Walikota Maulana Akui Peran Besar Wartawan dalam Membangun Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa keberadaan wartawan dan insan pers memiliki kontribusi besar.

Khususnya, dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk melalui kritik yang bersifat membangun demi kemajuan daerah.

Hal itu disampaikan Maulana saat menjamu makan malam Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, bersama rombongan tim penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Mandiri PWI Kota Jambi Tahun 2026, Selasa malam (19/5/2026).

Dalam suasana penuh keakraban tersebut, Maulana mengaku Pemerintah Kota Jambi selama ini sangat merasakan manfaat dari peran media dan jurnalis dalam menyebarluaskan berbagai program pembangunan kepada masyarakat.

Menurutnya, wartawan bukan hanya sekadar penyampai informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan edukasi sekaligus kontrol sosial yang positif.

“Kami merasakan betul kontribusi wartawan maupun jurnalis di Kota Jambi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, termasuk membantu menyampaikan program-program pemerintah. Bahkan kritik yang diberikan juga menjadi masukan yang konstruktif bagi pemerintah daerah,” ujar Maulana.

Ia menambahkan, pers memiliki posisi penting di tengah masyarakat karena mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.

Karena itu, Maulana berharap hubungan baik antara Pemerintah Kota Jambi dan insan pers dapat terus terjalin dengan harmonis serta saling mendukung demi pembangunan daerah yang lebih baik.

“Harapan kami sinergi dan silaturahmi ini terus terbangun dengan baik ke depannya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Wali Kota Jambi kepada rombongan PWI Pusat dan tim penguji UKW Mandiri PWI Kota Jambi 2026.

Menurut Akhmad Munir, hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan pers menjadi modal penting dalam menciptakan iklim informasi yang sehat serta bermanfaat bagi masyarakat.

“Pers dan pemerintah harus terus bersinergi. Pers juga memiliki fungsi kontrol sosial melalui kritik, namun tentu kritik yang disampaikan harus bersifat konstruktif,” katanya.

Jamuan makan malam tersebut berlangsung hangat dan penuh nuansa silaturahmi antara Pemerintah Kota Jambi dengan jajaran PWI Pusat serta insan pers yang hadir di Kota Jambi.(*)




Wali Kota Jambi Maulana Jamu Ketum PWI Pusat, Bahas Peran Strategis Pers untuk Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menggelar jamuan makan malam bersama Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, serta rombongan tim penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Mandiri PWI Kota Jambi Tahun 2026, Selasa malam (19/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Jambi dengan insan pers nasional maupun daerah yang hadir dalam pelaksanaan UKW Mandiri di Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan apresiasi atas kedatangan Ketua Umum PWI Pusat beserta tim penguji UKW ke Kota Jambi.

Ia menilai wartawan memiliki posisi penting sebagai penyampai informasi sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut Maulana, keberadaan media dan jurnalis selama ini memberikan kontribusi besar dalam mendukung penyebaran informasi pembangunan daerah kepada masyarakat secara luas.

“Pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat. Bahkan kritik yang diberikan juga menjadi bahan evaluasi dan masukan yang sangat konstruktif,” ujar Maulana.

Ia juga berharap hubungan baik antara pemerintah daerah dan insan pers dapat terus terjalin demi mendukung kemajuan Kota Jambi ke depan.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Jambi kepada rombongan PWI Pusat dan tim penguji UKW.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pers menjadi faktor penting dalam menciptakan pembangunan daerah yang sehat dan transparan.

“Kehadiran pers harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Pers juga memiliki fungsi kontrol sosial, namun kritik yang disampaikan harus tetap konstruktif dan bertanggung jawab,” kata Akhmad Munir.

Ia menambahkan, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan media diharapkan mampu menciptakan iklim informasi yang positif sekaligus edukatif bagi masyarakat Kota Jambi.(*)




Wali Kota Jambi Dorong Anak Muda Angkat Budaya Melayu Lewat Platform Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Malam Grand Final Pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat budaya di Maulidia Convention Center, Selasa malam (12/5/2026).

Ajang tahunan tersebut menjadi puncak seleksi generasi muda terbaik Kota Jambi yang telah melalui berbagai tahapan ketat sejak April lalu.

Wali Kota Jambi Maulana bersama Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah, serta Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dan Ketua GOW Kota Jambi Marsya Listya hadir langsung menyaksikan seluruh rangkaian acara hingga proses penobatan pemenang.

Mengusung tema “Legacy Makers of Culture, Definers of The Future”, ajang tahun ini menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai pelestari budaya lokal sekaligus penentu masa depan daerah.

