Merah Putih Berkibar di Estoril! Ramadhipa Raih Kemenangan Perdana Moto3 Junior

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dunia balap Indonesia kembali mendapat kabar membanggakan dari Eropa.

Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa, sukses menorehkan sejarah setelah meraih kemenangan perdananya di Moto3 Junior World Championship 2026.

Prestasi itu diraih saat putaran kedua kejuaraan berlangsung di Circuito do Estoril, Portugal, Minggu 14 Juni 2026.

Tampil bersama Honda Asia-Dream Racing Junior Team, Ramadhipa berhasil menaklukkan persaingan sengit dan finis terdepan setelah menjalani duel ketat hingga tikungan terakhir.

Kemenangan tersebut bukan sekadar podium tertinggi biasa. Ramadhipa kini tercatat sebagai pebalap Indonesia pertama yang mampu meraih kemenangan pada dua ajang berbeda di level MotoJunior, yakni Red Bull Rookies Cup dan Moto3 Junior World Championship.

Capaian ini juga mengakhiri penantian Indonesia untuk kembali merasakan kemenangan di MotoJunior sejak Fadillah Arbi Aditama terakhir kali berdiri di podium tertinggi di Barcelona pada 2023.

Balapan di Estoril berlangsung penuh drama. Memulai lomba dari posisi ketujuh, pebalap asal Sleman, Yogyakarta itu langsung menunjukkan kecepatan kompetitif sejak lap awal.

Ramadhipa konsisten berada dalam rombongan terdepan dan terus menjaga peluang untuk bersaing memperebutkan podium.

Persaingan yang berlangsung rapat membuat posisi pebalap terus berubah hampir di setiap lap.

Momentum penting terjadi pada lap kedelapan ketika Ramadhipa berhasil menembus tiga besar berkat manuver agresif namun terukur.

Sejak saat itu, ia mulai menjadi salah satu kandidat kuat peraih kemenangan.

Pertarungan mencapai puncaknya di lap terakhir. Saat memasuki sektor penentuan, Ramadhipa masih berada di posisi ketiga.

Namun dengan keberanian dan ketenangan yang luar biasa, ia melancarkan serangan ke depan dan merebut posisi pertama.

Meski tekanan dari rival terus datang hingga tikungan terakhir, Ramadhipa mampu menjaga fokus dan mempertahankan keunggulan tipis hingga menyentuh garis finis.

Momen kemenangan itu menjadi semakin spesial ketika bendera Merah Putih berkibar di Sirkuit Estoril dan lagu Indonesia Raya berkumandang di podium juara.

Tambahan 25 poin dari kemenangan tersebut membuat Ramadhipa kini mengoleksi 51 poin. Ia menempati posisi kedua klasemen sementara dan hanya terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen.

“Saya sangat senang bisa meraih kemenangan pertama di Moto3 Junior World Championship. Balapan hari ini sangat sulit karena cuaca cukup panas dan persaingan sangat ketat. Saya sempat kehilangan posisi di lap terakhir, tetapi berhasil merebutnya kembali di sektor akhir hingga finis pertama,” ujar Ramadhipa.

Ia mengaku kini fokus mempersiapkan diri menghadapi putaran berikutnya di Jerez dan bertekad mempertahankan tren positif yang telah dibangun sejak awal musim.

Sementara itu, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai kemenangan tersebut menjadi bukti perkembangan signifikan pebalap muda Indonesia di level internasional.

Menurutnya, keberhasilan Ramadhipa menunjukkan bahwa pembinaan berjenjang yang dijalankan AHM mampu melahirkan pebalap yang kompetitif di arena dunia.

“Hasil yang diraih Ramadhipa menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Ia menunjukkan perkembangan performa yang konsisten dan kemampuan bersaing di level internasional. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani mengejar mimpi di dunia balap,” kata Andy.

Moto3 Junior World Championship 2026 selanjutnya akan memasuki putaran ketiga di Circuit de Jerez-Angel Nieto, Spanyol, pada 3 hingga 5 Juli mendatang.

