PAN Kota Jambi Tancap Gas Usai Milad ke-28, Naim Minta Konsolidasi Sampai Ranting

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perayaan Milad ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Jambi tidak ingin berhenti sebagai seremoni.

Setelah momentum perayaan, seluruh kader diminta langsung “memanaskan mesin” partai dan memperkuat konsolidasi hingga tingkat ranting.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris DPD PAN Kota Jambi, Naim, yang menilai usia 28 tahun harus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kehadiran PAN di tengah masyarakat.

Menurut Naim, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga seberapa solid kader dalam bergerak dan menjaga komunikasi dengan masyarakat.

“Setelah ini kita tancap gas. Gercep, panaskan mesin partai dan lakukan konsolidasi sampai tingkat ranting,” tegas Naim.

Naim mengatakan Milad ke-28 PAN harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan bertambahnya usia partai.

Momentum tersebut, kata dia, menjadi kesempatan untuk kembali mempererat hubungan antarkader sekaligus mengevaluasi kekuatan organisasi menghadapi agenda politik dan kerja-kerja kepartaian ke depan.

“Milad ini menjadi momentum untuk kita semua mempererat rasa persaudaraan sesama kader. Kita ingin PAN semakin solid, semakin kompak dan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada kader dan simpatisan yang selama ini ikut menjaga eksistensi PAN di Kota Jambi.

Bagi Naim, perjalanan PAN selama 28 tahun tidak terlepas dari kerja para kader yang membangun organisasi sekaligus menjaga hubungan dengan masyarakat.

Setelah perayaan milad, Naim meminta jajaran PAN Kota Jambi tidak larut dalam seremoni. Konsolidasi struktur harus segera dilanjutkan hingga lapisan terbawah organisasi.

Penguatan ranting dinilai penting karena menjadi salah satu ujung tombak partai dalam menjaga komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Partai harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kader harus mampu menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, menyerap aspirasi dan ikut mencarikan solusi atas persoalan yang ada,” katanya.

Naim menilai kader PAN tidak boleh hanya muncul ketika momentum politik tiba.

Kehadiran kader harus dibangun melalui kerja sosial dan komunikasi yang berlangsung secara konsisten.

Di tengah upaya memperkuat struktur, Naim juga mengingatkan kader agar menjaga soliditas internal.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar dalam organisasi politik.

Namun, perbedaan tersebut jangan sampai berkembang menjadi konflik yang merusak kekompakan partai.

“Boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Kita harus tetap satu barisan, saling menghargai dan saling menguatkan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh kader dapat menempatkan kepentingan organisasi dan masyarakat di atas perbedaan pribadi.

Milad PAN tahun ini juga beriringan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Naim mengatakan semangat kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan kader PAN melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Bagi kader PAN, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari perjuangan. Jangan hanya berbicara tentang politik, tetapi tunjukkan bahwa politik juga bisa memberikan manfaat,” katanya.

Menurutnya, kader PAN harus mampu mengambil peran dalam berbagai persoalan sosial sekaligus ikut mendorong pembangunan di Kota Jambi.

Ke depan, PAN Kota Jambi juga didorong menjadi organisasi yang semakin terbuka dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Naim menilai regenerasi kader, penguatan peran anak muda serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting untuk menjaga relevansi PAN di tengah perubahan perilaku masyarakat.

Ia optimistis konsolidasi organisasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memperkuat posisi PAN Kota Jambi.

“Harapan kita sederhana, PAN semakin solid, semakin besar dan semakin bermanfaat. Mari kita jaga persaudaraan, perkuat struktur dan bersama-sama bekerja untuk masyarakat,” pungkasnya.

Dengan demikian, Milad ke-28 PAN Kota Jambi bukan hanya menjadi penanda perjalanan partai, tetapi juga menjadi titik awal untuk kembali menggerakkan struktur organisasi hingga tingkat ranting.(*)




2029 Masih Jauh, Mengapa Mesin Politik Sudah Dipanaskan?

Oleh: Rizal Zebua

Kontestasi politik menuju tahun 2029 sejatinya masih cukup jauh. Namun di Jambi, sejumlah partai politik tampaknya sudah mulai memanaskan mesin sejak sekarang.

Sejak belakangan pun, kosolidasi sudah terlihat. Mulai dilakukan. Baik dari strategi yang perlahan disusun, hingga arahan perekrutan relawan TPS digalakkan.

Seperti halnya beberapa waktu lalu, Partai Amanat Nasional (PAN) sudah mulai mengumpulkan kader-kader mereka. Arahan pun diberikan “segera rekrut relawan TPS.”

Tak hanya PAN. Partai lain juga begitu. Golkar misalnya, hingga partai dan kekuatan politik lainnya. Melihat ini tentu, suasana politik di Provinsi Jambi mulait terasa.

Padahal Masyarakat sebenarnya masih sibuk memikirkan urusan yang jauh lebih mendasar.