Sebanyak 11 pasang finalis terbaik tampil menunjukkan kemampuan mereka, mulai dari public speaking, wawasan budaya, hingga kemampuan promosi pariwisata dan karakter kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan ajang Bujang Gadis bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan wadah lahirnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki identitas budaya kuat.

“Malam ini kita bangga melihat anak-anak muda Jambi tampil percaya diri, mampu berbicara di depan publik, dan memperkenalkan budaya daerah melalui busana khas Jambi,” ujar Maulana.

Ia menegaskan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan budaya Melayu Jambi kepada masyarakat luas, terutama melalui narasi modern dan platform digital.

Menurutnya, kejayaan budaya masa lalu harus terus diangkat agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter asli Melayu Jambi.

“Budaya dan sejarah Jambi harus dikemas secara modern melalui media sosial dan platform digital agar lebih dikenal generasi sekarang maupun masyarakat luar,” katanya.

Maulana juga menyebut Kota Jambi tahun ini akan menjadi tuan rumah berbagai event nasional.

Karena itu, peran Bujang dan Gadis Kota Jambi dinilai sangat strategis sebagai duta daerah yang mampu memperkenalkan budaya, pariwisata, serta keramahan masyarakat Jambi kepada para tamu.

“Bujang Gadis harus menjadi teladan generasi muda, bukan hanya berpenampilan menarik tetapi juga memiliki intelektual, karakter, dan wawasan luas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jambi Mariani Yanti menjelaskan, ajang tersebut menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam bidang komunikasi, budaya, kreativitas, hingga kepedulian sosial.

Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mendaftar tahun ini mencapai 102 orang yang terdiri dari 47 peserta bujang dan 55 peserta gadis dari seluruh kecamatan di Kota Jambi.

Sebelum tampil di malam final, para peserta terlebih dahulu mengikuti berbagai pembekalan seperti pengembangan kepribadian, public speaking, ekonomi kreatif, promosi wisata, hingga pengembangan destinasi pariwisata.

“Kami berharap mereka menjadi representasi generasi muda Kota Jambi yang cerdas, inovatif, kreatif, dan berkarakter,” ujar Mariani.

Pada malam puncak grand final tersebut, dewan juri akhirnya menetapkan M Yusril Rhaka Reswara asal Kecamatan Jambi Selatan dan Enjelita Dea Nova asal Kecamatan Danau Sipin sebagai Bujang dan Gadis Kota Jambi Tahun 2026.

Ajang grand final ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Jambi, Sekretaris Daerah Kota Jambi, jajaran OPD, instansi vertikal, serta tamu undangan lainnya.(*)




Maulana Dorong Creative Financing, Pemkot Jambi Cari Dana Pembangunan dari Pusat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat strategi pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan RI, Kamis (23/04/2026).

Dalam agenda tersebut, Maulana didampingi Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah, serta jajaran Pemkot seperti Asisten Administrasi Umum dan Kepala BPKAD Kota Jambi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Maulana–Diza untuk memperluas sumber pendanaan pembangunan di luar APBD.

Maulana menegaskan bahwa saat ini pemerintah daerah tidak bisa hanya bergantung pada APBD, melainkan perlu mencari skema pembiayaan alternatif melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Ia menyebut konsep tersebut sebagai creative financing, yaitu pendekatan pembiayaan inovatif yang melibatkan sumber dana non-APBD maupun non-APBN secara langsung.

“Ini adalah bentuk pembiayaan kreatif untuk mendukung pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBD,” ujar Maulana.

Menurutnya, skema ini menjadi solusi realistis di tengah keterbatasan fiskal daerah, namun tetap mampu mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Jambi turut memaparkan sejumlah program prioritas, di antaranya pengembangan sektor pariwisata, sistem perparkiran, hingga peningkatan layanan air bersih melalui PDAM.

Maulana menyebutkan bahwa seluruh program tersebut mendapat respons positif dari pihak Kementerian Keuangan.

“Alhamdulillah, semuanya mendapat respon yang baik,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Jambi akan menyiapkan sejumlah proposal proyek yang akan diajukan dalam skema pembiayaan kreatif tersebut.

Proposal ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pendanaan pusat untuk mendukung percepatan pembangunan di Kota Jambi.

Langkah ini menegaskan komitmen Maulana dalam menghadirkan pembangunan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan pembiayaan kreatif, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat mempercepat realisasi pembangunan sekaligus mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia di tengah keterbatasan anggaran daerah.(*)




Gerakan Nasional Indonesia Asri Dimulai di Danau Sipin, Ini Pesan Menteri LH

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, memimpin langsung apel dan aksi gotong royong dalam rangka Gerakan Nasional Indonesia Asri di kawasan Rest Area Danau Sipin, Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen nasional dalam menjaga kebersihan lingkungan yang berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi budaya sehari-hari di masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, serta jajaran Forkopimda dan OPD Pemerintah Kota Jambi.

