IPH Merangin Turun 2,8 Persen, Pemkab Tetap Waspadai Harga Cabai dan Bawang

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin di bawah kepemimpinan Bupati H. M. Syukur dan Wakil Bupati H. A. Khafidh terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam pengendalian inflasi.

Hal tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan Pemkab Merangin dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar secara virtual pada Senin (9/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Merangin diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Hendri Widodo yang mengikuti rapat dari Ruang MPC Bappeda Merangin.

Hendri Widodo mengatakan, kondisi ekonomi daerah saat ini menunjukkan tren yang cukup positif.

Hal ini terlihat dari data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Merangin pada minggu pertama Maret 2026 yang tercatat minus 2,8 persen.

“Penurunan IPH sebesar 2,8 persen ini merupakan sinyal positif bagi daya beli masyarakat. Namun demikian, kita tetap harus mewaspadai fluktuasi harga pada komoditas hortikultura yang sangat dipengaruhi oleh musim,” ujar Hendri.

Rakor pengendalian inflasi yang dilaksanakan secara rutin di tingkat nasional tersebut menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam memantau pergerakan harga kebutuhan pokok serta merumuskan langkah intervensi yang tepat.

Turut mendampingi Staf Ahli dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat strategis di lingkungan Pemkab Merangin, di antaranya Kepala Bappeda Zainal Abidin, Kadis Peternakan dan Perkebunan Daryanto, serta Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Mujibur Rahman.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari BPBD Merangin Totok, Kabag Sumber Daya Alam Khaidir, perwakilan Kejaksaan Negeri Merangin Tessa Aprilia, serta Kepala Bulog Hamdan.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Merangin Daryanto menjelaskan bahwa data yang dipaparkan dalam rakor menunjukkan perkembangan ekonomi daerah yang cukup baik.

Menurutnya, nilai IPH minus 2,8 persen menunjukkan adanya penurunan harga atau deflasi dibandingkan rata-rata harga pada Februari 2026.

“Angka ini menunjukkan bahwa secara umum terjadi penurunan harga sekitar 2,8 persen dibandingkan rata-rata harga bulan sebelumnya,” kata Daryanto.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menandakan pasokan komoditas pangan di pasar lokal mulai stabil.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah komoditas yang memiliki pergerakan harga paling dinamis.

Tiga komoditas utama yang menjadi perhatian dalam rakor tersebut yakni cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

Dari ketiga komoditas tersebut, fluktuasi harga tertinggi pada minggu berjalan tercatat pada cabai rawit.

Hendri Widodo menegaskan bahwa Pemkab Merangin akan terus menjalankan enam langkah konkret pengendalian inflasi.

Di antaranya melalui operasi pasar murah, inspeksi pasar dan distributor, serta memperkuat kerja sama antar daerah (KAD) untuk memastikan kelancaran distribusi pangan.

Selain itu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura juga diminta untuk terus memantau luas tanam dan masa panen petani lokal.

Langkah ini dinilai penting guna memastikan ketersediaan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah tetap terjaga, sehingga potensi lonjakan harga dapat diantisipasi sejak dini.(*)




Harga Cabai dan Ayam Naik, Wabup Tanjung Jabung Barat Pastikan Stok Aman

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Katamso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Kuala Tungkal, Rabu (18/2/2026).

Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pangan serta menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan.

Wabup Katamso berinteraksi langsung dengan pedagang daging, cabai, beras, telur, hingga minyak goreng. Ia menanyakan kondisi stok, distribusi pasokan, serta perkembangan harga terkini di pasar.

Hasil pemantauan menunjukkan secara umum stok bahan pangan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Meski demikian, terjadi fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti cabai merah, telur ayam, dan ayam potong.

“Alhamdulillah, stok kita aman. Ada sedikit kenaikan harga karena meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, namun masih wajar secara musiman. Pemerintah daerah akan terus memantau agar tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat,” ujar Wabup Katamso.

Saat ini, harga ayam potong berada di kisaran Rp42.000 per kilogram, masih dianggap terkendali dan tidak mengganggu stabilitas pasar secara umum.

Wabup juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah memastikan pasokan bahan pokok tetap lancar dan tersedia.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan skema Operasi Pasar Murah di sejumlah titik strategis apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan dalam beberapa hari ke depan.

“Kita ingin memastikan umat Muslim di Tanjung Jabung Barat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tanpa khawatir soal ketersediaan bahan pokok,” tutup Wabup Katamso.

