Catat Pendapatan Rp44,16 Miliar! Komisaris Utama Soroti Pengembangan Pelabuhan Pelindo Talang Duku

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Agus Suhartono, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Talang Duku, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis 23 Juli 2026).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk meninjau operasional pelabuhan sekaligus mengevaluasi kinerja dan rencana pengembangan Pelindo Regional 2 Jambi.

Dalam agenda tersebut, Agus Suhartono didampingi Direktur Manajemen Risiko Pelindo Boy Robyanto, Executive Director 2 Budi Prasetio, jajaran Dewan Komisaris, serta pejabat dari Kantor Pusat Pelindo.

Di hadapan Komisaris Utama, General Manager Pelindo Regional 2 Jambi Febrianto Zenny Sulistyo Harimurti memaparkan perkembangan operasional perusahaan, termasuk capaian kinerja selama semester pertama 2026 serta sejumlah program strategis yang tengah disiapkan untuk meningkatkan daya saing pelabuhan di Provinsi Jambi.

Saat ini Pelindo Regional 2 Jambi mengelola tiga pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Talang Duku, Pelabuhan Kawasan Muara Sabak, dan Pelabuhan Kuala Tungkal, yang menjadi simpul penting distribusi logistik dan perdagangan di wilayah Jambi.

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Pelindo Regional 2 Jambi membukukan pendapatan usaha sebesar Rp44,16 miliar.

Pada periode yang sama, arus kapal tercatat mencapai 6,03 juta Gross Tonnage (GT), arus peti kemas sebanyak 15.381 TEUs, arus barang noncurah mencapai 659.988 ton/m³, serta arus barang curah sebanyak 225.594 ton/m³.

Selain memaparkan capaian kinerja, manajemen Pelindo Regional 2 Jambi juga menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada jajaran komisaris sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan, meningkatkan tata kelola perusahaan, serta mendorong pengembangan infrastruktur pelabuhan di Jambi.

Komisaris Utama Pelindo, Agus Suhartono, mengapresiasi capaian yang telah diraih Pelindo Regional 2 Jambi dan meminta seluruh insan Pelindo terus menjaga semangat dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

“Sekecil apa pun yang dilakukan rekan-rekan di Jambi pasti menjadi perhatian di pusat. Rekan-rekan di Jambi harus tetap semangat,” ujar Agus Suhartono.

Ia menegaskan, berbagai masukan yang disampaikan manajemen Pelindo Regional 2 Jambi akan menjadi perhatian dan diteruskan kepada Direksi Pelindo sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan perusahaan.

Menurutnya, sinergi antara Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh unit operasional menjadi kunci dalam mempercepat transformasi perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan nasional.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara Pelindo Regional 2 Jambi dengan kantor pusat sehingga berbagai program pengembangan pelabuhan dapat berjalan lebih optimal.

Penguatan infrastruktur dan layanan pelabuhan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus logistik, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.(*)




Pelabuhan Talang Duku Terapkan PAB Mulai Agustus 2026, Pelindo Perkuat Sistem Logistik Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi terus memperkuat perannya dalam mendukung transformasi logistik nasional melalui implementasi Pemberitahuan Perdagangan Antarpulau Barang (PAB) di Pelabuhan Talang Duku.

Program tersebut akan mulai diterapkan pada 1 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem perdagangan domestik yang lebih tertib, transparan, dan terintegrasi.

Komitmen itu diwujudkan melalui Coaching Clinic Implementasi PAB Tahap IV yang diselenggarakan Direktorat Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan RI bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Talang Duku di Pelabuhan Talang Duku, Jambi, Senin 21 Juli 2026.

Implementasi PAB merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2024 tentang Perdagangan Antarpulau serta Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 41 Tahun 2025 mengenai penahapan pelabuhan dalam penerapan Nomor Laporan PAB sebagai syarat penerbitan akses masuk barang ke kawasan pelabuhan.

Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan RI, Sri Sugy Atmanto, mengatakan implementasi PAB menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola perdagangan domestik yang lebih efisien melalui integrasi sistem antar kementerian dan lembaga.

