Hadapi Disrupsi Global, Ketua DPRD Jambi Minta Pemuda Adaptif dan Progresif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi motor perubahan dalam menghadapi tantangan global, terutama di era digital dan industri modern yang terus berkembang pesat.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan penguatan organisasi kepemudaan yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Jumat (10/4/2026).

Menurut Hafiz, organisasi kepemudaan saat ini dituntut tidak hanya aktif secara seremonial, tetapi harus mampu melahirkan gerakan nyata yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“Pemuda harus adaptif dan progresif. Kuasai teknologi, tingkatkan kompetensi, miliki jiwa kewirausahaan, dan tetap menjaga akhlak. Dengan begitu, kita tidak hanya bertahan, tetapi mampu menjadi motor perubahan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan global yang kini mulai dirasakan hingga ke daerah, seperti ketidakpastian ekonomi hingga meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan peran aktif pemuda dalam menciptakan solusi, termasuk melalui inovasi dan kewirausahaan.

Hafiz menambahkan, dengan kondisi keuangan daerah yang masih bergantung pada transfer pusat, penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi penting, dan hal ini juga membutuhkan kontribusi generasi muda.

“Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan hanya penonton. Mereka harus berani mengambil peran dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, menekankan pentingnya rejuvenasi organisasi kepemudaan sebagai langkah strategis dalam menghadapi perubahan zaman.

Ia menjelaskan bahwa rejuvenasi tidak hanya sebatas pergantian kepengurusan, tetapi juga mencakup pembaruan pola pikir, program kerja, serta penguatan nilai-nilai dasar organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Provinsi Jambi yang mencapai angka 62,96, sedikit di atas rata-rata nasional.

Capaian ini dinilai menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas generasi muda ke depan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi, Novriadi, menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan semangat generasi muda.

Ia berharap forum ini mampu menghasilkan langkah konkret dalam membangun pemuda yang lebih siap menghadapi tantangan industri, teknologi, dan dunia kerja.(*)




Rejuvenasi Organisasi Kepemudaan, Sekda Jambi: Pemuda Harus Adaptif dan Inovatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan pentingnya penguatan peran generasi muda melalui langkah strategis rejuvenasi organisasi kepemudaan agar mampu menjawab tantangan era industri dan digitalisasi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, dalam forum bertajuk penguatan organisasi kepemudaan yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Jumat (10/4/2026).

Menurut Sudirman, rejuvenasi organisasi tidak hanya sebatas pergantian kepengurusan, tetapi juga menyangkut pembaruan cara berpikir, program kerja, hingga nilai perjuangan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Organisasi pemuda harus berani bertransformasi. Tidak cukup hanya aktif secara administratif, tapi juga harus mampu menjadi ruang tumbuh yang adaptif dan produktif bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia menekankan, perubahan besar akibat perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan otomasi industri menuntut pemuda untuk memiliki keterampilan yang lebih luas.

Tidak hanya pendidikan formal, tetapi juga kemampuan seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.

Dalam kesempatan itu, Sudirman juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) terbaru. Provinsi Jambi mencatat angka 62,96, sedikit di atas rata-rata nasional sebesar 62,88.

Capaian ini dinilai sebagai potensi besar yang harus terus dikembangkan.

“Ini menunjukkan bahwa pemuda Jambi punya peluang besar untuk berkembang. Tinggal bagaimana kita arahkan agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan perubahan global,” jelasnya.

Ia berharap organisasi kepemudaan dapat berperan sebagai pusat pengembangan kapasitas generasi muda, sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter, integritas, dan jiwa kepemimpinan.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menegaskan bahwa gerakan rejuvenasi harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Pemuda harus progresif, menguasai teknologi, punya jiwa wirausaha, dan tetap menjaga nilai moral. Mereka harus menjadi motor perubahan di tengah tantangan global,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi, Novriadi, menyebut kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan sebagai bagian dari upaya membangkitkan semangat kolaborasi.

Ia berharap forum ini mampu melahirkan gagasan dan langkah konkret dalam memperkuat peran pemuda sebagai pilar pembangunan daerah.(*)