Dengan pemantauan intensif dan koordinasi lintas sektor, pemerintah daerah optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan 1447 H tetap terjaga.(*)




Di Hadapan Wagub, Wawako Diza Tekankan Stabilitas Harga Lewat GPM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Diza Hazra Aljosha menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program tersebut digelar di kawasan Citra Land NGK, Kelurahan Mayang Mengurai, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (13/02/2026).

Dalam sambutannya, Diza menekankan bahwa GPM bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Kegiatan ini untuk memastikan akses pangan cukup dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam momen spesial Ramadan dan Idul Fitri,” tegasnya.

GPM Digelar Rutin Selama Ramadan

Diza menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan selama bulan suci Ramadan.

Langkah ini diambil agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih stabil dan terjangkau.

Menurutnya, stabilitas harga memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Ketika harga terkendali, daya beli meningkat dan aktivitas perdagangan tetap bergerak positif.

“Dengan pengelolaan yang baik, GPM dapat memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan prioritas ketahanan pangan nasional dan menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Jambi sebagai daerah yang tangguh dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.

Wawako Diza turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga mitra strategis seperti Bulog, Indogrosir, dan Toko Daging Indonesia.

Ia meyakini keberhasilan pengendalian stok dan harga tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor.

“Saya meyakini keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi semua pihak,” pungkasnya.

Kegiatan GPM Kota Jambi ini merupakan bagian dari program serentak nasional yang diinisiasi Badan Pangan Nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani serta unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait.

Melalui GPM, Pemkot Jambi berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(*)




Wali Kota Jambi Tegaskan Komitmen Tekan Inflasi Melalui Operasi Pasar Murah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui pelaksanaan operasi pasar murah menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Program ini menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok di awal tahun 2026.

Maulana mengatakan, menjelang hari besar keagamaan, permintaan terhadap bahan pokok biasanya meningkat secara signifikan.

Jika tidak diimbangi dengan pengendalian harga dan ketersediaan pasokan, kondisi tersebut dapat memicu inflasi dan membebani masyarakat.

“Setiap menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat pasti meningkat. Pemerintah harus hadir agar kenaikan permintaan ini tidak berujung pada lonjakan harga,” ujar Maulana saat meninjau pelaksanaan operasi pasar murah di Kecamatan Jambi Timur.

Ia menegaskan, tujuan utama dari operasi pasar murah bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjaga agar harga sembako di pasaran tetap stabil.

“Bukan harganya yang naik, justru kita tekan supaya harga sembako tetap terkendali. Dengan begitu, inflasi bisa ditekan dan masyarakat lebih tenang menyambut Ramadan,” katanya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Jambi menargetkan sedikitnya 4.000 keluarga menerima paket sembako bersubsidi.

Pada tahap awal, sebanyak 703 paket disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Jambi Timur sebelum pendistribusian dilanjutkan ke kecamatan lainnya.

Pelaksanaan teknis operasi pasar murah ini dikoordinasikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi.

Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, menjelaskan bahwa seluruh penerima manfaat telah melalui proses pendataan dan verifikasi berlapis agar bantuan tepat sasaran.

“Data penerima bersumber dari data ekonomi nasional dan diverifikasi ulang di tingkat kecamatan. Proses ini kami lakukan dua kali untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” jelas Nella.

Setiap paket sembako mendapatkan subsidi sebesar Rp50.000 dari Pemerintah Kota Jambi.

Dengan nilai paket Rp162.000, masyarakat hanya perlu menebusnya seharga Rp112.000.

Paket tersebut berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta satu kaleng susu kental manis.

Nella menambahkan, operasi pasar murah ini dibiayai melalui APBD Kota Jambi pada Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 24 Februari 2026 dan mencakup 11 kecamatan se-Kota Jambi.

Wali Kota Jambi berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perangkat teknis, operasi pasar murah dapat berjalan lancar serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan program ini membantu masyarakat menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial di Kota Jambi,” pungkas Maulana.(*)




Disperindag Kota Jambi Intensifkan Operasi Pasar Murah Jelang Ramadan 1447 H

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah pada Tahun Anggaran 2026.

Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan sebanyak 4.000 paket sembako bersubsidi yang akan disalurkan kepada masyarakat di seluruh kecamatan.

Pada tahap awal, Disperindag telah menyalurkan 703 paket kepada warga di Kecamatan Jambi Timur.

Nella menjelaskan, seluruh penerima manfaat ditetapkan berdasarkan data ekonomi nasional yang kemudian diverifikasi ulang oleh pemerintah kecamatan.