Menurutnya, pelaporan PAB tidak hanya meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, tetapi juga menjadi fondasi dalam mewujudkan Satu Data Perdagangan Antarpulau yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.

“Pelaporan PAB menjadi kunci dalam percepatan implementasi National Logistic Ecosystem karena menyediakan informasi mengenai alur distribusi barang yang dibutuhkan pemerintah dalam perencanaan, pengawasan, dan pengambilan kebijakan,” ujar Sri Sugy Atmanto.

Ia mengajak seluruh pelaku usaha memanfaatkan masa persiapan sebelum implementasi Tahap IV diberlakukan agar proses pelaporan berjalan optimal.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sepanjang 1 Januari hingga 30 Juni 2026, volume perdagangan melalui Pelabuhan Talang Duku mencapai 3.685,74 ton, didominasi komoditas minyak sawit beserta turunannya serta berbagai komoditas kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny Sulistyo Harimurti, menegaskan kesiapan Pelindo dalam mendukung implementasi PAB melalui integrasi layanan kepelabuhanan dan digitalisasi sistem logistik.

Menurutnya, Pelindo tidak hanya berperan sebagai operator pelabuhan, tetapi juga menjadi penghubung berbagai kebijakan dan layanan untuk memperkuat ekosistem logistik nasional.

“Pelindo hadir bukan hanya sebagai operator pelabuhan, tetapi sebagai enabler yang menghubungkan kebijakan, layanan, dan kolaborasi untuk mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin terintegrasi, efisien, dan berdaya saing,” kata Febrianto.

Ia menjelaskan, implementasi Nomor PAB sebagai referensi penerbitan akses masuk barang ke kawasan pelabuhan merupakan bagian dari transformasi layanan berbasis digital yang diharapkan mampu mempercepat proses bisnis, meningkatkan transparansi, serta memberikan kemudahan bagi pengguna jasa.

Pelabuhan Talang Duku menjadi salah satu pelabuhan yang masuk dalam Tahap IV implementasi PAB.

Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, perusahaan bongkar muat, perusahaan jasa pengurusan transportasi, cargo owner, hingga pengelola Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Coaching Clinic tersebut diikuti lebih dari 200 peserta secara luring maupun daring. Para peserta memperoleh pembekalan mengenai penerapan PAB, penggunaan sistem Indonesia National Single Window (INSW), hingga pemanfaatan Nomor PAB sebagai syarat penerbitan akses masuk barang ke kawasan pelabuhan.

Materi disampaikan oleh perwakilan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan, serta PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Febrianto menegaskan keberhasilan implementasi PAB membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar transformasi logistik nasional berjalan optimal.

Keberhasilan transformasi logistik nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh kolaborasi yang kuat dalam implementasinya.

“Pelindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem logistik yang semakin terintegrasi sehingga mampu memberikan kemudahan berusaha, meningkatkan efisiensi layanan, dan memperkuat daya saing logistik Indonesia,” pungkasnya.(*)




Saat Logistik Menjadi Nadi Ekonomi: Peran PTP Nonpetikemas di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah ambisi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, satu hal yang kerap luput dari perhatian adalah logistik.

Padahal, sekuat apa pun produksi suatu daerah baik itu karet, pinang, maupun komoditas perkebunan lainnya tanpa sistem logistik yang efisien, semuanya akan terhambat di titik distribusi.

Di Provinsi Jambi, denyut logistik itu salah satunya bertumpu pada Pelabuhan Talang Duku.

Sebagai pelabuhan sungai, Talang Duku memiliki keunggulan tersendiri: relatif stabil dari pengaruh pasang surut air laut.

Namun keunggulan geografis ini tidak otomatis menjamin efisiensi jika tidak diimbangi dengan sistem yang modern dan terintegrasi.

Di sinilah peran PTP Nonpetikemas menjadi penting. Upaya yang dilakukan melalui digitalisasi layanan, peningkatan fasilitas, serta penguatan kolaborasi lintas sektor menunjukkan arah transformasi yang tepat.

Namun, pertanyaannya: apakah itu sudah cukup?

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa efisiensi logistik masih menghadapi tantangan klasik.

