Megah dengan Konsep 1001 Malam, MTQH ke-55 Jambi Tantang Daerah Cetak Generasi Qur’ani

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 resmi bergulir.

Sebanyak 629 peserta dari 11 kabupaten dan kota mengikuti ajang keagamaan tersebut yang berlangsung di Kota Jambi hingga 8 November 2026.

Gubernur Jambi Al Haris membuka langsung perhelatan tersebut di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Minggu malam 1 November 2026.

Pembukaan berlangsung meriah melalui konsep artistik bertajuk “1001 Malam” yang memadukan pertunjukan budaya, sejarah Islam, dan syiar keagamaan.

Namun, di balik kemegahan seremoni, penyelenggaraan MTQH ke-55 juga membawa pesan yang lebih mendasar, bagaimana kompetisi keagamaan mampu mendorong masyarakat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari.

Al Haris menegaskan, MTQH tidak boleh berhenti pada perlombaan dan pencapaian prestasi. Menurutnya, hasil kegiatan tersebut harus memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

“Secara kualitas penyelenggaraannya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana hasil yang didapat dari MTQH ini harus berdampak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Al Haris dalam sambutannya.

Ia juga menyambut kehadiran seluruh kafilah dari kabupaten dan kota. Persaingan antardaerah, menurutnya, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas peserta sekaligus menunjukkan keseriusan setiap daerah dalam membina generasi pencinta Al-Qur’an dan Hadis.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Al Haris, berkomitmen memperkuat pembinaan melalui peningkatan keterlibatan pelatih nasional.

Peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat nasional.

Al Haris juga mendorong seluruh kabupaten dan kota agar bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQH tingkat provinsi.

Ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat, selain pembangunan infrastruktur.

MTQH ke-55 mengusung tema penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam membentuk generasi penerus yang beriman dan berkarakter.

Sebanyak 629 peserta dari 11 kabupaten dan kota akan mengikuti berbagai cabang musabaqah selama penyelenggaraan berlangsung.

Keikutsertaan seluruh daerah tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah kabupaten dan kota terhadap pembinaan kehidupan keagamaan.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan tilawah, hafalan, dan berbagai cabang keilmuan Al-Qur’an dan Hadis di masing-masing daerah.

Tantangan berikutnya terletak pada keberlanjutan pembinaan setelah kompetisi berakhir.

Prestasi para peserta perlu mendapatkan dukungan melalui pelatihan, pendampingan, dan pembinaan berjenjang agar tidak berhenti pada pencapaian selama MTQH.

Pembukaan MTQH ke-55 tampil dengan pendekatan seni pertunjukan yang mengangkat perjalanan sejarah Islam di Kota Jambi.

Ribuan masyarakat memadati lokasi acara meskipun hujan sempat mengguyur kawasan tersebut. Antusiasme pengunjung tetap terlihat sepanjang rangkaian pembukaan.

Acara diawali dengan defile 11 kafilah kabupaten dan kota. Setiap kontingen memasuki arena dengan membawa identitas dan kekhasan daerah masing-masing.

Suasana semakin semarak melalui drama kolosal bertajuk “Tsamaratul Insan”. Pertunjukan ini menggambarkan perjalanan dakwah dan perkembangan Islam di Kota Jambi, termasuk perjuangan para pendakwah dalam memperkenalkan ajaran Islam kepada masyarakat.

Panitia juga menghadirkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abidzar Ramadhan, qari terbaik nasional yang mewakili Jambi pada MTQ Nasional ke-31, serta penampilan qari internasional Ustaz H. Syamsuri Firdaus.

Sejumlah atraksi lain turut mewarnai pembukaan, mulai dari penampilan maskot MTQH Bang Baha dan Ayuk Gia, pengibaran bendera Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), hingga iring-iringan pasukan berkuda yang membawa bendera MTQH Provinsi Jambi.

Gubernur Al Haris kemudian membuka kegiatan secara resmi melalui prosesi menabuh kompang bersama Anggota DPR RI Dapil Jambi Syarif Fasha, Ketua LPTQ Provinsi Jambi Abdullah Sani, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, serta kepala daerah dan unsur Forkopimda se-Provinsi Jambi.

Penyelenggaraan MTQH ke-55 tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan.

Pemerintah Kota Jambi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas promosi produk lokal dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebanyak 162 stan UMKM dan 12 stan bazar kabupaten dan kota turut meramaikan kegiatan.

Kehadiran stan tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, kepercayaan sebagai tuan rumah MTQH ke-55 merupakan amanah sekaligus kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk menunjukkan kemampuan menyelenggarakan kegiatan tingkat provinsi.

Ia menegaskan, MTQH tidak hanya berorientasi pada kompetisi keagamaan, tetapi juga mendukung pembangunan masyarakat yang religius, harmonis, berakhlak, dan berkarakter Qur’ani.

Menurut Maulana, penyelenggaraan MTQH sejalan dengan visi pembangunan Kota Jambi Bahagia, yang mencakup Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera.

Nilai agama, katanya, perlu menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, kehidupan sosial, hingga pembangunan keluarga.

Pemkot Jambi juga mengajak masyarakat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah dan tamu.

Kebersihan, ketertiban, keramahan, serta semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Maulana turut memaparkan berbagai program pembangunan Kota Jambi, termasuk perluasan akses pendidikan dan kesehatan, perlindungan sosial, peningkatan kualitas hunian, pemberdayaan UMKM, serta penguatan pelayanan publik.

Di bidang keagamaan, pemerintah kota memperkuat kerja sama dengan BAZNAS, Kementerian Agama, lembaga pendidikan Islam, pengurus masjid, dan organisasi kemasyarakatan.

Dukungan tersebut mencakup penghimpunan dan penyaluran dana sosial keagamaan serta pemberian hibah kepada lembaga dan organisasi Islam.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha memaknai hujan yang mengguyur lokasi pembukaan sebagai bentuk keberkahan.

Menurutnya, kondisi cuaca tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat maupun pihak-pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan.

Diza juga mengapresiasi kontribusi pelaku ekonomi kreatif, mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat yang ikut mendukung penyelenggaraan MTQH ke-55.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan pada 8 November 2026 berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta maupun masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan MTQH ke-55 tidak cukup diukur dari kemegahan panggung, jumlah peserta, atau kelancaran seremoni.

Konsistensi pembinaan generasi Qur’ani, meningkatnya pengamalan nilai keagamaan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat menjadi ukuran penting dari keberlanjutan kegiatan tersebut.

Dengan melibatkan 11 kabupaten dan kota, MTQH ke-55 diharapkan mampu memperkuat persaudaraan antardaerah sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat Jambi terhadap Al-Qur’an dan Hadis.(*)