Tentu yang menjadi pertanyaannya, apa memang langkah ini adalah bentuk kesiapan politik yang sehat untuk masa depan demokrasi? Atau jangan-jangan hanya sebatas euforia kekuasaan yang kebelet datang ?.

Memang, di satu sisi taka da yang salah dengan partai polisik mempersiapkan diri lebih dini. Sebab, mereka membutuhkan strategi, konsolidsai hingga penguatan akar partai.

Bahkan, partai yang bekerja dari jauh hari, justru menjadi keseriusan mereka membangun organisasi.

Tapi perlu diketahui juga. Di sisi lain, Masyarakat juga punya hak untuk bertanya; energi besar ini sebenarnya diarahkan untuk apa?.

Mengingat, kondisi hari ini sedang tidak baik-baik saja. Bahkan, ekonomi pun belum benar-benar pulih. Ditambah lagi lapangan kerja masih sulit.

Tak hanya itu, harga kebutuhan pokok tanpa disadari naik perlahan. Di sisi lain, anak muda banyak yang bingung mencari pekerjaan.

Tanpa disadarai, pelaku UMKM pun bertahan dengan kondisi serba pas-pasan. Bahkan di kalangan menengah ke bawah, hidup terasa semakin berat dari waktu ke waktu.

Wajar saja, di tengah situasi seperti itu, masyarakat tentu berharap para elite politik tidak hanya sibuk menghitung suara dan menyusun peta kekuatan.

Sebab, Politik seharusnya tidak sekadar soal memenangkan pemilu lima tahunan. Tetapi juga tentang menghadirkan solusi nyata bagi persoalan rakyat hari ini.

Ingat, jangan sampai konsolidasi politik hanya berhenti pada urusan membangun pengaruh dan memperkuat kuasa.

Karena publik sudah terlalu sering melihat semangat politik yang begitu tinggi menjelang pemilu, namun perlahan menghilang setelah kursi kekuasaan berhasil didapatkan.

Padahal, jika partai-partai benar-benar serius bergerak dari sekarang, ada banyak hal yang sebenarnya bisa mulai dikerjakan.

Membantu masyarakat kecil. Mengawal persoalan lapangan kerja. Mendorong pendidikan politik yang sehat.

Membuka ruang diskusi publik. Atau minimal menghadirkan gagasan-gagasan baru yang memang dibutuhkan masyarakat.

Politik tidak boleh hanya hidup saat musim pemilu tiba.

Apa yang dilakukan partai-partai hari ini tentu sah-sah saja. Bahkan mungkin memang diperlukan.

Namun, masyarakat juga berharap adanya keseimbangan antara ambisi politik dan kepedulian sosial.

Sebab pada akhirnya, kekuasaan yang terlalu sibuk mengejar suara tanpa memahami keresahan rakyat, hanya akan melahirkan jarak yang semakin jauh antara elite dan masyarakat.

Dan mungkin, sudah saatnya lah politik di daerah ini bergerak ke arah yang lebih besar.

Bukan hanya tentang siapa yang menang pada 2029 nanti, tetapi siapa yang benar-benar mampu membawa perubahan yang terasa dampaknya bagi masyarakat luas.(*)

Penulis adalah wartawan aktif di Provinsi Jambi.




Golkar Sarolangun Tetapkan Gerry Trisatwika sebagai Ketua, Targetkan Kursi DPRD Meningkat 2029

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VI Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sarolangun resmi menetapkan Gerry Trisatwika, SE sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Sarolangun untuk periode 2026–2031.

Kegiatan digelar di Ballroom Abadi Hotel Sarolangun, Senin (9/2/2026).

Musda dibuka langsung oleh Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi, Drs. H. Cek Endra, dan dihadiri Bupati Sarolangun H Hurmin, unsur Forkopimda, jajaran pengurus Golkar, serta pimpinan kecamatan Partai Golkar se-Kabupaten Sarolangun.

Dalam sidang pleno, peserta sepakat secara mufakat menetapkan Gerry Trisatwika sebagai ketua terpilih yang akan menakhodai Golkar Sarolangun selama lima tahun ke depan.

Usai penetapan, Gerry menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat Golkar di Kabupaten Sarolangun.

Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun kepengurusan baru DPD II Golkar Sarolangun dalam waktu satu bulan.

“Golkar harus hadir dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. Mari kita bersatu, bergotong royong, dan bekerja keras membesarkan partai ke depan,” ujarnya.

Gerry juga optimistis kepengurusan baru akan menghadirkan semangat baru serta membuka ruang bagi kader-kader muda untuk aktif berkontribusi.

Ia menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD Sarolangun pada Pemilihan Legislatif 2029, seiring bertambahnya jumlah kursi legislatif menjadi 35 kursi.

“Target minimal kita enam kursi di Pileg 2029. Bahkan, kami optimistis Golkar bisa kembali masuk unsur pimpinan DPRD dan menjadi kekuatan utama dalam kontestasi politik ke depan,” pungkas Gerry.

