PERWOSI Jambi Juara Lagi! Pertahankan Gelar Senam Kreasi Nasional 2026 di Jakarta

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — PERWOSI Provinsi Jambi kembali menjadi yang terbaik di panggung nasional.

Tim senam Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Jambi berhasil merebut juara pertama Lomba Senam Kreasi Nasional 2026 di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta, Rabu 23 September 2026.

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Jambi pada ajang yang sama. Setelah menjadi juara pada 2025, tim PERWOSI Jambi kembali merebut posisi teratas pada edisi 2026.

Tampil dengan nomor urut enam, tim Jambi harus bersaing dengan peserta dari sejumlah daerah, di antaranya Maluku, Jawa Barat, Maluku Utara, Jawa Tengah hingga Papua Barat Daya.

Di hadapan para peserta dan penonton, tim Jambi menampilkan koreografi yang mengandalkan kekompakan, dinamika gerakan dan kekuatan penampilan kelompok.

Identitas daerah juga ditonjolkan melalui kostum bercorak kain tradisional khas Jambi. Perpaduan gerakan dan busana tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton.

Lomba tersebut dibuka Ketua Umum PERWOSI, Tri Tito Karnavian.

Diperkuat Atlet Berprestasi

Keberhasilan Jambi mempertahankan gelar tidak lepas dari komposisi tim yang diperkuat sejumlah atlet berprestasi.

Tim Jambi diisi oleh peraih medali cabang gimnastik pada Pekan Olahraga Nasional (PON), serta atlet dari Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Jambi.

Mereka menjalani persiapan di bawah arahan Aprilian Anggara, pesenam Jambi yang sebelumnya meraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara.

Kombinasi pengalaman atlet dan persiapan tersebut menjadi salah satu modal tim Jambi menghadapi persaingan pada lomba tahun ini.

Pembina PERWOSI Jambi, Hesti Haris, yang hadir menyaksikan perlombaan, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim mempertahankan gelar.

“Alhamdulillah, saya ikut bangga karena kembali meraih gelar juara untuk kedua kalinya,” kata Hesti.

Menurut Hesti, capaian tersebut merupakan hasil dari latihan yang dilakukan secara serius oleh para anggota tim.

Dukungan KONI Provinsi Jambi juga disebut menjadi bagian dari proses persiapan tim.

Persaingan Tahun Ini Makin Ketat

Ketua PERWOSI Jambi, Fitriani Ulinda, mengaku keberhasilan mempertahankan gelar terasa semakin berarti karena persaingan tahun ini berlangsung ketat.

Menurutnya, sejumlah kontingen tampil dengan persiapan yang matang, baik dari sisi koreografi maupun penampilan visual.

“Peserta lainnya juga tampil menarik dan lebih siap, baik dari sisi gerakan maupun kostum,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan 2025, PERWOSI Jambi juga berhasil mengamankan juara pertama sekaligus membawa pulang penghargaan kostum terbaik.

Tahun ini, Jambi kembali menunjukkan konsistensinya dengan merebut gelar juara utama.

Daftar Pemenang Senam Kreasi Nasional 2026

  • Juara I: PERWOSI Jambi

  • Juara II: PERWOSI Maluku

  • Juara III: PERWOSI Jawa Barat

  • Harapan I: PERWOSI Maluku Utara

  • Harapan II: PERWOSI Jawa Barat II

  • Harapan III: PERWOSI Jawa Tengah

Daftar Peraih Kostum Terbaik

  • Provinsi Riau

  • PERWOSI Banten

  • PERWOSI Papua

Bagi Jambi, kemenangan tersebut bukan hanya mempertahankan gelar, tetapi juga menunjukkan konsistensi tim dalam bersaing pada ajang senam kreasi tingkat nasional.(*)




Menuju PON 2028, KONI Jambi Siapkan Pelatda Mulai Oktober 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyusun strategi lebih awal untuk menghadapi babak prakualifikasi PON 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang ditargetkan mulai berjalan Oktober 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari persiapan KONI Jambi untuk meningkatkan capaian olahraga prestasi pada ajang PON mendatang.

Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Jambi, H AS Budianto, bersama Tim Pembinaan Prestasi (Binpres) telah menyerahkan proposal Pelatda kepada Ketua Umum KONI Jambi melalui Kepala Sekretariat KONI Jambi, Murni, di Jambi.

Dalam proposal itu, KONI Jambi menyiapkan tiga skema Pelatda yang dapat diterapkan sepanjang 2026.

Skema pertama berupa Pelatda khusus bagi 76 atlet berprestasi yang sebelumnya tampil pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Skema kedua adalah Pelatda berjalan yang melibatkan seluruh cabang olahraga anggota KONI Provinsi Jambi.

Saat ini terdapat 54 cabang olahraga yang berada di bawah KONI Jambi.

