karena kota yang maju tadi. Tapi bagaimana kita menjadi keluarga, ketika kita satukan semuanya menjadi satu kekuatan, yang akhirnya tidak ada kesenjangan yang jauh antara satu kota dengan kota yang lainnya,” tegasnya.

Usai pembukaan Munas, acara dilanjutkan dengan pembukaan Indonesia City Expo (ICE) 2025, pameran berskala nasional yang mempertemukan pemerintah kota dari seluruh Indonesia untuk menampilkan potensi, produk unggulan, dan inovasi daerah masing-masing.

Pemerintah Kota Jambi juga turut ambil bagian sebagai peserta ICE 2025. Stand Kota Jambi menampilkan berbagai potensi daerah, seperti Batik Jambi, produk-produk unggulan UMKM, serta berbagai peluang investasi di Kota Jambi. Stand ini juga mendapat atensi tinggi dari pengunjung.

Sebagaimana diketahui, Munas APEKSI VII 2025 berlangsung selama lima hari, dari tanggal 6 hingga 10 Mei 2025, dengan rangkaian kegiatan yang komprehensif, mulai dari sidang pleno Munas, Forum Nasional Komunikasi dan Digital (KomDigi), Indonesia City Expo (ICE), Ladies Programme, Penanaman Pohon, Youth City Changers, hingga Karnaval dan Penampilan Seni Budaya dari berbagai daerah peserta APEKSI yang memperkuat harmoni antarkota.

Dengan partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian ini, Kota Jambi menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional berkelanjutan, selaras dengan semangat visi Kota Jambi Bahagia 2030 menuju Indonesia Emas 2045.(*)