Di Momentum HUT RI, Naim Soroti Pentingnya Aspirasi Warga dalam Kebijakan Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti sebagai catatan dalam kegiatan serap aspirasi.

Wakil Ketua DPRD Kota Jambi Naim meminta setiap masukan warga benar-benar menjadi bahan dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Naim bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut dia, makna kemerdekaan di tingkat daerah salah satunya dapat diwujudkan dengan memastikan masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalannya secara langsung kepada pemerintah maupun DPRD.

“Pemerintah dan DPRD harus terus mendengarkan aspirasi masyarakat, karena pembangunan yang baik tentu harus berangkat dari kebutuhan masyarakat,” ujar Naim.

Pernyataan tersebut menempatkan aspirasi warga sebagai salah satu bagian penting dalam proses pembangunan Kota Jambi.

Kebijakan yang disusun, menurut Naim, idealnya tidak hanya berdasarkan perencanaan pemerintah, tetapi juga mempertimbangkan persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Jangan Sampai Aspirasi Berhenti di Forum

Sebagai wakil rakyat, Naim menilai komunikasi dengan masyarakat harus terus dibangun.

Masukan dari warga perlu diterjemahkan menjadi bahan pembahasan di lembaga legislatif, kemudian diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.

Dengan demikian, hubungan antara masyarakat, DPRD dan pemerintah tidak berhenti pada forum pertemuan atau penyampaian keluhan, tetapi berlanjut ke proses kebijakan.

Naim menyadari tidak semua aspirasi dapat direalisasikan sekaligus.

Namun, menurutnya, masyarakat harus mendapatkan kepastian bahwa persoalan yang disampaikan benar-benar diperhatikan dan dibahas sesuai mekanisme yang berlaku.

DPRD dan Pemkot Diminta Tak Jalan Sendiri-sendiri

Selain persoalan aspirasi masyarakat, Naim menyoroti hubungan antara DPRD dan Pemerintah Kota Jambi.

Ia menilai pembangunan akan lebih efektif jika fungsi legislatif dan eksekutif berjalan dalam koordinasi yang konstruktif.

DPRD memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Sementara pemerintah kota bertugas menjalankan program serta kebijakan pembangunan.

Perbedaan pandangan dalam proses tersebut, kata Naim, merupakan hal yang wajar.

Yang tidak boleh hilang adalah tujuan bersama untuk memberikan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Eksekutif dan legislatif harus berjalan beriringan. Perbedaan pandangan dalam pembahasan tentu merupakan hal yang biasa, tetapi tujuan akhirnya harus sama,” katanya.

Menurut dia, perbedaan pendapat justru dapat menjadi bagian dari proses pengawasan dan pembahasan kebijakan, selama dilakukan secara konstruktif dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kemerdekaan Harus Terlihat dalam Kerja Nyata

Bagi Naim, peringatan HUT ke-81 RI tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan.

Semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata, termasuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kepedulian sosial dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat.

Ia mengajak warga Kota Jambi ikut mengambil bagian dalam pembangunan dengan menjaga kerukunan dan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Yang terpenting adalah bagaimana semangat kemerdekaan ini kita isi dengan kerja nyata, menjaga kebersamaan dan terus memberikan kontribusi untuk kemajuan Kota Jambi,” ujarnya.

Dengan demikian, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

Masyarakat memiliki peran melalui partisipasi dan penyampaian aspirasi, DPRD menjalankan fungsi representasi serta pengawasan, sementara pemerintah memastikan kebijakan yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan.

Bagi Naim, titik temu dari seluruh peran tersebut harus bermuara pada satu hal: kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi.(*)




Naim Ungkap Sosok HA Bakri di Mata Kader PAN: Sederhana, Bijaksana, dan Peduli

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Kepergian Anggota DPR RI asal Provinsi Jambi, HA Bakri, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Partai Amanat Nasional (PAN).

Di mata para kader, almarhum bukan sekadar pimpinan partai, tetapi juga sosok pembimbing yang dikenal sederhana, rendah hati, dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat Jambi.