Sementara skema ketiga berupa Training Camp selama 10 hari di Kerinci pada Desember 2026.

“Training Camp tersebut direncanakan akan diikuti 50 atau 30 atlet terseleksi hasil Pelatda khusus 76 atlet berprestasi PON Aceh-Sumut dan Pelatda berjalan seluruh cabor,” kata H AS Budianto.

KONI Jambi merencanakan peresmian Pelatda pada 18 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan HUT KONI 2026.

Sementara pelaksanaan program latihan diusulkan berlangsung mulai 1 Oktober hingga Desember 2026.

Namun, agar agenda tersebut dapat berjalan sesuai jadwal, Tim Binpres KONI Jambi mengusulkan sejumlah langkah yang perlu segera diputuskan.

Pertama, KONI Jambi perlu menerbitkan Surat Keputusan mengenai penunjukan Satuan Pelaksana (Satlak) Pelatda KONI Jambi Tahun 2026.

Kedua, dilakukan revisi anggaran dari dana PON Bela Diri Sulawesi Utara 2026 untuk mendukung pembiayaan Pelatda 2026.

Ketiga, Ketua Umum KONI Jambi diminta segera menentukan opsi Pelatda yang akan digunakan berdasarkan skema yang diajukan Tim Binpres.

Dengan demikian, persiapan tidak hanya menyangkut program latihan atlet, tetapi juga kepastian struktur pelaksana dan dukungan anggaran.

Pelatda 2026 diposisikan sebagai tahap awal untuk membangun kesiapan atlet Jambi menghadapi rangkaian persiapan PON.

Pada 2027, para atlet akan menghadapi babak prakualifikasi PON. Atlet dan cabang olahraga yang berhasil lolos kemudian diproyeksikan melanjutkan persiapan menuju PON 2028 di NTB-NTT.

H AS Budianto mengatakan KONI Jambi telah menyusun program pembinaan melalui Tim Binpres dengan target memperbaiki pencapaian Jambi pada PON berikutnya.

“Jambi menargetkan bisa naik peringkat pada PON 2028 dibandingkan prestasi pada PON 2024 di Aceh-Sumut lalu, program telah disusun oleh Binpres KONI Jambi untuk bisa meraih prestasi pada PON mendatang,” katanya.

Karena itu, tiga bulan terakhir 2026 akan menjadi salah satu fase penting dalam pematangan program pembinaan atlet Jambi.

Mulai dari pemetaan atlet, pelaksanaan Pelatda, seleksi menuju Training Camp hingga persiapan menghadapi prakualifikasi PON 2027 akan menjadi rangkaian yang saling berkaitan.

KONI Jambi kini tinggal menunggu keputusan mengenai skema Pelatda yang akan dipilih serta sejumlah perangkat pendukung agar program tersebut dapat berjalan sesuai jadwal.(*)




Kejuaraan Anggar Kota Jambi Perdana Digelar, Bidik Regenerasi Atlet Menuju Pra PON 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan atlet anggar mulai memanas di Kota Jambi. Kejuaraan Anggar Kota Jambi resmi digelar di Aula SMAN 1 Kota Jambi, Sabtu, 19 September 2026.

Bukan sekadar perebutan medali, kejuaraan tersebut menjadi momentum awal Pengkot IKASI Kota Jambi membangun pembinaan atlet secara lebih terukur.

Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi kalender kompetisi yang lebih besar, termasuk Babak Kualifikasi PON (BK PON) atau Pra PON 2027.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, hadir dalam pembukaan bersama sejumlah pengurus olahraga dan jajaran SMAN 1 Kota Jambi.

Hadir pula Ketua KONI Kota Jambi Antoni Karia Gumay, Ketua KONI Tebo Fadlin Hafizi, Ketua Harian Pengprov IKASI Jambi Atri Widowati, Ketua Pelaksana AKBP Ambar Puji Utomo, serta Kepala SMAN 1 Kota Jambi Irwansyah.

Mat Sanusi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut.

Menurut dia, penyelenggaraan Kejuaraan Kota Jambi kali ini memiliki kualitas yang dinilainya sudah mendekati level Kejuaraan Provinsi.

“Terima kasih Kota Jambi, semoga ini menjadi contoh baik ke depannya,” kata Mat Sanusi.

Pelaksanaan kejuaraan di SMAN 1 Kota Jambi juga menjadi catatan tersendiri. Sekolah tersebut untuk pertama kalinya menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan anggar.

Bagi Mat Sanusi, pemanfaatan venue di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan olahraga prestasi kepada generasi muda.

Ia juga mendorong atlet agar tidak berhenti pada kejuaraan tingkat kota.

Menurutnya, peluang berkarier melalui jalur prestasi olahraga juga semakin terbuka, termasuk melalui institusi pemerintah, TNI, dan Polri.

