Musrenbang Kecamatan di Muaro Jambi 2027 Resmi Dibuka Sekda, Fokus Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terus memperkuat perencanaan pembangunan yang partisipatif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muaro Jambi, Budi Hartono, S.Sos., MT, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tahun 2027 di Aula Bapparida, Senin (9/2).

Dalam sambutannya, Sekda Budhi Hartono menekankan bahwa Musrenbang menjadi sarana penting untuk memastikan pembangunan daerah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Musrenbang adalah momen strategis bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyepakati prioritas pembangunan yang nyata berdampak pada kesejahteraan warga,” ujarnya.

Musrenbang kali ini membahas rencana pembangunan di Kecamatan Bahar Utara dan Bahar Selatan.

Sekda menegaskan, setiap usulan yang masuk harus disusun berdasarkan skala prioritas, terukur, dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kita harus fokus pada kebutuhan yang paling mendesak serta memaksimalkan potensi daerah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pengembangan ekonomi lokal,” kata Budhi Hartono.

Selain pemerintah kecamatan dan perangkat desa, kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat serta perwakilan organisasi masyarakat.

Mereka aktif memberikan masukan dan usulan agar program pembangunan 2027 lebih efektif dan tepat sasaran.

Sekda berharap Musrenbang menjadi ruang dialog yang konstruktif sehingga setiap rencana pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Bahar Utara dan Bahar Selatan.(*)




Wali Kota Jambi Dorong Ketua RT Kembangkan Inovasi Kampung Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menekankan pentingnya peran Ketua RT sebagai ujung tombak pembangunan berbasis masyarakat.

Untuk itu, 67 Ketua RT peserta Pilot Project Kampung Bahagia 2025 dikirim ke Kota Bengkulu untuk melakukan studi tiru, belajar dari pengalaman daerah lain.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengatakan, tujuan kunjungan ini bukan sekadar melihat kegiatan di daerah lain, tapi menambah wawasan dan gagasan baru bagi para Ketua RT.

“Ketua RT adalah penggerak utama di tingkat warga. Semakin luas wawasan mereka, semakin kuat dan bermanfaat program Kampung Bahagia bagi masyarakat,” kata Maulana.

Ia menekankan, pembangunan tidak harus dimulai dari proyek besar.

Lingkungan terkecil pun bisa menjadi contoh jika dikelola dengan kebersamaan, kepemimpinan yang baik, dan partisipasi aktif warga.

“Harapannya, setiap Ketua RT pulang membawa ide yang bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing. Bukan meniru persis, tapi mengembangkan inovasi yang tepat untuk warganya,” tambah Wali Kota.

Menurut Maulana, kolaborasi antar daerah menjadi kunci agar program Kampung Bahagia dapat terus berkembang.

Dengan belajar dari praktik baik daerah lain, Ketua RT diharapkan bisa menghadirkan perubahan nyata di lingkungan masing-masing.

Ketua Forum Ketua RT (FKRT) Kota Jambi, Suparyono, menambahkan, kunjungan ini juga menjadi kesempatan berbagi capaian dan pengalaman program Kampung Bahagia dengan pemerintah Bengkulu.

Rangkaian kegiatan studi tiru berlangsung hingga Minggu malam (11/1/2026), meliputi diskusi dan pertukaran praktik baik antar daerah.(*)