MotoGP Mandalika 2026: Alex Marquez dan Fermin Aldeguer Bidik Podium, Tapi Akui Persaingan Makin Berat

MANDALIKA, SEPUCUKJAMBI.ID — Gresini Racing datang ke MotoGP Mandalika dengan modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Tim asal Italia itu punya kenangan manis dari balapan tahun lalu setelah dua pembalapnya, Fermin Aldeguer dan Alex Marquez, berhasil mengamankan podium.

Aldeguer bahkan tampil sebagai pemenang, sedangkan Alex Marquez menyusul di posisi ketiga.

Hasil tersebut membuat Mandalika menjadi salah satu trek yang menyimpan memori istimewa bagi Gresini Racing.

Namun, skuad BK8 Gresini Racing tidak ingin terjebak dalam romantisme hasil musim lalu.

Alex Marquez menyadari situasi tahun ini berbeda.

Persaingan MotoGP yang semakin ketat membuat peluang mengulang pencapaian tersebut tidak semudah musim sebelumnya.

Sejumlah rival datang dengan performa yang lebih kompetitif sehingga Gresini harus menemukan kembali kecepatan terbaiknya sejak sesi awal.

“Tentunya kami ingin mengulang hasil yang diraih tahun lalu. Namun tahun ini akan sedikit lebih sulit karena para pembalap lain terlihat lebih kuat,” kata Alex.

Pernyataan Alex menunjukkan satu hal penting: Gresini Racing tetap membidik podium, tetapi mereka tidak datang ke Mandalika dengan rasa percaya diri berlebihan.

Justru, tantangan terbesar bagi Alex dan Aldeguer adalah membuktikan bahwa kesuksesan di Mandalika bukan sekadar momentum satu musim.

Aldeguer Masih Cari Performa Terbaik

Fermin Aldeguer menghadapi tantangan serupa. Setelah mencatat kemenangan di Mandalika pada musim lalu, pembalap muda Gresini tersebut tentu ingin kembali menjadi ancaman di lintasan yang sama.

Namun, perjalanan musim ini belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan.

Aldeguer mengakui dirinya dan tim masih berusaha menemukan kembali feeling terbaik di atas motor.

“Musim ini kami mulai dengan sedikit kesulitan, dan kami mencoba mengembalikan perasaan berkendara yang bagus,” ujar Aldeguer.

Kondisi tersebut membuat MotoGP Mandalika menjadi ujian penting bagi Gresini.

Jika karakter sirkuit mampu membantu Aldeguer dan Alex menemukan kembali kepercayaan diri, peluang mereka untuk kembali bertarung di barisan depan tetap terbuka.

Aldeguer pun melihat Mandalika sebagai salah satu trek yang berpotensi menguntungkan Gresini.

“Seperti yang Alex bilang, tahun ini pembalap lain lebih kuat dari kami. Tapi saya pikir Mandalika adalah salah satu sirkuit yang bagus untuk kami,” tuturnya.

Bisakah Gresini Mengulang Podium Mandalika?

Pertanyaan terbesar menjelang MotoGP Mandalika bukan sekadar apakah Gresini mampu mencetak podium, tetapi apakah mereka masih memiliki keunggulan yang sama seperti musim lalu.

Tahun sebelumnya, Aldeguer mampu mengubah peluang menjadi kemenangan. Alex Marquez juga ikut meramaikan podium.

Kini, keduanya harus menghadapi kompetisi yang menurut mereka sudah berkembang lebih kuat.

Situasi itu membuat setiap sesi latihan, kualifikasi, hingga pemilihan strategi balapan bakal menentukan.

Bagi Aldeguer, Mandalika juga menawarkan kesempatan untuk kembali membangun momentum.

Jika berhasil menemukan feeling yang dicari sejak awal musim, pembalap tersebut berpotensi kembali menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan.

Sementara bagi Alex, konsistensi akan menjadi kunci.

Gresini Racing tidak hanya ingin mengulang cerita sukses tahun lalu.

Mereka perlu menunjukkan bahwa performa kuat di Mandalika bisa menjadi bagian dari kekuatan kompetitif mereka secara berkelanjutan.

Apalagi, Gresini memiliki hubungan yang cukup kuat dengan Indonesia melalui deretan sponsor asal Tanah Air.

Dukungan tersebut membuat MotoGP Mandalika memiliki nilai lebih bagi tim.

Kini, panggung Mandalika kembali terbuka.

Gresini punya sejarah, Aldeguer punya status sebagai pemenang bertahan, sementara Alex membawa ambisi kembali ke podium.

Tantangannya hanya satu: apakah mereka masih cukup cepat untuk menahan para rival yang datang dengan kekuatan lebih besar?.(*)




Bintang MotoGP Mulai Berdatangan ke Lombok, Mandalika Bersiap Jadi Panggung Dunia

LOMBOK, SEPUCUKJAMBI.ID — Suasana Lombok mulai berubah menjelang MotoGP Indonesia 2026.

