Catat Pendapatan Rp44,16 Miliar! Komisaris Utama Soroti Pengembangan Pelabuhan Pelindo Talang Duku

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Agus Suhartono, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Talang Duku, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis 23 Juli 2026).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk meninjau operasional pelabuhan sekaligus mengevaluasi kinerja dan rencana pengembangan Pelindo Regional 2 Jambi.

Dalam agenda tersebut, Agus Suhartono didampingi Direktur Manajemen Risiko Pelindo Boy Robyanto, Executive Director 2 Budi Prasetio, jajaran Dewan Komisaris, serta pejabat dari Kantor Pusat Pelindo.

Di hadapan Komisaris Utama, General Manager Pelindo Regional 2 Jambi Febrianto Zenny Sulistyo Harimurti memaparkan perkembangan operasional perusahaan, termasuk capaian kinerja selama semester pertama 2026 serta sejumlah program strategis yang tengah disiapkan untuk meningkatkan daya saing pelabuhan di Provinsi Jambi.

Saat ini Pelindo Regional 2 Jambi mengelola tiga pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Talang Duku, Pelabuhan Kawasan Muara Sabak, dan Pelabuhan Kuala Tungkal, yang menjadi simpul penting distribusi logistik dan perdagangan di wilayah Jambi.

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Pelindo Regional 2 Jambi membukukan pendapatan usaha sebesar Rp44,16 miliar.

Pada periode yang sama, arus kapal tercatat mencapai 6,03 juta Gross Tonnage (GT), arus peti kemas sebanyak 15.381 TEUs, arus barang noncurah mencapai 659.988 ton/m³, serta arus barang curah sebanyak 225.594 ton/m³.

Selain memaparkan capaian kinerja, manajemen Pelindo Regional 2 Jambi juga menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada jajaran komisaris sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan, meningkatkan tata kelola perusahaan, serta mendorong pengembangan infrastruktur pelabuhan di Jambi.

Komisaris Utama Pelindo, Agus Suhartono, mengapresiasi capaian yang telah diraih Pelindo Regional 2 Jambi dan meminta seluruh insan Pelindo terus menjaga semangat dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

“Sekecil apa pun yang dilakukan rekan-rekan di Jambi pasti menjadi perhatian di pusat. Rekan-rekan di Jambi harus tetap semangat,” ujar Agus Suhartono.

Ia menegaskan, berbagai masukan yang disampaikan manajemen Pelindo Regional 2 Jambi akan menjadi perhatian dan diteruskan kepada Direksi Pelindo sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan perusahaan.

Menurutnya, sinergi antara Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh unit operasional menjadi kunci dalam mempercepat transformasi perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan nasional.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara Pelindo Regional 2 Jambi dengan kantor pusat sehingga berbagai program pengembangan pelabuhan dapat berjalan lebih optimal.

Penguatan infrastruktur dan layanan pelabuhan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus logistik, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.(*)




Pelindo Jambi Gandeng Kejari Tanjab Timur Perkuat Kepastian Hukum di Pelabuhan Muara Sabak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi memperkuat langkah mitigasi risiko hukum dengan menggandeng Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama terkait penanganan masalah hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Kamis 18 Juni 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan aparat penegak hukum, khususnya dalam mendukung kepastian hukum, perlindungan aset negara, serta kelancaran operasional Pelabuhan Muara Sabak.

Pelabuhan Muara Sabak Jadi Fokus Penguatan Hukum

General Manager PT Pelindo Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny Sulistyo, mengatakan bahwa, meningkatnya aktivitas kepelabuhanan di Muara Sabak turut membawa konsekuensi terhadap potensi persoalan hukum yang harus diantisipasi sejak dini.

Menurutnya, pendampingan hukum dari Kejaksaan sangat penting agar setiap kebijakan dan operasional perusahaan tetap berada dalam koridor hukum yang jelas serta sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Dengan kerja sama ini, kami mendapatkan penguatan dari sisi hukum sehingga seluruh kegiatan operasional dapat berjalan lebih terarah, akuntabel, dan sesuai aturan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur yang bertindak sebagai Jaksa Pengacara Negara akan berperan dalam memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, hingga tindakan hukum lainnya.

Kejaksaan: Dorong Pencegahan Sejak Dini

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur, Anto Widi Nugroho, menyambut baik kerja sama tersebut.

Ia menegaskan bahwa Kejaksaan memiliki kewenangan dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara untuk mendukung instansi pemerintah maupun BUMN.

Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya bersifat penanganan masalah hukum, tetapi juga pencegahan melalui konsultasi dan pendampingan berkelanjutan.

“Kesepakatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan kepastian hukum serta membantu menjaga kepentingan negara dalam pengelolaan sektor kepelabuhanan,” ujarnya.

Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Aset Negara

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap tercipta tata kelola pelabuhan yang lebih kuat, transparan, dan minim risiko hukum.

Selain itu, sinergi Pelindo dan Kejaksaan diharapkan mampu memperkuat perlindungan aset negara yang berada di kawasan pelabuhan serta mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Jambi.

Penandatanganan kesepakatan bersama ini turut dihadiri Executive Director 2 PT Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, jajaran manajemen Pelindo Regional 2 Jambi, serta pejabat Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kepelabuhanan di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan dengan dukungan kepastian hukum yang lebih kuat.(*)