Jangan Dianggap Buang Waktu, Ini Manfaat Melamun bagi Otak dan Mental

SEPUCUKJAMBI.ID – Melamun kerap dipersepsikan sebagai kebiasaan yang identik dengan kurang fokus atau membuang waktu.
Namun, pandangan tersebut mulai bergeser seiring berkembangnya riset di bidang psikologi dan neurosains.
Aktivitas yang dikenal sebagai daydreaming ini ternyata memiliki peran penting bagi kesehatan mental dan kinerja otak.
Saat seseorang melamun, otak tidak berada dalam kondisi pasif. Penelitian menunjukkan adanya aktivitas pada jaringan saraf yang disebut default mode network (DMN).
Jaringan ini aktif ketika pikiran tidak sedang terikat pada tugas tertentu dan berfungsi dalam refleksi diri, imajinasi, serta pemrosesan emosi.
Artinya, melamun merupakan proses alami otak untuk mengatur ulang pikiran.
Salah satu manfaat melamun yang paling terasa adalah kemampuannya meredakan stres.
Ketika pikiran dilepaskan sejenak dari tekanan pekerjaan atau rutinitas harian, tubuh cenderung memasuki kondisi lebih rileks.
Banyak psikolog menyebut kondisi ini sebagai istirahat mental singkat yang membantu menjaga kestabilan emosi.
Tak hanya itu, melamun juga berkaitan erat dengan kreativitas. Sejumlah studi menunjukkan bahwa pikiran yang mengembara memungkinkan otak menghubungkan ide-ide secara bebas.
Kondisi ini sering memicu munculnya solusi kreatif yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Tak heran jika banyak ide segar justru muncul saat seseorang sedang tidak fokus pada masalah tertentu.
Selain mendukung kreativitas, melamun berperan dalam perencanaan masa depan.
Ketika seseorang membayangkan tujuan hidup, kemungkinan keputusan, atau skenario tertentu, otak sedang melakukan simulasi mental.
Proses ini membantu meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan kesiapan menghadapi situasi nyata.
Meski memiliki banyak manfaat, melamun tetap perlu dijaga porsinya.
Jika dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas, konsentrasi, atau hubungan sosial, kondisi ini bisa mengarah pada masalah seperti maladaptive daydreaming. Karena itu, keseimbangan menjadi kunci utama.
Alih-alih dianggap sebagai kebiasaan negatif, melamun sebenarnya merupakan fitur alami otak manusia
Memberi diri waktu untuk diam dan membiarkan pikiran mengalir bebas dapat menjadi bentuk perawatan mental sederhana.
Di tengah tuntutan hidup yang serba cepat, melamun sesekali justru membantu menjaga kesehatan psikologis jangka panjang.(*)