160 Anak Muda Kota Jambi Ikuti Seleksi Magang ke Jepang, Ini Tahapan Berikutnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak 160 peserta mengikuti seleksi program pemagangan ke Jepang yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Jambi, A Ridwan.

Program ini membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh pengalaman kerja internasional, tetapi peserta tetap harus melewati tahapan seleksi hingga tingkat kementerian.

Pembukaan seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses generasi muda Kota Jambi terhadap peluang peningkatan kompetensi dan pengalaman kerja di luar negeri.

Dalam sambutannya, Ridwan mengatakan persaingan dunia kerja menuntut generasi muda memiliki keterampilan, karakter, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi lingkungan profesional yang semakin kompetitif.

“Pemerintah Kota Jambi memandang pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu investasi terpenting dalam mendorong kemajuan daerah. Kita ingin generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing,” ujar Ridwan.

Menurutnya, pemagangan ke Jepang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mempelajari budaya profesional, meningkatkan kedisiplinan, dan memperluas wawasan.

Ridwan meminta peserta menjalani setiap tahapan seleksi dengan serius, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

Ia juga mengingatkan calon peserta yang nantinya berangkat ke Jepang agar mematuhi aturan serta menghormati budaya setempat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Jambi, Liana Andriani, menjelaskan bahwa peserta yang lolos seleksi daerah masih harus mengikuti proses seleksi di tingkat kementerian.

“Peserta yang lolos seleksi di daerah selanjutnya akan mengikuti seleksi di tingkat kementerian. Mereka baru dapat dinyatakan lolos program pemagangan ke Jepang setelah memenuhi persyaratan dan dinyatakan lulus pada tahapan seleksi tersebut,” jelas Liana.

Dengan demikian, keikutsertaan dalam seleksi awal belum menjamin peserta memperoleh kesempatan berangkat ke Jepang.

Setiap calon peserta harus memenuhi persyaratan dan melewati seluruh tahapan yang berlaku.

Liana menambahkan, peserta yang berhasil melewati proses seleksi dapat mengikuti program pemagangan sekaligus bekerja di Jepang selama jangka waktu tertentu sesuai ketentuan program.

Adapun jadwal seleksi lanjutan, persyaratan lengkap, durasi pemagangan, dan mekanisme keberangkatan perlu mengacu pada informasi resmi penyelenggara agar calon peserta dapat mempersiapkan diri secara tepat.

Ridwan mengatakan program pemagangan menjadi salah satu bentuk kesempatan bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.

Ia berharap semakin banyak anak muda Kota Jambi memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri serta mampu memanfaatkan kesempatan kerja internasional untuk mengembangkan kapasitas diri.

Ridwan turut menyampaikan bahwa program tersebut tidak membatasi kuota peserta.

Meski demikian, kesempatan untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya tetap bergantung pada hasil seleksi dan pemenuhan persyaratan.

Program pemagangan ke Jepang diharapkan dapat memperluas pilihan pengembangan karier bagi generasi muda Kota Jambi.

Agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, calon peserta perlu memahami mekanisme seleksi, persyaratan program, serta ketentuan yang mengatur pelaksanaan pemagangan.

Informasi resmi dari penyelenggara menjadi rujukan penting bagi peserta untuk memastikan proses yang mereka ikuti sesuai prosedur dan mempersiapkan diri sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.(*)




Pasar Kerja Makin Ketat, XLSMART Targetkan 1.000 Talenta Muda Terserap Kerja pada 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  — Program pengembangan talenta muda mulai diarahkan lebih jauh dari sekadar pelatihan dan sertifikasi.

Melalui XLSMART Future Ready, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatat sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra hingga September 2026.

Angka tersebut menjadi bagian dari target yang lebih besar. XLSMART membidik sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan hingga akhir 2026 melalui ekosistem Future Ready.

Target itu dikejar di tengah kondisi pasar kerja yang semakin kompetitif, ketika penguasaan keterampilan perlu diikuti kesiapan memasuki dunia kerja serta akses terhadap peluang rekrutmen.

Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, Reza Z. Mirza, mengatakan keberhasilan program tidak semata-mata dilihat dari jumlah peserta pelatihan maupun sertifikasi yang diperoleh.

“Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, pelatihan saja tidak cukup. Bagi kami, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan.”

Menurut Reza, hingga September terdapat 850 talenta muda yang telah direkrut melalui program tersebut oleh XLSMART maupun perusahaan mitra.

Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 1.000 orang pada penghujung 2026.

Di sisi pengembangan kompetensi, Future Ready telah diikuti lebih dari 5.700 peserta hingga September 2026.

Program tersebut menggunakan pendekatan Skill Ready – Career Ready – Future Ready, yang mengintegrasikan peningkatan keterampilan, sertifikasi, persiapan karier, hingga akses terhadap proses rekrutmen.

