BPOM Jambi Berikan Tips untuk Masyarakat, Kenali Makanan Berbahaya di Pasar Bedug

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPOM Jambi mengimbau masyarakat, untuk lebih waspada dan cermat dalam memeriksa keamanan makanan yang beredar, khususnya di pasar bedug.

Kepala BPOM Jambi, Veramika Ginting, memberikan panduan tentang cara mengenali bahan berbahaya yang sering digunakan pada makanan, seperti rodamin B dan formalin, guna menjaga kesehatan konsumen.

Rodamin B, bahan pewarna yang biasa ditemukan pada makanan dengan warna pink cerah, dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

Sementara itu, formalin yang memiliki bau menyengat digunakan sebagai pengawet, tetapi sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: 17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

Baca juga: Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

BPOM mengingatkan agar masyarakat dapat lebih teliti, dalam memilih dan memeriksa makanan yang mereka beli di pasar bedug.

“Untuk masyarakat, pastikan selalu memeriksa warna makanan yang mencolok, terutama yang berwarna pink cerah. Jika makanan terlihat bersinar atau terlalu cerah, bisa jadi mengandung rodamin B,” kata dia.

“Selain itu, bau menyengat pada makanan juga bisa menjadi indikasi adanya formalin,” ujar Veramika.

BPOM Jambi juga memberikan beberapa cara sederhana untuk mengenali makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya:

  1. Perhatikan Warna Makanan: Hindari membeli makanan yang berwarna mencolok atau terlalu cerah, terutama makanan yang berwarna pink atau merah terang.

  2. Cium Bau Makanan: Makanan yang mengandung formalin biasanya memiliki bau tajam atau menyengat. Jika tercium bau kimiawi yang kuat, sebaiknya hindari konsumsi makanan tersebut.

  3. Periksa Tekstur Makanan: Beberapa makanan yang mengandung bahan berbahaya cenderung memiliki tekstur yang tidak wajar, seperti terlalu kenyal atau keras.

Melalui imbauan ini, BPOM Jambi berharap masyarakat dapat lebih hati-hati saat berbelanja di pasar bedug selama bulan Ramadan.

Baca juga: Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

BPOM akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan produk makanan yang beredar bebas dari bahan berbahaya.

“Kami berharap masyarakat bisa merasa lebih aman saat berbelanja, dengan mengetahui cara-cara sederhana untuk mengenali makanan yang aman dikonsumsi. Kami akan terus melakukan pengawasan agar semua produk yang dijual di pasar bedug memenuhi standar keamanan pangan,” tambah Veramika.

Dengan kesadaran yang lebih tinggi, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari bahaya konsumsi makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya, serta menjaga kesehatan keluarga selama bulan Ramadan.(*)




17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPOM Jambi melakukan pengujian sampel produk makanan yang dijual di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa, produk-produk yang beredar di pasar tersebut bebas dari bahan berbahaya.

Seperti formalin, boraks, rodamin B, dan metamin yellow, yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Kepala BPOM Jambi, Veramika Ginting, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil 17 sampel dari berbagai jenis produk yang dijual di pasar bedug, termasuk tahu, minuman, mie, pempek, dan lontong—makanan yang sering kali dicampur dengan bahan berbahaya.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

“Kami melakukan uji sampel untuk mendeteksi bahan-bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rodamin B, dan metamin yellow. Hasilnya, semua sampel yang kami uji aman dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Veramika.

Pengujian ini merupakan bagian dari program pengawasan BPOM yang akan berlanjut hingga 12 Maret 2025.

Selama periode ini, pengawasan sampel akan dilakukan di beberapa titik di Kota Jambi untuk memastikan bahwa, produk yang dijual di pasar-pasar tradisional dan pasar bedug aman dikonsumsi.

“Pengawasan ini akan kami lakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang digunakan dalam produk makanan,” kata dia.

Baca juga: Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

Baca juga: Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan pembinaan kepada para pedagang agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan makanan,” tambah Veramika.

Dengan pengawasan ini, BPOM Jambi bertujuan untuk, melindungi masyarakat dari konsumsi produk yang mengandung bahan berbahaya dan memastikan bahwa makanan yang dijual di pasar-pasar Jambi aman dan berkualitas.

Veramika juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan memilih makanan yang terjamin keamanannya untuk kesehatan.(*)




Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Jambi, Amran mengungkapkan bahwa, melalui Pasar Bedug yang baru-baru ini diresmikan, pihaknya berhasil meraup pendapatan retribusi sebesar 110 juta rupiah.

Pasar bedug ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi.

“Pasar bedug yang kami kelola ini memberikan dampak positif yang besar. Selain menjadi sarana transaksi ekonomi bagi masyarakat, pasar ini juga berperan penting dalam meningkatkan pendapatan daerah,” kata dia.

“Sebagai contoh, melalui pasar bedug ini kami telah meraih retribusi sebesar 110 juta rupiah,” ungkap Amran.

Baca juga: Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

Baca juga: Pemerintah Terapkan Flexible Work Arrangement (FWA) Mulai H-7 Lebaran 2025, Fokus Kelancaran Arus Mudik

Keberhasilan ini menegaskan bahwa pasar bedug bukan hanya tempat untuk berbelanja kebutuhan Ramadan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pasar bedug yang dikelola oleh Dinas Perindag diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian yang berkelanjutan di Kota Jambi.

“Pasar bedug ini diharapkan dapat semakin memajukan ekonomi lokal, serta mendorong berkembangnya UMKM yang ada di Kota Jambi,” sebutnya.

“Kami berharap ke depannya, pasar bedug akan terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” tambah Amran.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Pimpin Rakor OPD, Ajak Semua Pihak Dukung Program 100 Hari Kerja

baca juga: Diza Hazrah Aljosha Tekankan Peningkatan Kualitas Kesehatan dalam Program 100 Hari Kerja

Dengan adanya pasar bedug, Amran juga menekankan pentingnya melestarikan tradisi yang telah ada, serta memastikan bahwa pasar ini menjadi wadah yang produktif bagi pedagang dan konsumen selama bulan Ramadan.

Pemerintah Kota Jambi berharap pasar bedug akan terus berkembang, menjadi ajang transaksi yang aman dan menguntungkan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi, khususnya bagi pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam pasar ini.(*)