Single Baru Ungu “Utara-Selatan” Bawa Cerita Perpisahan: Saat Cinta Tak Lagi Sejalan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah lama dinantikan para penggemar, grup band Ungu kembali menghadirkan karya terbaru melalui single berjudul “Utara-Selatan”.

Lagu tersebut resmi dirilis pada Jumat 31 Juli 2026 pukul 00.00 WIB dan kini tersedia di berbagai platform musik digital.

Mengusung tema tentang perpisahan dan perjalanan cinta yang tidak lagi berada dalam satu arah, “Utara-Selatan” membawa karakter khas Ungu melalui balutan musik emosional dengan lirik yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

Lagu ini tidak bercerita tentang hilangnya rasa cinta, melainkan tentang dua orang yang masih memiliki perasaan, tetapi harus menerima kenyataan bahwa tujuan hidup mereka telah berbeda.

Melalui penggalan lirik “Berpisahlah kita berbeda, mimpimu ke utara aku ke Selatan, tak lagi ada satu tujuan”, Ungu menggambarkan situasi ketika sebuah hubungan harus berakhir karena masing-masing memilih jalan yang tidak sama.

Bukan sekadar kisah tentang jarak, “Utara-Selatan” menghadirkan makna bahwa perpisahan terkadang terjadi bukan karena kurangnya kasih sayang, tetapi karena kehidupan membawa seseorang menuju arah yang berbeda.

Nuansa kehilangan juga terasa kuat dalam lagu ini.

Sosok yang dulu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup akhirnya hanya tersisa sebagai kenangan yang masih membekas.

Pada bagian lain, Ungu menghadirkan gambaran tentang rasa rindu yang tidak lagi memiliki tempat untuk kembali.

Cinta masih ada, tetapi keadaan membuat hubungan tersebut tidak mungkin dipertahankan.

Sejak dirilis, lagu ini langsung mendapat respons dari pendengar. Hingga Jumat siang 31 Juli 2026, “Utara-Selatan” telah mencatat puluhan ribu pendengar di salah satu platform musik digital.

Kehadiran single terbaru ini menjadi lanjutan perjalanan panjang Ungu di industri musik Indonesia.

Band yang dikenal dengan karya-karya pop rock dan balada romantis tersebut telah bertahan hampir tiga dekade sejak terbentuk pada 1996.

Lirik lagu Utara-Selatan

(*)

Langit malam bicara sunyi

Hening menyelimuti bumi

Kau disana aku disini

 Ada jarak yang tak terjembatani

Ada luka yang tak terobati.

 

Reff:

 

Berpisahlah kita berbeda

Mimpimu ke utara aku ke Selatan

 Tak lagi ada satu tujuan

Berpisahlah meski hati tertinggal.

(**)

Angin berhembus bawa kabar

Namun semua terasa hambar

Cinta kita seperti debu di udara

Tak bisa ku sentuh walau dekat

Hanya bayangan terus melekat

Perjalanan Panjang Ungu di Musik Indonesia

Sebelum dikenal luas dengan nama Ungu, perjalanan band ini bermula dari sebuah grup bernama Glasses.

Nama Ungu kemudian dipilih sebagai identitas baru yang membawa mereka menuju panggung musik nasional.

Dalam perjalanan kariernya, Ungu mengalami sejumlah perubahan formasi hingga akhirnya dikenal dengan susunan personel yang membawa mereka meraih popularitas besar, yakni Pasha sebagai vokalis, Makki pada bass, Enda dan Oncy pada gitar, serta Rowman sebagai penggebuk drum.

Sejumlah lagu Ungu sebelumnya telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia, terutama karya-karya yang mengangkat tema cinta, kehilangan, harapan, dan dinamika kehidupan.

Melalui “Utara-Selatan”, Ungu kembali mempertahankan kekuatan utama mereka: menyampaikan cerita emosional melalui lirik sederhana yang mudah dirasakan pendengar.

Lagu ini menjadi pengingat bahwa tidak semua kisah cinta berakhir karena rasa yang hilang.

Terkadang, dua orang harus berpisah karena mereka memang ditakdirkan berjalan menuju arah yang berbeda.(*)




Eko Patrio Mengungkapkan Penyesalan: Permohonan Maaf untuk Rakyat Indonesia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pada malam hari ini, 30 Agustus 2025, anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Patrio, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada pukul 19.45 WIB, melalui akun media sosial Sigit Purnomo, atau Pasha Ungu.

Menyusul situasi psikologis dan politik yang sempat mempengaruhi publik dalam beberapa waktu terakhir.

Sigit Purnomo, yang dikenal sebagai Pasha Ungu, mengungkapkan rasa penyesalannya di hadapan masyarakat Indonesia.

“Saya dan saudara-saudara saya, Bapak Eko Patrio, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia terkait dengan situasi dan kondisi psikologis dan politik yang terjadi beberapa waktu belakangan,” ungkapnya dengan tegas.

Dengan penuh rasa tanggung jawab, Pasha juga menambahkan, “Kami sangat menghargai kepercayaan masyarakat dan berharap pertemuan malam ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki keadaan.”

Sementara itu, Eko Patrio dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan permohonan maaf secara tulus.

“Terima kasih, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera untuk kita semua. Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio, ingin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan,” ujarnya dengan suara bergetar, seolah menahan emosi.

“Saya mendengar dan memahami sepenuhnya aspirasi masyarakat, dan saya menyadari bahwa situasi ini membawa luka, terutama bagi keluarga korban yang harus menanggung penderitaan. Saya berkomitmen untuk memperbaiki diri, lebih berhati-hati, dan tetap menjalankan peran saya sebagai wakil rakyat dengan ketulusan dan keberanian,” lanjutnya.

Permohonan Maaf yang Tulus dan Refleksi untuk Bangsa

Eko Patrio juga menambahkan, “Tidak sedikitpun niat saya untuk memperburuk keadaan. Ke depan, saya akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan menyampaikan pendapat saya. Permohonan maaf ini saya sampaikan dengan harapan dapat diterima oleh masyarakat dan menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan kedamaian bangsa.”

Ke depan, Komitmen untuk Menjaga Persatuan

Dalam suasana penuh haru, kedua tokoh tersebut berharap permohonan maaf mereka dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.

Permohonan maaf ini juga menjadi sebuah refleksi penting bagi mereka untuk lebih bijak dalam setiap langkah politik dan sosial yang diambil ke depan.

Eko Patrio mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kedamaian bangsa.

“Sekali lagi, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Eko dengan suara yang penuh ketulusan.(*)