Maxim Resmi Masuk Pelepat Ilir Bungo, Warga Kini Bisa Nikmati Ojek Online hingga Layanan Antar Makanan

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Layanan transportasi online Maxim resmi memperluas jangkauannya di Provinsi Jambi dengan membuka cabang baru di Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo.

Ekspansi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses layanan transportasi berbasis aplikasi sekaligus membuka peluang penghasilan bagi masyarakat setempat.

Operasional Maxim di Pelepat Ilir ditandai dengan order pertama yang menggunakan layanan Maxim Bike.

Perjalanan perdana dilakukan dari Beton Adil Jaya Gemilang 2 di Jalan Batang Hari, Purwosari menuju Kantor Rio Purwosari di Jalan Pelepat, Purwosari.

Order pertama tersebut menjadi penanda bahwa layanan Maxim telah resmi tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Pelepat Ilir.

Head of Subdivision Maxim Pelepat Ilir, Bayu Budiarto, mengatakan wilayah Pelepat Ilir memiliki potensi yang cukup besar untuk berkembang bersama layanan transportasi online.

“Kami melihat Pelepat Ilir punya potensi yang baik untuk berkembang bersama layanan Maxim. Semoga kehadiran kami bisa memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang penghasilan bagi lebih banyak warga,” ujarnya.

Di cabang barunya ini, Maxim menghadirkan berbagai pilihan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk transportasi penumpang tersedia layanan Bike, Car dengan kapasitas hingga empat penumpang, serta Car L yang mampu mengangkut maksimal enam penumpang.

Tak hanya itu, Maxim juga menghadirkan layanan Food and Shop yang memungkinkan pengguna memesan makanan maupun kebutuhan dari toko.

Sementara untuk layanan logistik tersedia Delivery menggunakan sepeda motor dan Car Delivery untuk pengiriman barang menggunakan mobil.

Masyarakat yang ingin menggunakan layanan Maxim cukup mengunduh aplikasi melalui Play Store, App Store, Galaxy Store, AppGallery, maupun GetApps.

Khusus pengguna baru, Maxim memberikan promo menggunakan kode PELEPAT dengan bonus saldo hingga Rp200 ribu yang dapat digunakan sebagai potongan biaya perjalanan hingga 10 persen sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Selain memperluas layanan kepada pelanggan, Maxim juga membuka kesempatan bagi masyarakat Pelepat Ilir dan sekitarnya untuk bergabung sebagai mitra pengemudi.

Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi perusahaan.

Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut atau melakukan konsultasi secara langsung, kantor Maxim Pelepat Ilir berada di Jalan Batang Hari, Purwosari, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, tepat di sebelah SPBU Kuamang Kuning.(*)




Viral di Media Sosial, Benarkah Indonesia Sedang Mengalami Krisis Ojol?

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Belakangan ini banyak masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan layanan ojek online (ojol), terutama pada jam-jam tertentu.

Keluhan tersebut ramai dibicarakan di media sosial dan bahkan memunculkan istilah yang disebut sebagai “krisis ojol”.

Namun, sejumlah pengamat menilai fenomena tersebut tidak selalu berarti jumlah pengemudi ojek online berkurang secara signifikan.

Kondisi ini lebih dipengaruhi oleh perubahan pola permintaan layanan yang meningkat pada waktu tertentu, terutama selama bulan Ramadan.

Menurut Head of Driver Operations di Gojek, Bambang Adi Wirawan, pihaknya mencatat adanya lonjakan pemesanan layanan menjelang waktu berbuka puasa, khususnya di kawasan bisnis di pusat kota.

Ia menjelaskan bahwa selama periode akhir Ramadan hingga menjelang libur Hari Raya Idulfitri, pola permintaan layanan berubah dibandingkan hari-hari biasa.

Jam sibuk bahkan dimulai lebih awal, yakni sekitar pukul 15.30 WIB, dan mencapai puncaknya pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

Lonjakan permintaan tersebut membuat waktu tunggu pengguna menjadi lebih lama.

Hal ini terjadi karena banyak pelanggan memesan layanan transportasi maupun pengantaran makanan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Selain faktor permintaan yang meningkat, ketersediaan pengemudi juga memengaruhi situasi tersebut.

Menjelang libur Lebaran, sebagian mitra pengemudi memilih pulang kampung untuk merayakan hari raya bersama keluarga.

Akibatnya, jumlah driver aktif di beberapa wilayah, terutama di kota besar seperti Jakarta, menjadi lebih sedikit dibandingkan hari-hari normal.

Hal ini membuat proses pencocokan antara pengguna dan pengemudi memerlukan waktu lebih lama.

Di sisi lain, pengamat transportasi juga melihat adanya perubahan perilaku di kalangan pengemudi.

Beberapa driver kini lebih selektif dalam menerima pesanan dengan mempertimbangkan jarak penjemputan, kondisi lalu lintas, hingga potensi pendapatan dari perjalanan tersebut.

Dengan berbagai faktor tersebut, fenomena yang disebut sebagai “krisis ojol” dinilai lebih merupakan dampak dari lonjakan permintaan layanan serta berkurangnya jumlah pengemudi aktif pada periode tertentu, bukan karena layanan ojek online benar-benar mengalami kekurangan driver secara permanen.(*)