Di Tengah Kabut Asap, PWI Kota Jambi Salurkan 500 Masker untuk Siswa dan Guru

JAMBI , SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi mengambil langkah pencegahan dengan membagikan sekitar 500 masker kepada pelajar dan guru SMA YPWI Kota Jambi.

Masker tersebut diserahkan Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah bersama Sekretaris PWI Kota Jambi, Andri Briliant Avolda dan jajaran pengurus kepada Kepala SMA YPWI Kota Jambi, Bonarti Lubis, S.Pd., M.Pd., Rabu 30 September 2026.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran terhadap dampak paparan asap dan kualitas udara terhadap kesehatan, terutama gangguan pada sistem pernapasan.

Paparan asap dapat berkaitan dengan keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan dan gangguan pernapasan, serta berpotensi memperburuk kondisi penderita asma.

“Bersama sekretaris, kami menyerahkan secara simbolis kurang lebih 500 masker untuk adik-adik pelajar dan guru-guru sebagai upaya pencegahan dampak kabut asap,” kata Irwansyah.

Menurut Irwansyah, pembagian masker merupakan bagian dari kepedulian PWI Kota Jambi terhadap masyarakat yang terdampak kondisi udara akibat kabut asap.

Selain bantuan perlindungan dasar, ia menilai edukasi mengenai upaya menjaga kesehatan juga penting dilakukan, khususnya kepada kelompok yang masih menjalani aktivitas belajar di sekolah.

PWI Kota Jambi juga mengimbau para pelajar membatasi aktivitas di luar ruangan setelah jam sekolah dan menjaga asupan cairan dengan cukup minum air putih.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pembagian masker, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian PWI Kota Jambi untuk hadir di tengah masyarakat,” ujar Irwansyah.

Ia menambahkan, perhatian terhadap dampak kabut asap tidak cukup berhenti pada pembagian masker.

Kesadaran masyarakat untuk melindungi kesehatan dan mengurangi paparan asap juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi udara yang kurang baik.

Dari pihak sekolah, Kepala SMA YPWI Kota Jambi Bonarti Lubis menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.

Menurutnya, masker yang diberikan dapat dimanfaatkan pelajar dan guru sebagai perlindungan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.

“Pemberian masker ini sangat bermanfaat untuk menjadi pelindung dan mencegah dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan, terutama pernapasan,” kata Bonarti.

Penyaluran masker ini menjadi salah satu bentuk respons masyarakat sipil terhadap dampak kabut asap di Kota Jambi.

Di sisi lain, kondisi kualitas udara dan sumber munculnya kabut asap tetap menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih luas, termasuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta perlindungan kesehatan masyarakat.(*)




Berandalan Bermotor Resahkan Kota Jambi, Pemkot Bidik Sekolah hingga Orangtua

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mulai menggeser pendekatan dalam menghadapi persoalan berandalan bermotor.

Penanganan tidak lagi hanya diarahkan pada tindakan setelah aksi terjadi, tetapi juga pada upaya mencegah anak-anak masuk atau direkrut ke dalam kelompok tersebut.

Sekolah, keluarga, ketua RT, kepolisian hingga Dinas Perhubungan akan dilibatkan dalam strategi pencegahan.

Bahkan, pembatasan penggunaan kendaraan bermotor bagi anak di bawah umur kembali menjadi perhatian.

Pemerintah juga mempertimbangkan pemanfaatan transportasi daring sebagai alternatif mobilitas bagi anak yang belum seharusnya mengendarai kendaraan sendiri.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan kenakalan remaja dan pencegahan keterlibatan anak dalam kelompok berandalan bermotor yang dipimpin Wali Kota Jambi Maulana bersama jajaran kepolisian.

Menurut Maulana, persoalan tersebut tidak cukup ditangani ketika anak sudah terlibat dalam aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Pemerintah Kota Jambi bersama Kapolresta mengupayakan berbagai hal, mulai dari pencegahan hingga pembinaan terhadap keterlibatan anak-anak dalam kelompok berandalan bermotor yang meresahkan masyarakat,” ujar Maulana.

Pemkot Jambi menempatkan sekolah sebagai salah satu titik awal pencegahan.

