Tarif Air di Kota Jambi Bakal Naik? Wali Kota Buka Suara Usai Kunker ke Perumdam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Isu kenaikan tarif air bersih di Kota Jambi menjadi sorotan setelah Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan kunjungan kerja ke Perumdam Tirta Mayang, Kamis (26/3/2026).

Dalam keterangannya, Maulana menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk menaikkan tarif air kepada pelanggan.

Ia memastikan kebijakan tersebut tidak akan diambil sebelum kualitas layanan benar-benar mengalami peningkatan signifikan.

“Tarif tidak akan dinaikkan sebelum ada jaminan kualitas air yang baik, jam pengaliran yang meningkat, serta ekspansi pelayanan secara besar-besaran,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kenaikan tarif di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Perumdam Tirta Mayang.

Dalam kunjungan tersebut, Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Plh Sekda, dan sejumlah kepala OPD. Mereka disambut langsung oleh jajaran direksi Perumdam.

Selain membahas tarif, Maulana juga mengapresiasi peningkatan kinerja perusahaan, khususnya dalam penanganan keluhan pelanggan selama Ramadan hingga Idulfitri yang dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa perbaikan tersebut belum cukup.

Menurutnya, Perumdam masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) yang saat ini masih berada di angka sekitar 35 persen.

“Kalau 35 persen air hilang, itu artinya tidak menghasilkan pendapatan. Ini harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Maulana juga menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis perusahaan, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, distribusi, hingga sistem pembayaran.

Di sisi lain, ia mendorong Perumdam Tirta Mayang untuk lebih agresif dalam memperluas jumlah pelanggan.

Saat ini tercatat sekitar 107 ribu sambungan rumah, dengan potensi besar dari sektor usaha dan kawasan perumahan baru.

Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan melalui strategi ekspansi yang matang, termasuk membuka kerja sama dengan pihak ketiga, tanpa hanya bergantung pada anggaran daerah.

Maulana juga memastikan akan kembali melakukan evaluasi dalam waktu dekat untuk mengkaji tugas dan fungsi masing-masing divisi, sekaligus memastikan target perusahaan daerah dapat tercapai.(*)




Wali Kota Jambi Soroti Kinerja Perumdam Tirta Mayang, Targetkan Ekspansi Besar dan Tekan Kebocoran Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan kunjungan kerja ke Perumdam Tirta Mayang pada Kamis (26/3/2026) sebagai bagian dari upaya evaluasi kinerja layanan air bersih di Kota Jambi.

Dalam kunjungan tersebut, Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Plh Sekda, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh jajaran direksi Perumdam Tirta Mayang.

Maulana memberikan apresiasi atas peningkatan layanan perusahaan, terutama dalam merespons keluhan pelanggan selama periode Ramadan hingga Idulfitri.

Ia menilai, dibandingkan tahun sebelumnya, penanganan aduan masyarakat mengalami kemajuan yang cukup signifikan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut belum menjadi akhir dari proses pembenahan.

Menurutnya, Perumdam perlu terus berbenah, khususnya dalam memahami keseluruhan alur bisnis perusahaan, mulai dari pengambilan air baku, proses pengolahan, distribusi, hingga sistem pembayaran pelanggan.

“Seluruh jajaran, baik direksi maupun divisi, harus memahami proses bisnis ini secara menyeluruh agar kinerja perusahaan bisa lebih optimal,” ujarnya.

Maulana juga memastikan akan kembali melakukan evaluasi dalam waktu dekat.

Ia berencana meninjau langsung tugas dan fungsi masing-masing divisi guna memastikan efektivitas kerja di dalam perusahaan daerah tersebut.

Selain fokus pada internal, Wali Kota Jambi juga mendorong Perumdam Tirta Mayang untuk lebih agresif dalam memperluas jumlah pelanggan.

Saat ini, jumlah sambungan rumah telah mencapai sekitar 107 ribu, dengan potensi besar dari sektor bisnis seperti hotel, pusat perbelanjaan, serta kawasan perumahan baru.

Ia menilai peluang pasar tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal, termasuk melalui kerja sama dengan pihak ketiga, tanpa hanya bergantung pada anggaran daerah.

Di sisi lain, Maulana menyoroti masih tingginya tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) yang mencapai sekitar 35 persen.

Kondisi ini dinilai merugikan perusahaan karena air yang hilang tidak memberikan kontribusi pendapatan.

Menurutnya, permasalahan tersebut harus segera ditangani, meskipun diakui bahwa sebagian jaringan pipa yang sudah tua membutuhkan investasi besar untuk perbaikan.

Ia juga mendorong agar setiap rencana ekspansi dilakukan secara matang melalui studi kelayakan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Terkait tarif air, Maulana memastikan belum ada rencana kenaikan dalam waktu dekat.

Ia menegaskan bahwa peningkatan tarif hanya dapat dilakukan jika kualitas layanan sudah benar-benar optimal, baik dari sisi kualitas air, kontinuitas distribusi, maupun cakupan pelayanan.(*)