“Raihlah prestasi semaksimal mungkin,” ujarnya.

Pesan tersebut berkaitan dengan agenda yang sudah menunggu di depan. Tahun 2027, atlet akan menghadapi BK PON atau Pra PON sebagai salah satu tahapan menuju PON NTT-NTB 2028.

Karena itu, Mat Sanusi meminta atlet Jambi mulai mempersiapkan kemampuan sejak sekarang.

“Saya harapkan kepada seluruh atlet agar menyiapkan diri menjadi atlet handal yang bisa membawa nama baik Provinsi Jambi untuk PON kedepannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan atlet untuk menjaga sportivitas dan disiplin selama pertandingan.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov IKASI Jambi, Atri Widowati, menyebut kejuaraan ini memiliki arti penting karena menjadi penyelenggaraan perdana yang dilakukan Pengkot IKASI Kota Jambi.

Menurut Atri, agenda serupa tidak akan berhenti pada kejuaraan kali ini.

Pengprov IKASI Jambi tengah mendorong format pertandingan rutin berbentuk sirkuit yang melibatkan kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“Pengprov ke depannya akan mengadakan kegiatan rutin yang kita sebut sirkuit pertandingan yang diwajibkan kepada seluruh kabupaten/kota secara bergilir,” ujar Atri.

Format tersebut diharapkan membuat atlet memiliki kesempatan bertanding secara lebih rutin sekaligus memberi ruang bagi pengurus, pelatih, dan daerah untuk mengukur perkembangan atlet.

Agenda penting berikutnya dijadwalkan pada November. Pengprov IKASI Jambi akan menggelar seleksi BK PON yang sekaligus dirangkai dengan Kejuaraan Provinsi.

Atri meminta atlet tidak menunggu hingga kompetisi dimulai untuk melakukan persiapan.

“Jadi kepada seluruh atlet agar bersiap dan tetap bersemangat,” katanya.

Kejuaraan Kota Jambi juga menjadi ajang menguji atlet-atlet binaan dari sejumlah kabupaten dan kota.

Atri menyebut sebagian atlet yang tampil telah memiliki pengalaman bertanding di level nasional.

Salah satu catatannya adalah keikutsertaan mereka dalam kejuaraan open nasional di Palembang sekitar dua bulan sebelumnya.

Dari ajang tersebut, atlet Jambi berhasil membawa pulang dua medali perunggu.

Catatan itu menjadi modal awal menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Namun, konsistensi pertandingan dan pembinaan tetap menjadi pekerjaan berikutnya jika Jambi ingin membangun kekuatan anggar yang kompetitif hingga level PON.

Ketua KONI Kota Jambi, Antoni Karia Gumay, yang membuka kejuaraan, menempatkan event tersebut tidak semata-mata sebagai arena mengejar podium.

Menurut Antoni, pertandingan juga menjadi ruang bagi atlet untuk menyalurkan energi ke aktivitas positif sekaligus mempertemukan pengurus, pelatih, dan atlet dalam suasana kompetitif.

“Kita bisa berdiskusi di sini, sharing, saling bertukar pikiran. Yang paling penting energi lebih yang dimiliki anak-anak ini dapat disalurkan kepada hal-hal positif di bidang olahraga,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sportivitas selama pertandingan. Bagi Antoni, kejuaraan tersebut dapat menjadi salah satu tolok ukur proses pembinaan atlet anggar di Kota Jambi.

Dengan agenda sirkuit yang direncanakan Pengprov IKASI serta seleksi BK PON pada November, Kejuaraan Anggar Kota Jambi kini menjadi salah satu pijakan awal menuju persaingan yang lebih besar pada 2027 dan PON NTT-NTB 2028.(*)




6 Atlet Jambi Resmi Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak enam atlet asal Provinsi Jambi dipastikan menjadi bagian dari kontingen Indonesia pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Keenam atlet tersebut tersebar di lima cabang olahraga (cabor).

Mereka akan membawa nama Indonesia sekaligus menjadi wakil Jambi dalam ajang olahraga terbesar di Asia yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, mengatakan masuknya enam atlet Jambi ke dalam skuad Merah Putih menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.

“Keenam atlet tersebut berasal dari lima cabang olahraga berbeda dan telah terpilih masuk dalam skuad Merah Putih untuk multievent terbesar di Asia tersebut,” kata Mat Sanusi didampingi Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jambi, H AS Budianto, di Jambi, Jumat.

Enam atlet Jambi yang akan tampil bersama kontingen Indonesia berasal dari cabang atletik, basket, dayung, dan angkat besi.

Berikut daftar lengkapnya:

  • Violine Intan Puspita — atletik nomor jalan cepat.

  • Nathania Claresta Orville — basket 5×5.

  • Subhi — dayung nomor canoeing.