Ungkapan duka itu disampaikan Sekretaris DPD PAN Kota Jambi sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Jambi periode 2024–2029, Naim, yang mengaku kehilangan sosok panutan yang selama ini menjadi tempat belajar bagi banyak kader PAN.

“Kami sangat kehilangan. Bagi saya pribadi, almarhum bukan hanya seorang senior di partai, tetapi juga sosok panutan yang banyak memberikan nasihat dan semangat kepada kader. Beliau selalu mengajarkan pentingnya menjaga kebersamaan, bekerja untuk masyarakat, dan tetap rendah hati dalam setiap amanah,” ujar Naim, Selasa 29 Juli 2026.

Menurut Naim, selama memimpin PAN Provinsi Jambi hingga dipercaya menjadi anggota DPR RI, HA Bakri dikenal sebagai figur yang terbuka, mudah berdiskusi, dan dekat dengan kader maupun masyarakat.

Ia menilai dedikasi almarhum dalam memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat Jambi di tingkat nasional menjadi teladan yang harus terus dijaga oleh generasi penerus di PAN.

“Beliau adalah tokoh yang selalu memikirkan kemajuan daerah. Banyak kader yang tumbuh dan berkembang berkat arahan serta bimbingan beliau,” sebutnya.

“Insyaallah, segala kebaikan dan perjuangan beliau akan terus kami kenang dan lanjutkan,” katanya.

Atas nama keluarga besar DPD PAN Kota Jambi dan unsur pimpinan DPRD Kota Jambi, Naim juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ia mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Kami mendoakan semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” kata dia.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” ucapnya.

HA Bakri meninggal dunia pada Senin 28 Juli 2026 sekitar pukul 20.30 WIB di RS Siloam Lippo Village Karawaci, Jakarta, setelah menjalani perawatan.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh politik berpengaruh asal Jambi.

Selain menjadi anggota DPR RI, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPW PAN Provinsi Jambi dan aktif memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat Jambi di tingkat nasional.

Kepergian HA Bakri tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi kader PAN dan masyarakat Jambi yang mengenalnya sebagai figur yang konsisten mengabdikan diri untuk daerah.(*)




Wakil Ketua DPRD Kota Jambi Naim, Dorong Solidaritas dan Keharmonisan di Bulan Suci Ramadan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Wakil Ketua III DPRD Kota Jambi, Naim, mengajak seluruh umat Muslim dan masyarakat di Kota Jambi khususnya, untuk menjaga ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat toleransi.

Dalam pernyataannya, Naim menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menunaikan ibadah puasa, melainkan juga momentum penting untuk meningkatkan kualitas moral, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga persatuan di tengah perbedaan, termasuk metode penentuan awal puasa yang berbeda-beda.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Mari kita manfaatkan waktu ini untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kepedulian terhadap sesama, dan menjaga persatuan di tengah perbedaan,” ujarnya.

Naim mengimbau masyarakat agar menjaga sikap santun selama bulan suci, termasuk menghormati pelaksanaan ibadah seperti Shalat Tarawih, Tadarus Al-Qur’an, dan I’tikaf di masjid-masjid.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam menghormati saudara yang tidak berpuasa karena uzur syar’i, seperti sakit atau dalam perjalanan (musafir), serta bersikap bijaksana terhadap warga non-Muslim di lingkungan sekitar.

“Ramadan mengajarkan kita untuk saling menghargai. Hormati yang berpuasa, pahami yang memiliki uzur, dan tetap jalin keharmonisan dengan saudara-saudara yang berbeda keyakinan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Naim berharap bulan suci ini menjadi momen untuk menumbuhkan solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dan memperkuat persaudaraan.

Ia menekankan bahwa nilai toleransi dan ukhuwah harus menjadi pedoman, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga sepanjang tahun.

“Bersama-sama kita ciptakan suasana Ramadan yang penuh kedamaian, keberkahan, dan persatuan bagi seluruh masyarakat Kota Jambi,” pungkasnya.(*)