Hasil Bologna vs Inter Milan 1-3: Nerazzurri Comeback dan Kokoh di Puncak

SEPUCUKJAMBI.ID – Inter Milan menunjukkan mentalitas kuat saat membalikkan keadaan dan menaklukkan Bologna dengan skor 3-1 pada pekan ketujuh Serie A 2026/2027.

Bertanding di Stadio Renato Dall’Ara, Sabtu 17 Oktober 2026 malam WIB, Nerazzurri bangkit setelah tertinggal lebih dahulu dan mengamankan tiga poin lewat tiga gol dari Marcus Thuram, Carlos Augusto, dan Ange-Yoan Bonny.

Bologna sempat mengejutkan tim tamu melalui Tommaso Pobega pada menit ke-10.

Namun, Inter menyamakan kedudukan menjelang turun minum sebelum mencetak dua gol tambahan pada babak kedua.

Pergantian pemain yang dilakukan Cristian Chivu turut mengubah jalannya pertandingan.

Andy Diouf dan Carlos Augusto terlibat dalam proses gol yang membawa Inter berbalik unggul, sedangkan Bonny memastikan kemenangan lewat penyelesaian di dalam kotak penalti.

Hasil ini membawa Inter mengoleksi 19 poin dari tujuh pertandingan dan memperkuat posisi mereka di puncak klasemen sementara Serie A.

Sebaliknya, Bologna tertahan di peringkat ke-14 dengan lima poin, hanya satu angka di atas zona degradasi.

Bologna Kejutkan Inter, Pobega Buka Skor

Bologna langsung memberikan tekanan sejak menit awal. Strategi agresif tuan rumah membuahkan hasil ketika Juan Miranda merebut bola dari Luis Henrique di wilayah pertahanan Inter.

Tommaso Pobega memanfaatkan situasi tersebut dengan berlari menuju kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri.

Josep Martinez gagal menghalau bola dan Bologna unggul 1-0 pada menit ke-10.

Gol itu membuat Inter harus bekerja lebih keras untuk membangun serangan.

Bologna bahkan hampir menggandakan keunggulan melalui Federico Bernardeschi yang melepaskan tembakan keras setelah situasi bola mati.

Namun, Martinez melakukan penyelamatan penting untuk menjaga Inter tetap dalam pertandingan.

Pobega kembali mengancam melalui tembakan jarak jauh yang melenceng tipis dari sasaran.

Gelandang Bologna itu kemudian memperoleh peluang lain, tetapi tembakannya hanya membentur mistar gawang.

Inter terlihat kesulitan menghadapi tekanan tuan rumah. Meski demikian, Nerazzurri tidak membiarkan ketertinggalan bertahan hingga jeda.

Thuram Samakan Skor Sebelum Turun Minum

Inter akhirnya menemukan celah pada menit ke-44. Nicolo Barella mengirimkan umpan silang akurat yang disambut Marcus Thuram dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi respons penting setelah Inter melewati sebagian besar babak pertama dalam tekanan.

Thuram juga melanjutkan kontribusi positifnya dengan mencetak gol keempat dalam lima pertandingan Serie A, berdasarkan catatan pertandingan ini.

Skor imbang memberi Inter kesempatan untuk menyusun ulang strategi saat jeda.

Bologna masih menunjukkan ancaman, tetapi kegagalan mempertahankan keunggulan membuat momentum pertandingan mulai berubah.

Pergantian Chivu Langsung Berbuah Gol

Inter tampil lebih agresif setelah babak kedua dimulai. Chivu kemudian memasukkan Andy Diouf dan Carlos Augusto ketika pertandingan memasuki lebih dari 20 menit terakhir.

Keputusan tersebut segera membuahkan hasil. Sekitar satu menit setelah masuk, Diouf mengirimkan bola mendatar ke area depan gawang.

Carlos Augusto menyelesaikan peluang dari jarak dekat dan membawa Inter berbalik unggul 2-1.

Gol itu mengubah tekanan menjadi keuntungan bagi tim tamu.

Inter semakin leluasa mengembangkan permainan, sementara Bologna harus meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.