Setelah persaingan di Sirkuit Motegi, Jepang, berakhir, rombongan pembalap dan kru MotoGP mulai bergerak menuju Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah nama besar sudah mendarat di Bandara Internasional Lombok pada Senin 5 Oktober 2026.

Mereka datang menggunakan pesawat carter dari Bandara Internasional Narita setelah menyelesaikan MotoGP Jepang.

Jorge Martin, Francesco “Pecco” Bagnaia, Alex Rins, Jack Miller, Enea Bastianini, Marco Bezzecchi, Maverick Viñales, Raul Fernandez, hingga Toprak Razgatlioglu termasuk pembalap yang telah tiba di Lombok.

Kedatangan mereka menjadi penanda bahwa persiapan MotoGP Indonesia 2026 memasuki fase akhir.

Dalam beberapa hari ke depan, arus pembalap, kru, serta perlengkapan balap akan terus mengalir menuju Mandalika.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola mengatakan kedatangan peserta berlangsung secara bertahap dan melibatkan pembalap dari kelas MotoGP, Moto2, serta Moto3.

Sekitar 12 pembalap dijadwalkan tiba dalam tiga kelompok pada hari pertama. Gelombang berikutnya akan menyusul pada Selasa 6 Oktober 2026 dan Rabu 7 Oktober 2026.

Salah satu pembalap yang paling dinanti adalah Marc Márquez. Bintang Ducati Lenovo tersebut dijadwalkan tiba pada Selasa malam setelah lebih dulu transit di Jakarta.

Pedro Acosta dan Brad Binder juga masuk dalam rombongan yang akan menyusul ke Lombok.

Logistik MotoGP mulai masuk Mandalika

Bukan hanya pembalap yang bergerak dari Jepang menuju Indonesia. Logistik MotoGP Indonesia 2026 juga mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Lombok.

Peralatan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan teknis sebelum seluruh rangkaian balapan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit.

Perpindahan dari Motegi ke Mandalika berlangsung cepat.

Setelah menyelesaikan satu seri di Jepang, tim-tim MotoGP harus segera menyiapkan motor dan perangkat pendukung untuk menghadapi seri berikutnya di Indonesia.

Karena itu, aktivitas di Lombok dalam beberapa hari ke depan tidak hanya menyangkut kedatangan pembalap.

Tim teknis juga mulai memastikan seluruh kebutuhan balap siap digunakan di sirkuit.

Bintang MotoGP disambut budaya Sasak

Kedatangan para pembalap di Lombok juga mendapat sentuhan khas NTB.

Alih-alih sekadar melewati terminal bandara, para bintang MotoGP langsung diperkenalkan dengan budaya lokal.

Gendang Beleq, musik tradisional Genggong, kain tenun ikat khas Lombok, serta pelajar dengan pakaian adat Sasak menjadi bagian dari penyambutan.

Ornamen bertema balap turut memperkuat atmosfer MotoGP di area bandara.

Bagi NTB, momen ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan olahraga kelas dunia dengan identitas lokal.

Para pembalap datang membawa persaingan dari lintasan, sementara Lombok menunjukkan budaya yang menjadi bagian dari wajah Indonesia.

Rider Parade bakal bawa bintang MotoGP ke Mataram

Atmosfer MotoGP tidak berhenti di bandara.

Pada Rabu 7 Oktober 2026, sejumlah pembalap dijadwalkan mengikuti Rider Parade di Kota Mataram.

Agenda tersebut memberi kesempatan bagi masyarakat NTB untuk melihat lebih dekat para bintang yang beberapa hari kemudian akan bertarung di Mandalika.

Sembilan pembalap masuk dalam agenda tersebut, yakni Marc Márquez, Franco Morbidelli, Fabio Di Giannantonio, Marco Bezzecchi, Fermín Aldeguer, Brad Binder, Máximo Quiles, Mario Aji, dan Veda Ega Pratama.

Kehadiran Mario Aji dan Veda Ega Pratama juga memberi warna tersendiri.

Dua pembalap Indonesia itu akan berada dalam satu panggung dengan sejumlah nama besar MotoGP di hadapan publik NTB.

Setelah Rider Parade, perhatian akan kembali berpusat ke Pertamina Mandalika International Circuit.

MotoGP Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9-11 Oktober.

Kedatangan pembalap sejak awal pekan membuat Lombok mulai memasuki atmosfer balap bahkan sebelum mesin motor dinyalakan di lintasan.

Mandalika kini bukan hanya menjadi titik berikutnya dalam kalender MotoGP.

Sirkuit di Lombok itu kembali menjadi tempat bertemunya kompetisi motorsport kelas dunia dengan masyarakat dan budaya lokal.

Dari Motegi ke Mandalika, panggung MotoGP kini berpindah ke Indonesia.

Para pembalap sudah mulai berdatangan, logistik bergerak, dan publik NTB bersiap menyambut salah satu ajang olahraga terbesar yang kembali hadir di Lombok.(*)




Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika: 4 Kali Datang, Belum Pernah Finis

LOMBOK, SEPUCUKJAMBI.ID — Pertarungan Marc Marquez menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 memasuki babak yang menarik di Indonesia.