  • Ali Mardiansyah — dayung nomor rowing.

  • Mutiara Rahma Putri — dayung nomor rowing.

  • Juliana Clarissa — angkat besi.

Komposisi tersebut menunjukkan atlet Jambi tidak hanya tampil pada satu cabang olahraga.

Wakil Jambi akan bersaing di sejumlah disiplin dengan karakter pertandingan yang berbeda, mulai dari jalan cepat dan olahraga beregu hingga dayung dan angkat besi.

KONI Jambi menyambut keikutsertaan enam atlet tersebut sebagai bagian dari perjalanan pembinaan olahraga daerah menuju level internasional.

Mat Sanusi berharap para atlet mampu memberikan penampilan terbaik selama memperkuat Indonesia di Aichi-Nagoya.

“Keikutsertaan enam atlet ini menjadi kebanggaan bagi Provinsi Jambi sekaligus menunjukkan eksistensi atlet Jambi di level nasional hingga internasional,” ujarnya.

Menurut dia, para atlet tersebut tidak hanya membawa misi untuk berprestasi bersama Indonesia, tetapi juga menjadi representasi pembinaan olahraga Jambi di panggung Asia.

“Mereka adalah duta Jambi. Kami berharap bisa memberikan hasil terbaik dan menginspirasi generasi muda di daerah untuk terus berprestasi,” kata Mat Sanusi.

Asian Games 2026 akan digelar di kawasan Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang multievent tersebut mempertemukan atlet dari berbagai negara Asia dalam puluhan cabang olahraga.

KONI Jambi berharap keberadaan enam atlet dalam kontingen Indonesia dapat menjadi momentum bagi olahraga Jambi untuk terus berkembang.

Keikutsertaan mereka juga menjadi bagian dari perjalanan panjang atlet daerah yang berhasil menembus persaingan nasional hingga memperoleh kesempatan tampil di level internasional.

Kini, enam atlet tersebut tinggal menuntaskan persiapan menuju pertandingan dan berjuang memberikan hasil terbaik bersama kontingen Merah Putih di Asian Games 2026.(*)




Atlet Petanque Jambi Topan Satria Dipanggil Seleksi Timnas untuk World Cup 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peluang atlet petanque Jambi untuk menembus jajaran Tim Nasional Indonesia terbuka lebar.

Topan Satria mendapat panggilan dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) untuk mengikuti training camp sekaligus seleksi Timnas Indonesia menghadapi World Cup Petanque Championship 2026.

Seleksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–26 September 2026.

Topan akan bersaing dalam training camp yang menjadi bagian dari proses pemilihan atlet untuk memperkuat Indonesia pada ajang dunia yang akan berlangsung di Thailand.

Pemanggilan Topan tertuang dalam surat PB FOPI Nomor 106/FOPI/IX/2026 tertanggal 16 September 2026.

Surat tersebut ditujukan kepada Ketua Umum Pengprov FOPI Jambi dan ditandatangani Ketua Umum PB FOPI, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.

Ketua Umum Pengprov FOPI Jambi, Prof. Dr. Drs. H. Sukendro, M.Kes., AIFO, menyebut pemanggilan tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga petanque di Jambi.

Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan buah dari proses pembinaan dan kerja keras atlet bersama pelatih serta pihak-pihak yang mendukung perkembangan petanque di Jambi.

“Topan Satria mendapat kesempatan mengikuti training camp dan seleksi Tim Nasional Indonesia. Ini merupakan hasil dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung perkembangan petanque di Jambi,” ujar Sukendro.

Dalam surat pemanggilan tersebut, Topan dipilih berdasarkan hasil evaluasi Tim Pembinaan Prestasi PB FOPI untuk mengikuti seleksi melalui training camp Tim Nasional Indonesia.

Jika berhasil melewati proses seleksi, atlet terpilih akan melanjutkan ke pemusatan latihan nasional sebagai bagian dari persiapan menuju kejuaraan dunia.

Dengan demikian, training camp pada akhir September menjadi tahapan penting bagi Topan untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing memperebutkan tempat di skuad Indonesia.

Sukendro meminta Topan menjaga kondisi fisik dan menjalani seluruh program latihan dengan disiplin selama berada di training camp.

“Kami berharap Topan menjaga kondisi, disiplin selama menjalani program latihan, dan tampil maksimal. Semoga ia lolos serta dipercaya membawa nama Indonesia pada World Cup 2026,” katanya.

Topan dijadwalkan sudah berada di Lapangan Petanque New Kampret, Perumahan Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada 21 September 2026.

Selain mengikuti rangkaian latihan dan seleksi, Topan diminta membawa sejumlah dokumen dan perlengkapan yang diperlukan, termasuk paspor serta perlengkapan latihan dan pertandingan.