Proses bongkar muat, misalnya, bisa memakan waktu hingga enam sampai tujuh hari untuk satu muatan tongkang.

Bahkan, keterbatasan operasional gudang penerima yang tidak berjalan 24 jam turut memperlambat distribusi barang.

Ini bukan semata persoalan pelabuhan, tetapi persoalan ekosistem logistik secara keseluruhan.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Pelabuhan Talang Duku, Romi Hasbeni, menyebut bahwa pihaknya terus melakukan inovasi, termasuk melalui penerapan sistem digital seperti Truck Identification Data (STID) dan sistem operasional berbasis daring.

“Kami berkomitmen mempercepat distribusi barang melalui digitalisasi dan peningkatan layanan agar daya saing industri di Jambi semakin meningkat,” ujarnya.

Langkah ini patut diapresiasi. Digitalisasi memang menjadi kunci dalam menekan biaya logistik yang selama ini dikenal tinggi di Indonesia.

Dengan sistem yang mampu memantau arus kendaraan secara real-time serta menyediakan data operasional secara terbuka, transparansi dan efisiensi dapat ditingkatkan.

Namun, digitalisasi saja tidak cukup tanpa diiringi perubahan pola kerja seluruh rantai distribusi.

Efisiensi pelabuhan akan sia-sia jika tidak diikuti kesiapan sektor lain, seperti pergudangan, transportasi darat, hingga regulasi yang mendukung kelancaran arus barang.

Lebih jauh, logistik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal daya saing. Ketika biaya distribusi tinggi, maka harga komoditas ikut terdorong naik.

Dampaknya, produk daerah menjadi kurang kompetitif di pasar nasional maupun global.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Data arus barang yang mencapai sekitar 81 ribu ton sejak awal 2026 menunjukkan bahwa aktivitas logistik di Jambi terus bergerak.

Namun angka tersebut seharusnya tidak hanya dilihat sebagai capaian, melainkan sebagai sinyal bahwa kebutuhan akan sistem logistik yang lebih efisien semakin mendesak.

Di sisi lain, kontribusi sosial melalui program TJSL juga menjadi elemen penting. Kehadiran pelabuhan tidak boleh hanya dirasakan sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Di sinilah keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sosial diuji.

Ke depan, penguatan logistik di Jambi membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.

Pemerintah daerah, operator pelabuhan, pelaku usaha, hingga masyarakat harus berada dalam satu visi yang sama. Kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Transformasi yang dilakukan saat ini adalah langkah awal. Namun untuk benar-benar menjadikan logistik sebagai penggerak utama ekonomi daerah, diperlukan keberanian untuk melakukan reformasi yang lebih luas mulai dari infrastruktur, sistem kerja, hingga kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dari tepian Sungai Batanghari, kita belajar satu hal: bahwa ekonomi tidak hanya tumbuh dari apa yang diproduksi, tetapi juga dari seberapa cepat dan efisien produk itu sampai ke pasar.(*)




Pelabuhan Talang Duku Kini Layani Cargo Curah Kering, Pelindo Regional 2 Jambi Tancap Gas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Jambi memastikan kesiapan fasilitas Terminal Curah Kering di Pelabuhan Talang Duku untuk melayani kebutuhan angkutan cargo curah kering.

Kesiapan tersebut mencakup Dermaga Curah Kering I, Dermaga Curah Kering II, dan Dermaga Curah Kering III.

Kesiapan pengoperasian dermaga tersebut diperkuat dengan terbitnya penetapan peningkatan kemampuan pengoperasian fasilitas pelabuhan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Talang Duku.

Penetapan ini mengubah fungsi layanan dermaga yang sebelumnya melayani barang umum (general cargo/multipurpose), menjadi khusus untuk pelayanan cargo curah kering.

Kepala KSOP Kelas III Talang Duku, Prihartanta Eka Budi Jatmika, menjelaskan bahwa penetapan tersebut diberikan setelah seluruh persyaratan teknis dan administrasi dinyatakan terpenuhi.

