Perdana Digelar di Jambi, Minang Market Festival Hadirkan Puluhan UMKM dan Kekayaan Budaya Minangkabau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat keberagaman dan pelestarian budaya terasa kental dalam pembukaan Minang Market Festival Jambi 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Jambi.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha di Taman Banjuran Budayo, Kamis malam (4/6/2026).

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juni 2026, menjadi wadah promosi budaya, kuliner, serta produk usaha masyarakat Minangkabau yang bermukim di Kota Jambi maupun daerah sekitarnya.

Sebanyak 43 tenant UMKM ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas Minangkabau hingga aneka produk kreatif yang menarik perhatian pengunjung.

Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan suguhan beragam kesenian tradisional Minangkabau.

Tari Pasambahan sebagai simbol penghormatan kepada tamu menjadi pembuka acara, disusul penampilan tambua, silek tuo, dan tari piring yang memukau para tamu undangan serta masyarakat yang hadir.

Wali Kota Jambi Maulana mengapresiasi semangat masyarakat Minang yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Kota Jambi merupakan aset berharga yang harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas daerah.

“Taman Banjuran Budayo memang dipersiapkan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkegiatan, berkesenian, dan melestarikan budaya.

Pemerintah Kota Jambi mendukung seluruh kegiatan positif tanpa membedakan latar belakang suku maupun budaya,” ujar Maulana.

Ia menilai masyarakat Minangkabau memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan Kota Jambi, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya.

Berbagai nilai budaya yang ditampilkan dalam festival tersebut, lanjutnya, menjadi bukti kekayaan tradisi Minangkabau yang masih terjaga hingga saat ini.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Minang Market Festival juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui keterlibatan puluhan pelaku UMKM.

Beragam kuliner khas seperti sate, pical, gulai, hingga makanan tradisional lainnya menjadi daya tarik utama yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Kehadiran puluhan pelaku UMKM memberikan peluang besar bagi pertumbuhan usaha lokal dan ekonomi kreatif di Kota Jambi,” katanya.

Maulana juga menyebut festival tersebut menjadi momentum penting bagi para perantau Minang yang tinggal di Kota Jambi untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi.

Menurutnya, keberadaan masyarakat Minangkabau sebagai salah satu komunitas terbesar di Kota Jambi menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga harmoni dan kebersamaan antarwarga.

Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menghadirkan berbagai ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya, ekonomi kreatif, dan pengembangan UMKM.

Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah kawasan ruang publik baru seluas sekitar 9 hektare di wilayah Danau Selincah-Kajang Lako.

Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi jogging track, taman, jembatan ikonik, hingga berbagai fasilitas wisata air yang diharapkan menjadi destinasi baru bagi masyarakat.

Ia berharap Minang Market Festival dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata Kota Jambi.

“Kita harus menjaga persatuan, harmoni, dan kebersamaan di tengah keberagaman yang ada. Festival seperti ini menjadi contoh bagaimana budaya dapat menjadi perekat masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah,” tutup Maulana.

Festival tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Jambi, tokoh masyarakat Minangkabau, pelaku UMKM, organisasi kedaerahan, ninik mamak, bundo kanduang, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara.(*)




Ratusan Lansia Jambi Terima Bantuan, Dinsos Dorong Kota Ramah Lansia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Sosial Kota Jambi menjadi motor utama dalam pelaksanaan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis 4 Juni 2026.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kota Jambi menyalurkan bantuan alat bantu jalan bagi lansia serta menggelar Nonton Bareng (Nobar) bertajuk “Lansia Bahagia” yang diikuti para lanjut usia dari berbagai wilayah di Kota Jambi.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Sosial bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, sekaligus bentuk dukungan terhadap gerakan “Semua Cinta Lansia” dari Konsulat Jenderal India.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya nyata pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan lansia di Kota Jambi.

Menurutnya, kegiatan Nobar Lansia Bahagia dirancang sebagai ruang interaksi sosial yang aman dan menyenangkan, sehingga para lansia tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga manfaat psikologis dan sosial.

“Kegiatan ini kami rancang bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai ruang interaksi sosial yang dapat meningkatkan kebahagiaan, kesehatan mental, serta memperkuat hubungan sosial para lansia,” ujar Yunita.