Dengan performa yang terus meningkat dan kepercayaan diri yang sedang tinggi, Ramadhipa kini membawa harapan besar Indonesia untuk kembali mencatatkan sejarah di pentas balap dunia.(*)




Wow! Veda Ega Pratama dan Ramadhipa Catat Sejarah di FIM JuniorGP dan ETC 2025

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dua pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa, menuntaskan musim balap internasional 2025 dengan prestasi membanggakan di ajang FIM JuniorGP dan European Talent Cup (ETC).

Capaian tersebut menjadi penegasan posisi pebalap Indonesia yang semakin diperhitungkan di level balap dunia.

Veda Ega Pratama sukses mengakhiri musim FIM JuniorGP 2025 di peringkat 10 besar klasemen akhir dengan koleksi 70 poin.

Torehan ini mencatatkan sejarah baru bagi Astra Honda Racing Team, karena Veda mampu membukukan enam kali finis Top 10 secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pebalap Indonesia di ajang ini.

Sepanjang musim, Veda menunjukkan konsistensi dan peningkatan performa signifikan. Ia beberapa kali start dari baris depan, termasuk dua kali memulai balapan dari baris kedua grid.

Penampilan stabil tersebut menjadi modal penting bagi Veda untuk melangkah ke level lebih tinggi, yakni Moto3 World Championship 2026 bersama Honda Team Asia.

Sementara itu, Muhammad Kiandra Ramadhipa tampil impresif di European Talent Cup 2025 dengan finis di posisi kelima klasemen akhir dan mengoleksi 129 poin.

Sejak seri pembuka di Portugal, pebalap asal Sleman, Yogyakarta ini langsung mencuri perhatian dengan raihan podium pada balapan perdananya.

Prestasi Ramadhipa semakin bersinar ketika ia meraih kemenangan di Race 1 seri Prancis dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Sirkuit Magny-Cours.

Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Ramadhipa dan Astra Honda di ajang ETC.

Momen paling spektakuler terjadi di seri Barcelona, awal November, saat Ramadhipa berhasil menjuarai balapan setelah start dari posisi ke-24.

Catatan ini menjadikannya pebalap Indonesia pertama yang meraih kemenangan di European Talent Cup.

Putaran terakhir musim 2025 digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Veda tampil solid pada race pertama dengan finis di posisi ke-10, namun gagal menyelesaikan race kedua akibat insiden.

Nasib serupa dialami Ramadhipa yang terjatuh di penghujung balapan saat bersaing di barisan depan ETC.

Veda mengakui musim 2025 menjadi fase pembelajaran penting dalam karier balapnya. Ia menyebut pengalaman di FIM JuniorGP membantunya memahami setelan motor dan pengembangan gaya balap.

“Saya sangat berterima kasih kepada Junior Talent Team dan Astra Honda atas kepercayaan serta dukungan yang luar biasa. Musim ini memberi banyak pelajaran berharga untuk langkah saya ke level berikutnya,” ujar Veda.

Ramadhipa juga menyampaikan rasa syukur atas perjalanan musim ini, meski menutup seri terakhir dengan hasil kurang maksimal.

“Musim ini penuh tantangan dan pengalaman luar biasa. Kemenangan di Barcelona menjadi momen yang tidak akan saya lupakan. Terima kasih kepada tim dan Astra Honda atas kepercayaan sejak awal perjalanan saya di Eropa,” kata Ramadhipa.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa pencapaian Veda dan Ramadhipa merupakan bukti keberhasilan pembinaan balap berjenjang yang dijalankan AHM.

“Veda dan Ramadhipa telah menunjukkan bahwa pebalap muda Indonesia mampu bersaing di level internasional. Veda siap melangkah ke Moto3 World Championship, sementara Ramadhipa menunjukkan progres luar biasa. Ini hasil kerja keras, disiplin, dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Andy.

Keberhasilan dua pebalap muda ini menegaskan komitmen Astra Honda Motor dalam mencetak talenta balap Indonesia berprestasi dunia melalui pembinaan terstruktur.

Dengan semangat Satu Hati Indonesia Juara, AHM terus membuka jalan bagi generasi muda untuk mengharumkan nama bangsa di lintasan global.(*)