Proses verifikasi dilakukan secara berlapis guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Verifikasi kami lakukan dua kali agar penerima benar-benar sesuai dengan kriteria dan program ini berjalan efektif,” kata Nella.

Setiap paket sembako mendapatkan subsidi sebesar Rp50.000 dari Pemerintah Kota Jambi. Dengan total nilai paket Rp162.000, masyarakat hanya perlu membayar Rp112.000.

Paket tersebut berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta satu kaleng susu kental manis.

Menurut Nella, operasi pasar murah ini dibiayai melalui APBD Kota Jambi pada Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 24 Februari 2026 dan menyasar 11 kecamatan se-Kota Jambi.

“Melalui operasi pasar murah ini, Disperindag berupaya memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, sekaligus menjaga ketersediaan barang di pasaran menjelang Ramadan,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran Disperindag tidak hanya sebatas penyaluran paket sembako, tetapi juga melakukan pemantauan harga dan pasokan di tingkat distributor dan pedagang untuk mencegah lonjakan harga.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyatakan dukungannya terhadap langkah Disperindag dalam menjaga stabilitas harga.

Menurutnya, intervensi pasar seperti ini sangat dibutuhkan menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat.

“Operasi pasar murah yang dilaksanakan Disperindag ini sangat membantu masyarakat dan menjadi salah satu upaya efektif menekan inflasi daerah,” ujar Maulana.

Ia berharap, distribusi sembako bersubsidi dapat berjalan lancar hingga seluruh kecamatan, sehingga masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan kebutuhan pokok tetap terjangkau.(*)




Jelang Ramadan 1447 H, Disperindag Kota Jambi Gelar Operasi Pasar Murah untuk Tekan Harga Sembako

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menggelar operasi pasar murah sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting pada Tahun Anggaran 2026.

Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, Nella Ervina, mengungkapkan bahwa total sebanyak 4.000 paket sembako disiapkan dan akan disalurkan secara bertahap ke seluruh kecamatan di Kota Jambi.

Khusus Kecamatan Jambi Timur, sebanyak 703 paket telah dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat.

Menurut Nella, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data ekonomi nasional yang kemudian diverifikasi ulang di tingkat kecamatan.

Proses verifikasi dilakukan dua tahap untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Data penerima manfaat sudah melalui verifikasi dua kali agar program ini sesuai dengan tujuan dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Setiap paket sembako mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kota Jambi sebesar Rp50.000.

Dengan nilai paket mencapai Rp162.000, masyarakat hanya perlu membayar Rp112.000.

Paket tersebut terdiri dari beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan satu kaleng susu kental manis.

Nella menambahkan, operasi pasar murah ini dibiayai melalui APBD Kota Jambi dalam Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai hari ini hingga 24 Februari 2026 dan menjangkau 11 kecamatan se-Kota Jambi.

“Dengan adanya subsidi ini, harga yang diterima masyarakat jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Harapannya, kebutuhan pokok tetap terjangkau dan harga di pasaran tetap stabil menjelang Ramadan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa operasi pasar murah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Menurut Maulana, lonjakan kebutuhan menjelang Ramadan kerap berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diimbangi dengan intervensi pemerintah.

“Permintaan biasanya meningkat menjelang Ramadan. Jika tidak diantisipasi, hal ini bisa berdampak pada inflasi. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan harga tetap terkendali,” katanya.

Ia menyebutkan, melalui program ini, Pemkot Jambi menargetkan sedikitnya 4.000 keluarga dapat terbantu melalui penyediaan sembako bersubsidi, sekaligus menjaga harga di tingkat pasar.

“Bukan harganya yang naik, justru kita tekan agar harga sembako tetap stabil. Mudah-mudahan distribusi hari ini berjalan lancar, dimulai dari Jambi Timur dan berlanjut ke kecamatan lainnya,” pungkasnya.

Maulana berharap, operasi pasar murah ini dapat membantu masyarakat menyambut Ramadan dengan lebih tenang serta memperkuat semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.(*)




Balitbang Coffee Corner 2025 di Bangko: UMKM dan Karya Pelajar Dapat Perlindungan HAKI

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, secara resmi membuka kegiatan Balitbang Coffee Corner 2025 yang digelar di jalur dua depan kantor bupati lama, Kamis (27/11).

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung meriah dengan kehadiran warga yang antusias.

Sejumlah warga memadati lokasi untuk menyaksikan hiburan rakyat, seni kreasi, serta mengunjungi stan bazar UMKM dan pameran hasil karya pelajar SMK.

