Bukan Hanya Soal Senam, Muhammad Yasir Bangun Kebersamaan Warga Paal Lima

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Semangat memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya terlihat di kantor pemerintahan.

Di Paal Lima, Kota Jambi, sekitar 90 anggota Komunitas Senam Sehat Bahagia ikut berdiri tegak mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Komunitas yang berada di bawah binaan Wakil Ketua I DPRD Kota Jambi, Muhammad Yasir, S.Pd., MM, itu menggelar upacara sebagai bagian dari peringatan 17 Agustus.

Bagi para anggota komunitas, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan sekaligus menunjukkan bahwa, semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat. Ismail Muzani bertugas sebagai instruktur upacara, sedangkan Mujianto dipercaya menjadi pemimpin upacara.

Pengibaran Sang Merah Putih dilakukan Nurjanah, Siti Muji dan Sumarsih. Sementara Parhiyah bertugas sebagai pembawa acara.

Nuansa nasionalisme semakin terasa ketika Baharudin membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan, disusul pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Sabarudin dan Pancasila oleh Marsono. Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Tuparjo.

Dari Senam ke Semangat Kebersamaan

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa komunitas olahraga di tingkat masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul untuk menjaga kesehatan.

Komunitas Senam Sehat Bahagia Paal Lima juga menjadi ruang untuk membangun interaksi sosial, memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Momentum HUT RI menjadi kesempatan bagi para anggota untuk memperluas makna kegiatan komunitas.

Aktivitas menjaga kebugaran dipadukan dengan kegiatan yang menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebersamaan.

Di bawah binaan Muhammad Yasir, komunitas tersebut diharapkan terus menjadi wadah kegiatan positif bagi masyarakat Paal Lima.

Semangat yang dibangun bukan hanya soal menjaga tubuh tetap sehat, tetapi juga membangun hubungan sosial yang kuat melalui gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

Peringatan kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni 17 Agustus.

Nilai persatuan, kepedulian dan kontribusi bagi masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi warga Paal Lima, menjaga kesehatan sekaligus menjaga kebersamaan menjadi salah satu cara sederhana untuk mengisi kemerdekaan.

Semangat itulah yang ingin terus dijaga Komunitas Senam Sehat Bahagia Paal Lima: hidup sehat, tetap guyub, dan ikut mengambil bagian dalam membangun Kota Jambi.(*)




Aksi Warga Zona Merah Berbuah Hasil, Wali Kota dan DPRD Jambi Kirim Surat ke Presiden

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perjuangan ratusan warga terdampak persoalan Zona Merah di Kota Jambi mulai menemukan titik terang.

Setelah menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Jambi dan Kantor Wali Kota Jambi, Selasa (2/6/2026), masyarakat berhasil mendorong lahirnya kesepakatan penting antara DPRD, Pemerintah Kota Jambi, dan perwakilan warga.

Kesepakatan tersebut berupa pengajuan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia guna meminta penyelesaian terhadap persoalan tumpang tindih aset yang menyebabkan ribuan bidang tanah masyarakat berstatus terblokir.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Grha Siginjai itu dihadiri langsung Wali Kota Jambi Maulana, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, jajaran legislatif, serta perwakilan warga yang selama ini terdampak kebijakan Zona Merah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly membacakan surat permohonan yang akan dikirimkan kepada Presiden RI.

Surat itu berisi permintaan agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap persoalan lahan yang diklaim sebagai Barang Milik Negara (BMN), meskipun sebagian besar bidang tanah telah memiliki sertifikat hak milik.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 5.506 bidang tanah bersertifikat terdampak persoalan tersebut.

Lokasinya tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Simpang III Sipin, Murni, Kenali Asam, Kenali Asam Bawah, Kenali Asam Atas, Paal Lima, hingga Suka Karya, dengan luas keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 300 hektare.

Akibat status blokir tersebut, masyarakat mengalami berbagai kesulitan dalam mengurus administrasi pertanahan.

Mulai dari proses balik nama sertifikat, pemecahan lahan, transaksi jual beli, hingga pengajuan kredit perbankan tidak dapat dilakukan sebagaimana mestinya.

Kondisi itu dinilai telah menimbulkan ketidakpastian hukum dan berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi ribuan warga yang telah menguasai lahan tersebut selama bertahun-tahun.

Surat kepada Presiden RI tersebut ditandatangani oleh Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Wali Kota Jambi Maulana, Ketua Panitia Khusus Zona Merah Muhili Amin, serta Kepala Kantor Pertanahan Kota Jambi Ridho G. Ali.

Melalui langkah tersebut, DPRD dan Pemerintah Kota Jambi berharap pemerintah pusat dapat segera mengambil keputusan yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat sekaligus menyelesaikan persoalan sengketa aset yang telah berlangsung cukup lama.

Kesepakatan itu pun disambut antusias oleh warga yang hadir.

Mereka menilai surat kepada Presiden menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun menghadapi ketidakjelasan status lahan.

Sebelumnya, aksi demonstrasi berlangsung emosional di halaman DPRD Kota Jambi.

Massa yang didominasi kaum ibu secara bergantian menyampaikan tuntutan agar pemerintah segera menyelesaikan persoalan 5.506 sertifikat tanah yang masuk dalam kawasan Zona Merah.

Warga menegaskan persoalan tersebut bukan lagi sekadar masalah administrasi, melainkan telah memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Banyak pemilik tanah mengaku tidak dapat menjual aset, mengurus sertifikat, maupun mengakses layanan pembiayaan dari perbankan.

Dalam aksi tersebut, DPRD Kota Jambi juga mendapat sorotan dari massa.

Sejumlah peserta aksi menilai lembaga legislatif belum menunjukkan keberpihakan maksimal terhadap perjuangan warga selama proses penyelesaian sengketa berlangsung.

Aksi demonstrasi semakin menyita perhatian publik dengan hadirnya replika pocong yang dibawa massa sebagai simbol kekecewaan terhadap lambannya penyelesaian persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Warga berharap surat yang dikirim kepada Presiden RI dapat menjadi langkah awal penyelesaian konflik lahan yang selama ini membayangi ribuan keluarga di Kota Jambi.

Aksi berjalan aman dan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.(*)