QR Code MyPertamina Mendadak Tidak Aktif, Pengguna Diminta Daftar Ulang

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID Keluhan masyarakat terkait QR Code untuk pembelian BBM subsidi yang tidak bisa digunakan semakin ramai terjadi di berbagai daerah.

Banyak pengguna mengaku mendadak tidak dapat mengakses layanan saat melakukan pengisian di SPBU.

Masalah ini berkaitan dengan proses pembaruan data yang tengah dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari evaluasi sistem distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa proses tersebut merupakan langkah rutin untuk meningkatkan kualitas data konsumen.

“Saat ini kami sedang melakukan pembaruan dan penyesuaian data sebagai bagian dari evaluasi sistem,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi sesuai aturan dan tepat sasaran.

Dalam proses pembaruan tersebut, sejumlah data pengguna menjadi tidak aktif.

Dampaknya, QR Code yang sebelumnya dapat digunakan mendadak tidak berlaku, sehingga masyarakat tidak bisa mengakses BBM subsidi untuk sementara waktu.

Untuk mengatasi kendala ini, Pertamina mengimbau masyarakat segera melakukan pendaftaran ulang melalui sistem Subsidi Tepat.

Proses registrasi disebut mudah dan cepat agar pengguna yang berhak bisa kembali menikmati layanan.

Keluhan pengguna sendiri ramai bermunculan di media sosial. Beberapa di antaranya mengaku data kendaraan di aplikasi MyPertamina hilang, sementara lainnya menghadapi antrean panjang di SPBU akibat QR Code yang tidak bisa dipakai.

Pertamina memastikan bahwa kondisi ini bukan disebabkan kebijakan pembatasan baru, melainkan bagian dari penyesuaian sistem.

Diharapkan, setelah proses ini selesai, distribusi BBM subsidi akan menjadi lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.(*)




Update Harga Pertamax dan Dex Series per 1 Januari 2026! Lebih Murah

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Pertamina Patra Niaga selaku Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga berkala Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.

Penyesuaian ini berlaku mulai 1 Januari 2026 untuk produk Pertamax Series dan Dex Series.

Khusus di tiga wilayah terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, harga Pertamax Series tidak mengalami perubahan sejak November 2025.

Kondisi tersebut membuat harga BBM di wilayah tersebut masih lebih rendah dibandingkan provinsi lain dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang sama.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, Pertamina juga mempertimbangkan tren harga minyak mentah dunia yang dipublikasikan melalui Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Penyesuaian harga BBM ini dilakukan secara berkala, dengan tetap menjaga agar harga Pertamax Series dan Dex Series tetap kompetitif bagi masyarakat,” ujar Roberth.

Daftar Harga BBM Non-Subsidi Berlaku Nasional (PBBKB 5%)

Mulai 1 Januari 2026:

  • Pertamax: Rp12.350 per liter

  • Pertamax Green 95: Rp13.150 per liter

  • Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter

  • Dexlite: Rp13.500 per liter

  • Pertamina Dex: Rp13.600 per liter

Harga dapat berbeda di setiap daerah sesuai dengan besaran PBBKB masing-masing provinsi.

Harga BBM di Aceh dan Sumatera Utara (PBBKB 7,5%)

  • Pertamax: Rp12.500 per liter

  • Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter

  • Dexlite: Rp13.800 per liter

  • Pertamina Dex: Rp13.900 per liter

Harga BBM di Sumatera Barat (PBBKB 10%)

  • Pertamax: Rp12.800 per liter

  • Pertamax Turbo: Rp13.700 per liter

  • Dexlite: Rp14.100 per liter

  • Pertamina Dex: Rp14.200 per liter

Selain menghadirkan harga yang kompetitif, Pertamina Patra Niaga juga memberikan berbagai promo menarik melalui aplikasi MyPertamina.

Konsumen yang melakukan pembelian BBM non-subsidi menggunakan MyPertamina berkesempatan memperoleh beragam keuntungan tambahan.

“Di awal tahun 2026, kami menghadirkan promo hemat hingga Rp20.000 yang berlaku sampai 4 Januari 2026, dengan minimal transaksi Rp30.000 untuk produk Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex,” jelas Roberth.

Promo lainnya sepanjang Januari 2026 juga masih berlangsung, seperti program I Like Monday dengan potongan Rp300 per liter setiap hari Senin untuk Pertamax dan Pertamax Turbo.

Selain itu, ada juga promo Thank God It’s Fuel Day (TGIF) setiap hari Jumat dengan diskon Rp300 per liter untuk Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex.

Tak hanya itu, pelanggan juga dapat menikmati double loyalty points setiap hari Sabtu, bonus cashback dari kartu kredit atau dompet digital yang terhubung di MyPertamina, serta e-voucher spesial untuk transaksi BBM setiap hari Minggu pada jam tertentu.

“Kami berkomitmen memberikan nilai tambah dan pengalaman terbaik bagi pelanggan setia Pertamina. Informasi lengkap promo dan program dapat diakses langsung melalui aplikasi MyPertamina,” tutup Roberth.

Informasi terbaru mengenai harga BBM, lokasi SPBU, serta promo Pertamina dapat diakses melalui situs resmi Pertamina Patra Niaga, aplikasi MyPertamina, atau dengan menghubungi Pertamina Contact Center 135.(*)