Apabila lolos dalam proses seleksi, Topan berpeluang melanjutkan perjalanan bersama Timnas Indonesia menuju World Cup Petanque Championship 2026.

Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20–26 November 2026 di Khon Kaen University, Provinsi Khon Kaen, Thailand.

Sukendro menilai pemanggilan Topan menunjukkan bahwa atlet petanque asal Jambi memiliki peluang untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi pemicu bagi atlet-atlet petanque lainnya untuk meningkatkan kualitas latihan dan prestasi.

“Ini harus menjadi motivasi bagi atlet-atlet petanque Jambi lainnya. Dengan latihan yang sungguh-sungguh dan pembinaan berkelanjutan, peluang untuk menembus Tim Nasional selalu terbuka,” pungkas Sukendro.(*)




J&T Fun Run Jambi 2026 Diikuti 1.500 Peserta, Lari Jadi Cara Baru Dekat dengan Pelanggan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Minggu pagi di Kota Jambi berlangsung berbeda. Ribuan orang turun ke jalan bukan untuk mengejar urusan pekerjaan, melainkan berlari bersama dalam J&T Fun Run Jambi 2026.

Sebanyak 1.500 peserta ambil bagian dalam ajang lari 5K yang digelar J&T Express pada Minggu, 13 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-11 perusahaan jasa logistik tersebut.

Pesertanya pun tidak datang dari satu kelompok saja. Masyarakat umum, komunitas lari, pelanggan, mitra bisnis hingga karyawan J&T Express ikut meramaikan kegiatan.

Dari pelajar hingga peserta yang datang dari luar Kota Jambi, ajang tersebut memperlihatkan bagaimana olahraga lari semakin mudah menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan.

Bagi J&T Express, momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk membangun interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat dan pelanggan.

General Manager J&T Express Cabang Jambi, Tommy, mengatakan perjalanan perusahaan selama 11 tahun tidak terlepas dari dukungan pelanggan, mitra, karyawan dan masyarakat.

Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas lari menjadi salah satu alasan J&T Express memilih olahraga tersebut sebagai bagian dari perayaan ulang tahun.

“Di momentum ulang tahun ke-11 ini, kami menghadirkan J&T Fun Run sebagai sarana untuk semakin dekat dengan pelanggan dan komunitas,” ujar Tommy.

Ia mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun perusahaan, tetapi juga mendorong masyarakat menjalani aktivitas yang lebih aktif dan sehat.

Fenomena lari saat ini memang berkembang melampaui aktivitas olahraga biasa.

Lari semakin sering menjadi bagian dari gaya hidup, mulai dari menjaga kebugaran hingga menjadi sarana bertemu dan berinteraksi dengan komunitas.

Data Garmin Connect Data Report 2025 yang dikutip J&T Express menempatkan lari sebagai olahraga favorit masyarakat Indonesia.

Sementara riset Snapcart 2025 menunjukkan 24 persen responden pernah mengikuti acara lari dan 15 persen lainnya mengaku sering mengikuti kegiatan serupa.

Tren tersebut menjadi salah satu konteks yang membuat acara lari semakin banyak dikemas sebagai kegiatan komunitas dan hiburan, bukan semata-mata perlombaan.

Konsep serupa terlihat dalam J&T Fun Run Jambi 2026.

Setelah menyelesaikan rute 5K, peserta tidak langsung meninggalkan lokasi.

Sejumlah permainan dan kuis interaktif, doorprize hingga penampilan Aldi Taher disiapkan untuk menambah kemeriahan acara.

Ada satu hal yang dibuat berbeda dalam kegiatan ini.

Pengalaman peserta dengan J&T Express tidak baru dimulai ketika mereka tiba di lokasi acara. Racepack peserta sebelumnya didistribusikan menggunakan layanan pengiriman milik J&T Express.

Integrasi tersebut membuat layanan perusahaan ikut masuk ke dalam rangkaian pengalaman peserta, sekaligus memperlihatkan fungsi bisnis J&T Express secara langsung dalam kegiatan yang mereka selenggarakan.

Peserta juga mendapat kesempatan memperoleh apresiasi berdasarkan kecepatan lari.

Tiga pelari tercepat mendapatkan hadiah berbeda. Juara pertama memperoleh logam mulia 1 gram, juara kedua mendapat logam mulia 0,5 gram, sedangkan juara ketiga memperoleh uang tunai Rp500 ribu.

Selain itu, 100 pelari tercepat juga mendapatkan diskon pengiriman.

Kemeriahan acara semakin bertambah dengan kehadiran Aldi Taher sebagai bintang tamu.

Aldi mengapresiasi antusiasme peserta dan masyarakat Jambi yang mengikuti kegiatan sejak pagi.

“Antusiasme masyarakat Jambi luar biasa! Dari pagi sudah semangat lari bareng, sehat bareng,” kata Aldi.

