Prediksi Laga Dini Hari Nanti: Liverpool Cari Konsistensi, Leeds Kejar Poin di Anfield

SEPUCUKJAMBI.ID – Pertandingan Liverpool vs Leeds United pekan ke-19 Premier League 2025/2026 akan berlangsung di Anfield Jumat dini hari, 2 Januari 2026 pukul 00.30 WIB, dengan live streaming tersedia di Vidio.

Laga ini menjadi ulangan pertemuan sebelumnya di Elland Road, yang berakhir imbang 3-3, sehingga potensi duel terbuka dan intensitas tinggi kembali terbayang.

Liverpool datang dengan tren positif. Hasil kemenangan 2-1 atas Wolverhampton akhir pekan lalu memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi tujuh laga.

Meskipun begitu, tekanan untuk tampil konsisten masih terasa, terutama setelah absennya Mohamed Salah yang membela Mesir di Piala Afrika.

Dominik Szoboszlai sudah kembali dari skorsing, tetapi Alexander Isak masih cedera, memaksa manajer Arne Slot menyesuaikan lini serang.

Leeds United juga menunjukkan perkembangan menjanjikan. Hasil imbang 1-1 melawan Sunderland menegaskan progres tim asuhan Daniel Farke.

Lima laga tanpa kekalahan membuat Leeds menjauh tujuh poin dari zona degradasi.

Meskipun beberapa pemain kunci seperti Joe Rodon, Sean Longstaff, dan Daniel James absen, Leeds tetap mengandalkan struktur permainan solid dan transisi cepat untuk menekan Liverpool.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit, dengan Liverpool mengandalkan kreativitas lini tengah, sedangkan Leeds mengincar peluang dari serangan balik cepat.

Kedua tim berpotensi menyuguhkan laga penuh tempo dan drama gol di Anfield.()




Liverpool Terpuruk! Kena Krisis Parah Setelah Dibantai Forest

SEPUCUKJAMBI.ID – Liverpool tengah menghadapi periode paling mengkhawatirkan dalam era kejayaan modern mereka. Kekalahan memalukan 0-3 dari Nottingham Forest di Anfield, Sabtu (22/11/2025).

Bukan sekadar hasil buruk, melainkan penegasan bahwa sang juara bertahan Premier League sedang berada di titik terendah musim ini.

Dalam 12 pertandingan pertama musim 2025/26, tim besutan Arne Slot sudah menelan enam kekalahan angka yang kontras dengan dominasi mereka pada musim lalu.

Menurut data Opta, Liverpool kini mengalami dua kekalahan beruntun dengan selisih tiga gol atau lebih dari Bournemouth dan Nottingham Forest.

Terakhir kali The Reds merasakan tren seburuk ini terjadi pada April 1965 kala dilatih Bill Shankly.

Penurunan performa Liverpool terasa sangat drastis. Musim lalu Slot dipuji karena bisa meraih gelar liga tanpa mendatangkan satu pun pemain baru.

Namun setelah klub menggelontorkan dana besar sekitar £450 juta di bursa transfer musim panas, ekspektasi meningkat tajam terutama setelah hadirnya dua pemain berharga lebih dari £100 juta, Florian Wirtz dan Alexander Isak.

Namun kenyataannya jauh dari harapan.

Wirtz dan Isak belum mencatatkan gol atau assist di Premier League.

Isak bahkan memegang rekor negatif sebagai pemain Liverpool pertama yang kalah dalam empat laga awalnya sebagai starter.

Kondisi fisiknya juga sempat dipertanyakan karena tak menjalani pramusim penuh setelah memaksakan kepindahan dari Newcastle.

Meski demikian, menyalahkan satu pemain tidak menyelesaikan masalah. Krisis Liverpool berakar pada banyak sektor.

Setelah musim lalu hanya kalah empat kali di liga, musim ini jumlah kekalahan tersebut sudah tersamai bahkan sebelum memasuki Desember.

Pertahanan yang biasanya menjadi kekuatan mereka kini melemah drastis 20 gol bersarang ke gawang The Reds hanya dalam 12 pertandingan, mendekati setengah kebobolan sepanjang musim lalu.

Absennya Trent Alexander-Arnold juga memberi dampak besar.

Meski kerap dikritik, kontribusi kreativitasnya selama bertahun-tahun sangat vital.

Penggantinya, Jeremie Frimpong, belum menampilkan performa stabil.

Bahkan, Arne Slot sempat menurunkan Dominik Szoboszlai sebagai bek kanan saat kalah dari Forest situasi yang menggambarkan betapa kacaunya struktur permainan Liverpool.

Di lini depan, Mohamed Salah juga belum mampu mengangkat performa tim.

Empat gol dari 11 pertandingan jelas menurun dibanding musim sebelumnya ketika ia meraih penghargaan PFA Players’ Player of the Year.

Minimnya kontribusi pemain baru membuat beban serangan bertumpu pada Salah seorang.

Saat ini Liverpool tercecer di posisi ke-11 klasemen, delapan poin tertinggal dari Arsenal di puncak, dan sudah memainkan satu laga lebih banyak.

Statistik menunjukkan mereka menjadi juara bertahan Premier League keempat yang menelan enam kekalahan dalam 12 pertandingan awal musim.

Menyusul jejak buruk Blackburn (1995/96), Chelsea (2015/16), dan Leicester City (2016/17), tiga tim yang semuanya gagal mempertahankan gelar.

Tekanan terhadap Arne Slot semakin besar.

Jika tidak segera menemukan solusi, Liverpool berpotensi mengukir musim yang lebih dikenang karena keterpurukan, bukan sebagai tim juara yang mempertahankan dominasi.(*)