Karhutla Tebo Belum Sepenuhnya Reda, Status Siaga Diperpanjang hingga Akhir Oktober

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo belum sepenuhnya berakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo masih memantau kemunculan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.

Hingga pekan lalu, titik panas terdeteksi di Tebo Tengah, Sumay, dan Muara Tabir berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BPBD Tebo tidak hanya memantau data tersebut dari jarak jauh.

Petugas juga telah turun langsung untuk melakukan ground check sekaligus menangani titik yang ditemukan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan petugas akan kembali bergerak apabila hasil pemantauan terbaru menunjukkan masih adanya hotspot.

“Hotspot terpantau di beberapa kecamatan, di antaranya Tebo Tengah, Sumay dan Muara Tabir. Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan dan telah dilakukan penanganan di titik hotspot tersebut sekaligus ground check,” kata Joko, belum lama ini.

Menurutnya, penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Petugas juga melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali api di lokasi yang sama.

“Kalau hari ini seandainya masih ditemukan titik hotspot, dilakukan pemadaman dan sekaligus pendinginan,” ujarnya.

Hujan Diprakirakan Turun, Kewaspadaan Tetap Dijaga

Di tengah masih munculnya hotspot, kondisi cuaca di Kabupaten Tebo diperkirakan mulai mendukung upaya pengendalian karhutla.

Joko mengatakan informasi BMKG Jambi menunjukkan potensi hujan di Kabupaten Tebo selama tiga hari, mulai hari ini, besok hingga lusa.

“Untuk keadaan sekarang dan beberapa hari ke depan, berdasarkan informasi BMKG Jambi, prakiraannya akan ada hujan di Kabupaten Tebo untuk tiga hari ke depan, mulai dari hari ini, besok dan lusa,” katanya.

Meski peluang hujan meningkat, BPBD Tebo tidak menurunkan kewaspadaan.

Masyarakat tetap diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya pembukaan lahan dengan cara membakar.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memunculkan api di area rawan.

“Namun begitu kita tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau jangan sampai melakukan pembukaan dengan cara membakar. Buanglah sampah pada tempatnya agar terhindar dari potensi kebakaran,” tegas Joko.

BPBD Pantau Perubahan Cuaca

Joko menegaskan bahwa informasi hujan tersebut masih berupa prakiraan.

Karena itu, BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca di Kabupaten Tebo.

“Kita tetap mengamati itu dan tetap berkoordinasi dengan BMKG terhadap potensi cuaca di Kabupaten Tebo, hari ini maupun ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya, BMKG juga melakukan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Status Siaga Karhutla Tebo Diperpanjang hingga Akhir Oktober

Ancaman hotspot juga menjadi salah satu pertimbangan dalam keberlanjutan status siaga darurat karhutla di Kabupaten Tebo.

BPBD Tebo memastikan status siaga darurat karhutla kembali diperpanjang untuk tahap ketiga, mulai awal Oktober hingga akhir Oktober 2026.

Perpanjangan tersebut dilakukan setelah BPBD Tebo berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD Provinsi Jambi.

“Untuk perpanjangan kedua, terkait status siaga karhutla di Kabupaten Tebo sampai hari ini, dari hasil koordinasi kita dengan BMKG dan BPBD Provinsi Jambi, kami perpanjang untuk tahap yang ketiga dari awal bulan Oktober sampai akhir Oktober 2026,” jelas Joko.

Dengan perpanjangan tersebut, pemantauan hotspot dan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla tetap berjalan selama Oktober.

BPBD Tebo juga membuka kemungkinan melakukan evaluasi apabila kondisi karhutla menunjukkan perkembangan yang stabil sebelum masa status siaga berakhir.

“Apabila nanti ada situasi yang stabil di pertengahan masa status siaga darurat karhutla, akan kami koordinasikan dan minta petunjuk kembali dengan BMKG untuk penetapan status selanjutnya,” tutup Joko.(*)