Ange-Yoan Bonny sempat mencetak gol dari sudut sempit, tetapi wasit menganulirnya karena offside.

Inter tidak perlu menunggu lama untuk benar-benar memperlebar jarak.

Bonny kemudian menyelesaikan umpan tarik Carlos Augusto dengan tembakan satu sentuhan.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-1 dan semakin menyulitkan Bologna untuk bangkit.

Inter Kokoh di Puncak, Bologna Terancam Turun ke Zona Bawah

Bologna mencoba memperkecil ketertinggalan pada sisa waktu pertandingan.

Namun, Inter mampu menjaga organisasi pertahanan dan tidak memberi tuan rumah kesempatan untuk mengubah hasil.

Kemenangan 3-1 ini menjadi hasil penting bagi Inter dalam persaingan papan atas Serie A.

Koleksi 19 poin dari tujuh pertandingan menempatkan Nerazzurri di puncak klasemen sementara, dengan keunggulan dua angka atas pesaing terdekat menurut data pertandingan.

Bagi Bologna, kekalahan ini memperpanjang pekerjaan rumah mereka pada awal musim.

Tim asuhan Raffaele Palladino sempat menunjukkan permainan agresif dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi gagal mempertahankan keunggulan setelah Inter meningkatkan tekanan.

Pertandingan ini juga memperlihatkan pentingnya efektivitas pergantian pemain.

Inter tidak hanya mengandalkan kualitas individu Thuram, tetapi juga memperoleh dampak langsung dari kombinasi Diouf, Carlos Augusto, dan Bonny.

Inter kini memiliki modal positif untuk melanjutkan persaingan di papan atas. Sementara itu, Bologna perlu segera memperbaiki konsistensi permainan agar tidak semakin dekat dengan zona degradasi.(*)




Inter Milan Siap Tantang Lazio di Final, Chivu Soroti Kekompakan Tim

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, meminta para pemainnya untuk fokus penuh menghadapi Lazio pada partai final Piala Italia yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, Rabu malam waktu setempat.

Jelang laga penting tersebut, Chivu menegaskan timnya tidak boleh terlena dengan peluang meraih dua gelar musim ini setelah sebelumnya sukses mengamankan trofi Liga Italia.

Menurutnya, Inter Milan harus tetap menjaga mentalitas, konsentrasi, dan kerendahan hati demi menutup musim dengan hasil terbaik.

“Kami tidak boleh terlalu terpaku pada peluang meraih dua gelar. Tim ini sudah menjalani musim yang luar biasa dan sekarang kami harus tetap fokus,” ujar Chivu seperti dikutip dari laman resmi klub.

Pelatih asal Rumania itu meminta skuad Nerazzurri tetap bermain dengan tenang dan menikmati pertandingan tanpa kehilangan semangat juang yang selama ini menjadi kekuatan tim.

“Kami harus tetap tenang, tetap tersenyum, dan menikmati pertandingan tanpa kehilangan antusiasme serta kerendahan hati,” lanjutnya.

Final Piala Italia menjadi kesempatan besar bagi Inter Milan untuk menyempurnakan musim mereka setelah gagal berbicara banyak di kompetisi Liga Champions.

Chivu memastikan kondisi para pemain berada dalam situasi yang baik dan memiliki motivasi tinggi untuk membawa pulang trofi Piala Italia.

Ia menilai para pemain memahami arti penting mengenakan seragam Inter Milan, klub yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan konsistensi di level domestik maupun Eropa.

“Tim ini memahami apa yang kami wakili sebagai klub besar yang memiliki sejarah panjang dan terus kompetitif dalam beberapa tahun terakhir,” kata Chivu.

Mantan bek Inter Milan tersebut juga menekankan pentingnya kekompakan tim, baik saat meraih kemenangan maupun menghadapi kekalahan.

“Kami menang bersama dan kalah bersama. Semuanya dilakukan bersama-sama dan kami selalu bersatu,” tegasnya.

Laga final antara Inter Milan kontra Lazio diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama ingin menutup musim dengan trofi bergengsi.(*)