“Dengan terpenuhinya seluruh ketentuan yang berlaku, Dermaga Curah Kering I, II, dan III dapat dimanfaatkan untuk pelayanan cargo curah kering secara resmi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda rapat sekaligus penyerahan Surat Keputusan yang berlangsung di Yogyakarta, Senin (19/1/2026).

Menindaklanjuti penetapan tersebut, Pelindo Regional 2 Jambi menyatakan kesiapan penuh untuk mengoperasikan fasilitas dermaga, dengan dukungan PT Pelindo PTP Nonpetikemas Area Jambi sebagai operator.

Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengguna jasa, khususnya pelaku usaha dan industri yang membutuhkan layanan bongkar muat cargo curah kering, baik untuk komoditas hasil industri maupun bahan baku.

Keberadaan Terminal Curah Kering Pelabuhan Talang Duku dinilai menjadi solusi alternatif layanan kepelabuhanan yang lebih sesuai dengan karakteristik muatan curah kering.

Selain itu, fasilitas ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus logistik dan distribusi komoditas di wilayah Jambi dan sekitarnya.

Pelindo Regional 2 Jambi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perseroan juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pemanfaatan fasilitas Terminal Curah Kering di Pelabuhan Talang Duku.(*)




Cegah Truk Hantu, Pelindo Jambi Optimalkan STID di Terminal Petikemas

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi terus mendorong transformasi layanan kepelabuhanan dengan mengimplementasikan sistem Single Truck Identification Data (STID) yang kini telah terintegrasi langsung dengan Inaportnet di Gate Terminal Petikemas Pelabuhan Talang Duku.

Penerapan STID menjadi langkah lanjutan dari digitalisasi sistem gerbang pelabuhan yang sebelumnya telah berjalan.

Kini, setiap kendaraan truk yang masuk dan keluar pelabuhan memiliki identitas data tunggal yang tercatat secara terstandar dan terhubung secara real-time dengan sistem nasional Inaportnet.

Integrasi STID ini merupakan bentuk dukungan Pelindo terhadap Program Strategis Nasional, khususnya Rencana Aksi Strategis Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

Dengan sistem pendataan kendaraan yang lebih rapi dan transparan, STID diyakini mampu menekan potensi praktik pungutan liar serta menutup celah keberadaan kendaraan dengan data tidak valid atau yang kerap disebut sebagai “truk hantu”.

Selain itu, penerapan STID juga mendukung konsep One Card One Terminal sebagai bagian dari modernisasi layanan pelabuhan yang sejalan dengan perkembangan industri 4.0.

Sistem ini memungkinkan identifikasi kendaraan dilakukan secara terpusat sekaligus mendukung pemantauan kelayakan armada dalam rangka penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), mengingat pelabuhan merupakan objek vital nasional.

Melalui STID, arus kendaraan di Pelabuhan Talang Duku dapat dipantau secara real-time dan seluruh data tersimpan dalam basis data digital.

Data tersebut dapat dengan mudah diolah dan dianalisis guna mendukung pengambilan keputusan operasional yang lebih akurat dan cepat.

Dengan sistem ini, arus keluar-masuk kendaraan tidak hanya menjadi lebih lancar, tetapi juga tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dampaknya, proses pelayanan menjadi lebih jelas, data lebih akurat, serta memberikan rasa aman dan kepastian bagi perusahaan pelayaran, mitra logistik, hingga pengguna jasa kepelabuhanan.

Pelindo Regional 2 Jambi menegaskan bahwa penerapan STID akan terus dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan.

Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan sistem berjalan optimal dan tetap relevan dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Sebagai bagian dari tahapan implementasi, Pelindo Regional 2 Jambi telah melaksanakan sosialisasi STID kepada para pemangku kepentingan pada 15–17 Oktober 2025.

Sistem ini kemudian melalui tahap uji coba atau trial on pada 29–30 Desember 2025, sebelum resmi dioperasikan penuh pada 31 Desember 2025.

Dengan integrasi STID dan Inaportnet, Pelindo Jambi optimistis Pelabuhan Talang Duku mampu menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin tertata, transparan, dan andal, sekaligus meningkatkan kepercayaan pengguna jasa di Provinsi Jambi.(*)




Setelah 10 Tahun, Ekspor Kayu Manis Kerinci Kembali Langsung dari Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi (Karantina Jambi) Badan Karantina Indonesia memfasilitasi ekspor komoditas bubuk kulit kayu manis asal Kabupaten Kerinci ke Belanda.