Dalam arahannya, Menteri Hanif menegaskan bahwa gerakan kebersihan harus dilakukan secara konsisten di seluruh daerah.

“Gerakan ini harus rutin dilakukan. Kami minta kepala daerah menggelar aksi seperti ini minimal sekali dalam seminggu,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi, enam daerah telah menghentikan praktik open dumping, sementara lima daerah lainnya ditargetkan segera menyusul.

Selain itu, pemerintah pusat terus mendorong program waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi masuk dalam proyek prioritas nasional sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

Menteri LH juga menekankan pentingnya perubahan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan membiasakan aksi bersih lingkungan sebelum memulai aktivitas kerja.

“ASN sebaiknya memulai hari dengan membersihkan lingkungan sekitar. Ini bagian dari membangun budaya hidup bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa Pemkot Jambi tengah memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Program ini akan melibatkan sekitar 250 ribu rumah tangga di Kota Jambi, dengan sistem pengangkutan sampah dari rumah ke depo sebelum dipilah ke tempat pengolahan akhir.

“Kami ingin sampah tidak lagi dibuang sembarangan. Semua harus dikelola dari sumbernya,” kata Maulana.

Ia juga menyebut beberapa wilayah sudah menunjukkan hasil positif, termasuk Kecamatan Pelayangan yang kini bebas dari TPS liar.

Program OPBM sendiri direncanakan diluncurkan pada 2 Juni 2026 bertepatan dengan HUT Kota Jambi.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan ini. Ia menilai program tersebut sebagai solusi nyata terhadap persoalan sampah perkotaan.

“Ini langkah konkret. Ke depan sampah bukan hanya dikelola, tetapi juga bisa menjadi energi listrik yang bermanfaat,” ujarnya.

Kegiatan di Danau Sipin ditutup dengan aksi gotong royong membersihkan kawasan wisata tersebut.

Aksi ini menjadi simbol sinergi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi tersebut, Kota Jambi diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern dan bernilai ekonomi.(*)




Ini Daftar ASN yang Tidak Boleh WFH di Kota Jambi, Tetap Wajib Ngantor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tidak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Jambi bisa menikmati kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat.

Pemerintah Kota Jambi menegaskan sejumlah sektor layanan publik dan pejabat tertentu tetap wajib bekerja dari kantor (WFO).

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 06 Tahun 2026 yang ditandatangani Wali Kota Jambi, Maulana, sebagai bagian dari transformasi budaya kerja ASN.

Dalam aturan tersebut, unit kerja yang dikecualikan dari WFH antara lain layanan kesehatan.

Seperti rumah sakit dan puskesmas, sektor pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP, layanan administrasi kependudukan, perizinan, hingga unit kebersihan dan persampahan.

Selain itu, layanan ketertiban umum, penanggulangan bencana, serta unit yang berkaitan dengan pendapatan daerah juga tetap beroperasi penuh di kantor demi menjaga pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Tidak hanya itu, sejumlah pejabat struktural juga tidak diperbolehkan WFH, seperti pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator (Eselon III), camat, dan lurah.

Sementara itu, ASN di luar kategori tersebut dapat menjalankan pola kerja fleksibel dengan skema WFH satu hari dalam seminggu, yakni setiap Jumat.

Kebijakan ini diterapkan untuk mendorong efisiensi anggaran sekaligus mempercepat digitalisasi birokrasi.

Pemkot Jambi juga menginstruksikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengatur pembagian kerja WFH dan WFO secara proporsional.

Selain pengaturan kerja, Pemkot Jambi turut memangkas aktivitas perjalanan dinas hingga 50 persen untuk dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri.

Penggunaan kendaraan dinas juga dibatasi maksimal 50 persen, serta dianjurkan beralih ke transportasi ramah lingkungan.

Seluruh aktivitas pemerintahan seperti rapat dan bimbingan teknis pun diarahkan menggunakan sistem hybrid atau daring untuk mendukung efisiensi.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap tercipta sistem kerja ASN yang lebih fleksibel namun tetap produktif, tanpa mengganggu kualitas pelayanan kepada masyarakat.(*)




Pemkot Jambi Terapkan WFH Setiap Jumat, Ini Tujuan dan Aturannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi memberlakukan kebijakan kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skema work from home (WFH) setiap hari Jumat.

Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi budaya kerja birokrasi yang lebih modern, efisien, dan berbasis digital.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 06 Tahun 2026 yang ditandatangani Wali Kota Jambi, Maulana, sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat terkait reformasi sistem kerja ASN.

Dalam kebijakan tersebut, ASN di lingkungan Pemkot Jambi diwajibkan menjalankan pola kerja kombinasi antara WFH dan work from office (WFO), dengan satu hari kerja dari rumah setiap pekan.

Wali Kota Maulana menegaskan, kebijakan ini tidak sekadar perubahan pola kerja, tetapi juga bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kinerja berbasis hasil serta efisiensi anggaran daerah.

Beberapa tujuan utama penerapan WFH ini antara lain:

  • Mendorong efisiensi penggunaan anggaran operasional seperti BBM, listrik, dan air
  • Mempercepat digitalisasi layanan pemerintahan melalui sistem elektronik
  • Menjaga kualitas pelayanan publik tetap optimal
  • Mengurangi mobilitas dan dampak polusi di perkotaan

Pemkot Jambi juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengatur pembagian jadwal kerja ASN secara proporsional, serta memperkuat sistem digital seperti e-office, tanda tangan elektronik, absensi online, hingga Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Meski demikian, tidak semua ASN dapat menerapkan WFH. Sejumlah unit layanan publik tetap diwajibkan bekerja dari kantor (WFO), seperti sektor kesehatan, pendidikan, pelayanan administrasi kependudukan, perizinan, hingga layanan darurat dan kebencanaan.

Selain itu, pejabat struktural seperti pimpinan tinggi pratama, administrator, camat, dan lurah juga dikecualikan dari kebijakan WFH.

Untuk mendukung efisiensi, Pemkot Jambi turut menetapkan pembatasan perjalanan dinas, yakni pengurangan hingga 50 persen untuk perjalanan dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri.

Penggunaan kendaraan dinas juga dibatasi maksimal 50 persen, serta dianjurkan beralih ke transportasi ramah lingkungan.

Kebijakan ini juga mendorong pelaksanaan rapat dan kegiatan kedinasan secara hybrid atau daring guna memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi.

Dengan penerapan kebijakan ini, Pemkot Jambi berharap tercipta budaya kerja ASN yang lebih adaptif, produktif, serta mampu menjaga kualitas pelayanan publik di tengah tuntutan efisiensi dan digitalisasi birokrasi.(*)




Pelantikan PNS Kota Jambi 2026, Maulana Tekankan Integritas dan Kinerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi mengangkat sebanyak 43 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam sebuah prosesi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) sekaligus pengambilan sumpah/janji PNS formasi 2024 tersebut berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi. Prosesi ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.

Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa para PNS yang dilantik merupakan individu terpilih dari ribuan peserta yang mengikuti seleksi secara ketat dan transparan.

“Saudara adalah orang-orang yang terpilih. Dari ribuan peserta, Anda yang lulus. Ini adalah amanah besar yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tegas Maulana.

Ia menjelaskan, pengangkatan tersebut merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari seleksi CPNS, masa percobaan selama satu tahun, hingga pendidikan dan pelatihan prajabatan.

Dari total 43 PNS yang dilantik, formasi terbanyak berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan 10 orang.

Selebihnya tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk tenaga kesehatan seperti dokter gigi yang akan bertugas di puskesmas dan rumah sakit.

Maulana juga menyoroti pentingnya peran ASN di tengah keterbatasan jumlah pegawai akibat banyaknya yang memasuki masa pensiun.

Ia berharap para PNS baru mampu menunjukkan kinerja optimal serta menjunjung tinggi profesionalisme.

“Kami berharap mereka dapat bekerja maksimal. Ke depan, sistem merit akan terus diperkuat agar ASN yang berprestasi mendapatkan penghargaan sesuai kinerjanya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin dan integritas ASN.

Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Jambi tidak segan memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang melanggar aturan, baik PNS maupun PPPK, berdasarkan hasil evaluasi bersama Inspektorat.

“Kami melakukan pengawasan secara serius. Jika ditemukan pelanggaran dengan bukti yang kuat, maka akan diberikan sanksi tegas, bahkan hingga pemberhentian,” tegas Diza.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Ia berharap seluruh ASN menjadikan hal ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih disiplin dan profesional.

“Jika seluruh ASN bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” pungkasnya.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya dalam membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik guna mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.(*)




Aksi Nyata Maulana-Diza, Bantuan Kursi Roda untuk Aisah Jadi Sorotan!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Maulana.