Selain program pelatihan, platform pembelajaran digital XLSMART Future Ready juga telah diakses lebih dari 50 ribu pengguna.

Materi pengembangan kompetensi mencakup bidang yang berkaitan dengan kebutuhan industri, antara lain Digital & IT, Data & AI, Telecom Engineering, Sales & Commercial, serta Finance & Business.

Peserta juga dibekali keterampilan pendukung seperti komunikasi, negosiasi, kesiapan karier, dan kemampuan profesional.

Dengan skema tersebut, Future Ready diarahkan untuk memperpendek jarak antara keterampilan yang dimiliki peserta dengan kebutuhan dunia kerja.

XLSMART juga memperluas jangkauan program melalui Future Ready Goes to Campus yang berlangsung mulai September hingga akhir 2026.

Kegiatan tersebut menyasar 10 kampus dan ditargetkan menjangkau ribuan peserta. Sasaran program tidak hanya mahasiswa, tetapi juga fresh graduate, pencari kerja, lulusan SMA dan SMK, serta peserta dari jaringan BINALAVOTAS Kementerian Ketenagakerjaan.

Peserta mendapatkan pembekalan terkait keterampilan dan kesiapan kerja sekaligus diperkenalkan dengan kebutuhan industri serta ekosistem rekrutmen yang dibangun XLSMART bersama perusahaan mitra.

Perluasan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi serta jaringan peserta pembinaan pelatihan vokasi dan produktivitas BINALAVOTAS.

XLSMART juga menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan, komunitas dan mitra lainnya, di antaranya Universitas Pakuan, Forum Women in Business Universitas Indonesia, Eka Tjipta Foundation, sekolah menengah, komunitas lokal, perusahaan, serta mitra industri.

Selain jalur pengembangan karier, Future Ready memperkuat kompetensi teknologi melalui rangkaian Workshop Internet of Things (IoT).

Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 1.000 peserta dan dirancang memberikan pengalaman praktis sekaligus meningkatkan literasi digital yang relevan dengan kebutuhan industri.

Workshop perdana digelar di SMK Ananda Bekasi pada 29 Agustus 2026 dengan melibatkan 180 peserta.

Enam agenda lanjutan dijadwalkan berlangsung di SMKN 3 Tangerang, SMK Strada Jakarta, SMK Ananda Deltamas Cikarang, SMK Pustek Tangerang Selatan, serta dua sesi di BBPVP Bekasi.

Total rangkaian tersebut mencakup tujuh lokasi atau sesi, dengan satu kegiatan telah terlaksana dan enam agenda berikutnya masih menjadi bagian dari rangkaian program.

Capaian 850 talenta yang telah direkrut menjadi indikator bahwa Future Ready tidak hanya ditempatkan sebagai program peningkatan keterampilan.

XLSMART mengembangkan program tersebut sebagai ekosistem yang menghubungkan pelatihan, sertifikasi, kesiapan karier, kebutuhan industri, dan proses rekrutmen.

“Karena itu Future Ready kami bangun sebagai sebuah ekosistem. Kami membantu peserta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja, sekaligus menghubungkan mereka dengan proses rekrutmen XLSMART dan berbagai perusahaan mitra,” kata Reza.

Hingga akhir 2026, fokus berikutnya adalah mengejar tambahan talenta agar jumlah peserta yang memperoleh pekerjaan melalui ekosistem Future Ready mencapai sedikitnya 1.000 orang.

Informasi mengenai program dan materi pembelajaran XLSMART Future Ready tersedia melalui platform resmi program tersebut.()*




Cara Daftar Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 di SIAPkerja dan Skillhub

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 dengan kuota mencapai 30 ribu peserta dari seluruh Indonesia.

Masyarakat yang ingin mengikuti program pelatihan gratis tersebut diminta segera melakukan pendaftaran melalui portal SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker sebelum batas akhir pada 9 Juni 2026.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah mengatakan seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online dan telah dirancang lebih sederhana agar mudah diakses masyarakat.

“Seluruh proses pendaftaran kami desain agar mudah diakses dan transparan. Peserta cukup mengikuti alur melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker mulai dari pembuatan akun hingga asesmen kesiapan,” ujar Darmawansyah dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (24/5/2026).

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 ini menjadi salah satu langkah pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang kerja dan kewirausahaan.

Cara Daftar Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Calon peserta terlebih dahulu harus mengakses laman Skillhub Kemnaker melalui browser, kemudian login menggunakan akun SIAPkerja.

Bagi yang belum memiliki akun, peserta diwajibkan melakukan registrasi dengan mengisi email, nomor telepon, serta password sesuai data identitas diri.