Kepala sekolah didorong lebih aktif mengenali perubahan perilaku siswa, pergaulan, serta potensi keterlibatan mereka dalam kelompok yang berisiko.

Pendekatan ini dinilai penting karena sebagian anak yang terlibat dalam kelompok berandalan bermotor masih berstatus pelajar.

Maulana mengatakan pengawasan kemudian perlu diteruskan ke lingkungan tempat tinggal.

Ketua RT dan orangtua dinilai memiliki posisi penting untuk mengetahui aktivitas anak ketika berada di luar sekolah.

“Kita lebih memfokuskan ke kepala sekolah dahulu. Kemudian RT hingga ke keluarga, sama-sama menjaga agar mereka tidak ikut-ikutan berandalan bermotor,” tegasnya.

Pola tersebut diharapkan dapat membentuk pengawasan berlapis.

Sekolah mengawasi lingkungan pendidikan, keluarga mengetahui aktivitas anak di rumah, sementara RT ikut mengenali kondisi lingkungan tempat tinggal.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kebiasaan anak di bawah umur menggunakan sepeda motor.

Pemkot Jambi menilai pembatasan penggunaan kendaraan bermotor oleh anak dapat menjadi salah satu instrumen pencegahan.

Maulana mengatakan ketentuan terkait anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor sebenarnya telah memiliki dasar hukum.

Namun, penerapannya tidak ingin dilakukan hanya melalui pendekatan penindakan.

“Larangan menggunakan kendaraan bermotor bagi anak-anak di bawah umur. Larangan itu sebenarnya sudah ada secara hukum, tetapi perlu dilakukan secara persuasif,” ujarnya.

Menurut dia, kebijakan tersebut bukan sekadar melarang anak menggunakan sepeda motor.

Pembatasan itu juga perlu dibarengi solusi agar anak tetap memiliki akses transportasi untuk beraktivitas.

Karena itu, Pemkot Jambi akan melibatkan Dinas Perhubungan dalam pembahasan strategi tersebut.

Salah satu gagasan yang muncul adalah mengoptimalkan layanan transportasi daring atau ojek online untuk membantu mobilitas anak.

Dengan adanya alternatif transportasi, pemerintah berharap anak tidak harus membawa sepeda motor sendiri untuk pergi ke sekolah atau melakukan aktivitas lainnya.

“Kita akan libatkan Dishub juga untuk memaksimalkan ojol untuk membantu mereka, sehingga keterlibatan mereka bisa dicegah. Perlu kesiapan yang betul-betul matang,” kata Maulana.

Konsep tersebut membuat kebijakan pencegahan tidak berhenti pada larangan.

Pemerintah juga perlu memastikan tersedia pilihan transportasi yang aman dan realistis bagi keluarga.

Selain manusia, teknologi juga akan digunakan untuk memperkuat pengawasan.

Pemkot Jambi mendorong sekolah dan aparat penegak hukum mengoptimalkan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik.

CCTV diharapkan membantu memantau aktivitas pelajar maupun pergerakan kelompok yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Peranan kepala sekolah hingga APH memaksimalkan pemanfaatan CCTV untuk memantau kondisi tersebut,” ujar Maulana.

Namun, pemerintah menyadari kamera pengawas tidak dapat berdiri sendiri.

Informasi dari CCTV tetap membutuhkan tindak lanjut dari sekolah, keluarga, masyarakat maupun aparat apabila ditemukan aktivitas yang perlu ditangani.

Selain pencegahan, Pemkot Jambi juga menekankan pentingnya pembinaan.

Anak yang telah terindikasi terlibat dalam kelompok berandalan bermotor tidak semata-mata diposisikan sebagai objek penindakan.

Pemerintah ingin ada ruang pembinaan agar anak tidak semakin jauh masuk ke lingkungan yang berisiko.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memutus pola ajakan antarremaja.

Maulana mengakui persoalan ini tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau kepolisian.

“Banyak hal yang perlu kita lakukan secara bersama,” katanya.

Karena itu, koordinasi akan diperkuat antara Pemkot Jambi, kepolisian, sekolah, orangtua, RT dan perangkat daerah terkait.

Strategi tersebut pada akhirnya menempatkan lingkungan terdekat anak sebagai benteng pertama.