Ekspor tersebut memiliki volume 15 ton dengan nilai hampir Rp1 miliar, dan diberangkatkan melalui Pelabuhan Talang Duku, Jambi.

Ekspor ini menjadi momentum penting karena merupakan ekspor langsung dari Jambi ke Belanda yang kembali dilakukan setelah hampir sepuluh tahun.

Sebelumnya, pengiriman kayu manis Kerinci dilakukan melalui Pelabuhan Panjang, Lampung.

“Ekspor bubuk kulit kayu manis asal Kerinci ini merupakan ekspor langsung dari Jambi ke Belanda yang kembali dilakukan setelah hampir sepuluh tahun. Karantina Jambi memastikan seluruh persyaratan karantina telah terpenuhi sesuai ketentuan negara tujuan,” ujar Kepala Karantina Jambi, Sudiwan Situmorang, Minggu (21/12).

Sudiwan menjelaskan bahwa, komoditas bubuk kulit kayu manis tersebut telah melalui tindakan karantina berupa pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Dengan demikian, komoditas memenuhi standar dan persyaratan ekspor internasional.

Sebagai jaminan keberterimaan di negara tujuan, Karantina Jambi menerbitkan sertifikat kesehatan karantina atau Phytosanitary Certificate (PC).

“Prosedur ekspor dilakukan sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Petugas karantina memeriksa kesehatan komoditas sebelum diekspor dan memastikan bebas dari OPTK, kemudian menerbitkan Phytosanitary Certificate,” jelas Sudiwan.

Dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir, ekspor kayu manis Kerinci dilakukan melalui Pelabuhan Panjang, Lampung.

Kembalinya aktivitas ekspor melalui Pelabuhan Talang Duku menunjukkan meningkatnya peran pelabuhan di Provinsi Jambi dalam mendukung arus ekspor komoditas pertanian unggulan daerah.

Sudiwan menegaskan bahwa Karantina Jambi terus berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan kepada pelaku usaha ekspor.

Pihaknya juga akan terus mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah melalui penguatan sinergi dengan instansi terkait serta pelayanan prima.

“Upaya ini dilakukan untuk mendukung peningkatan daya saing produk pertanian dan perikanan Indonesia di pasar global,” pungkasnya.(*)




Ekspor Pinang Jambi Tembus Rp1,3 Miliar, Pelindo Perkuat Layanan Pelabuhan

MUAROJAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelindo Regional 2 Jambi kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah.

Pada Selasa (25/11/2025), sebanyak 36 ton buah pinang senilai Rp1,3 miliar resmi dikirim ke Bangladesh melalui Pelabuhan Talang Duku.

Pelepasan ekspor ini dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH.

Kegiatan ekspor ini dilakukan oleh PT Export Tani Nusantara dan menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan terkait dalam memperkuat perekonomian Jambi melalui aktivitas ekspor.

Pelindo Regional 2 Jambi, selaku pengelola pelabuhan, berperan menyediakan layanan kepelabuhanan yang mendukung kelancaran arus logistik dan percepatan proses ekspor.

Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan ekspor ini, terutama perusahaan eksportir, Balai Karantina Pertanian, Pelindo Regional 2 Jambi, Bea Cukai, BPS, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang berupaya meningkatkan kinerja ekspor Jambi,” ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah pesisir timur Jambi merupakan salah satu sentra penghasil pinang terbesar di Indonesia.

Dengan dukungan kondisi alam yang sesuai, jaringan perdagangan yang berkembang, serta banyaknya pelaku usaha di sektor pinang.

Jambi terus memperkuat posisinya sebagai pemasok penting komoditas tersebut ke pasar internasional.

Pemerintah berharap fasilitas kepelabuhanan yang disediakan Pelindo Regional 2 Jambi dapat terus mendukung pertumbuhan ekspor komoditas unggulan daerah.

Sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha lokal.(*)