Setelah akun berhasil dibuat, peserta wajib melengkapi profil SIAPkerja sebagai syarat utama mengikuti pelatihan.

Selanjutnya, peserta dapat mengikuti Asesmen Penilaian Diri dan Asesmen Potensi Diri atau Self Potential Inventory (SPI).

Asesmen tersebut bertujuan mengetahui minat kerja peserta, baik untuk bekerja di dalam negeri, luar negeri maupun berwirausaha, sekaligus mengukur kecocokan potensi diri dengan bidang pelatihan yang dipilih.

Peserta kemudian dapat memilih maksimal tiga program pelatihan kejuruan dalam satu balai pelatihan yang sama melalui platform Skillhub.

Tahap berikutnya adalah mengikuti Asesmen Siap Latih yang mencakup kemampuan dasar seperti verbal, numerik, pengetahuan umum hingga figural.

Asesmen ini menjadi salah satu syarat penting dalam proses seleksi peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2.

Jadwal Seleksi dan Pengumuman

Kemnaker menetapkan proses seleksi peserta berlangsung pada 10 hingga 17 Juni 2026.

Sementara pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 18 Juni 2026, sedangkan kick off dan orientasi pelatihan akan dimulai pada 22 Juni 2026.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mendapatkan berbagai fasilitas dan manfaat menarik.

Di antaranya pelatihan gratis, makan siang gratis, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi BNSP, hingga fasilitas asrama bagi peserta yang memenuhi persyaratan.

Program ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di dunia industri maupun dunia usaha.(*)




Kabar Baik! Kuota Magang Nasional Berpotensi Naik Jadi 150 Ribu Tahun 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Yassierli mengusulkan peningkatan signifikan jumlah peserta program magang nasional pada tahun 2026.

Kuota yang saat ini berada di kisaran 100 ribu orang diusulkan naik hingga 150 ribu peserta atau meningkat sekitar 50 persen.

Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX pada Kamis (9/4/2026), sebagai respons atas tingginya minat masyarakat serta dukungan positif dari kalangan industri terhadap program magang yang berjalan saat ini.

Menurut Yassierli, antusiasme peserta terus meningkat dari waktu ke waktu.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan juga memberikan apresiasi karena program ini dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang siap pakai.

“Kami melihat minat yang sangat tinggi dari peserta dan juga dukungan dari industri. Karena itu, kami mengusulkan agar kuota magang tahun 2026 bisa ditingkatkan menjadi 150 ribu orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa usulan tersebut telah disampaikan kepada Presiden, namun pelaksanaannya masih menunggu kepastian dukungan anggaran dari pemerintah.

Yassierli berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Keuangan dan kementerian terkait lainnya, agar program ini dapat terus berlanjut dan diperluas.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program magang memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja.

Selain itu, program ini juga menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Meski demikian, keputusan akhir terkait penambahan kuota peserta magang nasional masih bergantung pada kesiapan anggaran negara.

Pemerintah saat ini masih melakukan pembahasan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan final.(*)




Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Muara Bulian Olah Lahan Kosong Jadi Program Produktif

MUARABULIAN, SEPUUCKJAMBI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Bulian terus berinovasi dalam meningkatkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Kali ini, Lapas memanfaatkan lahan kosong seluas 3.000 meter persegi di area belakang lapas untuk kegiatan produktif warga binaan.

Lahan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan masyarakat sekitar yang memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan ini.

Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian, M Ilham Santoso Sahdani, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian masyarakat dalam membantu mewujudkan kemandirian warga binaan.

“Rencananya, lahan ini akan kami manfaatkan untuk penanaman kacang panjang serta pengembangan peternakan sapi. Semua kegiatan ini akan dijalankan langsung oleh warga binaan di Lapas Kelas IIB Muara Bulian,” ujar Ilham.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang berfokus pada pelatihan keterampilan bercocok tanam dan beternak.

“Harapannya, warga binaan dapat memperoleh ilmu dan pengalaman kerja yang bermanfaat setelah mereka bebas nanti,” tambahnya.

Selain menjadi wadah pembinaan, program pemanfaatan lahan juga berperan dalam mendukung program ketahanan pangan, baik untuk kebutuhan internal lapas maupun potensi pemberdayaan ekonomi warga binaan.

“Kacang panjang kami pilih karena mudah dibudidayakan dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi,” jelas Ilham.

Sementara di sektor peternakan sapi, kegiatan akan difokuskan pada pemeliharaan dan penggemukan.

Hasilnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan lapas serta menjadi sarana pelatihan kerja nyata bagi warga binaan.

“Dengan dukungan masyarakat, kami berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi warga binaan, institusi, serta lingkungan sekitar,” tutup Ilham.

Lapas Muara Bulian menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan produktif, humanis, dan berorientasi pada kemandirian.(*)