Jika sekolah mengetahui perubahan perilaku siswa, orangtua memahami aktivitas anak, RT ikut memperhatikan lingkungan, sementara aparat dan pemerintah menyediakan sistem pengawasan serta pembinaan, potensi keterlibatan anak diharapkan dapat ditekan sejak awal.

Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa persoalan berandalan bermotor tidak hanya menyangkut keamanan jalan raya.

Ada persoalan pergaulan remaja, pengawasan keluarga, akses kendaraan, lingkungan sekolah hingga pola pembinaan anak yang ikut bermain.

Pemkot Jambi kini mencoba membangun strategi dari berbagai sisi tersebut.

Targetnya bukan hanya mengurangi aksi berandalan bermotor yang sudah terjadi, tetapi mencegah anak-anak masuk ke dalam kelompok tersebut sejak awal.

Dengan demikian, sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat tidak hanya menjadi tempat ketika persoalan sudah muncul, tetapi menjadi lapisan pertama untuk mencegah anak terjerumus lebih jauh.(*)




Pelajar Jambi Ubah Limbah Organik Jadi Inovasi Anti-Stunting, Sabet Juara AHM Best Student 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan lingkungan dan kesehatan menjadi inspirasi sejumlah pelajar di Jambi untuk melahirkan inovasi.

Dari pemanfaatan limbah organik hingga digitalisasi pengelolaan usaha, berbagai gagasan tersebut dipertandingkan dalam AHM Best Student 2026 Regional Jambi.

Kompetisi karya tulis ilmiah yang mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya!” tersebut mempertemukan pelajar dari sejumlah sekolah di Jambi dengan gagasan yang berangkat dari persoalan di sekitar mereka.

Puncak kompetisi digelar Senin 31 Agustus 2026, setelah rangkaian seleksi berlangsung sejak Juni. Peserta terlebih dahulu melewati tahap pendaftaran, pengumpulan karya, seleksi administrasi, hingga penilaian karya sebelum lima finalis terbaik melaju ke presentasi tingkat regional.

Pada tahap final, masing-masing tim mempresentasikan proyek mereka di hadapan dewan juri. Gagasan yang dibawa peserta cukup beragam, mulai dari penelitian dan sistem digital hingga pengembangan produk fisik.

Dari lima finalis, tim SMA Negeri 3 Jambi keluar sebagai juara pertama melalui penelitian berjudul “Efektivitas Bio-Enzyme Limbah Organik terhadap Peningkatan Kadar Zat Besi (Fe), Asam Folat, dan Vitamin C pada Tanaman Bayam (Amaranthus Tricolor) sebagai Pangan Anti-Stunting.”

Karya tersebut dikembangkan oleh Sutan Zeza Pahlevi dan Talitha Dhia Afifah.

Gagasan mereka menghubungkan dua persoalan sekaligus, yakni pemanfaatan limbah organik dan upaya mendukung ketersediaan pangan yang berkaitan dengan isu stunting.

Posisi kedua kembali diraih SMA Negeri 3 Jambi. Tim yang terdiri dari Andhika Saputra, Lovely Azwa Eko Putri, dan M. Fadhil Farandi mengembangkan “Pasar+: Digitalisasi Tata Kelola Operasional dan Keuangan Berbasis Smart Analytics.”

Sementara itu, SMA Islam Terpadu Nurul Ilmi Jambi menempati posisi ketiga melalui inovasi “STIKUBI: Stiker Pintar Ubi Jalar Ungu Pendeteksi Suhu pada Obat.”

Karya tersebut dikembangkan oleh Nurqisthi Mardhatillah, Rasheesa Syawli Hanaafi, dan Syafira Aina.

Tiga karya terbaik itu menunjukkan pendekatan berbeda dalam menjawab kebutuhan di lingkungan sekitar, mulai dari persoalan pangan dan kesehatan hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Kompetisi tidak berhenti pada penilaian naskah. Lima tim finalis bersama guru pembimbing harus mempresentasikan proyek masing-masing dan mempertahankan gagasan mereka di hadapan dewan juri.

Untuk memperkuat proses penilaian, Sinsen turut melibatkan dosen yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan sebagai anggota dewan juri.