Bersama Diza Hazra Aljosha, ia menyambangi langsung kediaman seorang anak yang membutuhkan bantuan di Kota Jambi, Senin (30/03/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan ke rumah Aisah Fitri (6), warga RT 19, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo.

Aisah merupakan anak dari pasangan Abdu Hutasuhut dan Aslamiyah Ritongan yang tengah berjuang melawan gangguan pada otot kaki, sehingga mengalami kesulitan berjalan.

Dalam suasana penuh haru, Maulana dan Diza menyerahkan bantuan berupa kursi roda untuk membantu mobilitas Aisah. Bantuan ini disalurkan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi.

Maulana menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami datang untuk memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat. Aisah mengalami gangguan pada otot kaki sehingga sulit berjalan. Dengan kursi roda ini, kami berharap ia bisa lebih leluasa beraktivitas, berjemur, dan menjalani terapi secara rutin,” ujar Maulana.

Selain bantuan fisik, Pemerintah Kota Jambi juga memastikan aspek kesehatan Aisah mendapat perhatian penuh.

Maulana menyebutkan bahwa Aisah telah terdaftar dalam program jaminan kesehatan melalui Kartu Bahagia, yang memudahkan akses pengobatan berkelanjutan.

“Kami sudah memastikan BPJS-nya aktif. Insya Allah, Aisah bisa menjalani fisioterapi secara rutin di RSUD Abdul Manap,” tambahnya.

Tak hanya itu, Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada kedua orang tua Aisah atas ketelatenan dan kesabaran dalam merawat putrinya.

“Kami melihat orang tuanya sangat luar biasa, sabar dan telaten. Kondisi Aisah juga terawat dengan baik, gizinya terpenuhi. Mudah-mudahan dengan bantuan ini mobilitasnya semakin meningkat dan membawa perbaikan ke depan,” tuturnya.

Di sisi lain, rasa haru dan syukur diungkapkan oleh sang ibu, Aslamiyah Ritongan, atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah kota.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kepedulian Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya singkat.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan kepedulian sosial secara langsung, khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian lebih.(*)




Profil Maulana: Dokter, Pengusaha, Kini Wali Kota Jambi dengan Kemenangan Telak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi memasuki era kepemimpinan baru setelah Maulana resmi dilantik sebagai Wali Kota Jambi untuk periode 2025–2030.

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada 20 Februari 2025.

Maulana yang berpasangan dengan Diza Hazra Aljosha sukses meraih kemenangan telak dalam Pilkada 2024.

Pasangan ini memperoleh dukungan sebesar 73,26 persen atau setara dengan 192.623 suara, mencerminkan kepercayaan besar masyarakat terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai humanis dan berorientasi masa depan.

Dari Dunia Medis ke Panggung Pemerintahan

Lahir pada 14 Februari 1976, Maulana dikenal sebagai sosok dengan latar belakang kuat di bidang kesehatan.

Ia memulai karier sebagai dokter Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang membentuk pemahamannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat serta dinamika birokrasi pemerintahan.

Tak berhenti di situ, kontribusinya juga terlihat melalui pendirian sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RSIA Annisa Jambi dan Klinik Hamdy Maulana Medika.

Dedikasinya di bidang sosial juga merambah dunia pendidikan dengan mendirikan Institut Agama Islam Muhammad Azim serta jaringan rumah tahfiz yang telah berkembang di berbagai wilayah.

Karier Politik yang Terbangun Bertahap

Perjalanan politik Maulana bukanlah sesuatu yang instan. Ia memulai langkahnya pada 2013 sebagai calon Wakil Wali Kota.

Pengalaman semakin matang saat menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jambi periode 2018–2023 mendampingi Syarif Fasha.

Selama masa tersebut, Maulana dikenal sebagai sosok eksekutor kebijakan yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kepercayaan publik dan partai pun terus menguat, terbukti dengan kembali terpilihnya ia sebagai Ketua DPD PAN Kota Jambi untuk periode 2025–2030.

Perpaduan Akademisi, Praktisi, dan Filantropis

Di luar aktivitas politik, Maulana juga dikenal sebagai akademisi.

Ia meraih gelar doktor di bidang Manajemen Pendidikan dari Universitas Pakuan pada 2018, melengkapi pendidikan kedokteran dari Universitas Brawijaya serta magister kesehatan dari Universitas Indonesia.

Dengan latar belakang tersebut, Maulana membawa kombinasi pengalaman yang lengkap—mulai dari birokrasi, dunia usaha, hingga pendidikan dan sosial.

Bersama Diza Aljosha, ia mengusung visi menjadikan Kota Jambi sebagai kota yang modern, sehat, dan religius dalam lima tahun ke depan.(*)