Pembalap Ducati Lenovo itu datang ke Mandalika dengan kepercayaan diri tinggi, tetapi ada satu masalah besar yang belum berhasil ia pecahkan, Marc belum pernah menyelesaikan balapan utama MotoGP Indonesia.

MotoGP Indonesia 2026 akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober.

Marc kembali ke lintasan tersebut ketika persaingannya dengan Jorge Martin semakin panas.

Marc kini mengumpulkan 331 poin dan menempati posisi kedua klasemen.

Kemenangan di Sprint Race dan balapan utama MotoGP Jepang membuatnya memangkas jarak menjadi hanya dua poin dari Martin yang berada di puncak dengan 333 poin.

Secara momentum, Marc datang ke Mandalika dalam kondisi ideal.

Namun, statistik berbicara berbeda.

Dalam empat kunjungan sebelumnya ke Indonesia, Marc belum sekalipun mencatat finis dalam balapan utama.

Rekornya terdiri dari tiga kali gagal finis atau DNF dan satu kali tidak start atau DNS.

Catatan tersebut membuat Mandalika menjadi salah satu trek paling sulit bagi Marc sepanjang kiprahnya di MotoGP.

2022: Bahkan tidak sempat start

Kisah buruk Marc di Mandalika dimulai pada 2022.

Saat itu, Marc masih memperkuat Repsol Honda. Harapan untuk tampil dalam balapan utama langsung pupus setelah ia mengalami kecelakaan highside di Tikungan 7 ketika menjalani sesi pemanasan Minggu pagi.

Marc kemudian menjalani pemeriksaan di rumah sakit dan mendapat diagnosis gegar otak. Tim medis akhirnya menyatakan pembalap Spanyol tersebut tidak fit untuk balapan.

Ia pun mencatat DNS dalam penampilan pertamanya di Mandalika.

2023: Kecelakaan kembali menghentikan Marc

Setahun berselang, Marc akhirnya bisa mengambil start dalam balapan utama.

Akan tetapi, Mandalika kembali tidak bersahabat.

Marc gagal menyelesaikan perlombaan setelah mengalami kecelakaan. Sehari sebelumnya, ia juga terjatuh pada lap pertama Sprint Race.

Alih-alih mengumpulkan poin penting, Marc kembali meninggalkan Indonesia tanpa hasil dari balapan utama.

2024: Podium Sprint, mesin terbakar

Peluang Marc memutus rekor buruk terbuka lebar pada 2024.

Ia memulai Sprint Race dari posisi ke-12, tetapi mampu menunjukkan kecepatan luar biasa dan merebut posisi ketiga.

Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa Marc sebenarnya memiliki kemampuan untuk bersaing di Mandalika.

Sayangnya, cerita kembali berubah pada balapan utama.

Marc sempat berada di posisi ketujuh sebelum masalah teknis menghentikan perjalanannya.

Mesin Ducati yang mengalami kerusakan dan terbakar membuatnya kembali gagal mencapai garis finis.

2025: Tabrakan sebelum satu lap selesai

Mandalika kembali memberikan mimpi buruk pada Marc pada 2025.

Ketika itu, ia datang ke Indonesia dengan status juara dunia yang baru saja dikunci setelah MotoGP Jepang.

Namun, status tersebut tidak membuat balapannya berjalan mulus.

Marc bahkan tidak mampu menyelesaikan satu lap.

Marco Bezzecchi melakukan manuver yang berujung tabrakan dengan bagian belakang motor Marc.

Keduanya terjatuh dan insiden tersebut membawa konsekuensi serius bagi pembalap Ducati itu.

Marc mengalami cedera pada bahu kanan dan harus mengakhiri akhir pekannya lebih cepat. Cedera tersebut bahkan membuatnya absen pada sisa balapan musim 2025.

Mandalika 2026: Saatnya Marc memutus kutukan?

Kini Marc kembali ke Indonesia dengan situasi yang jauh berbeda.

Ia datang bersama Ducati Lenovo, membawa momentum dua kemenangan di Motegi dan hanya terpaut dua poin dari Martin.

Artinya, Mandalika bukan sekadar kesempatan untuk memperbaiki rekor pribadi.

Setiap poin di Indonesia bisa memiliki nilai besar dalam perebutan gelar juara dunia.

Marc membutuhkan hasil maksimal untuk terus memberikan tekanan kepada Martin.

Sebaliknya, Martin punya peluang memperlebar keunggulan jika mampu memanfaatkan kegagalan rivalnya.

Inilah yang membuat MotoGP Indonesia 2026 memiliki cerita besar di balik persaingan di lintasan.

Marc Marquez punya kecepatan, pengalaman, motor kompetitif, dan momentum. Tetapi Mandalika memiliki satu catatan yang belum berhasil ia taklukkan: finis dalam balapan utama.

Setelah empat kunjungan tanpa satu pun finis, MotoGP Mandalika 2026 akan menjadi ujian untuk menjawab satu pertanyaan, mampukah Marc akhirnya menaklukkan trek yang selama ini selalu menggagalkannya sekaligus memangkas atau bahkan membalikkan keunggulan Jorge Martin?.(*)