Tahapan presentasi menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya dituntut memiliki ide, tetapi juga harus mampu menjelaskan konsep dan manfaat proyek yang mereka kembangkan.

PIC AHM Best Student 2026 Regional Jambi, Rasti Darvi, menilai karya peserta menunjukkan keberanian generasi muda dalam mengubah persoalan di sekitar mereka menjadi gagasan yang dapat dikembangkan.

“Karya yang dihadirkan peserta AHM Best Student 2026 Regional Jambi menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi yang cerdas dan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Yang membanggakan adalah keberanian mereka mengangkat permasalahan sekitar menjadi gagasan yang kreatif dan berdampak,” ujar Rasti.

Menurutnya, kreativitas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat berkembang menjadi langkah yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Kemenangan di tingkat regional belum menjadi akhir bagi tim SMA Negeri 3 Jambi.

Sebagai juara pertama, mereka akan membawa karya tersebut untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional melalui ajang AHM Best Student.

Ajang ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menguji gagasan mereka sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi yang lahir dari persoalan di lingkungan sekitar.

Dengan tema yang mengedepankan peran generasi Z, kompetisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan, lingkungan, pengelolaan usaha hingga teknologi dapat menjadi titik awal bagi pelajar untuk menghasilkan karya yang lebih aplikatif.

Kini, tantangan berikutnya berada di tingkat nasional. Tim SMA Negeri 3 Jambi akan membawa riset bio-enzyme limbah organik mereka untuk kembali diuji dan bersaing dengan karya pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.(*)




H-5 Penutupan AHM Best Student 2026, Pelajar Jambi Diminta Segera Daftar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kesempatan pelajar di Provinsi Jambi untuk mengikuti AHM Best Student 2026 tinggal menghitung hari.

Memasuki H-5 penutupan pendaftaran, PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) mengajak siswa SMA, SMK, dan sederajat segera mengirimkan karya tulis ilmiah terbaik agar dapat bersaing di tingkat nasional.

Kompetisi yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) sejak 2003 ini menjadi salah satu ajang bergengsi bagi pelajar Indonesia untuk menunjukkan ide, kreativitas, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tahun ini, AHM Best Student mengangkat tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya!” dengan fokus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui karya ilmiah.

Peserta dapat memilih empat bidang utama, yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Ekonomi. Setiap karya diharapkan tidak hanya inovatif, tetapi juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

CSR PT Sinar Sentosa Primatama, Lydia Syahada, mengatakan waktu pendaftaran yang tersisa perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelajar di Jambi.

“Waktu pendaftaran AHM Best Student 2026 tinggal menghitung hari. Kami mengajak seluruh pelajar SMA/SMK di Jambi untuk segera mengirimkan karya terbaiknya dan memanfaatkan kesempatan ini untuk berprestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Menurut Lydia, melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, Sinsen ingin terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Bukan Sekadar Lomba

AHM Best Student tidak hanya menjadi ajang kompetisi karya ilmiah, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengasah kreativitas, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan gagasan.

Peserta terbaik dari setiap daerah nantinya akan mengikuti seleksi tingkat nasional dengan kesempatan meraih apresiasi berupa total hadiah senilai ratusan juta rupiah.

Sinsen berharap semakin banyak pelajar asal Jambi yang ikut berpartisipasi sehingga mampu menunjukkan kualitas sumber daya manusia daerah di tingkat nasional.

Partisipasi tersebut juga diharapkan menjadi bukti bahwa generasi muda Jambi memiliki potensi besar dalam melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Pendaftaran Berakhir 8 Agustus

Pendaftaran AHM Best Student 2026 masih dibuka hingga 8 Agustus 2026.

Seluruh pelajar SMA, SMK, dan sederajat di Provinsi Jambi yang memenuhi persyaratan dapat segera mendaftarkan diri melalui laman resmi yang telah disediakan panitia.

Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui akun Instagram @sinsenhonda dan @sahabat1hati, atau menghubungi PIC Regional AHM Best Student Jambi.(*)




Praja Goes to School, Satpol PP Kota Jambi Edukasi Pelajar Cegah Kenakalan Remaja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi terus memperluas edukasi kepada pelajar melalui program Praja Goes to School.