Ia menegaskan bahwa Dinas Sosial Kota Jambi terus berkomitmen menghadirkan layanan yang berpihak kepada kelompok rentan, termasuk lansia, melalui berbagai program berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2026, Dinas Sosial Kota Jambi telah menyalurkan sebanyak 71 bantuan alat bantu jalan berupa kursi roda dan tongkat melalui kerja sama dengan Sentra Alyatama Jambi.

Selain itu, melalui dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga Mei 2026 telah disalurkan bantuan kepada 79 lansia penerima manfaat di Kota Jambi.

Dinsos juga mencatat bahwa sekitar 6.080 lansia di Kota Jambi telah terdata dalam Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai penerima bantuan sosial.

Yunita menjelaskan bahwa seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun Kota Jambi yang inklusif, ramah lansia, dan berkeadilan sosial.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kota Jambi atas peran aktifnya dalam memastikan layanan sosial bagi lansia berjalan dengan baik.

Menurut Maulana, program Lansia Bahagia menjadi salah satu prioritas dalam 11 program unggulan Kota Jambi Bahagia yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

“Pemerintah ingin memastikan para lansia hidup sehat, mandiri, dan bermartabat serta tetap memiliki ruang untuk bersosialisasi di tengah masyarakat,” ujar Maulana.

Melalui peringatan HLUN 2026 ini, Dinas Sosial Kota Jambi kembali menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam pelayanan sosial, khususnya dalam mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan para lansia di Kota Jambi.(*)




Maulana Pastikan Lansia di Kota Jambi Hidup Bahagia, Pemkot Salurkan Ratusan Bantuan Alat Jalan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kota yang ramah lansia melalui berbagai program nyata yang berkelanjutan.

Hal itu kembali ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (4/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Jambi menggelar penyerahan simbolis alat bantu jalan bagi lansia serta kegiatan Nonton Bareng (Nobar) bertajuk “Lansia Bahagia” yang diikuti puluhan peserta lanjut usia.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Sosial Kota Jambi bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan “Semua Cinta Lansia” dari Konsulat Jenderal India.

Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kelompok lanjut usia agar tetap mendapatkan ruang sosial yang layak dan bermartabat.

Menurutnya, program “Lansia Bahagia” menjadi salah satu prioritas dalam 11 program unggulan Kota Jambi Bahagia yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk para lansia.

“Program ini kita hadirkan agar para lansia tetap bisa bersilaturahmi, merasa dihargai, dan memiliki ruang untuk tetap aktif di tengah masyarakat. Pemerintah ingin memastikan lansia di Kota Jambi hidup sehat, mandiri, dan bermartabat,” ujar Maulana.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Jambi terus memperkuat layanan bagi lansia, mulai dari bantuan alat bantu jalan, layanan kesehatan gratis, layanan kunjungan rumah, hingga kegiatan sosial seperti senam lansia dan rehabilitasi sosial.

Selain itu, Pemkot Jambi juga telah mengembangkan program Sekolah Lansia sebagai wadah pemberdayaan agar para lansia tetap aktif dan produktif di usia senja.

“Melalui berbagai program ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi lansia yang merasa sendiri atau terlantar. Lansia harus tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga mengapresiasi seluruh lansia yang hadir dan ikut meramaikan kegiatan.

Ia menilai kehadiran para lansia menjadi energi positif bagi pembangunan Kota Jambi.

“Usia hanyalah angka. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap memberi makna, berbagi pengalaman, dan menjadi teladan bagi generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menjelaskan bahwa kegiatan Nobar Lansia Bahagia dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana interaksi sosial yang dapat meningkatkan kesehatan mental dan emosional para lansia.

Menurutnya, kegiatan ini juga memiliki dampak sosial yang luas karena menciptakan ruang kebersamaan yang aman, murah, dan menyenangkan bagi para peserta.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Sosial Kota Jambi mencatat bahwa sepanjang tahun 2026 telah disalurkan sebanyak 71 bantuan alat bantu jalan melalui kerja sama dengan Sentra Alyatama Jambi, berupa kursi roda dan tongkat.

Selain itu, melalui dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga bulan Mei 2026 telah tersalurkan bantuan kepada 79 penerima manfaat lansia di Kota Jambi.

Data Program Keluarga Harapan (PKH) juga menunjukkan bahwa sekitar 6.080 lansia di Kota Jambi telah terdata sebagai penerima manfaat bantuan sosial.