Kemeriahan acara bertambah dengan hadirnya Bulog yang menggelar operasi pasar murah beras dan minyak goreng.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menekankan pentingnya inovasi daerah untuk menciptakan ikon baru yang menjadi ciri khas Kabupaten Merangin.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan mendukung penuh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).

“Kalau bangsa ini mau maju, negeri ini mau maju, Balitbang itu anggarannya harus besar. Tidak mungkin kita bisa melakukan inovasi tanpa ada anggaran,” ujar Bupati M.

Syukur disambut tepuk tangan. Ia berjanji akan menyesuaikan anggaran pada perubahan sekitar bulan Februari mendatang untuk mendukung operasional Balitbang.

Sehingga lahir penelitian dan kreativitas baru yang berujung pada identitas daerah.

“Harapan saya, Merangin punya ikon dan nilai. Contohnya durian, kita punya banyak, tapi sulit mengklaim jenisnya. Saya ingin nanti ada satu produk, entah durian, duku, atau lainnya, yang betul-betul dikenal orang luar sebagai produk asli inovasi Merangin,” tegasnya.

Salah satu agenda penting Balitbang Coffee Corner 2025 adalah penyerahan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada akademisi, seniman, dan pelaku UMKM sebagai bentuk perlindungan hukum atas karya dan merek dagang warga Merangin.

Beberapa penerima Hak Cipta antara lain Mardalena dan Sarinah untuk karya tulis ilmiah, serta Yurda yang mendaftarkan empat lagu daerah, termasuk Lagu Pangkalan Jambu dan Kelapo Dencing.

Di bidang seni rupa, Erli Tri Santi menerima hak cipta untuk lima motif batik, di antaranya Motif Batik Ramo-ramo Bukit dan Motif Batik Kemunu Ikan Seluang.

Sertifikat Merek Dagang diberikan kepada pelaku UMKM kuliner, seperti Kelompok Usaha Gelamai Sungai Nilau, Keripik Pisang Eva Taufik, dan Kacang Tojin Waroeng Mak Bakoel.

“Bagi penerima sertifikat, ini adalah perlindungan hukum. Jika ada penyalahgunaan oleh pihak lain, saudara bisa melapor,” ujarnya.

Bupati M. Syukur juga mengajak masyarakat dan OPD mendukung program Kota Bangko Bersih, Indah, Nyaman, dan Hijau, khususnya dalam pengelolaan sampah dan penataan pedagang kaki lima.

“Dengan mengucapkan Bismillah, Balitbang Coffee Corner tahun 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.(*)




Pemkab Bungo Gelar Pasar Murah Jelang Idul Fitri Tekan Harga Pangan

Foto suasana operasi pasar murah Pemkab Bungo yang dipadati warga menjelang Idul Fitri 1446 H.

MUARA BUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bungo kembali mengadakan operasi pasar murah selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan ini digelar di Gedung Darma Wanita Muara Bungo pada Kamis (20/3/2025) dan disambut dengan antusias oleh warga yang ingin membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih ekonomis.

Upaya Pemerintah Stabilkan Harga Pangan
Plt. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Bungo, Yudi Prawira, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk menekan lonjakan harga pasar sekaligus memberikan akses bahan pangan murah bagi masyarakat.

“Operasi pasar murah ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan memastikan bahan pokok tersedia dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ujar Yudi Prawira.

Sinergi Berbagai Pihak
Pelaksanaan operasi pasar murah ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bungo, TP-PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta Dharma Wanita Persatuan (DWP). Selain itu, program ini turut didukung oleh Perum Bulog Bungo, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bungo, bekerja sama dengan sejumlah distributor lokal.

Baca juga:  Fokus di PSU Kabupaten Bungo, Bakri Sebut PAN Siap Berjuang!

Baca juga:  Longsor Ancam Akses Dusun Tapiandanto Bungo, Jalan Tinggal 1 Meter!

Berbagai bahan pokok dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, di antaranya:

  • Beras SPHP: Rp60.000/5 kg
  • Minyak goreng Minyakita: Rp15.000/liter
  • Mi instan dan Pop Mie: Rp15.000/paket
  • Telur ayam ras: Rp46.000/karpet
  • Ikan gurami: Rp55.000/kg
  • Ayam potong: Rp32.000/ekor

Warga Antusias Sambut Operasi Pasar Murah
Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran membuat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi operasi pasar sejak pagi. Salah satu warga, Siti (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini.

“Harga sembako sekarang tinggi, jadi dengan adanya pasar murah ini, kami bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bungo berkomitmen untuk terus mengadakan operasi pasar murah secara berkala, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan, guna menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. (*)