Kali ini, kegiatan pembinaan karakter digelar di SMP Negeri 24 Kota Jambi dengan fokus meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya kenakalan remaja.

Dalam kegiatan tersebut, tim Satpol PP memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perilaku menyimpang yang kerap terjadi di kalangan remaja, mulai dari merokok, tawuran, bolos sekolah, hingga tindakan lain yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan pelajar.

Kepala Satpol PP Kota Jambi, Iper Riyansuni, mengatakan program tersebut merupakan langkah preventif untuk membangun karakter generasi muda sekaligus menekan potensi pelanggaran yang melibatkan pelajar.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar bahwa kenakalan remaja seperti merokok, tawuran, bolos sekolah, hingga perilaku negatif lainnya dapat berdampak buruk bagi masa depan mereka. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi salah satu upaya pencegahan yang terus kami lakukan,” ujarnya.

Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab

Selain menyampaikan materi mengenai bahaya kenakalan remaja, Satpol PP juga mengajak siswa memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Iper, pembentukan karakter tidak kalah penting dibandingkan pencapaian akademik karena menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berintegritas.

Ia menegaskan Satpol PP tidak hanya menjalankan fungsi penegakan peraturan daerah, tetapi juga memiliki peran pembinaan kepada masyarakat, termasuk pelajar.

“Melalui Praja Goes to School kami ingin menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta membangun karakter generasi muda agar menjadi pelajar yang berprestasi dan menjauhi segala bentuk perilaku yang melanggar hukum maupun norma sosial,” katanya.

Pelajar Diajak Berdiskusi Soal Tantangan Pergaulan

Dalam sesi sosialisasi, para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdialog mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Pendekatan interaktif tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap risiko kenakalan remaja sekaligus mendorong mereka mengambil keputusan yang lebih bijak.

Iper berharap program Praja Goes to School dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kota Jambi melalui kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan orang tua.

Menurutnya, pembentukan karakter anak membutuhkan peran bersama dari berbagai pihak agar lahir generasi yang disiplin, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Pembentukan karakter anak tidak bisa hanya dilakukan di sekolah. Dibutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, berintegritas, dan mampu menjadi kebanggaan Kota Jambi,” pungkasnya.

Program Praja Goes to School menjadi salah satu upaya preventif Satpol PP Kota Jambi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus membangun kesadaran pelajar untuk menjauhi perilaku menyimpang sejak usia dini.(*)




Sinsen dan AHM Buka Kompetisi Nasional untuk Pelajar Jambi, Hadiah Ratusan Juta Menanti

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabar baik bagi pelajar SMA dan SMK di Provinsi Jambi yang memiliki ide kreatif dan ingin berkontribusi bagi masyarakat.

PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) bersama PT Astra Honda Motor (AHM) resmi membuka pendaftaran AHM Best Student 2026, ajang kompetisi karya tulis ilmiah yang telah melahirkan banyak inovasi generasi muda Indonesia.

Mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya!”, kompetisi ini menjadi wadah bagi pelajar untuk menuangkan gagasan, menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial, hingga mengembangkan potensi diri melalui karya yang berdampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Tak hanya menjadi ajang prestasi, peserta juga berkesempatan memperebutkan total hadiah ratusan juta rupiah sekaligus memperoleh pengalaman berharga melalui proses seleksi, pembinaan, hingga kompetisi tingkat nasional.

Sebagai salah satu program pengembangan generasi muda yang telah berjalan sejak 2003, AHM Best Student terus menjadi ruang bagi pelajar Indonesia untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepedulian terhadap berbagai isu yang dihadapi masyarakat.

Tahun ini, peserta dapat mengirimkan karya dalam empat kategori utama, yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Ekonomi.

Seluruh karya yang diikutsertakan juga diharapkan selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

CSR PT Sinar Sentosa Primatama, Lydia Syahada, mengatakan kompetisi ini tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga menjadi sarana bagi pelajar untuk membangun karakter, meningkatkan kepercayaan diri, dan melahirkan inovasi yang bermanfaat.