Melalui peringatan HLUN 2026 ini, Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kota yang inklusif, humanis, dan berpihak kepada seluruh kelompok masyarakat, termasuk para lanjut usia.(*)




Pemkot Jambi Ubah Jam Kerja ASN, Masuk Jadi 07.30 WIB Mulai Juni 2026! Ini Tujuannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi melakukan penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jambi.

Kebijakan ini mulai berlaku pada Juni 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus memperkuat keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.

Perubahan jam kerja tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Jambi tentang pergeseran jam masuk kerja yang kini dimulai lebih fleksibel, dari sebelumnya pukul 07.15 WIB menjadi 07.30 WIB.

Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya menyangkut efisiensi kerja, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan keluarga para ASN.

Menurutnya, kebiasaan sederhana di pagi hari bersama keluarga seperti sarapan bersama, mengantar anak ke sekolah, hingga membangun komunikasi keluarga, dinilai penting dalam membentuk keharmonisan rumah tangga.

“Kebijakan ini bertujuan agar ASN bisa lebih dekat dengan keluarga, terutama anak-anak. Hal-hal sederhana di pagi hari seperti sarapan dan mengantar sekolah bisa memperkuat hubungan dalam keluarga,” ujar Maulana, Senin 1 Juni 2026, usai memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila.

Ia juga menyebut bahwa kebijakan ini lahir dari perhatian terhadap fenomena sosial yang terjadi di lingkungan keluarga, termasuk kurangnya keterlibatan orang tua dalam pembentukan karakter anak.

Maulana menegaskan bahwa banyak kasus menunjukkan bahwa kesibukan orang tua, termasuk ASN, dapat berdampak pada kondisi psikologis dan perkembangan anak.

“Banyak kasus menunjukkan orang tua sukses secara karier, tetapi kurang dalam pendampingan anak. Karena itu kami ingin mendorong peran keluarga menjadi lebih kuat,” katanya.

Selain aspek sosial, penyesuaian jam kerja ini juga mempertimbangkan kondisi lalu lintas di Kota Jambi. Kebijakan tersebut telah mendapat persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dengan perubahan jam masuk kerja, diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas pada jam sibuk serta menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

“Ini juga untuk mengurangi kemacetan di pagi hari dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.

Dalam implementasinya, ASN Pemkot Jambi tetap diwajibkan memenuhi jam kerja sesuai ketentuan, yakni 37 jam 30 menit per minggu.

Jam pulang kerja juga telah ditetapkan, yaitu pukul 16.30 WIB pada hari Senin hingga Kamis, serta pukul 11.00 WIB pada hari Jumat.

Selain itu, Maulana juga menyampaikan bahwa ASN akan diminta mendokumentasikan aktivitas pagi hari sebelum berangkat kerja sebagai bagian dari sistem penilaian kinerja elektronik (e-Kinerja).

Dokumentasi tersebut mencakup aktivitas bersama keluarga di pagi hari, sementara bagi ASN yang belum berkeluarga dapat mengisi dengan aktivitas positif lainnya seperti olahraga.

Menurutnya, kebijakan ini diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih sehat, disiplin, dan tetap humanis di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.(*)




Walikota Maulana Harap ‘Kampung Bahagia’ Kembalikan Nilai Musyawarah di Masyarakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa program prioritas “Kampung Bahagia” menjadi salah satu bentuk nyata implementasi nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat, khususnya dalam memperkuat kembali semangat gotong royong, musyawarah, dan kepedulian sosial.

Hal tersebut disampaikan Maulana saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 yang berlangsung di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi, Senin (1/6/2026).

Upacara berjalan khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Menurut Maulana, program Kampung Bahagia diharapkan mampu menjadi ruang penguatan nilai kebersamaan yang mulai mengalami penurunan di tengah kehidupan masyarakat modern.

“Dengan hadirnya Kampung Bahagia, semangat gotong royong dan musyawarah yang mungkin mulai terkikis di masyarakat bisa kembali dibangkitkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program tersebut juga sejalan dengan amanat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar sebagai konsep, tetapi sebagai praktik nyata di masyarakat.

Maulana juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita terus menjaga dan menggelorakan semangat Pancasila agar tetap hidup di tengah masyarakat. Pancasila adalah fondasi dan perekat bangsa yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Jambi hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang solid, kolaborasi, serta kinerja nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Daerah ini adalah warisan para pendahulu yang harus kita isi dengan kerja nyata, pelayanan terbaik, serta pembangunan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, Maulana memberikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara dan peserta yang telah berperan aktif sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan tertib.