Menurutnya, kegiatan seperti J&T Fun Run tidak hanya menjadi cara perusahaan merayakan hari jadi, tetapi juga dapat mendorong masyarakat menjalani aktivitas yang lebih sehat.

Di tengah kepadatan peserta, aspek kesehatan juga menjadi bagian dari penyelenggaraan.

Tim medis ditempatkan di sejumlah titik sepanjang rute lari.

J&T Express juga menyiapkan tim medis mobile untuk memberikan bantuan apabila peserta mengalami kendala kesehatan selama kegiatan.

Masker turut disediakan bagi peserta sebagai perlindungan tambahan. Masker tersebut juga dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar rute kegiatan.

J&T Express menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan interaksi dengan masyarakat yang tidak terbatas pada layanan pengiriman.

Perusahaan berharap kegiatan seperti J&T Fun Run dapat memperkuat hubungan dengan pelanggan dan komunitas.

Ke depan, J&T Express menyatakan akan terus menghadirkan kegiatan serupa di berbagai daerah.

Dengan 1.500 peserta yang turun dalam satu ajang, J&T Fun Run Jambi 2026 sekaligus menunjukkan bahwa olahraga lari kini memiliki ruang yang semakin besar sebagai aktivitas komunitas dan gaya hidup masyarakat perkotaan.(*)




Tekan Kenakalan Remaja, Pemkot Jambi Dorong Anak Muda Salurkan Energi Lewat Olahraga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mendorong generasi muda untuk menjadikan olahraga sebagai ruang tumbuh yang positif di tengah meningkatnya tantangan era digital.

Aktivitas olahraga dinilai tidak hanya mampu melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan, dan mental anak sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat membuka Turnamen Catur Junior Wali Kota Cup 2026 yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Jambi di Lapangan Tenis Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Turnamen tersebut menjadi ajang pembinaan bagi generasi muda dengan melibatkan 231 atlet pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Dari jumlah itu, sebanyak 214 peserta berasal dari Kota Jambi, sedangkan 17 peserta lainnya datang dari sejumlah daerah seperti Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tebo, dan Sarolangun.

Maulana mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut karena memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus melatih kemampuan berpikir.

Menurutnya, olahraga catur memiliki nilai lebih karena tidak hanya mengandalkan strategi, tetapi juga membentuk kesabaran, ketelitian, serta kemampuan mengambil keputusan.

“Catur melatih kesabaran dan kemampuan mengambil keputusan di waktu yang tepat. Saya bangga melihat anak-anak muda yang terus mengembangkan minat dan bakatnya melalui olahraga,” ujar Maulana.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi saat ini membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda.

Penggunaan gawai dan permainan digital yang berlebihan perlu diimbangi dengan aktivitas yang membangun agar energi anak tersalurkan secara positif.

“Jika energi anak muda tidak diarahkan ke hal-hal positif, dampaknya bisa mengarah pada kenakalan remaja. Olahraga membentuk karakter, meningkatkan rasa percaya diri, bahkan bisa menjadi jalan prestasi dan profesi apabila ditekuni secara serius,” tegasnya.

Pemkot Jambi Genjot Event Olahraga Setiap Bulan

Selain membina atlet muda, Pemkot Jambi juga terus mendorong konsep sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga secara rutin.

Maulana menyebut, event olahraga tidak hanya menjadi wadah pencarian bibit atlet, tetapi juga memiliki dampak ekonomi karena mampu menarik peserta dan pengunjung dari luar daerah.

“Saya sudah berkoordinasi agar setiap bulan ada event olahraga di Kota Jambi, mulai tingkat regional, provinsi, Sumatra hingga nasional,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah kejuaraan olahraga juga akan digelar sepanjang Agustus 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Siapkan Fasilitas Olahraga Baru untuk Anak Muda

Untuk memperluas ruang aktivitas positif bagi masyarakat, Pemkot Jambi juga menyiapkan pengembangan fasilitas olahraga publik di kawasan Kantor Wali Kota Jambi.

Area lapangan di belakang Kantor Wali Kota direncanakan dikembangkan menjadi lintasan sepatu roda berstandar nasional serta dilengkapi lapangan mini soccer.

Maulana berharap fasilitas tersebut dapat menjadi tempat bagi anak muda untuk berlatih, berkompetisi, dan mengembangkan potensi.

“Fasilitas ini kami siapkan agar anak-anak muda memiliki ruang untuk berlatih, berprestasi, dan menyalurkan energi positifnya. Harapannya semakin banyak generasi muda Kota Jambi yang sehat, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama daerah,” pungkasnya.