“AHM Best Student bukan sekadar kompetisi. Ini adalah ruang bagi generasi muda untuk berani menyampaikan ide, mengembangkan potensi, dan menciptakan solusi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami ingin mendorong pelajar di Jambi agar semakin percaya diri menunjukkan kemampuan terbaiknya dan menjadi bagian dari generasi yang siap berkontribusi untuk Indonesia,” ujarnya.

Jadwal Lengkap AHM Best Student 2026

Pendaftaran kompetisi dibuka mulai 5 Juni hingga 8 Agustus 2026.

Setelah masa pendaftaran berakhir, peserta akan mengikuti beberapa tahapan seleksi, yakni:

  • Seleksi Regional: 18 Agustus – 2 September 2026
  • Seleksi Nasional dan Bootcamp: 21 September – 2 Oktober 2026
  • Final Nasional: 12 – 16 Oktober 2026
  • Awarding: 21 Oktober 2026

Kesempatan Emas untuk Pelajar Jambi

Sinsen mengajak seluruh pelajar SMA/SMK sederajat di Provinsi Jambi yang memiliki ide dan inovasi di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi untuk segera mendaftarkan karya terbaiknya.

Ajang ini menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, mengasah kemampuan riset, serta menunjukkan bahwa pelajar daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya yang berkualitas.

Pendaftaran dapat dilakukan hingga 8 Agustus 2026 melalui tautan resmi yang telah disediakan panitia.

Bagi pelajar yang memiliki gagasan untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat, AHM Best Student 2026 dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan ide tersebut menjadi karya yang memberi manfaat nyata bagi Indonesia.(*)




Wawako Sungai Penuh Ajak Pelajar Jadi Generasi Tangguh Lawan Radikalisme

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menghadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), serta perundungan di lingkungan pendidikan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Kegiatan yang digelar di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Kamis 18 Juni 2026, tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan aparat keamanan, termasuk Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Wilayah Jambi Kombes Pol. Beri Diatra, Wakil Bupati Kerinci Murison, Kapolres Kerinci, Dandim 0417/Kerinci, Kejari Sungai Penuh, hingga unsur DPRD dan Sekda Kota Sungai Penuh.

Ribuan peserta dari kalangan kepala sekolah, guru, hingga pelajar SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA dari dua wilayah tersebut turut mengikuti kegiatan yang difokuskan pada penguatan wawasan kebangsaan dan pencegahan paham negatif di lingkungan pendidikan.

Penguatan Edukasi untuk Cegah Paham Negatif

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat pendidikan mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, serta perundungan yang dinilai masih menjadi tantangan serius di kalangan generasi muda.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat nilai persatuan, toleransi, serta kesadaran kebangsaan di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat.

Wawako Tekankan Pembentukan Karakter Pelajar

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah mengajak para pelajar untuk terus memperkuat semangat belajar serta membangun karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Saya berpesan agar para pelajar senantiasa menjaga semangat belajar, menghormati guru dan orang tua, serta memperkuat persahabatan. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sosial.

Media Sosial Harus Jadi Sarana Positif

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Azhar juga menyoroti pentingnya penggunaan media sosial secara bijak oleh generasi muda.

Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, pengembangan diri, dan inovasi, bukan untuk menyebarkan konten negatif atau terpengaruh paham yang merugikan.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif. Jadikan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan berinovasi agar bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan,” tambahnya.

Komitmen Pemerintah Cegah Radikalisme dan Kekerasan di Sekolah

Wawako Azhar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen mendukung berbagai program pencegahan radikalisme, ekstremisme, serta kekerasan di lingkungan pendidikan melalui pendekatan edukasi yang berkelanjutan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia pendidikan dapat memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh paham negatif.

Dorong Generasi Tangguh dan Berkarakter

Melalui kegiatan sosialisasi akbar ini, diharapkan para pelajar di Kerinci dan Sungai Penuh dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, kritis, dan berkarakter.

Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, toleransi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(*)




Kabar Baik untuk Pelajar, Pemkot Jambi Gulirkan 3.000 Beasiswa dan Bangun Sekolah Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis yang diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemkot Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625, Senin (18/5/2026).

Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah penyediaan 3.000 beasiswa bagi siswa kurang mampu tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan program tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan seluruh anak di Kota Jambi mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Pendidikan menjadi prioritas penting dalam pembangunan Kota Jambi. Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa sekolah dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Maulana saat memimpin upacara peringatan HUT Pemkot Jambi di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi.