Dalam upacara tersebut juga dibacakan amanat Kepala BPIP RI bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Amanat itu menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika global.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Jambi turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekda Kota Jambi, kepala OPD, ASN, organisasi masyarakat, serta pelajar dari berbagai sekolah.(*)




Iduladha 2026, Pemkot Jambi Potong 16 Sapi Kurban di Kantor Wali Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi melakukan berbagai persiapan dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Selain pelaksanaan Salat Iduladha, Pemkot Jambi juga menyiapkan ratusan hewan kurban yang akan didistribusikan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini dijadwalkan berlangsung di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi.

“Insyaallah Pemerintah Kota Jambi akan melaksanakan Salat Iduladha di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan khidmat,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan, tahun ini Pemkot Jambi menyiapkan total 185 hewan kurban yang terdiri dari 157 ekor sapi, 3 ekor kerbau dan 25 ekor kambing.

Menurutnya, seluruh hewan kurban tersebut telah mulai didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah Kota Jambi.

“Alhamdulillah tahun ini Pemerintah Kota Jambi menyiapkan 185 hewan kurban yang terdiri dari sapi, kerbau dan kambing untuk masyarakat,” katanya.

Selain pendistribusian ke masyarakat, khusus di lingkungan Kantor Wali Kota Jambi juga akan dilakukan pemotongan 16 ekor sapi kurban.

Hewan kurban tersebut berasal dari Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

“Di Kantor Wali Kota Jambi akan dipotong 16 ekor sapi kurban yang berasal dari saya, Wakil Wali Kota dan beberapa kepala OPD,” tambah Maulana.

Untuk mendukung pendistribusian daging kurban, Pemkot Jambi juga menyiapkan sebanyak 1.645 kupon pembagian daging kurban.

Daging kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada tenaga harian lepas (PHL), cleaning service, petugas keamanan serta masyarakat yang membutuhkan.

“Kupon yang disiapkan sebanyak 1.645 lembar untuk pembagian daging kurban kepada PHL, cleaning service, security dan masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Melalui program kurban tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus terjaga dalam momentum Hari Raya Iduladha 2026.(*)




Batik Jambi Tampil Memukau di Fashion Show HUT Kota Jambi 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi menggelar Fashion Show Batik Jambi dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Jambi dan HUT Kota Jambi Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menampilkan berbagai kreasi busana dengan motif khas Batik Jambi yang dipadukan sentuhan modern dan elegan.

Penampilan para peserta di atas catwalk sukses menarik perhatian masyarakat dan tamu undangan yang hadir.

Beragam corak dan desain batik khas daerah tampil memukau, memperlihatkan bahwa Batik Jambi mampu mengikuti perkembangan tren fashion tanpa meninggalkan nilai budaya dan identitas lokal.

Suasana semakin semarak saat sesi eksebisi Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota Jambi bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota Jambi turut tampil mengenakan busana batik khas Jambi dengan berbagai motif unik dan menarik.

Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk terus membudayakan penggunaan Batik Jambi di tengah masyarakat.

“Melalui fashion show ini kami ingin Batik Jambi semakin dikenal dan dicintai masyarakat. Kreativitas yang ditampilkan para peserta menunjukkan bahwa batik bisa tetap modern tanpa meninggalkan nilai tradisinya,” ujar Nella Ervina.

Ia menegaskan, Disperindag Kota Jambi akan terus mendukung pengrajin dan pelaku UMKM batik agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa Batik Jambi kini semakin dikenal luas dan memiliki tempat tersendiri di dunia fashion.

“Batik Jambi saat ini sudah mendunia. Karena itu kita harus terus menjaga, melestarikan, sekaligus bangga menggunakan produk khas daerah sendiri,” kata Maulana.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai produk lokal, khususnya batik khas Jambi yang kini memiliki motif semakin beragam dan inovatif.

Menurutnya, penggunaan Batik Jambi oleh pejabat pemerintah hingga berbagai kalangan masyarakat akan memberikan dampak positif bagi perkembangan industri batik daerah dan para pengrajinnya.

“Kita ingin Batik Jambi semakin eksklusif dan semakin dikenal luas. Ini juga bentuk dukungan terhadap para pengrajin lokal agar terus berkembang,” ujarnya.

