Anies dan Kubu Demokrat Bertemu, Sinyal Perbaikan Hubungan Politik?

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Mantan Gubernur Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono serta Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan yang tetap terjaga dengan baik di tengah dinamika politik nasional.

Juru bicara Anies, Usamah Abdul Aziz, menjelaskan bahwa hubungan antara Anies dengan SBY maupun AHY tetap harmonis, meskipun sempat muncul perbedaan pandangan di masa lalu.

Ia menegaskan bahwa dinamika yang terjadi merupakan hal yang wajar dalam dunia politik dan tidak mengganggu hubungan personal antar tokoh.

Menurutnya, komunikasi yang terjalin tetap berjalan dengan baik.

Pertemuan tersebut disebut berlangsung dalam suasana santai, layaknya kunjungan biasa tanpa agenda formal yang kaku.

Dalam kesempatan itu, turut hadir sejumlah tokoh lainnya seperti Yenny Wahid dan Sufmi Dasco Ahmad, yang menambah suasana keakraban dalam pertemuan tersebut.

Meski sempat terjadi kesalahpahaman, pertemuan ini menjadi sinyal bahwa hubungan antar tokoh tetap terjaga melalui komunikasi langsung dan silaturahmi.

Hal ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas hubungan di tengah perbedaan pandangan politik.

Secara lebih luas, pertemuan ini mencerminkan bahwa dialog terbuka antar elite politik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi dan memperkuat hubungan personal, meskipun berada dalam posisi atau pandangan politik yang berbeda.

Momen ini sekaligus menegaskan bahwa dalam dunia politik, silaturahmi dan komunikasi tetap menjadi kunci utama untuk menjaga hubungan yang sehat dan konstruktif.(*)




Lukisan Presiden ke-6 SBY Laku Rp6,5 Miliar, AHY Pastikan Dana untuk Bantuan Sosial

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Lukisan karya Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berjudul “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api” berhasil terjual Rp6,5 miliar dalam sesi lelang amal perayaan Imlek Nasional 2026, yang digelar oleh Partai Demokrat di Djakarta Theater, Rabu (18/2/2026).

Harga fantastis ini tercapai setelah terjadi persaingan sengit antara para peserta lelang. Acara dipandu langsung oleh Ketua BPOKK Partai Demokrat, Ossy Dermawan, yang mengumumkan angka akhir pembelian.

“Rp6,5 miliar. Semua dana ini akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat prasejahtera, utamanya kaum Tionghoa. Congratulations Dato Low,” ujar Ossy saat sesi lelang berlangsung.

“Ada sebuah kuda api yang melambangkan tekad, kekuatan, energi, mencapai tujuan yang baik, tetapi dalam suasana kehidupan yang teduh,” terang SBY.

Lukisan ini dibuat dengan makna simbolis, mencerminkan semangat nasional dan energi positif, sekaligus menjadi karya seni tokoh nasional yang memiliki nilai sosial tinggi

Lukisan dimenangkan oleh pengusaha konglomerat Low Tuck Kwong, salah satu tokoh bisnis terbesar di Indonesia.

Semua hasil lelang disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan, termasuk:

  • Membantu masyarakat prasejahtera.

  • Memberikan dukungan bagi korban bencana di berbagai daerah.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa dana lelang sepenuhnya untuk tujuan sosial.

“Hasil lelang lukisan ini sepenuhnya untuk bantuan kemanusiaan, membantu masyarakat prasejahtera, serta warga terdampak bencana, termasuk keturunan Tionghoa,” jelas AHY.

Transaksi ini menjadi momen penting yang memadukan dunia seni dan politik Indonesia.

Lukisan SBY tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga menjadi instrumen nyata untuk solidaritas sosial dan aksi kemanusiaan, memperlihatkan bagaimana tokoh nasional dapat menginspirasi melalui karya seni.(*)




Isu Ijazah Jokowi, SBY Jadi Sasaran Fitnah: Demokrat Siapkan Langkah Hukum

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Nama Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ikut terseret dalam polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang kembali ramai di media sosial.

Isu ini muncul dari konten yang menarasikan adanya “tokoh besar” di balik polemik ijazah Jokowi dan mencoba mengaitkannya dengan SBY.

Menanggapi hal tersebut, Partai Demokrat menegaskan SBY tidak memiliki keterkaitan apapun dengan isu tersebut.

Partai berlambang mercy ini menilai narasi yang menyeret nama SBY sebagai fitnah dan tidak berdasar.

Ahmad Khoirul Umam, Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, menyatakan bahwa SBY sedang mempertimbangkan langkah hukum atas pencatutan namanya.

“Betul-betul dipertimbangkan oleh Pak SBY. Tentu langkah awal adalah somasi, yaitu teguran hukum tertulis kepada pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut,” ujar Umam.

Somasi dipilih sebagai langkah awal untuk memberi peringatan sekaligus ruang klarifikasi kepada akun-akun media sosial yang menyebarkan tudingan tersebut.

Namun, Demokrat tidak menutup kemungkinan melanjutkan ke tahap hukum berikutnya bila diperlukan.

“Somasi ini menjadi fase awal sebelum masuk ke tahap berikutnya, jika memang diperlukan,” tambah Umam.

Menurut Demokrat, penyebaran narasi yang mengaitkan SBY dengan isu ijazah Jokowi tidak hanya mencederai nama baik tokoh negara.

Tetapi juga berpotensi menimbulkan kegaduhan politik dan misinformasi di ruang publik.

Oleh karena itu, partai menilai perlu ada sikap tegas agar praktik serupa tidak terus berulang.

Di sisi lain, Presiden Jokowi sebelumnya menegaskan tidak pernah menuduh SBY berada di balik isu ijazah palsu.

Jokowi meminta publik tidak berspekulasi dan mengaitkan nama tokoh tertentu tanpa dasar yang jelas.

Isu dugaan ijazah palsu Jokowi sendiri sudah beberapa kali muncul dan telah dibantah.

Aparat penegak hukum menegaskan dokumen pendidikan Jokowi sah dan sesuai data institusi resmi.

Dengan langkah somasi yang dipertimbangkan Demokrat, diharapkan penyebaran informasi menyesatkan dapat dihentikan serta menjadi pengingat agar ruang digital tidak digunakan untuk menyebarkan fitnah.(*)