Musda Ke-VI Golkar Sarolangun menegaskan semangat kebersamaan dan komitmen partai dalam membangun struktur yang solid serta menghadapi tantangan politik lokal dan nasional.(*)




Al Haris Siap Nahkodai PAN Jambi, Elektabilitas Tinggi Jadi Modal Kuat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, memberikan sinyal kuat kesiapannya untuk memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Jambi periode 2025–2030.

Pernyataan ini disampaikan menyusul dinamika internal partai setelah ditariknya H. A. Bakri ke struktur DPP PAN.

“Jika diberi amanah oleh Ketua Umum dan DPP PAN, tentu saya siap. Di PAN, keputusan ada di pusat. Tidak perlu deklarasi, cukup jalani ketika ditunjuk,” ujar Al Haris saat diwawancarai pada Senin, 21 April 2025.

Al Haris juga mengonfirmasi bahwa dirinya saat ini telah masuk dalam struktur kepengurusan pusat PAN (DPP PAN).

Namun, ia memilih bersikap menunggu hingga pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PAN Jambi yang dijadwalkan pada 26 April 2025.

“Kita tunggu saja bagaimana arah keputusan dari pusat. Semua tergantung DPP dan Ketua Umum,” tambahnya dengan nada diplomatis.

Dukungan terhadap Al Haris tidak hanya datang dari elite partai, tetapi juga dari sejumlah kader dan pengurus PAN di kabupaten/kota.

Salah satu pengurus DPW PAN yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa, Al Haris adalah sosok yang dibutuhkan untuk memperkuat soliditas partai di Jambi.

“Beliau punya daya tarik elektoral yang tinggi, jaringan politiknya luas, dan gaya kepemimpinannya inklusif. PAN Jambi butuh figur seperti Al Haris untuk menghadapi tantangan politik ke depan,” ujarnya.

Sejumlah pengamat politik lokal menyebut bahwa, jika Al Haris ditunjuk sebagai Ketua DPW PAN Jambi, partai berlambang matahari putih ini bisa lebih kompetitif di Pemilu mendatang.

Selain memiliki basis kuat di eksekutif, Al Haris juga dinilai mampu menjembatani komunikasi dengan legislatif dan berbagai elemen masyarakat.

Kehadirannya di DPP PAN juga menandakan bahwa partai melihat Al Haris sebagai tokoh strategis yang layak diberikan mandat lebih besar.

Kini tinggal menunggu keputusan formal dalam Muswil untuk memastikan siapa yang akan menakhodai PAN Jambi lima tahun ke depan.(*)




Al Haris Dijagokan Pimpin DPW PAN Jambi, Ini Lima Nama Formatur Diajukan ke DPP

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, disebut-sebut menjadi kandidat kuat Ketua DPW PAN Provinsi Jambi periode 2025–2030.

Namanya masuk dalam daftar lima formatur yang telah diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP PAN) menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dijadwalkan pada 26 April 2025 mendatang.

Kelima nama formatur tersebut yakni:

  • Al Haris (Gubernur Jambi)

  • Maulana (Wali Kota Jambi)

  • Muhammad Hafiz (Ketua DPRD Provinsi Jambi)

  • Bambang Bayu Suseno (Bupati Muaro Jambi)

  • Madian (Ketua Bappilu DPW PAN Jambi)

Sumber internal menyebut, nama-nama tersebut telah dikirim ke DPP PAN sebelum jadwal Muswil.

Selanjutnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) akan memilih satu nama untuk ditunjuk sebagai Ketua Formatur, yang kemudian otomatis akan menjabat sebagai Ketua DPW PAN Jambi periode lima tahun ke depan.

Posisi Ketua DPW PAN Jambi saat ini dipegang oleh H. Bakri, yang dipromosikan menjadi Ketua Badan Sosial DPP PAN.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PAN dalam acara halal bihalal partai beberapa waktu lalu.

Dengan beralihnya posisi H. Bakri ke tingkat pusat, peluang Al Haris untuk menduduki pucuk kepemimpinan DPW PAN Jambi semakin menguat, mengingat posisinya sebagai kepala daerah sekaligus tokoh politik berpengaruh di Jambi.

Wali Kota Jambi, dr. Maulana, saat dikonfirmasi menyatakan siap mengikuti apapun keputusan partai.

“Sesuai arahan Ketum, PAN Jambi harus semakin besar. Sebagai kader, kami siap membesarkan partai,” ujarnya diplomatis.

Ia juga menegaskan, keputusan Ketua Umum pasti telah mempertimbangkan dinamika dan kebutuhan partai ke depan.

“Yang penting, target politik PAN bisa tercapai. Saat ini ada delapan kepala daerah yang merupakan kader PAN. Ini kekuatan besar,” tambahnya.

Sementara itu, Madian Saswadi yang juga masuk dalam daftar formatur, memilih untuk tidak berspekulasi.

“Saya belum tahu siapa saja formatur yang dipilih. Yang pasti, Ketum yang akan menentukan satu nama untuk menjadi Ketua Formatur,” ujarnya singkat.(*)