Fashion Show Batik Jambi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kota Jambi Tahun 2026 sekaligus momentum memperkuat promosi budaya dan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.(*)




Perkuat Pendidikan Seksual Sehat di Sekolah, Pemkot Jambi Gandeng Karunia Global School!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  — Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat upaya perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Salah satunya melalui kerja sama dengan Karunia Global School (KGS) dalam program pendidikan seksual sehat dan ramah anak bagi tenaga pendidik di Kota Jambi.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Jambi, Yayasan Bina Tuna Sejahtera, Dinas Pendidikan Kota Jambi dan Karunia Global School.

Program ini difokuskan pada pelatihan bagi guru PAUD, SD hingga SMP sebagai langkah pencegahan kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan sekolah.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai perlindungan anak sekaligus pendidikan kesehatan reproduksi yang aman dan sesuai usia.

“Kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap siswa serta memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang aman dan nyaman di lingkungan sekolah,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan, Karunia Global School selama ini telah menerapkan program pendidikan seksual sehat dengan modul pembelajaran yang dinilai sesuai standar perlindungan anak.

Menurutnya, pengalaman dan sistem pembelajaran yang sudah berjalan di KGS akan dikembangkan ke sekolah-sekolah lain di Kota Jambi agar tenaga pendidik memiliki pemahaman yang sama terkait pendidikan reproduksi dan perlindungan anak.

“Di KGS program ini sudah berjalan dengan baik. Karena itu kami ingin ilmu dan pelatihannya dapat diterapkan lebih luas di seluruh sekolah Kota Jambi,” katanya.

Pelatihan nantinya dilakukan secara bertahap untuk guru-guru PAUD, SD dan SMP baik negeri maupun swasta.

Fokus utamanya yakni memberikan pemahaman kepada pendidik tentang cara mengenalkan pendidikan seksual sehat sesuai usia anak sekaligus mencegah kekerasan seksual di lingkungan sekolah.

“Kami ingin seluruh guru memiliki pemahaman yang sama tentang bagaimana menjaga anak-anak dari potensi kekerasan seksual melalui edukasi yang tepat,” tambah Maulana.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Tuna Sejahtera, Yudi Limarti, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh program Pemerintah Kota Jambi tersebut.

Ia menilai pendidikan seksual sehat sejak dini sangat penting untuk membangun perlindungan anak yang lebih baik di lingkungan pendidikan.

“Kami bersyukur dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi. Pendidikan seksual sehat memang perlu diterapkan sejak dini agar perlindungan terhadap anak semakin optimal,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, Karunia Global School sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi terkait pendidikan seksual sehat serta perlindungan anak dari lembaga foundation yang berkompeten di bidang tersebut.

Pengalaman itu, lanjutnya, diharapkan dapat dibagikan kepada sekolah-sekolah lain di Kota Jambi sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan ramah anak.

Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap pencegahan kekerasan seksual terhadap anak dapat semakin diperkuat dengan melibatkan guru sebagai garda terdepan perlindungan anak di lingkungan sekolah.(*)




Disnaker Kota Jambi Sebut Ribuan Pekerja Rentan Sudah Diverifikasi Terima BPJS Gratis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disnakerkop UKM) Kota Jambi terus memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja informal melalui program fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi pekerja rentan pada tahun 2026.

Program tersebut resmi diluncurkan dalam agenda Launching Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) Pekerja Rentan Kota Jambi yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (25/5/2026).

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Jambi, Liana Andriani, mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat pekerja sektor informal yang selama ini rentan terhadap risiko kerja.

Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan terbaru terdapat 13.085 pekerja rentan di Kota Jambi yang membutuhkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Untuk tahun 2026, Pemkot Jambi memfasilitasi sebanyak 3.500 peserta melalui APBD ditambah 496 peserta dari pokok pikiran DPRD Kota Jambi, sehingga total penerima manfaat mencapai 3.996 pekerja rentan,” ujar Liana.

Ia menjelaskan seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi data agar program tepat sasaran.

Adapun pekerja yang masuk kategori penerima meliputi buruh harian lepas, pelaku UMKM, pengemudi ojek online, ojek pangkalan, operator pengangkutan sampah berbasis masyarakat (OPBM), marbot masjid hingga penjaga rumah ibadah.

“Semua peserta yang menerima bantuan sudah diverifikasi secara resmi sehingga program ini benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan perlindungan kerja,” katanya.

