Ketua DPRD Jambi Soroti Jalan Khusus Batubara, Dorong Percepatan dan Solusi Macet

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menyoroti persoalan pembangunan jalan khusus batubara yang hingga kini belum tuntas, saat rapat paripurna tanggapan LKPJ Gubernur Jambi, Senin (6/4/2026), di Gedung DPRD Jambi.

Hafiz menegaskan DPRD akan fokus pada percepatan pembangunan jalan tersebut dan solusi mengatasi kemacetan di jalan nasional yang terdampak.

“Seluruh fraksi sudah menyampaikan pandangan masing-masing, tapi fokus utama tetap percepatan jalan khusus batubara dan solusi kemacetan. Soal pansus jalan batubara, baru Fraksi Golkar yang mengusulkan. Fraksi lain masih kita tunggu,” jelas Hafiz.

Sejumlah fraksi seperti PPP, PKB, PAN, dan PDIP juga menyoroti persoalan ini karena berdampak langsung pada kemacetan lalu lintas yang belum terurai maksimal.

Selain itu, DPRD mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong progres pembangunan jalan batubara.

Gubernur Jambi telah mengumpulkan tiga perusahaan terkait, yakni PT SAS, PT Inti Tirta, dan PT Putra Bulian.

Untuk PT Putra Bulian, kendala utama adalah pembebasan lahan. Pemerintah menargetkan pembebasan lahan sepanjang 19 kilometer selesai pada Juni–Juli 2026.

“Kalau ini selesai, angkutan batubara tidak lagi melewati Bulian,” kata Sudirman.

Sementara PT Inti Tirta masih menunggu izin penggunaan kawasan dari Kementerian Kehutanan, yang informasi terakhir hampir rampung.

Sedangkan PT SAS menghadapi konflik sosial akibat perubahan batas wilayah sejak 2017, dari Kabupaten Muaro Jambi ke Kota Jambi, sehingga penyelesaiannya tidak mudah.

M. Hafiz Fattah menegaskan, DPRD akan terus memantau progres pembangunan jalan khusus batubara.

“Kami mendorong percepatan realisasi agar kemacetan dapat segera teratasi dan angkutan batubara berjalan lancar,” tuturnya.

Pemprov Jambi pun berkomitmen mempercepat pembangunan jalan khusus batubara agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan arus lalu lintas di jalan nasional lebih lancar.(*)




Modal Inti Rp3 Triliun Jadi Tantangan, Gubernur Optimistis Bank Jambi Tumbuh

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Target pemenuhan modal inti sebesar Rp3 triliun menjadi tantangan besar bagi Bank Jambi.

Meski demikian, Gubernur Jambi Al Haris menyatakan optimistis bank kebanggaan daerah itu mampu tumbuh dan meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Gedung Mahligai 9, Jumat (20/2/2026).

Ia menegaskan bahwa penguatan permodalan merupakan langkah strategis agar Bank Jambi tetap sehat, kompetitif, dan mampu memenuhi ketentuan regulator.

“Tantangan kita saat ini adalah pemenuhan modal inti Rp3 triliun sesuai regulasi OJK. Namun kami optimistis Bank Jambi mampu tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menjalankan skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jabar Banten.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis dan manajemen risiko.

Melalui skema tersebut, Bank Jambi tidak hanya mengejar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memperluas akses layanan keuangan hingga ke daerah pelosok.

Al Haris menyebutkan bahwa kinerja Bank Jambi saat ini menunjukkan tren yang positif.

Jaringan layanan terus berkembang dan kontribusi terhadap perekonomian daerah semakin nyata, khususnya dalam pembiayaan sektor UMKM.

Penguatan modal inti dinilai menjadi fondasi penting agar pertumbuhan tersebut semakin berkelanjutan dan mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, juga menekankan pentingnya tata kelola profesional bagi seluruh BUMD, termasuk bank daerah.

Ia mengingatkan agar BUMD dikelola secara transparan, berbasis kinerja, dan tidak menjadi beban fiskal daerah.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, momentum ini menjadi kesempatan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat demi mendorong Bank Jambi naik kelas.

Dengan strategi penguatan modal, kolaborasi KUB, dan dukungan regulasi, Al Haris yakin Bank Jambi mampu menjawab tantangan dan tumbuh sebagai institusi keuangan daerah yang tangguh dan berdaya saing tinggi.(*)