Uang Semangat TNI, Bentuk Apresiasi dan Motivasi Pengabdian Prajurit di Bencana

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dana operasional yang diberikan kepada prajurit TNI yang terlibat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukanlah “uang lelah”, melainkan “uang semangat”.

Pernyataan ini disampaikan saat menanggapi laporan penyaluran dana bagi personel TNI yang bertugas di lokasi terdampak bencana banjir dan longsor.

Menurut Prabowo, prajurit TNI tidak mengenal kata lelah dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Oleh karena itu, istilah yang tepat untuk dana tambahan tersebut adalah uang semangat, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi pengabdian prajurit di lapangan.

“TNI itu tidak kenal lelah. Jangan disebut uang lelah, tapi uang semangat,” tegas Presiden dalam rapat koordinasi penanganan bencana di salah satu wilayah terdampak di Sumatra.

BNPB menjelaskan bahwa dana ini merupakan bagian dari biaya operasional penanganan darurat bencana.

Setiap personel TNI menerima sekitar Rp165.000 per hari, mencakup uang makan dan komponen tambahan selama bertugas.

Dana tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan dasar prajurit agar operasi kemanusiaan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Prajurit TNI terlibat aktif dalam berbagai kegiatan lapangan, mulai dari evakuasi korban, pencarian dan penyelamatan, distribusi logistik, hingga pembersihan puing dan perbaikan fasilitas umum.

Di beberapa lokasi, TNI juga membantu pembangunan hunian sementara bagi warga yang terdampak banjir dan longsor.

Presiden Prabowo menekankan bahwa kehadiran negara di tengah bencana harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan menjadi kunci percepatan penanganan bencana dan pemulihan kehidupan warga terdampak.

Prabowo juga memastikan bahwa dana operasional TNI tidak mengurangi bantuan bagi masyarakat, melainkan mendukung kelancaran distribusi bantuan di lapangan.

Penegasan istilah “uang semangat” ini sekaligus menjadi simbol bahwa pengabdian TNI adalah wujud nyata pelayanan negara kepada rakyat.

Terutama saat darurat bencana yang membutuhkan respons cepat dan kerja tanpa kenal waktu.(*)




Penjelasan TNI soal Helibox Air Drop: Tidak Ada Kardus Kosong

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan klarifikasi menanggapi video yang beredar di media sosial, yang menuding bantuan logistik melalui metode air drop atau helibox berisi kardus kosong.

TNI menegaskan informasi tersebut tidak benar dan muncul akibat kesalahpahaman terkait desain serta prosedur teknis pengiriman bantuan udara.

Komandan Batalyon Perbekalan dan Angkutan (Danyonbekang) 5 ARY TNI AD, Letkol CBA Supriyanto, menjelaskan setiap helibox yang dijatuhkan dipastikan berisi bantuan logistik dan telah melalui perhitungan teknis sebelum diterjunkan ke wilayah terdampak bencana.

“Pengisian helibox sudah melalui perhitungan teknis yang ketat, termasuk batas berat agar aman saat dijatuhkan dari udara. Bagian atas helibox memang terlihat kosong, tetapi bagian bawahnya berisi bantuan,” ujar Supriyanto.

Ia menjelaskan, helibox memiliki tinggi sekitar 70 sentimeter. Muatan bantuan ditempatkan di bagian bawah untuk menjaga bobot tetap aman dan stabil saat dijatuhkan.

Pengaturan ini juga mencegah kerusakan isi ketika helibox menyentuh tanah.

Batas maksimal berat helibox telah ditetapkan untuk memastikan keselamatan pengiriman.

Visual helibox yang terlihat kosong di bagian atas adalah hal normal dan sesuai standar operasional.

Setiap helibox melewati tahapan pemeriksaan berlapis, mulai dari pengisian logistik, pengecekan ulang, pengawasan pemuatan ke alat angkut, hingga pemeriksaan akhir sebelum dijatuhkan dari pesawat.

Bantuan yang dikirim biasanya berupa bahan makanan dan logistik darurat bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah sulit dijangkau.

TNI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial tanpa klarifikasi resmi.

TNI menegaskan komitmen menjalankan operasi kemanusiaan secara profesional dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.(*)