Pembukaan Turnamen Catur Junior Wali Kota Cup 2026 turut dihadiri Kepala Dispora Kota Jambi Erwandi, Ketua Umum Pengprov Percasi Jambi Mario Liberty Siregar, Ketua Percasi Kota Jambi Yuslizar, Ketua Umum KONI Kota Jambi Antoni Karya Gumay, serta sejumlah undangan lainnya.(*)




Berbekal Emas PON, Trio Pesenam Jambi Bidik Podium Asian Championship 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi olahraga Jambi kembali mendapat panggung internasional. Tiga atlet senam aerobik binaan Persatuan Senam Indonesia (Persani) Provinsi Jambi dipercaya memperkuat Tim Indonesia pada Asian Championship Aerobic Gymnastics 2026 yang berlangsung di Filipina pada 3–10 Agustus 2026.

Ketiga atlet tersebut adalah Aprilian Anggara, M. Angger Darmawan, dan M. Angger Setiawan.

Mereka akan tampil pada nomor trio sport aerobic gymnastics, salah satu nomor yang menjadi andalan Indonesia dalam kejuaraan tingkat Asia tersebut.

Sekretaris Pengurus Provinsi Persani Jambi, Agung, mengatakan ketiga atlet dipilih berdasarkan prestasi dan konsistensi penampilan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

“Mereka dipercaya mewakili Indonesia pada nomor trio. Kami berharap pengalaman dan prestasi yang telah diraih menjadi modal untuk tampil maksimal di kejuaraan ini,” kata Agung di Jambi, Senin 3 Agustus 2026.

Selama mengikuti kejuaraan, ketiga atlet akan didampingi pelatih Veronica yang telah berpengalaman membina atlet senam aerobik Jambi di berbagai ajang nasional.

Modal Emas PON untuk Tembus Podium Asia

Optimisme Persani Jambi bukan tanpa alasan. Aprilian Anggara bersama dua rekannya merupakan bagian dari atlet yang sukses menyumbangkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024.

Prestasi tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan di level Asia yang akan mempertemukan pesenam-pesenam terbaik dari berbagai negara.

Agung berharap trio atlet Jambi mampu menjaga performa terbaik sekaligus membawa pulang medali bagi Indonesia.

“Dengan pengalaman dan prestasi yang mereka miliki, kami berharap trio pesenam Jambi mampu meraih hasil terbaik, bahkan membawa pulang medali emas,” ujarnya.

Jadi Bekal Menuju PON 2028

Selain memburu prestasi internasional, keikutsertaan atlet Jambi di Asian Championship juga menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang Persani Jambi.

Menurut Agung, pengalaman bertanding di level Asia akan menjadi modal penting menghadapi babak prakualifikasi PON 2027 hingga target mempertahankan medali emas pada PON 2028.

Ia menilai semakin sering atlet bertanding di level internasional, semakin besar pula peluang meningkatkan kemampuan teknis, mental bertanding, dan pengalaman menghadapi lawan-lawan terbaik.

Persani Jambi berharap keikutsertaan tiga atlet tersebut tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia, tetapi juga menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda di daerah untuk terus berprestasi hingga level internasional.(*)




Ratusan Atlet Ramaikan Kejurprov Panjat Tebing Jambi 2026, KONI Siapkan Bank Data Atlet Berprestasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Jambi 2026 resmi bergulir di kawasan RTH Ratu Pinang Masak Angso Duo, Kota Jambi, Jumat 31 Juli 2026.

Ratusan atlet dari berbagai kabupaten dan kota ambil bagian dalam ajang yang menjadi salah satu agenda penting pembinaan olahraga prestasi di Provinsi Jambi.

Kejuaraan yang diselenggarakan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Jambi itu dibuka oleh Bidang Organisasi Pengurus Pusat FPTI, Rahmad Heru Syafutra.

Turut hadir Ketua Umum KONI Provinsi Jambi AKBP Mat Sanusi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi Novriadi, Wakil Ketua Umum III KONI Jambi Cecep Suryana, serta jajaran pengurus FPTI.

Selain menjadi arena perebutan gelar juara, kejuaraan ini diproyeksikan sebagai sarana seleksi dan evaluasi atlet yang berpotensi dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat nasional.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan pembinaan panjat tebing di daerah mulai berkembang.

Menurutnya, kompetisi rutin menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kesinambungan prestasi atlet.

“Panjat tebing merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kemampuan fisik, ketahanan mental, konsentrasi, dan disiplin tinggi. Kompetisi seperti ini menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet baru yang mampu bersaing di level lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menilai kejuaraan tingkat provinsi memiliki peran strategis dalam mengukur hasil pembinaan yang dilakukan masing-masing daerah sekaligus menjadi dasar penyusunan program latihan berikutnya.

Data Performa Atlet Akan Didokumentasikan

Dalam kesempatan tersebut, KONI Jambi juga mengungkapkan rencana memperkuat sistem pembinaan berbasis data.

