Erick Thohir Usai Indonesia ke Final: “Tuhan Bersama Kita Semua”

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan respons singkat tetapi penuh makna setelah Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 melalui pertandingan dramatis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Indonesia membutuhkan kemenangan besar atas Bangladesh sekaligus harus menunggu hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura.

Dua pertandingan tersebut akhirnya menghasilkan drama hingga menit-menit terakhir.

Usai laga, Erick mengucapkan kalimat yang menyoroti dramatisnya perjuangan Garuda.

“Allah SWT bersama Indonesia. Tuhan bersama kita semua,” kata Erick setelah pertandingan di SUGBK.

Indonesia Sempat Terancam Gagal ke Final

Indonesia mengawali pertandingan dengan sangat meyakinkan. Garuda menutup babak pertama dengan keunggulan 6-1 atas Bangladesh.

Di saat bersamaan, Malaysia baru unggul 2-0 atas Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Situasi kemudian berubah pada babak kedua.

Indonesia kesulitan menambah gol, sementara Malaysia justru terus memperlebar keunggulan hingga akhirnya menang 6-0.

Indonesia memang sempat mencetak gol ketujuh pada menit-menit akhir.

Namun, Bangladesh segera membalas sehingga keunggulan Garuda kembali berada dalam situasi yang belum cukup untuk mengamankan posisi teratas.

Dua gol tambahan akhirnya menjadi pembeda.

Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6 sebelum Mitchell Baker kembali menjebol gawang Bangladesh pada menit ke-90+7.

Skor akhir 9-2 membuat Indonesia mengamankan posisi puncak Grup A.

Erick: Media Bisa Memahami Perasaan Masyarakat

Setelah menyampaikan pernyataan tentang Tuhan, Erick kemudian menyinggung situasi yang dirasakan masyarakat Indonesia sepanjang pertandingan.

Ia meminta publik memahami sendiri bagaimana pertandingan Indonesia-Bangladesh dan Malaysia-Singapura berkembang hampir bersamaan.

“Statemen saya itu saya kira media lebih mengerti, bagaimana perasaan bangsa Indonesia saat ini. Dan kalian mengertilah apa yang terjadi di pertandingan di sini dan di tempat lain,” ujar Erick.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Indonesia melalui situasi yang berubah cepat hingga masa akhir pertandingan.

Produktivitas Gol Jadi Penentu

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri Grup A dengan tujuh poin.

Keduanya juga memiliki selisih gol +9 berdasarkan hasil pertandingan terakhir.

Pembeda terdapat pada jumlah gol yang dicetak sepanjang fase grup.

Indonesia mengoleksi 11 gol, sedangkan Malaysia mencetak 9 gol.

Karena produktivitas tersebut, Indonesia finis di posisi teratas dan melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Baker Jadi Bintang dengan Lima Gol

Mitchell Baker menjadi pemain paling menonjol dalam kemenangan Indonesia.

Pemain tersebut mencetak lima gol ke gawang Bangladesh.

Baker mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7.

Empat gol Indonesia lainnya dicetak Rizky Ridho pada menit ke-32, Justin Hubner pada menit ke-45+1, Luke Vickery pada menit ke-90, serta Kevin Diks pada menit ke-90+6.

Sementara itu, dua gol Bangladesh masing-masing dicetak Shahriar Emon pada menit ke-36 dan Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90+1.

Kemenangan 9-2 tersebut akhirnya menjadi penutup fase grup yang penuh drama bagi Indonesia sekaligus mengantar Garuda ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026.(*)




Gila! Indonesia Bantai Bangladesh 9-2, 5 Gol Mitchell Baker Antar Garuda ke Final

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati laga penuh gol melawan Bangladesh.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026 malam WIB, skuad Garuda mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 9-2.

Sorotan terbesar tertuju kepada Mitchell Baker. Penyerang Indonesia tersebut tampil luar biasa dengan mencetak lima gol, termasuk gol penutup pada masa tambahan waktu.