Selain program beasiswa, Pemerintah Kota Jambi juga tengah mengusulkan revitalisasi 150 satuan pendidikan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah di Kota Jambi.

Tidak hanya itu, dua unit sekolah baru juga akan dibangun setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat.

Program tersebut diharapkan mampu menunjang pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.

Menurut Maulana, penguatan sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Jambi yang maju, bahagia, dan berkelanjutan.

Pada momentum HUT Pemkot Jambi tahun ini, pemerintah daerah juga memperkuat berbagai program sosial lainnya, termasuk perluasan penerima BPJS Ketenagakerjaan melalui program Kartu Bahagia.

Program itu menyasar sekretaris RT, pengurus rumah ibadah, tenaga pengajar agama, hingga petugas OPBM dengan total tambahan penerima mencapai 7.760 orang.

Upacara HUT Pemkot Jambi berlangsung khidmat dengan nuansa adat Melayu yang kental. Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat Melayu Jambi, mulai dari pejabat daerah, Forkopimda, ASN, instansi vertikal hingga para pelajar SD dan SMP.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha serta Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly.

Dalam sambutannya, Maulana juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan, demi menciptakan generasi unggul di Kota Jambi.

“Pembangunan pendidikan membutuhkan dukungan bersama agar anak-anak Kota Jambi dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” pungkasnya.(*)




Penting untuk Masa Depan Generasi Jambi, Farul Ilmi Apresiasi O2SN dan FLS3N

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dukungan kuat datang dari DPRD Kota Jambi terhadap pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SD dan SMP tahun 2026.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Fahrul Ilmi, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam mengarahkan anak-anak ke aktivitas yang lebih bermanfaat di tengah maraknya penggunaan gadget.

Menurutnya, ajang seperti O2SN dan FLS3N memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan positif bagi pelajar, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital.

“Ini kegiatan yang sangat baik. Anak-anak perlu diarahkan pada aktivitas positif, menggantikan waktu yang sebelumnya lebih banyak dihabiskan dengan gadget,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa olahraga, seni, dan budaya merupakan sarana efektif bagi anak untuk mengekspresikan diri serta mengembangkan kreativitas sejak dini.

Lebih lanjut, Fahrul berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami dari DPRD Kota Jambi tentu sangat mengapresiasi. Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti, tapi terus digelar agar anak-anak memiliki ruang untuk berkembang,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jambi melalui Wali Kota Maulana secara resmi membuka kegiatan O2SN dan FLS3N pada Rabu (6/5/2026).

Ajang ini diikuti oleh pelajar tingkat SD dan SMP se-Kota Jambi sebagai wadah untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga dan seni, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan prestasi berjenjang hingga tingkat provinsi.(*)




Lewat Ajang O2SN dan FLS3N 2026, Walikota Maulana Dorong Siswa Aktif Tanpa Ketergantungan Medsos

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi menggelar ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SD dan SMP tahun 2026.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, pada Rabu (6/5/2026).

Ajang tahunan ini menjadi ruang strategis bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan sekaligus menyalurkan minat di bidang olahraga dan seni.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang aktif, kreatif, dan berprestasi.

Dalam sambutannya, Maulana menyoroti pentingnya peran sekolah dalam mendukung perkembangan potensi siswa secara menyeluruh.

Ia mengapresiasi para kepala sekolah yang telah memberikan wadah bagi siswa untuk berkembang di berbagai bidang non-akademik.

Menurutnya, di tengah kebijakan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, sekolah perlu menghadirkan lebih banyak aktivitas positif yang melibatkan interaksi langsung dan kegiatan fisik.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti O2SN dan FLS3N menjadi solusi efektif untuk mengarahkan energi anak-anak ke hal-hal yang lebih produktif, baik melalui olahraga, seni, maupun kegiatan budaya.

Tak hanya soal prestasi, Maulana juga menekankan bahwa ajang ini berperan penting dalam membentuk mental dan karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, dan berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiyono, menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari seleksi berjenjang.

Para peserta nantinya akan melalui tahapan dari tingkat wilayah, kota, hingga berpeluang melaju ke tingkat provinsi.(*)