Hasil pertandingan, catatan performa, hingga perkembangan atlet akan dihimpun dalam Bank Data Atlet Berprestasi sebagai bahan evaluasi jangka panjang.

Menurut Mat Sanusi, pendekatan tersebut diharapkan membantu pelatih dan pengurus cabang olahraga dalam memetakan potensi atlet secara lebih objektif, termasuk untuk kebutuhan seleksi menuju kejuaraan nasional.

Selain itu, penerapan sport science secara bertahap juga disebut akan menjadi bagian dari pengembangan sistem pembinaan atlet di Jambi.

“Kami berharap ajang ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi atlet-atlet potensial yang nantinya akan dibina secara berkelanjutan,” katanya.

Minat Generasi Muda Terus Bertambah

Sementara itu, Wakil Ketua Umum FPTI Provinsi Jambi, Eriyadi, menyebut jumlah peserta yang mencapai ratusan orang menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap olahraga panjat tebing.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal positif bagi pengembangan olahraga panjat tebing di Jambi apabila diikuti dengan kompetisi yang berkesinambungan dan pembinaan yang konsisten.

Selama kejuaraan berlangsung, para atlet akan bertanding pada sejumlah nomor sesuai regulasi Federasi Panjat Tebing Indonesia.

FPTI Jambi berharap kompetisi berjalan kompetitif sehingga mampu menghasilkan atlet-atlet yang siap mewakili daerah pada ajang yang lebih tinggi.

Melalui penyelenggaraan Kejurprov 2026, pembinaan olahraga panjat tebing di Jambi diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek.

Tetapi juga membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan melalui kompetisi rutin, pendataan atlet, dan peningkatan kualitas latihan.(*)




KONI Jambi Gandeng Media dan Dunia Usaha, Bidik 10 Besar PON

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyusun strategi baru untuk mengangkat prestasi olahraga daerah.

Di tengah keterbatasan anggaran, KONI memilih memperkuat kolaborasi dengan insan pers serta membuka peluang kerja sama dengan perusahaan melalui program bapak angkat bagi cabang olahraga.

Langkah tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, saat Coffee Morning bersama puluhan jurnalis olahraga di Jambi, Jumat 31 Juli 2026.

Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Ketua Umum V Sukendro, Wakil Ketua Umum VIII Aswan Hidayat, Sekretaris Umum Muhammad Ali, serta jajaran pengurus KONI.

Mat Sanusi menilai media memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan motivasi atlet.

Menurutnya, pemberitaan yang konsisten akan membantu memperkenalkan potensi olahraga Jambi di tingkat nasional.

“Tanpa dukungan rekan-rekan pers, perkembangan olahraga Jambi akan sulit dikenal masyarakat luas. Kami berharap media terus menjadi mitra dalam mengawal kebangkitan prestasi olahraga daerah,” kata Mat Sanusi.

Selain menggandeng media, KONI Jambi juga tengah menjajaki dukungan sektor swasta untuk memperkuat pembinaan atlet.

Skema yang disiapkan adalah program bapak angkat, di mana perusahaan dapat mendukung pembiayaan cabang olahraga secara berkelanjutan.

Menurut Mat Sanusi, pendekatan tersebut menjadi solusi atas keterbatasan anggaran pembinaan yang selama ini menjadi tantangan.

“Kami berharap perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Jambi, termasuk PetroChina dan SKK Migas, dapat berpartisipasi mendukung cabang olahraga. Jika program bapak angkat ini berjalan optimal, peluang Jambi menembus 10 besar PON akan semakin terbuka,” ujarnya.

Ia menegaskan, target tersebut tidak hanya bergantung pada pembiayaan, tetapi juga kesiapan atlet menghadapi sejumlah agenda penting, mulai dari PON Bela Diri di Sulawesi Utara pada Oktober mendatang hingga Babak Kualifikasi PON 2027.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum V KONI Jambi, Sukendro, mengatakan proses seleksi atlet untuk PON Bela Diri tahun ini dilakukan lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya.

Seleksi difokuskan agar hanya atlet dengan kesiapan fisik, teknik, dan mental terbaik yang diberangkatkan.

“Kami ingin memastikan atlet yang dikirim benar-benar siap bersaing dan berpeluang meraih medali. Seleksi dilakukan lebih selektif agar kualitas kontingen semakin baik,” ujarnya.

Sukendro juga menilai dukungan media memiliki dampak psikologis bagi atlet. Pemberitaan yang positif diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri dan semangat juang atlet saat bertanding.

Melalui sinergi antara KONI, media, pemerintah, dan dunia usaha, KONI Jambi optimistis pembinaan olahraga prestasi dapat berjalan lebih berkelanjutan dan membawa hasil yang lebih baik pada ajang nasional mendatang.(*)