Menteri LH Ingatkan Ancaman Karhutla 2026, Jambi Diminta Siaga Darurat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan meningkat seiring kondisi cuaca ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Nino dan musim kemarau yang lebih panjang.

Pemerintah pusat mengingatkan seluruh daerah untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini guna mencegah meluasnya titik api di berbagai wilayah rawan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa hasil koordinasi dengan BMKG menunjukkan musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih lama dan bertepatan dengan dampak El Nino, meski dalam kategori lemah.

“Meski El Nino tergolong lemah, karena terjadi bersamaan dengan kemarau panjang, dampaknya tetap signifikan dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya saat kunjungan kerja di Jambi.

Ia juga mengungkapkan bahwa luas kebakaran hutan di Indonesia hingga awal April 2026 telah mencapai sekitar 32.600 hektar, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1.500 hektar.

Sejumlah wilayah seperti Riau dan Kalimantan Barat tercatat sebagai daerah dengan titik kebakaran tertinggi saat ini.

Namun, seluruh provinsi tetap diminta untuk tidak lengah.

Sebagai langkah mitigasi, Kementerian Lingkungan Hidup akan mengoptimalkan sistem pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) di lahan gambut.

Data ini akan diperbarui secara berkala dan menjadi dasar pengambilan kebijakan penanganan karhutla.

“Data TMAT akan dirilis secara rutin dan menjadi acuan, termasuk untuk operasi modifikasi cuaca,” jelasnya.

Operasi modifikasi cuaca dinilai penting untuk menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar, terutama di wilayah rawan.

Pemerintah juga meminta kepala daerah untuk tidak ragu menetapkan status darurat jika kondisi di wilayahnya mulai memburuk, agar bantuan pusat dapat segera digerakkan.

“Jika status darurat ditetapkan, bantuan akan lebih cepat turun. Jadi jangan ragu untuk mengambil langkah tersebut,” tegasnya.

Selain pemerintah, keterlibatan masyarakat dan perusahaan juga menjadi kunci dalam pencegahan karhutla.

Program Masyarakat Peduli Api (MPA) kembali didorong untuk diaktifkan, sementara perusahaan diminta memperkuat tim tanggap darurat di wilayah operasionalnya.

Pemerintah juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban pencegahan kebakaran hutan dan lahan sesuai regulasi.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional, Satgas Karhutla telah mulai diaktifkan dan apel siaga dilakukan di berbagai daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Semua pihak harus bersinergi. Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” tutup Menteri LH.(*)




Stok Pangan Aman, Bupati Tanjab Barat Tegaskan Masyarakat Tak Perlu Khawatir

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. memastikan stok pangan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat aman dan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Stok pangan kita saat ini aman, mulai dari beras, minyak goreng, hingga kebutuhan pokok lainnya. Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pangan,” tegas Bupati Anwar Sadat saat Safari Ramadhan di Masjid Al Muwafaqah, Dusun Ponco Rejo, Desa Betara Kanan, Kecamatan Kuala Betara, Sabtu (14/03).

Selain memastikan ketersediaan pangan, Bupati juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kabupaten Tanjung Jabung Barat diperkirakan akan menghadapi musim kemarau panjang yang rawan menimbulkan kebakaran.

“Seluruh masyarakat, terutama para petani, diimbau selalu berhati-hati. Jangan sampai kebun atau lahan terbakar karena dampaknya sangat merugikan,” imbuhnya.

Dalam Safari Ramadhan, Bupati Anwar Sadat menyampaikan sejumlah progres pembangunan, termasuk rencana pelebaran jalan utama di Dusun Ponco Rejo untuk mempermudah mobilitas masyarakat serta distribusi barang.

Ia juga mengingatkan warga agar merawat infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang.

Selain itu, Bupati menyerahkan bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk Masjid Al Muwafaqah melalui program Tanjab Barat Berkah, serta Rp2,5 juta untuk pembangunan madrasah dari Bank Tanggo Rajo.

Santunan juga dibagikan kepada anak yatim, lansia, takmir masjid, serta anak-anak penderita stunting. Bantuan sosial dari Dinas Sosial melalui program Berkah Madani turut disalurkan.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Satgaswil Densus 88 Anti Teror Polri, AKP Sudiro, S.Pd.I., M.H., CPHR., CBA., CHRA, serta Sekretaris Daerah, pimpinan perbankan, kepala OPD, camat, Danramil, Kapolsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BAZNAS, kepala desa se-Kecamatan Kuala Betara, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua GOW, Ketua TP PKK Kecamatan Kuala Betara, dan tamu undangan lainnya.(*)




Musim Kemarau Panjang, Anwar Sadat Minta Masyarakat Tanjab Barat Hati-hati Karhutla

KUALATTUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. mengingatkan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal ini disampaikan mengingat daerah tersebut diperkirakan akan menghadapi musim kemarau cukup panjang yang rawan menimbulkan kebakaran.

“Seluruh masyarakat, terutama para petani, diimbau selalu berhati-hati dan waspada. Jangan sampai kebun maupun lahan terbakar karena dampaknya sangat merugikan,” tegas Bupati Anwar Sadat saat Safari Ramadhan di Masjid Al Muwafaqah, Dusun Ponco Rejo, Desa Betara Kanan, Kecamatan Kuala Betara, Sabtu (14/03).

Selain peringatan Karhutla, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Bupati menyampaikan sejumlah progres pembangunan, termasuk rencana pelebaran jalan utama di Dusun Ponco Rejo untuk memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang.

“Desa Betara Kanan merupakan jalur strategis penghubung dengan kabupaten tetangga seperti Tanjung Jabung Timur. Pelebaran jalan diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang,” tambah Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya merawat infrastruktur agar manfaat pembangunan dapat dirasakan jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati menyerahkan bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk Masjid Al Muwafaqah melalui program Tanjab Barat Berkah, serta Rp2,5 juta untuk pembangunan madrasah dari Bank Tanggo Rajo.

Santunan juga dibagikan kepada anak yatim, lansia, takmir masjid, serta anak-anak penderita stunting. Bantuan sosial dari Dinas Sosial melalui program Berkah Madani juga turut disalurkan.

Kepada masyarakat, Bupati menekankan agar tetap memantau kondisi lingkungan selama musim kemarau, menjaga lahan, dan bekerja sama dengan aparat desa untuk mencegah terjadinya Karhutla.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Satgaswil Densus 88 Anti Teror Polri, AKP Sudiro, S.Pd.I., M.H., CPHR., CBA., CHRA, serta Sekretaris Daerah, pimpinan perbankan, kepala OPD, camat, Danramil, Kapolsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BAZNAS, kepala desa se-Kecamatan Kuala Betara, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua GOW, Ketua TP PKK Kecamatan Kuala Betara, dan tamu undangan lainnya.(*)