Program ini juga menjadi bagian dari prioritas Pemerintah Kota Jambi melalui Kartu Bahagia yang bertujuan memberikan rasa aman kepada pekerja informal saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan seluruh biaya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.

“Nanti semuanya dicover pemerintah. Kalau terjadi kecelakaan kerja, pengobatan dijamin sampai sembuh. Jika peserta meninggal dunia, ahli waris menerima santunan Rp42 juta,” ujar Maulana.

Ia menilai program tersebut bukan hanya bentuk perlindungan sosial, tetapi juga langkah mencegah munculnya kemiskinan baru akibat risiko kerja yang dialami kepala keluarga.

Menurut Maulana, cakupan penerima manfaat tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Pada tahap awal program hanya menyasar guru ngaji dan pegawai harian lepas, namun kini diperluas hingga marbot masjid dan operator OPBM di lingkungan RT.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, turut mengapresiasi langkah Disnaker dan Pemkot Jambi dalam menghadirkan perlindungan sosial bagi pekerja rentan.

“Program ini sangat bermanfaat karena menyentuh langsung masyarakat kecil yang selama ini menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, pada tahun 2025, Pemerintah Kota Jambi juga telah memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan gratis kepada sekitar 3.000 pekerja rentan di berbagai sektor informal.(*)




Pemkot Jambi Gratiskan BPJS Ketenagakerjaan untuk 3.996 Pekerja Rentan, Ahli Waris Dapat Santunan Rp42 Juta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menggulirkan program perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja informal.

Sebanyak 3.996 pekerja rentan resmi mendapatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan gratis yang dibiayai penuh oleh pemerintah daerah pada tahun 2026.

Program tersebut diluncurkan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi dalam agenda launching Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi Pekerja Rentan Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Senin (25/5/2026).

Program ini menjadi bagian dari kebijakan prioritas Kartu Bahagia yang difokuskan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja informal, mulai dari buruh harian lepas, pelaku UMKM, pengemudi ojek pangkalan, ojek online, hingga operator pengangkutan sampah berbasis masyarakat.

Dalam sambutannya, Maulana menegaskan seluruh biaya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ditanggung pemerintah daerah sehingga masyarakat tidak perlu lagi memikirkan iuran bulanan.

“Kalau terjadi kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan dijamin sampai sembuh. Kemudian apabila peserta meninggal dunia, ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp42 juta,” ujar Maulana.

Menurutnya, perlindungan sosial bagi pekerja rentan sangat penting karena kelompok tersebut memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan roda ekonomi daerah, namun masih minim perlindungan kerja.

Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat tahun ini meningkat dibanding program sebelumnya.

Jika pada tahap awal hanya menyasar guru ngaji dan pegawai harian lepas, kini cakupan diperluas hingga marbot masjid, penjaga rumah ibadah, serta operator OPBM di lingkungan RT.

“Pemerintah ingin memastikan pekerja rentan memiliki rasa aman saat bekerja. Jangan sampai ketika terjadi musibah justru memunculkan kemiskinan baru bagi keluarganya,” katanya.

Saat ini, kata Maulana, sekitar 11 ribu warga Kota Jambi telah mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui berbagai program bantuan pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly memberikan apresiasi terhadap langkah Pemkot Jambi yang dinilai konsisten menghadirkan program perlindungan sosial bagi masyarakat kecil.

Menurutnya, pekerja informal selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah sehingga sudah seharusnya memperoleh perhatian dan jaminan perlindungan kerja.

“Atas nama DPRD Kota Jambi, kami mengapresiasi program ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, khususnya pekerja rentan,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Jambi, Liana Andriani, menjelaskan berdasarkan hasil pendataan terdapat lebih dari 13 ribu pekerja rentan di Kota Jambi yang membutuhkan perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Pada tahun 2026, Pemkot Jambi memfasilitasi 3.500 peserta melalui APBD ditambah 496 peserta dari dana aspirasi DPRD Kota Jambi sehingga total penerima mencapai 3.996 pekerja rentan.

Seluruh peserta yang menerima bantuan, lanjutnya, telah melalui proses verifikasi data resmi sehingga bantuan tepat sasaran.

Sebelumnya, pada tahun 2025, Pemerintah Kota Jambi juga telah memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan gratis kepada 3.000 pekerja rentan pada awal masa kepemimpinan Maulana-Diza.(*)