Kemenangan ini sekaligus memastikan Indonesia melaju ke partai final setelah bersaing ketat dengan Malaysia di Grup A.

Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan sejak pertandingan dimulai.

Gol pembuka datang pada menit ke-11. Umpan Ole Romeny berhasil dimanfaatkan Mitchell Baker untuk membawa Indonesia unggul 1-0.

Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-20.

Serangan Indonesia yang terus menekan pertahanan Bangladesh membuat pemain belakang lawan kesulitan keluar dari tekanan.

Keunggulan Indonesia bertambah pada menit ke-32 melalui Rizky Ridho.

Bangladesh sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-36 melalui Mohammed Shahriar Emon.

Namun, gol tersebut tidak mampu menghentikan laju serangan Indonesia.

Baker kembali mencetak gol pada menit ke-37 dan 42 untuk melengkapi quattrick sebelum turun minum.

Justin Hubner kemudian menambah satu gol pada masa tambahan waktu babak pertama.

Indonesia menutup paruh pertama dengan keunggulan 6-1. Empat gol Baker menjadi pembeda utama dalam 45 menit pertama.

Bangladesh Sempat Memberi Tekanan

Memasuki babak kedua, Indonesia tidak lagi bermain dengan intensitas seperti pada paruh pertama.

Bangladesh mencoba memanfaatkan perubahan tempo tersebut untuk memberikan tekanan lebih besar. Beberapa perubahan pemain juga dilakukan kedua tim.

Indonesia kemudian melakukan penyegaran pada lini serang. Egy Maulana Vikri dan Dean James masuk untuk menambah variasi permainan.

Elkan Baggott sempat mendapatkan peluang melalui sundulan pada menit ke-76. Namun, bola masih mampu diamankan kiper Bangladesh.

Ole Romeny sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-84. Namun, gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR karena Romeny berada dalam posisi offside.

Drama Terjadi pada Injury Time

Pertandingan justru semakin menarik memasuki menit-menit akhir.

Luke Vickery mencetak gol pada menit ke-90 untuk membawa Indonesia unggul 7-1.

Bangladesh tidak menyerah. Semenit kemudian, mereka kembali mencetak gol melalui Farhaan Ali Wahid sehingga skor berubah menjadi 7-2.

Indonesia kemudian kembali menekan pada masa tambahan waktu.

Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6.

Belum selesai sampai di situ, Baker kembali muncul. Pada menit ke-90+8, ia mencetak gol kelimanya sekaligus menutup pesta Indonesia dengan skor 9-2.

Dengan demikian, Baker menyelesaikan pertandingan dengan lima gol, sementara gol Indonesia lainnya disumbangkan Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery dan Kevin Diks.

Indonesia Lolos ke Final

Kemenangan besar tersebut mengantarkan Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengumpulkan tujuh poin, tetapi produktivitas gol menjadi pembeda dalam perebutan posisi teratas Grup A.

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh membuat Indonesia memiliki keunggulan dalam jumlah gol yang dicetak.

FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri merupakan turnamen perdana yang berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026.

Indonesia menjadi tuan rumah dan memainkan seluruh pertandingan grupnya di Gelora Bung Karno.

Setelah melewati fase grup dengan pesta gol atas Bangladesh, perhatian Garuda kini beralih ke pertandingan final.

Susunan Pemain

Indonesia (3-4-3): Emil Audero; Rizky Ridho, Elkan Baggott, Justin Hubner; Kevin Diks, Joey Pelupessy, Ivar Jenner, Calvin Verdonk; Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Mitchell Baker.

Pelatih: John Herdman.

Bangladesh (4-5-1): Mehedi Hasan; Zidane Yousuf, Tariq Kazi, Zayan Ahmed, Saad Uddin; Jamal Bhuyen, Hamza Choudhury, Shuki Itofusa, Rakib Hossain, Shamit Shome; Mohammed Shahriar.

Pelatih: Thomas Dooley.